Beranda > Dorama > Last Friend

Last Friend

Waktu mutusin beli , alasannya karena di cover-nya, ada gambar  , yang karakternya sempat membuat saya kesengsem waktu main di dorama One Litre of Tears. Sebenarnya sih nggak terlalu ngefans sama dia, cuma karena sudah ‘kenal’ saja jadi pengin lihat ia main di dorama lain. Dan juga berpikir untuk selingan nonton di antara nonton drama-drama korea. Setelah dominannya drama korea, entah kenapa untuk beberapa waktu, saya merasa kurang suka sama dorama jepang. Meski mirip, tapi keduanya punya kekhasan yang berbeda. Drama Korea terasa lebih lembut dan hangat dengan cerita yang hampir selalu begitu. cinta segi banyak. cinta segitiga, segi empat, si kaya dan si miskin…terasa ringan dan segar.Tapi lama-lama kadang bosan juga karena ceritanya mirip-mirip.

last friend8

Sementara dorama jepang, ceritanya memang lebih variatif, tapi  kadang terlalu serius dan muram kalau nggak, terlalu komikal.

Saya sama sekali nggak punya referensi sebelum nonton Last Friend. Jadi saya mulai nonton tanpa berharap ini itu. Kalau bagus ya saya tonton terus sampai habis, tapi kalau nggak ya berhenti di tengah jalan saja atau dicepet-cepetin biar lekas sampai ending. Eh, begitu saya putar episode pertama…ceritanya memang serius tapi juga terasa kuat, dan saya pun kecanduan!

Last Friend bercerita tentang persahabatan yang rumit. Diceritakan dari tiga sudut, Michiru (), Ruka () dan Takeru () (tak tahu kenapa Michiru di info filmnya disebut sebagai tokoh utama, padahal menurut saya ketiga orang ini punya porsi yang sama sebagai tokoh utama).

Ueno Juri yang main beda

Ueno Juri yang main beda

Michiru dan Ruka adalah sahabat sejak SMP. Mereka pisah ketika Michiru pindah bersama ibunya dan selama 4 tahun mereka nggak pernah ketemu, juga nggak pernah komunikasi. Digambarkan kalau Michiru itu cuma tinggal sama ibunya yang kacau, alkoholik dan suka ganti-ganti pacar. Hal yang kemudian agaknya membentuk pribadi Michiru yang rapuh.

Michiru sekarang sudah kembali ke Tokyo dan bekerja jadi asisten di salon kecantikan. Ketika pacarnya, Sousuke () yang seorang pegawai negeri di dinas sosial mengajaknya tinggal bareng, Michiru merasa sangat senang. Apalagi ibunya juga merasa tak keberatan, (malah senang karena ia bisa lebih bebas dengan pacarnya. hmm…what kind of mother!😦 ).

Antusias Michiru mempersiapkan ini itu untuk pindah ke tempat Sousuke dengan membeli perabotan. Ruka yang tengah membeli cangkir di tempat yang sama melihatnya ketika keluar toko. Ruka kaget dan mengejarnya hingga cangkirnya terjatuh, menyerempet seorang pengunjung lain, Takeru yang kemudian mengejar Ruka untuk memberikan mug yang jatuh, namun nggak kekejar.

last friend4

Michiru surprais melihat Ruka. Mereka pun melepas rindu untuk beberapa saat, mengenang masa-masa sekolah. Ruka kemudian menceritakan tempatnya tinggal yang menyenangkan dan menawari Michiru tinggal bareng kalau mau karena sewanya murah, tapi Michiru mengatakan kalau ia akan tinggal dengan pacarnya. Ekspresi Ruka tampak berubah. Dan saya pun mulai menebak nebak, kenapa ya? apakah…kemudian dalam narasi latar Ruka mengatakan ia merasa kaget melihat Michiru yang terlihat begitu kuat dan bahagia. Berbeda dengan Michiru yang ia kenal dulu. Bisa dipahami kalau sejak dulu mungkin Ruka jadi semacam ‘pelindung’ buat Michiru.

Rasa senang Michiru tinggal bareng pacarnya langsung luruh di pagi pertama ketika ia bangun tidur dan mendapati Sousuke tengah memeriksa isi hpnya dan kemudian Sousuke juga nggak segan-segan mukulin Michiru. Sousuke juga nggak senang kalau Michiru berhubungan dengan Ruka. Pokoknya, Sousuke ini psikopat banget deh. Bodohnya, Michiru meski merasa sakit tapi ia nggak tega meninggalkan Sousuke. Dikilaskan kemudian, kalau Sousuke itu berasal dari keluarga broken dan dia sudah nggak punya siapa-siapa.

last friend2

Ruka seorang gadis tomboy. Tidak hanya penampilannya, tapi juga sifat-sifatnya. Hobinya motor cross-an dan ia benci dengan tubuh perempuannya. Tinggal bersamanya adalah Eri (), seorang pramugari yang berkepribadian ramai tapi sebenarnya merasa kesepian (meski cantik, dia nggak punya pacar). Suatu hari Eri mengajak Ruka ke bar dimana ternyata pemiliknya adalah Takeru. Mereka kemudian mulai mengobrol dan merasa cocok satu sama lain. Takeru merasa menyukai Ruka sejak itu. Dan ketika Eri mengajaknya pindah ke rumah mereka, Takeru setuju.

Takeru bekerja sebagai make up artis. Dandannya nyentrik untuk seorang cowok dan orang-orang menganggapnya gay. Takeru sendiri sepertinya tak terlalu terganggu dengan anggapan itu. Ia terlihat santai dan nyaman dengan kondisinya (bahkan ia agaknya nyaris percaya kalau dirinya gay, sebelum akhirnya ketemu Ruka). Ia orang yang menyenangkan, memiliki unsur-unsur feminin seperti memasak, membuat kopi atau teh dan bersih-bersih rumah. Ia juga orang yang care pada teman-temannya.

last friend3

Penghuni berikutnya adalah Ogurin (), rekan Eri, cowok looser yang ditinggal selingkuh istrinya. Nah, Eri malah naksir sama Ogurin meski tahu itu hubungan yang rentan.

Perasaan yang complicated pun kemudian akan muncul antara Michiru-Ruka-Takeru. Ruka diam-diam memendam perasaan sama Michiru. Yups, she like a girl! Dan Takeru juga ternyata suka sama Ruka yang tentu saja, nggak akan dapat balasan yang sama (poor Takeru😦 ). Masalah semakin rumit ketika Ruka tahu Michiru mengalami kekerasan dan berusaha menolongnya. Tapi nggak mudah karena Michiru sendiri terlalu naif dan lemah. Dia selalu percaya setiapkali Sousuke minta maaf.

Karakter tokoh homoseksual, mungkin bukan karakter yang akan mengundang simpati bagi para penggemar drama (saya pikir penulisnya cukup berani untuk ngangkat kisah semacam ini dalam drama). Tapi tenang saja, karakter Ruka sama sekali bukan yang akan mengundang kontroversi. Sebaliknya malah mengundang empati.  Dan meski dia suka sama Michiru, digambarkan kalau rasa sukanya itu adalah rasa suka yang tanpa pamrih, bukan ketertarikan secara seksual, tapi sebuah rasa sayang yang dalem dan tulus. Perasaan yang kemudian muncul antara ia danTakeru juga. Kind of great love.

last friend9.yasashiisekai.wordpress.com

Ini adalah dorama yang serius tapi juga dikemas dengan cukup segar. Karakter-karakternya begitu kuat, terutama Ruka yang dimainin . Lupakan Nodame yang freak di  (saya pikir itu bukan hal yang mudah mengingat begitu kuatnya karakter Nodame melekat sama dia), atau Tomoko yang imut-imut di , di sini  mampu bermetamorfosa jadi Ruka yang tomboy habis dan muram. Dan Takeru? Oh…sulit rasanya nggak jatuh cinta sama karakter Takeru ini. Nggak masalah dandananya aneh, tapi siapa yang nggak seneng sama orang yang demikian care dan ramah kayak Takeru? (I started love  from this Takeru character’s).

 juga mampu memerankan karakter Michiru yang begitu rapuh (meski karakternya bikin kita geregetan pengin nepuk pipinya sambil teriak: aih, c’mon Michiru, wake up and leave him soon!), pun karakter Sosuke (haha, kasian sih karena resiko karakter antagonis, keberhasilannya justru kalau berhasil bikin benci orang. Dan Ryo berhasil melakukannya).

Well, it’s really good dorama!

Note:

Saya suka scene ini karena menurut saya menyiratkan hubungan yang manis antara Ruka-Takeru. Ini adalah scene setelah malamnya Ruka balik lagi ke rumah, ngobrol sama Takeru. Semacam reunian gitu. Adegan ini adalah pagi harinya, ketika di syut semua masih terkapar tidur di ruang tengah. Posisi Takeru yang bersandar di sofa yang ditiduri Ruka dengan kepala menghadap ke wajah Ruka, membuat saya berpikir: semalaman, Ruka dan Takeru  masih nerusin ngobrol sampai ketiduran (best friend always do that), atau Takeru memandangi wajah his beloved Ruka sampai ketiduran…(ugh, he love Ruka that much🙂 ) Mana yang benar, menurut saya adegan itu benar-benar manis.

Cast:
, Aida Michiru
, Kishimoto Ruka
,  Mizushima Takeru

, Oikawa Sosuke
, Takigawa Eri
, Ogura Tomohiko

Screenwriter: Asano Taeko
Produser: Nakano Toshiyuki
Sutradara: Kato Hiromasa (ep1-3,8,11), Nishisaka Mizuki (ep4-5,9-10), Endo Mitsutaka (ep6-7,SP)
Musik: Izutsu Akio, S.E.N.S.
Episode: 11
Tayang: Fuji TV, 2008-Apr-10 to 2008-Jun-19
Theme song: Prisoner Of Love, Utada Hikaru

Awards:
1st Tokyo Drama Awards: Best Actress –
57th Television Drama Academy Awards: Best Drama
57th Television Drama Academy Awards: Best Supporting Actress:
57th Television Drama Academy Awards: Best Supporting Actor:
57th Television Drama Academy Awards: Best Director: Kato Hiromasa, Nishisaka Mizuki, Endo Mitsutaka
57th Television Drama Academy Awards: Best Script: Asano Taeko
57th Television Drama Academy Awards: Best Theme Song
12th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Spring 2008): Best Supporting Actor:
12th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Spring 2008): Best Supporting Actress:

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: