Beranda > Film Korea > Marathon

Marathon

Cho-won adalah anak autis. Antisosial dan sering berulah. Hal yang disukainya hanya snack Chocopie dan zebra, sampai-sampai ia hafal siaran discovery channel yang menayangkan film dokumenter  zebra di Afrika. Lelah mengurusnya, ibunya pernah berniat meninggalkan Cho-won di taman. Tapi ketika Cho-won hilang, ia panik dan menemukannya di dekat kandang zebra. Sejak itu ia berjanji menjaga Cho-won baik-baik. Sang Ibu kemudian mencurahkan seluruh perhatiannya pada Cho-won, berpisah dari suaminya dan kurang memperhatikan anak keduanya yang normal, Ju-won, yang kemudian sering marah padanya.

marathon4

Ketika beranjak dewasa, perhatian Cho-won tetaplah zebra dan Chochopie. Ibunya mulai memikirkan sesuatu untuk Cho-won. Ketika melihat Cho-won tertarik pada lari, sang ibu kemudian berpikir bahwa mungkin itu hal lain yang bisa dikembangkan dari Cho-won.

marathon3 (1)

Ketika muncul pelatih baru di sekolah Cho-won, pelatih slengekan yang kena hukum sosial, ibu Cho-won pun merayunya agar mau melatih Cho-won. Ogah-ogahan, akhirnya ia memenuhi permintaan sang Ibu dan mengatakan kalau ibunya terlalu ambisius. Sang Ibu kemudian memikirkan banyak hal hingga jatuh sakit. Apakah benar ia terlalu ambisius? Apakah sebenarnya lari adalah keinginannya, bukan keinginan Cho-won? Hingga akhirnya, Cho-won dengan kemauannya sendiri, ikut marathon dan bisa tersenyum ketika difoto!

photo2428

Film yang benar-benar mengharukan. Sebut saya lebay, tapi menurut saya, Marathon adalah salah satu film terbaik korea yang pernah saya tonton. Dan mungkin salah satu film terbaik yg pernah dibuat. Meski membuat berkaca-kaca, tapi humor segarnya yang khas korea mau tak mau membuat tertawa. Karakter-karakternya digambarkan sangat manusiawi dan realisitis. Dan kekuatan utamanya, tentu saja pada cast-nya.  bermain sangat apik sebagai Cho-won si bocah autis (that’s why I love him🙂 ) cast untuk si ibu, si pelatih….latar, plot, musik…semuanya terasa perfect!🙂

Note:

Karakter Cho-won dan ibunya, konon terinspirasi dari tokoh nyata: Bae Hyeong-jin dan ibunya. Hyeong-jin berumur 22 tahun (dengan pikiran seperti anak umur 5 tahun) ketika film ini dirilis dan sudah beberapa kali ikut dalam maraton maupun triathlon dan konon cukup terkenal di media massa Korea berkat prestasinya. Ibunya menyertakan Cho-won dalam berbagai latihan fisik sebagai salah satu bentuk terapi. Sang sutradara Marathon, Jeong Yun-cheol (lahir 14 Mei 1971) konon menghabiskan waktu dua tahun untuk mewancarai dan mendokumentasikan kehidupan Hyeong-jin dan keluarganya. Dan hasilnya, adalah film yang sangat mengagumkan. Bravo Yoon-chul ahjussi !🙂
Sumber: http://koreanfilm.org/

Cast:
, Cho-won
, Ibu
Lee Gi-yeong, Jung-wook
Baek Seong-hyeon, Yun Jung-won
Ahn Nae-sang, Ayah

Judul Lain: Maraton
Sutradara:
Penulis :
Rilis: 2005
Durasi : 117 menit

Awards:
Grand Bell Awards 2005:
– Grand Bell Award Best Actor ()
– Best Film
– Best Music
– Best New Director (Jeong Yun-cheol)
– Best Planning
– Best Screenplay (Jeong Yun-cheol)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: