Beranda > Film Jepang > Norwegian Wood

Norwegian Wood

Senang sekali ketika akhirnya menemukan film ini di antara tumpukan cd bajakan. Sejak muncul kabar kalau Norwegian Wood difilmkan, saya nggak sabar nunggu untuk lihat film ini. Menunggu diputar di bioskop tentu saja hal yang nyaris mustahil. Harapan satu-satunya ya download di internet atau cari bajakannya. Dan karena saya nggak terlalu ahli cari free download-an di internet (ditambah lagi akses yang lelet) ya harapan terbesar pada cd bajakan.

watanabe, kizuki, naoko

watanabe, kizuki, naoko

Sama seperti di novelnya,berlatar Tokyo tahun ’60-an,  cerita film dinarasikan oleh si tokoh utama, Toru Watanabe (. Sekilas, sempat diperlihatkan bagaimana hubungan persahabatan Watanabe-Naoko-Kizuki sewaktu masih di sekolah menengah. Naoko dan Kizuki adalah sepasang kekasih yang tak terpisahkan, dan Watanabe adalah sahabat baik Kizuki. Kemana-mana mereka selalu bertiga. Persahabatan mereka sampai pada titik tragis ketika Kizuki tiba-tiba bunuh diri.

PDVD_168

Watanabe dan Naoko () yang sama-sama memendam perasaan kelam oleh kepergian Kizuki, tak saling berhubungan hingga kemudian mereka dipertemukan kembali ketika sudah kuliah. Ikatan kehilangan Kizuki membuat hubungan keduanya semakin dekat, namun juga rumit. Watanabe sepenuhnya jatuh cinta pada Naoko, sementara Naoko–meski mencintai Watanabe–tapi masih diliputi bayang-bayang kematian Kizuki.

Midori

Midori

Karena emosinya yang labil, Naoko kemudian dirawat di sanitarium di tengah hutan, dibantu seorang perempuan bernama Reiko. Watanabe sering mengunjungi Naoko namun Naoko masih sering histeris. Di sisi lain, muncul Midori (, rekan kuliah Watanabe, seorang gadis ceria yang sebenarnya menyimpan kesepian dan terang-terangan memperlihatkan rasa sukanya pada Watanabe.

Suasana hutan yang jadi latar film. Well, I miss The Beatles from this movie :(

Suasana hutan yang jadi latar film. Well, I miss The Beatles from this movie😦

Cerita film ini, sepenuhnya memang memasukkan cerita yang ada di novelnya. Norwegian Wood versi Murakami sendiri, bagi saya adalah novel yang sangat berkesan. Karakter-karakternya terasa begitu dalam dan muram. Di sisi lain, membaca Norwegian Wood, saya seperti dibuai lagu-lagu (Norwegian Wood sendiri adalah judul lagu ). Saya bisa membayangkan ketika Naoko dan Watanabe sedang duduk-duduk di bawah rindang pepohonan, menggenjreng gitar dan mengalunkan lagu-lagu .

Naoko, Reiko, Watanabe dan sedikit The Beatles

Naoko, Reiko, Watanabe dan sedikit The Beatles

Jujur, saya agak kecewa ketika nonton film ini dan sepanjang film kok rasanya hening sekali (mungkin khasnya ) . Musik tetap ada, tapi lebih bernuansa instrumental sementara lagu-lagu The Beatles yang saya harap akan banyak mengiringi scene per scene malah sedikit sekali.Jadi nuansa ‘era the beatles’-nya jadi kurang terasa. Akting Kenichi dan Rinko Kikuchi sendiri menurut saya cukup mampu membawakan karakter muram Watanabe dan Naoko, namun karakter mereka di film ini menurut saya terkesan terlalu ‘tua’ dan serius.

Yah, mungkin begitulah penafsiran Norwegian Wood versi sang sutradara. Mungkin saya juga harus melihat secara terpisah. Norwegian Wood versi film adalah karyanya , sementara Norwegian Wood versi novel adalah buah karya Haruki Murakami.

Cast:
, Watanabe Toru
, Naoko
, Midori

Tetsuji Tamayama, Nagasawa
Kengo Kora, Kizuki
Reika Kirishima, Reiko Ishida
Eriko Hatsune, Hatsumi
Shigesato Itoi, Professor
Sutradara: 
Produser: Chihiro Kameyama, Shinji Ogawa
Screenplay:
Based on: Norwegian Wood (Haruki Murakami, 1987)
Musik: Jonny Greenwood (Radiohead)
Sinematografi: Mark Lee, Ping Bin
Editing: Mario Battistel
Rilis: September 2, 2010 (Venice), December 11, 2010 (Japan)
Durasi: 133 min.

Awards & Festivals:

2010Venice International Film Festival: Nominasi Golden Lion
2010 Toronto International Film Festival : Special Presentations
2010 Dubai International Film Festival: Nominasi Muhr Asia Africa
Pemenang Muhr Asia Africa Best Composer:  Jonny Greenwood
2011 Asian Film Awards: Nominasi Best Actress (Rinko Kikuchi)
Pemenang Best Cinematography: Mark Lee Ping-bin
Nominasi Best Costume Design: Yen-khe Luguern

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: