Beranda > Drama Korea > Heartstring

Heartstring

Saya memutuskan untuk nonton Heartstring karena tertarik setelah baca sinopsisnya, yang terdengar sangat menjanjikan. Tentang seorang cewek yang berasal dari keluarga kolot dan belajar musik tradisional yang kemudian jatuh cinta sama cowok anak band. Ho…pasti seru, pikir saya. Dan yang jelas, saya yakin akan full musik. Karena melibatkan ‘musik tradisional’ pastilah akan lebih seru lagi. Saya termasuk peminat musik etnik. Mungkin akan makin seru karena akan terjadi fusi dengan musik modern…saya benar-benar antusias.

heartstring

Episode pertama.
Diperkenalkan tokoh-tokohnya. Lee Gyu-won () yang tinggal bersama kakeknya (nggak tahu kenapa drama Korea sering banget bikin tokoh yang cuma tinggal sama seorang kakek). Belakangan, diceritakan kalau Gyu-won sudah nggak punya Ibu dan ayahnya tinggal di luar negeri karena berselisih paham soal musik sama Sang Kakek. Sang Kakek adalah pemain musik tradisional tenar dan pikirannya agak kolot. Baginya, haram mencampurkan musik tradisional dan modern. Awal episode ini membuat saya semakin antusias: pasti nanti akan muncul konflik seru ni kalau cucunya akhirnya pacaran sama anak band, pikir saya.

heartstring4

Tokoh berikutnya adalah Lee Shin (). Seorang cowok yang nampak cool dan penyendiri. Lee Gyu-won dan Lee Shin beberapa kali papasan, tapi tak ada sesuatu yang terjadi. Mereka sama-sama orang asing. Hal yang membuat saya sedikit kecewa karena butuh waktu terlalu lama buat mereka saling ngeh.

Untunglah, rupanya kedua tokoh ini ternyata belajar di tempat yang sama. Sebuah sekolah musik. Di suatu pagi, Lee Gyu-won terlihat datang tergopoh-gopoh dengan menyandang alat musiknya (gayageum)  yang bahkan nyaris lebih besar dari tubuhnya. Lee Shin muncul dengan mengendarai sepeda. Masih belum ada tanda-tanda akan terjadi sesuatu di antara mereka.

heartstring9

Di kelas, Gyu-won diminta perform memainkan gayageum. Lagi-lagi saya menanti adegan ini dengan antusias: lihat deh bagaimana maininnya dan musik macam apa yang bakal diperdengarkan. Gyu-won maju ke depan dengan alat musiknya dan siap main. Lalu tiba-tiba adegan berpindah ke luar ruangan. Ada tiga cewek, teman Gyu-won yang tergabung di kelompok musik tradisional, Invicible Flowers, yang tengah ngerumpi. Dan ketika adegan balik lagi ke kelas, Gyu-won sudah undur diri diiringi tepuk tangan. Whatz?!  Kok kayak sinetron…saya mikir, it’s ok kalau Park Shin-ye yang jadi Gyu-won nggak bener-bener bisa main, tapi kan bisa disemacam lipsync-in. Mungkin Park Shin-ye cuma harus latihan pura-pura mainin alat musik itu dengan ekspresi meyakinkan. Tapi berhubung ini masih episode 1 saya mencoba untuk berharap ini bukan sinetron.

Saat Gyu-won main musik, salah satu mahasiswa di kelas malah pulas tidur. Yups, dialah Lee Shin. Maka ketika sang dosen iseng nanya pendapatnya soal musik yang dimainin Gyu-won, dia pun menjawab asal-asalan bahwa itu membuatnya mengantuk. Hal yang bikin Gyu-won geram. Yeah, it’s the first moment of them. Seperti banyak rumus drama romantis, tidak dimulai dengan kesan yang baik.

Another CN Blue's Kang Min-hyuk

Another CN Blue’s Kang Min-hyuk

Moment kedua Gyu-won dan Lee-Shin adalah ketika Gyu-won diajak ke kafe sama teman-temannya untuk nonton band yang jadi idola seantero kampus: The Stupid. Dan yah, the vocalist is Lee-Shin. Tapi moment kedua ini juga nggak terlalu berkesan karena Gyu-won mergokin Lee-hsin dengan sombongnya nolak cewek yang nembak dia dengan bilang kalau dia nggak suka cewek berwajah jelek (padahal cewek yang menembaknya cantik). Meski begitu, Gyu-won cukup terkesima ketika melihat aksi panggung Lee-shin yang terlihat keren (menurut saya sih nggak, Lee Shin, di antara anggota band yang lain malah terlihat banget lypsincnya. Yang keren justru, Joon-hee, yang jadi penabuh drum. Meski di luar musik sifat Joon-hee ini nggak banget :)).

Kesebelan-kesebalan Gyu-won masih akan terus bertambah karena kemudian Lee-shin nggak datang pas acara penggalangan dana yang diadain Jurusan Musik Tradisional untuk dosen mereka yang lagi sakit keras. Sebenarnya, Lee Shin punya alasan yang masuk akal karena dia harus ketemu ayahnya yang juga sedang sakit. Tapi karena nggak ada penjelasan, Gyu-won mengira kalau Lee-shin itu nggak datang karena terlalu sok-sokan saja. Dan hal yang membuat Gyu-won tambah sakit hati adalah karena kemudian usai pertunjukan, ternyata dosennya meninggal.

heartstring6

Lee-shin, meski nggak jelasin alasannya, karena merasa bersalah, berusaha minta maaf dan mengembalikan uang pertunjukan. Tapi Gyu-won yang lagi badmood enggan menerima permintaan maaf Lee-shin dan malah mengata-ngatainya (seandainya saya jadi Gyu-won, meski jengkel, tapi saya akan coba tanya alasannya deh kenapa Lee Shin nggak datang).  Berang, Lee-shin kemudian menantang Gyu-won untuk menunjukkan kalau ia memang hebat. Musik tradisional akan tanding sama musik band. Siapa yang mendapat apresiasi terbanyak, dialah yang menang. Dan bagi yang kalah, selama sebulan akan jadi budaknya yang menang. Ok, bagi saya nggak masalah dengan kompetisi ini. Tapi rasanya aneh melihat Gyu-won gontok-gontokan padahal dia baru dilanda sedih karena kepergian dosennya dan rasanya kematian sang dosen ini jadi nggak punya arti…(bad script?😦 )

Tak penting saya ceritakan siapa yang menang dan kalah dalam kompetisi ini. Yang jelas, ajang itu adalah jalan cerita yang harus dilalui kedua tokoh utama untuk bisa dekat dan kenal lebih jauh satu sama lain. Bagaimana akhir cerita hubungan mereka, tentu sudah bisa ditebak.

Tentu, cerita tidak akan hanya berkutat di antar hubungan Lee-shin dan Gyun-won. Ingat, masih ada si kakek yang kolot. Dan apa lagi yang diharapkan dari sebuah drama cinta? Yups, orang ketiga, keempat, kelima…Untuk itu dimunculkan Kim Seok-hyeon (, sutradara drama yang baru pulang dari US untuk menyutradarai pertunjukan di Broadway. Sayangnya, dengan reputasi sebagus itu, dia cuma disuruh nyutradarain drama musikal peringatan 100 tahun sekolah (tapi nggak papa, karena ada penjelasan yang cukup masuk akal untuk itu). Harus bekerjasama dengan Seok-hyeon adalah Jong Yoon-soo (, mantan penari yang jadi dosen tari dan kareografer. Padahal, di masa lalu mereka punya hubungan yang nggak baik. Yoon-soo meninggalkan Seok-hyeon untuk mengejar impiannya jadi penari, namun akhirnya kandas karena cedera. Seok-yeon masih menyimpan dendam. Meski keduanya masih memendam cinta.

heartstrings_yonghwa_shinhye2

Lalu apa hubungan kedua orang ini dengan tokoh utama? Lee Shin ternyata naksir Yoon-soo! Dan Seok-yeon terkesan sejak pertamakali melihat penampilan Gyu-won yang jadi penyanyi pengganti di The Stupid waktu penggalangan dana.

Apakah kemudian akan menjadi cerita cinta segi banyak? Meski agak klise, cerita semacam itu, sejujurnya saya nggak terlalu keberatan asalkan konfliknya masuk akal. Tapi agaknya si penulis cerita nggak ingin mengulang cerita semacam itu. Hal yang membuat saya sedikit lega. Berarti konfliknya akan ada di tempat lain, nih. Mungkin lebih seru. Saya tak sabar menunggu, dari episode ke episode…konflik memang bermunculan tapi, maaf, kenapa terkesan jadi remeh temeh dan picisan? Cerita juga jadi nggak jelas mau fokus di mana.  Konflik justru akan muncul disebabkan oleh orang ke 9 atau ke 10, yang rasanya nggak masuk perhitungan dan jadinya nggak terlalu seru. Konflik generasi muda vs generasi tua, modern vs tradisional, …yang saya pikir akan menjadi inti cerita malah hanya disentuh sedikit saja.

Soal casting, memang cukup menyegarkan mata. Aktor aktris muda berwajah bak timun suri bermunculan. Di jajaran aktor agak senior, yang jadi Kim Seok Hyeon juga cukup fresh untuk dilihat. Sayangnya, chemistry yang terbangun terasa kurang. Oke, nice to see  sama (kayaknya untuk mengobati kecewa penonton atas hubungan mereka yang nggak nyampe di You’re Beautiful), tapi entah bagaimana saya merasa chemistry mereka lebih sebagai teman dan hubungan mereka terlalu flat pun kisah cinta Seok-hyeon dan Yoon-soo. Chemistry yang buruk terjalin antara tokoh lapis pertama (pasangan Lee Shin – Gwu won) tokoh lapis kedua, (pasangan Seok-hyeon dan Yoon-soo). Karena Lee Shin punya feeling sama Yoon-soo dan Seok-hyeon juga terlihat cukup sayang sama Gyun-won (awalnya saya sempat mikir dia bakal jadi the 2nd man), saya berharap hubungan yang lebih hangat dan akrab di antara mereka. Di awal, Lee-shin terlihat cukup dalam perasaannya sama Yoon-soo, tapi belakangan nggak tersisa lagi apapun dengan Yoon-soo. Oke, dia sudah melupakan Yoon-soo dan jatuh cinta sama Gyun-won, tapi at least, sebagai orang yang pernah menempati tempat yang spesial di hatinya, seharusnya dia masih menyisakan sesuatu untuk Yoon-soo.

heartstring3

Pun hubungan Seok-hyeon dan Gyun-won. Seok-hyeon merasa jatuh sayang sama Gyun-won, sebenarnya sudah cukup berhasil, bagaimana dia menunjukkan seolah seperti seorang abang sama adik (meski di mata saya, alasan Seok-hyon sayang sama Gyun-won masih terasa belum kuat). Tapi di sisi Gyun-won sendiri seolah nggak peduli dengan Seok-hyeon. Padahal setelah apa yang dilakukan Seok-hyeon, Gyu-won cukup punya alasan untuk menyayangi Seok-hyeon. Sebagai abang.

Saya juga agak kecewa karena saya pikir ini akan jadi drama yang lebih banyak mengulas soal musik, tapi ujung-ujungnya malah soal drama musikal. Dan yang membuat saya jengah, ada semacam obsesi untuk menunjukkan kemampuan menyanyi Park Shin-ye, padahal saya lebih senang kalau dia tetap lebih banyak diporsikan dengan musik tradisionalnya…

heartstring7

Musik? Meski tidak seperti yang saya harapkan, tapi saya cukup apresiatif lah. Saya berharap sih akan lebih banyak nuansa fusion-nya, akan lebih banyak eksplorasi soal musik tradional bla-bla…tapi ternyata tetap saja popnya yang lebih mendominasi.

Heartstrings2

 

Yaah, ketika akhirnya saya berhasil menyelesaikan episode terakhir saya hanya bisa menggumam “Fuuh…drama yang melelahkan!” But still few good things too: wajah-wajah segar para pemain, fashion, dan music…

Note:
Gayageum adalah alat musik petik tradisional Korea yang berupa kecapi dengan 12 senar. Gayageum telah mengalami banyak modifikasi sejak dahulu. Gayageum moderen adalah hasil modifikasi dari akhir zaman Dinasti Joseon di abad ke-19 dan seringkali dinamakan sanjo gayageum. Gayageum yang dimoderenkan mempunyai jumlah senar yang lebih banyak yakni 13, 17, 18, 21, 22, atau 25 buah senar yang terbuat dari nilon. Di Korea Utara gayageum bersenar 21 lebih banyak dimainkan. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Gayageum)

Gayageum

Gayageum

Cast:
, Lee Shin
, Lee Gyu Won
, Kim Seok Hyeon
, Jung Yoon Soo

Woo Ri, Han Hee Joo
, Yeo Joon Hee (drumer)
Lee Hyun Jin, Hyun Ki Young (lead actor)
Im Se Mi, Cha Bo Woon (teman Gyu-won)
Oh Won Bin, gitaris The Stupid
Song Se Hyun, basist The Stupid

Judul Lain: Neon Naege Banhaesseo/ You’ve Fallen for Me/ Festival
Episode: 15
Tayang: MBC, 2011-Jun-29 to 2011-Aug-18
Produser: Choi Hong Mi,  Lee Jin Suk, Kim Yang
Sutradara: 
Screenwriter: Lee Myung Sook

Note:

Waktu nonton drama ini saya terus berpikir: siapa sih sutradaranya? Sutradara barukah jadi filmnya terasa nggak fokus begini? Ternyata eh ternyata, , sang sutradara drama ini adalah sutradara yang cukup reputable menghasilkan drama-drama ngeh-its: Fullhouse, The World They Live in, In-soon so Pretty, Coffee Househooo…so,  how comes he direct such boring drama like this ?😦

  1. alya
    November 9, 2014 pukul 6:36 am

    nama asli adiknya lee shin siapa ya

    • November 10, 2014 pukul 1:26 am

      haduh, siapa ya? saya paling susah nginget nama orang Korea😛

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: