Beranda > Film Barat > Black Butterflies

Black Butterflies

Setelah kematian neneknya, Ingrid dan kakaknya, Anna, dijemput seorang lelaki bermobil yang menyuruhnya menyebut sebagai ‘Pa.’ Dan pindahlah Ingrid dan Anna ke kota bersama ayahnya. Ayahnya adalah seorang pegawai pemerintah di bidang penyensoran. Bagaimana kehidupan awal Ingrid dan Anna di awal-awal kebersamaannya dengan ayahnya, tak diceritakan dalam film ini. Karena cerita kemudian melompat ke masa dewasa Ingrid. Ketika Ingrid sudah menikah dengan lelaki yang tak dicintainya dan punya bayi perempuan bernama Simone.

Ketika sedang berenang di pantai dan nyaris tenggelam, Ingrid diselamatkan oleh seorang lelaki yang ternyata adalah seorang penulis novel terkenal, Jack Cope. Dan dimulailah kehidupan cinta baru Ingrid bersama .

Carice van Houten dengan apik memerankan penyair Ingrid Jonker

Carice van Houten dengan apik memerankan penyair Ingrid Jonker

Meski saling mencintai,kehidupan Ingrid tak lantas bahagia. Ingrid merasa tak pernah cukup  dengan cinta Jack (bisa dipahami melihat hubungan Ingrid dan ayahnya yang memperlakukannya bak orang asing). Ditambah sifat impulsif dan labilnya. Hubungan mereka terus mengalami naik turun dan penuh emosi.

Ketika Jack pergi menemui keluarganya, Ingrid yang merasa ditinggalkan, menggugurkan kandungan hasil hubungannya dengan Jack dan menjalin hubungan dengan salah satu rekan Jack, Eugene Maritz, penyair juga. Namun ia justru semakin tak bahagia. Tak lagi bekerja, ia bokek dan terpaksa kembali ke rumah ayahnya.

Meski saling mencintai, bersama Jack tak lantas membuat Ingrid merasa cukup

Meski saling mencintai, bersama Jack tak lantas membuat Ingrid merasa cukup

Seperti kebanyakan penulis, di tengah kekacauan jiwa, ia menemukan energi kreatifnya. Setelah melihat sebuah demonstrasi menolak Apartheid sekelompok kulit hitam yang berujung brutal (penembakan oleh polisi terhadap anak-anak), Ingrid terus mengingat kejadian itu di kepalanya. Maka ia pun menulis puisi yang menggetarkan, The Child is not Dead. Merasa begitu antusias dengan puisinya, ia tunjukkan puisi itu pada ayahnya. Namun ayahnya malah merobek puisi itu.

Kondisi kejiwaan Ingrid semakin labil. Ia kemudian masuk rumah sakit jiwa. Selama masa itu, Jack, yang selalu ada untuk Ingrid, dibantu rekannya sesama penulis, , mengumpulkan puisi-puisi Ingrid dan bersiap mengirim ke penerbit.

Ketika Ingrid keluar dari rumah sakit, kumpulan puisinya berhasil diterbitkan dan ia menang penghargaan yang memungkinkannya keliling Eropa bersama penulis lain, Eugene. Meski Eropa adalah negri impian Ingrid, tapi lagi-lagi ia merasa tak bahagia begitu tiba di Eropa. Ditambah lagi hubungannya yang memburuk bersama Eugene karena Eugene tak mau meninggalkan keluarganya.

Never happy Ingrid. Poor :(

Never happy Ingrid. Poor😦

Ketika kembali ke Afrika, setelah suatu malam berhujan menemui Jack, keesokan harinya, jasad Ingrid ditemukan tewas tenggelam di laut. Bunuh diri. Tragis. Yah, sangat tragis. Tak tahu kenapa kehidupan orang-orang besar seringkali begitu tragis, ya😦

Berlatar rezim Apartheid di Afrika Selatan, ini adalah film yang sangat mengesankan. Bukan hanya ceritanya yang digarap apik, syut-syut gambar daerah berpantai Afrika Selatan yang elok menambah puitis film ini. Salut juga untuk  Carice van Houten yang mampu memperlihatkan kedalaman karakter Ingrid Jonker dengan begitu baik.

Note:
Ini adalah salah satu kenikmatan menonton. Boleh saja orang mengatakan bahwa nonton film itu cuma kegiatan bermalas-malasan. Tapi bagi saya, menonton juga merupakan pengalaman intelektual. Terserah dibilang apologi atau apa. Tapi dengan menonton, saya jadi belajar banyak pengetahuan baru. Jujur, sebelum nonton film ini, saya sama sekali nggak tahu siapa itu , , , …tapi setelah nonton film ini, saya jadi tahu sedikit tentang para penulis , ini (untuk tahu sekilas tentang Ingrid Jonker, saya tulis di “Sekilas Ingrid Jonker” kategoti “Etcetera“)

Cast:
Carice van Houten, Ingrid Jonker
Liam Cunningham, Jack Cope
Graham Clarke, Uys Krige
Candice D’Arcy, Anna Jonker
Nicholas Pauling, Eugene Maritz
Rutger Hauer, Abraham Jonker

Sutradara: Paula van der Oest
Produser: Arry Voorsmit. Frans van Gestel.  Jeroen Beker
Penulis: Greg Latter (script)
Rilis: March 31, 2011
Durasi: 110 min.
Negara: Netherlands
Bahasa: English

Awards:
Tribeca Film Festival 2011 : Best Actress Narrative Feature(Carice van Houten)

Berikut adalah puisi Ingrid yang yang legendaris itu (dan bikin saya merinding membacanya😦 ):

The Child is not Dead
Ingrid Jonker

The child is not dead
The child lifts his fists against his mother
Who shouts Afrika ! shouts the breath
Of freedom and the veld
In the locations of the cordoned heart

The child lifts his fists against his father
in the march of the generations
who shouts Afrika ! shout the breath
of righteousness and blood
in the streets of his embattled pride

The child is not dead not at Langa nor at Nyanga
not at Orlando nor at Sharpeville
nor at the police station at Philippi
where he lies with a bullet through his brain

The child is the dark shadow of the soldiers
on guard with rifles Saracens and batons
the child is present at all assemblies and law-givings
the child peers through the windows of houses and into the hearts of mothers
this child who just wanted to play in the sun at Nyanga is everywhere
the child grown to a man treks through all Africa

the child grown into a giant journeys through the whole world
Without a pass

Puisi ini berjudul “Die kind (wat doodgeskiet is deur soldate by Nyanga)” (“The child (who was shot dead by soldiers at Nyanga)”), dibacakan oleh Nelson Mandela dalam sambutan pembukaan Parlemen Demokratik yang pertama, 24 Mei 1994.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: