Beranda > Etcetera > Sekilas Ingrid Jonker

Sekilas Ingrid Jonker

Ingrid Jonker lahir 19 September 1933 (meninggal 19 July 1965)  adalah seorang Afrikaner (sebutan warga kulit putih kelahiran Afrika Selatan).Orangtuanya bercerai ketika ia masih dalam kandungan. Seperti diperlihatkan di film, ia kemudian tinggal bersama keluarga ibunya. Setelah kematian ibunya, Ingrid dan kakaknya, Anna, dikirim ke  Wynberg Girls’ High School di Cape Town, dimana Ingrid mulai menulis puisi untuk majalah sekolah. Mereka kemudian tinggal bersama ayahnya dan keluarga barunya, yang memperlakukan Ingrid dan Anna bukan sebagai keluarga (Bisa dimaklumi agaknya jika kemudian Ingrid tumbuh jadi pribadi yang sulit dan seolah selalu haus kasih sayang). Ayah Ingrid adalah anggota parlemen yang berurusan dengan sensor bidang seni dan hiburan. Di kemudian hari, karena karya-karya Ingrid dianggap bertentangan dengan hukum, ayahnya menolak mengakuinya sebagai anak.

Ingrid membuat koleksi pertamanya saat berumur 13 yang diberi judul  Na die somer (“After the summer”) tapi belum dipublikasikan. Kumpulan puisi pertamanya yang dipublikasikan adalah  Ontvlugting (“Escape”), pada tahun1956.

Ingrid menikah dengan Pieter Venter in 1956, danp putri pertamanya, Simone lahir tahun 1957. Tiga tahun kemudian mereka bercerai. Di masa-masa krisis psikologis, Ingrid mulai menjalin hubungan dengan Jack Cope dan André P. Brink (Brink tidak diceritakan di film, melain Eugene Maritz. Sepertinya Eugene ini adalah sosok fiktif yang mewakili Andre). Hubungan ini membuatnya hamil dan ia memutuskan untuk aborsi (hal yang dilarang di Afsel kala itu). Ingrid kemudian memutuskan dirawat di rumah sakit jiwa Valkenberg Psychiatric Hospital pada tahun 1961. Rumah sakit yang sama tempat ibunya meninggal dulu.

Ingrid Jonker

Kumpulan puisi Rook en oker (“Smoke and Ochre”) dipublikasikan tahun 1963 dan agaknya menjadi puncak gemilang karir kepenulisan Ingrid. Ia, bersama beberapa penulis lain, seperti Breyten Breytenbach, André P. Brink, Adam Small dan Bartho Smit, dikenal sebagai  Die Sestigers ( (“The Sixty-ers“), sekelompok penulis yang berusaha melakukan perubahan terhadap literatur Afrika yang konservatif dengan menggunakan pengaruh literatur Inggris dan Perancis. Disamping juga menggunakan bahasa Afrika dalam kepenulisan sebagai bentuk penentangan terhadap Apartheid.

Rook en oker memenangkan penghargaan Afrikaanse Pers-Boekhandel (Afrikaans Press-Booksellers) di samping juga beasiswa dari Anglo American Corporation. Ia kemudian keliling Eropa (Inggris, Belandan, Perancis, Spanyol dan Portugal). Ia minta ditemani Jack Cope tapi Jack menolaknya. Yang menemaninya kemudian adalah André P. Brink. Namun kemudian Andre memutuskan untuk kembali pada istrinya. Hal yang membuat Ingrid kecewa dan segera kembali ke Cape Town.

Malam tanggal 19 Juli 1965, Ingrid pergi ke pantai Three Anchor Bay, Cape Town dan bunuh diri dengan menenggelamkan diri ke laut.
Hingga saat ini, puisi-puisi Ingrid sudah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Selain puisi, dia juga menulis one-act play  yang berjudul ‘n Seun na my Hart (“A son after my heart”), tentang  about ilusi seorang ibu terhadap putranya yang cacat. Ingrid juga menulis beberapa cerpen.

Sebagai penghormatan atas karyanya, rekan-rekannya mendirikan Ingrid Jonker Prize, sebauah ajang penghargaan prestigius untuk debut terbaik  dalam kepenulisan puisi Afrika atau berbahasa Inggris.

André Philippus Brink, OIS, lahir di Vrede, 29 May 1935 seorang novelis Afrika Selatan. Dia menulis dalam bahasa Afrika dan Inggris dan Professor Sastra Inggris di Universitas Cape Town.

Jack Cope (Robert Knox) ( lahir di Natal, Afsel,  3 June 1913  dan meninggal 1991) seorang novelis South African penyair dan editor. Bersama tekannya, Uys Krige, ia menjadi co-editor untuk The Penguin Book of South African Verse. Pada tahun 1980 dia pindah ke Inggris dan mempublikasikan The Adversary Within: Dissident Writers in Afrikaans (1982) dan  Selected Stories (1986).

Uys Krige (lahir di Bontebokskloof 4 February 1910 , meninggal 10 August 1987) juga seorang penulis Afsel, penyair, playwright, translator, pemain rugby war correspondent and romantic. Ia menempuh pendidikan di  University of Stellenbosch. Sejak tahun 1931 – 1935 dia tinggal di Spanyol dan Prancis. Ketika kembali ke Afsel tahun 1935, dia memulai karir kepenulisannya sebagai reporter  di Rand Daily Mail.Krige juga dikenal sebagai salah satu di antara mereka yang mendapat julukan Dertigers (“writers of the thirties”).

(Sumber: wikipedia.org)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: