Offside

Baru nonton Offside semalam, dari program World Cinema-nya, MetroTv. Thanks to Metro yang sudah muter film-film bermutu, yang sayangnya nggak terlalu rutinšŸ˜¦.

Sudah lama sebenarnya film ini masuk dalam list film wajib tonton saya, sayangnya susah banget nyari dimana. Karena ini bukan film Hollywood atau Bollywood, cukup sulit untuk mengaksesnya.

offside-poster

Cerita Offside sendiri sederhana, meski mengangkat isu yang sangat tidak sederhana: diskriminasi gender. Dipotret dari kejadian ‘kecil’ menjelang kualifikasi piala dunia 2006, ketika Iran melawan Bahrain. Beberapa remaja perempuan yang gila bola nekad ingin nonton langsung pertandingan itu di stadion. Karena perempuan dilarang melakukan hal seperti itu (nonton bola di stadiun dimana banyak laki-laki dianggap haram), maka mereka menyiasatinya dengan berpakaian seperti anak laki-laki.

Usaha ini tak selalu sukses. Gelagat mereka tak jarang diketahui polisi dan ujung-ujungnya harus ditahan di luar stadion untuk kemudian dibawa ke polisi susila untuk diproses (keterlaluan karena bahkan mereka bahkan nggak boleh sekedar mengintip pertandingan itu!).

offside2

Film ini kemudian lebih banyak menyoroti moment-moment di tempat tahanan ini. Ketika para remaja perempuan ini merajuk-rajuk pada polisi dan beradu argumen. Tidak ada antagonis di sini. Tidak ada yang terlalu dramatis. Semuanya mengalir begitu natural (seperti kebanyakan film-film Iran), tapi pesan film tersampaikan dengan sangat baik. Film ini bukan ingin mendobrak sesuatu, tapi mempertanyakan. Para remaja perempuan ini, meski merasa perlakuan terhadap mereka tak masuk akal, tapi tidak lantas menolak secara radikal. Juga para polisi lelaki yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para perempuan. Di awal, ketika salah satu remaja itu ditangkap, ketika ada kesempatan, saya sempat berpikir, kenapa nggak lari saja? Atau juga ketika seorang remaja akhirnya berhasil kabur, namun kemudian balik lagi karena merasa iba pada polisi yang bakal kena masalah.

offside3

Ada pertanyaan dari salah satu remaja itu yang menggelitik saya, ketika beradu argumen dengan polisi. Dia mempertanyakan, kenapa waktu pertandingan Jepang-Iran, para perempuan Jepang diperbolehkanĀ  nonton sementara perempuan Iran nggak? Si polisi bilang, karena mereka adalah orang Jepang. Si cewek bilang, jadi karena dia lahir sebagai orang Iran makanya nggak boleh? Si polisi coba ngeles, kalau perempuan Jepang itu nggak bicara pake bahasa Iran, jadi mereka nggak tahu umpatan kotor para lelaki Iran. Baah….menyebalkan sekali. Kenapa harus selalu perempuan yang dikontrol?

Jujur saja, nonton film ini membuat saya merasa beruntung lahir di negara demokratis kayak Indonesia. Nggak kebayang deh kalau sampai perempuan dikontrol sedemikian rupa (meski ada kecenderungan dari beberapa pihak yang pengin begitu :().

Good movie. Dan saya dibuat terharu di adegan ending ketika akhirnya Iran berhasil lolos ke Piala Dunia, dan semua orang riuh rendah merayakannya di jalanan, melupakan segala perbedaan, mereka berbagi kebahagiaan bersama sebagai ‘Orang Iran.’

Cast:
Shima Mobarak-Shahi (gadis pertama)
Shayesteh Irani (gadis perokok)
Ayda Sadeqi (gadis dg poster)
Golnaz Farmani (gadis dg cadar)
Mahnaz Zabihi (gadis dengan seragam tentara)
Nazanin Sediq-zadeh (gadis yang termuda)

Sutradara:
Penulis: , Shadmehr Rastin
Musik: Yuval Barazani, Korosh Bozorgpour
Sinematografi: Rami Agami, Mahmoud Kalari
Editing:
Rilis: Iran, 17 February 2006
Durasi: 93 min.

Awards:
Asian Film Awards 2007: Nominasi Best Director ( )
Berlin International Film Festival 2006: Penghargaan Jury Grand Prix ( i), Nominasi Golden Berlin Bear ( )
GijĆ³n International Film Festival 2006: Penghargaan Best Actress (Sima Mobarak-Shahi, Shayesteh Irani, Ayda Sadeqi, Golnaz Farmani, Mahnaz Zabihi) dan Special Prize of the Young Jury: Best Feature ( ), Nominasi Grand Prix Asturias: Best Feature ( )
Ljubljana International Film Festival 2006: Penghargaan Amnesty International Film Award: Best Film (Jafar )

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: