Beranda > Drama Korea > Tamra The Island

Tamra The Island

Waktu lihat iklannya menjelang mau ditayangin di sebuah stasiun TV Swasta, selain ost.nya yang terdengar enak, saya berpikir bahwa drama ini kelihatannya kurang menjanjikan. Apalagi melihat cast-nya yang nggak familiar bagi saya.

Tapi ketika sudah diputar dan suatu siang saya berkesempatan nonton sekilas, saya langsung merasa suka. Apalagi setelah melihat akting Im Ju-hwan yang jadi si Bangsawan Jaim, Park-kyu (dan, ehm..he’s good looking too🙂 ).

tamra16

Tamra The Island adalah drama yang mengambil Korea setting abad 17-an. Tamra sendiri adalah sebutan untuk Pulau Jeju (jadi inget tempat pengasingannya Jang-geum di Jewel in the Palace). Di pulau ini, meski terlihat indah permai, tapi rakyatnya tak makmur. Para perempuan harus bekerja keras menyelam di laut setiap hari untuk mencari abalon (sejenis kerang yang konon merupakan makanan mewah dan harganya mahal). Termasuk Jang Beo-jin, seorang gadis remaja, yang ibunya aadalah seorang Daesanggoon (kepala penyelam). Sayangnya, tak seperti ibunya yang tangguh, Beo-jin tak pandai menyelam dan mencari abalon. Ia pun merasa jenuh dengan kehidupan pulau yang ia rasa membosankan.

Tamra5

Kehidupan Beo-jin berubah menjadi penuh warna ketika muncul dua orang yang kelak akan mempengaruhi hidupnya. Pertama adalah Park Kyu, seorang bangsawan dari Hanyang yang ‘diasingkan’ (sebenarnya Park Kyu ini hanya menyamar sebagai orang yang diasingkan, karena dia adalah pejabat istana yang ditugasi untuk menyelidiki penyelundupan di pulau itu). Orang kedua adalah William Spencer, seorang pemuda asing yang berlayar memenuhi mimpi petualangannya dan kemudian terdampar di pulau itu bersama sahabatnya yang orang Jepang, Yan.

Karena dianggap terlalu berulah sebagai orang yang diasingkan, Park Kyu kemudian disuruh tinggal di rumah warga biar merasakan hidup susah. Dan tebak dimana dia tinggal? Yups, rumah Beo-jin! Hal yang membuat Park Kyu sebal karena selain kondisi rumah yang sangat alakadarnya, juga sambutan pemilik rumah yang sama sekali tak peduli kalau dia itu bangsawan (masyarakat pantai cenderung egaliter). Pokoknya, sifat Park Kyu ini awalnya nyebelin deh, jaimnya minta ampun. Hal yang membuat Beo-jin sebel banget (ingat salah satu rumus drama romantis Korea: cinta akan muncul diawali dari rasa saling sebel !).

tamra31

Di tengah suasana yang tak menyenangkan ini, Beo-jin nggak sengaja ketemu ‘makhluk aneh nan cantik’ berambut pirang bermata biru: William yang bersembunyi di sebuah gua. Waktu itu, Korea adalah negera tertutup sehingga masuknya orang asing kesana bisa dianggap melanggar hukum. Beo-jin dan William pun kemudian menjalin hubungan yang kemudian mereka simpulkan sebagai cinta. Yah, William dan Beo-jin ini semacam dua remaja yang baru mengenal cinta lah. Terutama Beo-jin yang memang polos banget.

tamra33

Di sisi lain, Park Kyu yang awalnya merasa annoyed sama Beo-jin pun perlahan-lahan jatuh cinta sama Beo-jin. Tapi karena sifatnya yang angkuh dan jaim, dia susah banget untuk mengungkapkan perasaannya (apalagi Beo-jin selalu mengatakan mencintai William). Di sisi lain, Beo-jin juga terlalu polos untuk bisa memahami perhatian Park Kyu, bahkan memahami perasaannya sendiri. Agak menyebalkan sih, bagaimana cinta ini kemudian justru jadi saling menyakiti diri sendiri. Tapi karena karakter kedua orang ini digambarkan sedemikian rupa, jadi bisa memahaminya.

William, Beo Jin & Park Kyu

Kisah cinta segitiga inilah yang kemudian akan menjadi tema sentral drama ini. Untuk mempermarak cerita, konflik-konflik kecil muncul disana-sini. Karena drama ini melibatkan kerajaan-kerajaan ya konfliknya akan melibatkan intrik-intrik politik dan kekuasaan. Meski cerita semacam ini bukan hal yang baru, tapi saya pikir cerita Tamra sendiri bukanlah suatu pengulangan. Apalagi latar belakang para perempuan laut, menjadi setting yang cukup unik (tersirat isu feminisme dalam drama ini).

Dan satu hal yang saya suka dari drama ini, meski merupakan drama cinta dengan melibatkan banyak air mata, tapi alih-alih merasa jengah, saya malah ikut-ikutan merasa melting ketika sampai pada adegan-adegan seperti itu. Saya pikir, hal ini terletak pada kemampuan akting kedua pemain utamanya, Seo Woo (Beo Jin) dan Im Ju-hwan (Park Kyu) yang mampu menangis dengan sangat emosional (ternyata lagi,  dan  ini bukan ‘orang baru’ dalam dunia perfilman Korea.  adalah pemeran di film yang sangat bermutu, The Housemaid. Sementara Im Ju-hwan, main di drama-drama yang cukup terkenal , semisal Snow Queen dan BBF …tapi entah kenapa sepertinya baru ini dapat peran utama, padahal akting dan tampang dia keren lho).

tamra1

Tidak hanya dalam adegan emosional, pengembangan karakter kedua tokoh ini dari episode ke episode juga dieksplorasi dengan baik (bagaimana Kyu dari pemuda kota yang arogan menjadi lebih down to earth dari waktu ke waktu ditempa kehidupan rakyat jelata Jeju, dan bagaimana Beo Jin si ‘gadis pulau’ yang childish perlahan menjadi perempuan yang lebih dewasa ketika melihat kehidupan yang ‘berbeda’ di Hanyang).

tamra2

Note:
Konon cerita drama ini rencananya dibuat 20 episode, tapi karena rating-nya rendah, kemudian diperpendek jadi 16 saja. Saya yang nggak suka sama drama yang terlalu panjang sih senang saja dengan jumlah segitu. Tapi nggak tahu ya, kok bisa drama yang cukup bagus begini rating-nya rendah. Tapi ya rating kan memang nggak selalu menjamin bagus nggaknya suatu tontonan (ingat sinetron nggak mutu yang konon jadi tontonan dengan rating tinggi). Meski saya juga mikir-mikir, kalau 20 episode, mungkin akan lebih banyak eksplorasi hubungan Beo Jin dan Park Kyu, hihi…

Entah mungkin disengaja atau nggak, casting pemain utamanya: Beo Jin, Park Kyu, dan William berwajah ‘muda’ semua meski sebenarnya umur mereka nggak muda-muda amat ( lahir thn 1982),  dan Pierre Deporte, 1985).

Saya sedikit terganggu dengan akting Pierre Deporte yang jadi William. Meski physicly he’s cute dan real foreigner, tapi menurut saya aktingnya lemah sekali. Pun ketika dia ngomong bahasa Inggris. Yang kedua adalah Lee Sun Ho yang jadi Yan. Menurut saya aktinga dia juga lemah, untunglah, menjelang ending, dia semakin terlihat santai dengan perannya.

My favorite dialog:
Waktu Park Kyu memutuskan untuk membatalkan rencana pernikahannya sama Si Yeon, cewek yang mau dijodohin ibunya sama dia. Waktu Si Yeon berniat mencegah pembatalan Park Kyu dengan bilang kalau berita pernikahan itu sudah menyebar kemana-mana, Park Kyu dengan sangat gentle bilang:Jika kau tak berhenti sekarang, kau akan lebih terluka.

Beo Jin waktu curhat sama ibunya dalam keadaan setengah mabuk usai ketemu sama Park Kyu yang marah karena ternyata dia tahu William masih hidup. Dialognya kira-kira begini:
Mum, I am a stupid idiot…I didn’t know my feelings at all. My William is the first person I gave my heart to. My Friend. He came here and faced so many hardships. I said I would protect William. I promised.… Park Kyu. Exile! My heart… Although he hurts me and is mean to me sometimes. Actually, Mum, I… the Exile… I also am a woman with secrets. I… because of me, he was so hurt.” Ho…:(

Cast:
, Jang Beo Jin
, Park Kyu
Pierre Deporte, William Spencer

Lee Sun Ho, Yan Kawamura
Lee Seung Min, Seo Min (ketua perompak)

Byun Woo Min, Jang Won Bin (ayah Beo Jin)
Kim Yoo Jung , Jang Beo Seol (adik Beo-jin)
,  Choi Jang Nyeo (ibu Beo-jin)

Yang Hee Kyung, Eom Ssa Boo In (ibunya Park Kyu)

Judul Lain: Tempted Again/Tamnaneun Doda
Sutradara: Yoon Sang-Ho, Hong Jong-Chan
Penulis: Shin Jae-Won, Lee Ji-Hyang, Choi Lee-Rang, Lee Jae-Yun, Jeong Hye-na (comic)
Episode: 16
Tayang: MBC, August 8 – September 27, 2009

Awards: MBC Drama Awards 2009: Popular Actress Award &  Female Newcomer Award (Seo Woo)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: