Beranda > Film Barat > Dangerous Liaisons

Dangerous Liaisons

Perancis, abad 18. Marquise de Merteul ( ), seorang perempuan aristokrat yang-entah proses kehidupan macam apa yang telah dilaluinya-memiliki banyak sisi gelap dalam dirinya. Mengganggu kehidupan orang lain sepertinya menjadi kesenangan baginya. Dan dalam hal ini dia punya sekutu, Vicomte de Valmont ( ), si mantan kekasih, yang memiliki sifat yang sama dengan dirinya.

Si Perempuan Pahit, Marquise de Marteul

Si Perempuan Pahit, Marquise de Marteul

Maka pada suatu hari, Marquise mengundang Vicomte ke kediamannya untuk melakukan aksi. Kali ini sasarannya adalah Cecile de Volanges ()  yang akan segera menikah dengan Bastide. Marquise meminta Vicomte untuk ‘mengganggu’ Cecile. Tapi rupanya Vicomte merasa kurang tertarik karena merasa kurang menantang. Di sisi lain, dia sudah punya rencana sendiri, mengusik seorang perempuan yang telah menikah (tapi suaminya sedang pergi), Madame de Tourvel ( ). Dan itulah yang kemudian ia lakukan.

Bersama sekutunya, Vicomte

Bersama sekutunya, Vicomte

 

Sementara Marquise yang masih terobsesi mengganggu Cecile, tak kehilangan akal. Ia menemukan ‘mangsa’ baru untuk menggoda Cecile, seorang pemusik muda yang lembut , Le Chevalier Danceny ( -ehm, susah banget namanya:( ). Danceny diundang untuk jadi guru musik Cecile dan keduanya segera saja saling jatuh cinta. Tapi tentu saja bukan Marquise namanya kalau langsung puas dengan semua itu.

Le Chevalier Danceny, musisi lugu yang jadi sasaran empuk Marquise

Le Chevalier Danceny, musisi lugu yang jadi sasaran empuk Marquise

Vicomte terus menggunakan jurus-jurus menakhlukkan de Tourvel yang religius. Meski terlihat de Tourvel mulai terpikat oleh Vicomte, tapi ia adalah perempuan yang penuh perhitungan. Perselingkuhan dengan Vicomte akan menjadi aib dan dosa, karenanya ia berusaha keras menghalau Vicomte. Siapa sangka jika kemudian Vicomte yang selalu berpikir ‘segala sesuatunya selalu dalam kendalinya’ itu malah jatuh cinta sama de Tourvel? Hal yang tentu saja membuat Marquise tak suka. Dan dua orang yang semula bersekutu ini pun kemudian terlibat ‘perang.’

Menggoda Madame de Tourvel yang justru jadi bumerang

Menggoda Madame de Tourvel yang justru jadi bumerang

Dangerous Liaisons merupakan adaptasi dari novel Perancis yang berjudul sama, Les Liaisons Dangereuses karya Choderlos de Laclos (1782). Cerita novel ini, konon merupakan gambaran dekandensi para bangsawan Perancis masa itu (Naskah film ini sendiri didasarkan pada naskah teater yang ditulis oleh Christopher Hampton).  Dan saya rasa merupakan adaptasi yang cukup berhasil. Saya benar-benar merasa sedang dibawa ke zaman yang berbeda, di tengah hipokrisi para bangsawan. Kostumnya, latarnya, polah tingkah para tokohnya…pokoknya film yang recomended, lah 🙂

Cast:
, Marquise de Merteul
, Vicomte de Valmont
, Madame de Tourvel
, Cecile de Volanges
, Le Chevalier Danceny
Swoosie Kurtz, Madame de Volanges

Sutradara:
Producer: Norma Heyman, Hank Moonjean
Penulis: Christopher Hampton
Musik: George Fenton
Sinematografi: Philippe Rousselot
Editor: Mick Audsley
Rilis: US, December , 1988
Durasi: 119 min.

Awards:
Academy Awards 1989: 
– Oscar untuk Best Art Direction-Set Decoration (Stuart Craig Gérard James),
– Best Costume Design (James Acheson),
– Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium (Christopher Hampton)
– Nominasi Oscar untuk Best Actress in a Leading Role ( ),
– Best Actress in a Supporting Role ( ), – Best Music, Original Score (George Fenton),
– Best Picture (Norma Heyman, Hank Moonjean)

BAFTA Awards  1990:
– BAFTA Film Award Best Actress in a Supporting Role ( ),
– Best Screenplay – Adapted (Christopher Hampton)
– Nominasi BAFTA Film Award Best Actress ( ), Best Cinematography (Philippe Rousselot),
Best Costume Design (James Acheson), Best Direction (Stephen Frears), Best Editing (Mick Audsley), Best Make Up Artist (Jean-Luc Russier), Best Original Film Score (George Fenton), Best Production Design (Stuart Craig)

César Awards, France  1990:  César Best Foreign Film (Meilleur film étranger) – Stephen Frears

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: