Beranda > Drama Korea > Queen of Reversals

Queen of Reversals

Awalnya, saya ogah-ogahan nonton drama ini. Habis pemainnya cukup senior-senior. Yang cukup muda seperti   dan , malah jadi tokoh lapis kedua. Ceritanya juga ‘dewasa’, maksudnya cerita yang melibatkan hubungan suami-istri dalam sebuah keluarga, dan karena sepengetahuan saya dalam drama Korea pernikahan termasuk dalam kategori ‘puncak hubungan cinta’ saya pikir ceritanya tak akan jauh-jauh dari bagaimana sepasang suami istri mengatasi masalah-masalahnya. Jikapun ada sosok lain, pastilah posisinya cuma akan jadi second man/woman. Saya sudah cukup bosan dengan cerita semacam itu. Di samping juga merasa ‘tak tega’ kalau   cuma jadi the second man🙂

Tae-hee, the queen

Tae-hee, the queen

Tapi dari sekilas-sekilas cerita yang saya ikuti, sepertinya dugaan saya tak sepenuhnya tepat. Hubungan si tokoh utama dengan tokoh lapis kedua semakin intens dan sepertinya tak sepenuhnya netral. Dua tokoh lapis pertama juga hubungannya makin memburuk.

Queen Reversals adalah tentang Hwang Tae Hee (), seorang perempuan karier yang cerdas tapi galaknya minta ampun. Ia kemudian memutuskan menikah dengan rekan kerjanya, Bong Joon-su (), lelaki berhati lembut. Dan pernikahan inilah kemudian yang agaknya merubah sifat galak Tae-hee menjadi pribadi yang lebih lembut.

Bong Joon-soo

Bong Joon-soo

Lima tahun berlalu. Tae-hee dan Joon-su sudah punya seorang putri pula. Rumah tangga mereka bisa dibilang cukup bahagia. Apalagi, mereka menikah karena memang saling mencintai.

Tapi masalah demi masalah kemudian menghantam keharmonisan mereka. Baek Yeo-jin () dulunya adalah junior Tae-hee di tempat kerja dan ia memendam dendam pada Tae-hee karena perlakuan kasarnya di masa lalu. Bukan hanya itu, karena Yeo-jin ternyata adalah cinta pertamanya Joon-su dan sampai sekarang masih mencintai Joon-su. Jadi, Yeo-jin tidak hanya ingin mengusik pekerjaan Tae-hee, tapi juga kehidupan cintanya.

Baek Yeo-jin...meski selalu jadi 2nd woman, peran2 Chae Jung-ahn tak pernah membuat saya sebel :)

Baek Yeo-jin…meski selalu jadi 2nd woman, peran2 Chae Jung-ahn tak pernah membuat saya sebel🙂

Di sisi lain karena Joon-su adalah lelaki yang ‘sangat baik.’ Dia tak pernah bisa benar-benar meninggalkan Yeo-jin, hal yang tentu saja membuat Tae-hee menumpuk cemburu. Hal ini kemudian diperparah karena Joon-su kemudian berusaha mengejar karir (yang tak segemilang istrinya) dengan dimanfaatkan atasannya untuk mencuri ide Tae-hee.

Goo Yong-shik, the cute 2nd man :)

Goo Yong-shik, the cute 2nd man🙂

Lalu ada Goo Yong-shik) bos Tae-hee, pewaris perusahaan tapi tak berminat pada tetek bengek pekerjaan. Tae-hee bersama rekan-rekannya, kemudian ditugaskan membentuk tim khusus untuk membantu Yong-shik. Kecerdasan Tae-hee inilah yang kemudian akan membuat Yong-shik terpukau. Dan sebagai lelaki, apalagi kemudian tahu kehidupan rumah tangga Tae-hee sedang bermasalah, ia pun berusaha merebut hati Tae-hee.

oon-so: always a Joon-hoo always be a shoulder to cry on for Tae-hee. Love their mature relationship :)

Joon-hoo always be a shoulder to cry on for Tae-hee. Love their mature relationship🙂

Queen Reversals memang cerita cinta yang dewasa.  Mungkin tak akan membuat termehek-mehek seperti drama romantis Korea kebanyakan yang menampilkan cinta anak muda yang menggebu-gebu (plus aktor/aktris yang menyilaukan mata). Karenanya, ceritanya juga digarap dengan matang dengan karakter-karakter yang ‘matang’ juga. Berlatar dunia kerja dengan berbagai persoalannya. Dan latar ini bukan sekadar menjadi tempelan seperti kebanyakan drama, tapi menjadi bagian yang cukup besar dalam cerita. Dan yang menarik lagi (maaf, sedikit spoiler🙂 ), the second man/woman tidak hanya akan jadi the second man/woman!

Gantian jadi tempat bersandar :)

Gantian jadi tempat bersandar🙂

Karakter-karakternya juga terasa nyata dengan peran yang dieksplore dengan baik. Uniknya lagi untuk karakter antagonis dan  pratagonis, semua tokoh adalah antagonis sekaligus pratagonis (terutama para queen: Tae-hee, Yeo-jin dan Song-yi).

Adegan ini membuat saya merasa ingin menangis :(

Adegan ini membuat saya merasa ingin menangis😦

Jika dalam drama-drama lain biasanya saya merasa bosan dengan dialog di luar tokoh utama, maka tidak dengan drama ini. Dialog Tae-hee dengan ibunya (sebagai sesama perempuan dewasa tapi juga ibu dan anak), dialog Yong-shik dengan Pak GM Mok), Yong-shik dengan sekretarisnya, Yeo-jin dengan Song-yi (Ha Yoo Mi) … Dan satu lagi, gambar-gambar yang diambil juga tidak membosankan. Berlatar musim dingin, dengan warna-warna yang serasi, menjadi pemandangan yang terlihat elegan.

Judul: 역전의 여왕 / Yeokjeonui Yeowang /Queen of Reversals/Queen of Tears
Episode: 31
Tayang: MBC, 2010-Oct-18 to 2011-Feb-01
Produser: Choi Yi Sup, Kim Seung Mo
Sutradara: Kim Nam Won, Jung Dae Yoon
Screenwriter: Park Ji Eun

Cast:
, Hwang Tae Hee
, Bong Jun Soo
, Baek Yeo Jin
, Goo Yong Shik
Ha Yoo Mi, Han Song Yi
, GM Mok Young Chul

Awards:
MBC Drama Awards  2010:
– Grand Prize ()
– Male Top Excellence Award ()
– Male Excellence Award ()
– PD Award ()
– Golden Acting Award (Ha Yoo Mi)

  1. andrew
    November 24, 2011 pukul 5:18 am

    saya sangat menyukai drama queen of reversal .. film nya OK banget !!

    • November 24, 2011 pukul 2:22 pm

      yah, cerita dan karakter2nya mmang cukup berbeda dari kbykn drama korea…

  2. andrew
    November 24, 2011 pukul 5:20 am

    dan saya sangat nge- fans banget dengan ” bong joon soon ” …..
    gaya nya cool and santai juga smart .
    i like you bong joon soon .. !!🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: