Beranda > Drama Korea > Iljimae

Iljimae

Sudah lama cd Iljimae tertumpuk di kamar. Saya hanya nonton satu keping yang berisi 3 episode pertama, setelah itu memutuskan untuk menyerah. Ceritanya sebenarnya sepertinya tak terlalu buruk, tapi karena berbagai kesibukan, saya tidak punya cukup energi menonton film seri (20 episode bagi saya cukup melelahkan). Apalagi, kesannya, Iljimae bukan drama yang bikin saya nggak bisa berhenti nonton (saya nggak suka cerita tentang superhero atau semacamnya). Jadilah saya meninggalkan Iljimae untuk waktu yang lama.

Setelah sekian waktu, saya akhirnya menyempatkan nonton Iljimae (setelah nonton Hong Gil Dong, yang menurut saya lumayan dan yang katanya mirip Iljimae). Dan setelah tiga episode pertama yang lebih banyak berkisar pada masalalu, pada episode ke 4 dan seterusnya, mulai berkisah cerita masakini dan saya mulai menemukan titik-titik menarik dari film ini.

iljimae16

Cerita Iljimae sendiri terasa sangat pahit. Adalah Lee Geom kecil yang punya segalanya: keluarga yang penyayang dan baik hati, yang terdiri dari ayah yang bijaksana, Ibu penyayang dan kakak perempuan yang cantik. Jadilah Lee Geom hidup dalam kebahagian penuh dan ia mewarisi sifat-sifat ksatria dan kebaikan orangtuanya.

Di luar kehidupan mewah para bangsawan, ada Ja Dol yang hampir sebaya dengan Lee Geom. Ja Dol tinggal bersama ibu dan ayahnya. Ja Dol sering diledeki temannya bahwa ayahnya, Swe Dol, seorang pencuri. Kenyataannya, ayahnya memang seorang pencuri kelas teri, namun pada dasarnya seorang lelaki yang hangat dan baik hati. Swe Dol menyayangi Ja Dol sepenuh hati, meski sebenarnya Ja Dol bukan anak kandungnya. Ya, ibu Ja Dol, Dan Ae, dulunya adalah pelayan istana dan berhasil mencuri hati seorang bangsawan. Mereka pun terlibat hubungan gelap yang berakhir dengan kehamilan Dan Ae. Karena hubungan mereka adalah suatu kemustahilan, dengan berat hati sang bangsawan meminta tolong Swe Dol untuk membawa Dan Ae pergi dengan membekali banyak uang (ada indikasi Swe Dol dimaksudkan untuk membunuh Dan Ae). Swe Dol membawa Dan Ae dan karena kebaikan hatinya, memutuskan untuk merawat Dan Ae. Dan Ae ikut Swe Dol dengan memendam sakit hati pada mantan kekasihnya. Mereka kemudian hidup bersama, mengasuh Ja Dol, anak dari hubungan Dan Ae dan si bangsawan. Sementara si bangsawan kemudian menikah dengan perempuan dari kalangan bangsawan dan punya anak, salah satunya adalah Lee Geom.

iljimae34

Seorang lelaki buta yang bisa melihat masa depan, meramalkan tentang sesuatu yang menyinggung sang raja (tentang kemunculan Iljimae di kemudian hari). Raja kemudian menyuruh pengawalnya, untuk membunuh si buta. Sebagai pengawal yang setia menuruti perintah itu. Matilah si lelaki buta. Tapi istrinya berhasil lolos bersama dua anaknya yang masih kecil. Meski begitu, si ibu akhirnya terbunuh juga. Ia meminta anak sulungnya menjaga adiknya, Bong Soon. Dua anak yatim piatu ini kemudian hidup dengan meminta-minta di pasar.

Eun Chae adalah putri seorang bangsawan tolol bernama Byun Shik. Namun berbeda dengan ayah Lee Geom, ayah Eun Chae seorang yang culas dan bodoh. Namun begitu, Eun Chae sama sekali tak menuruni sifat ayahnya. Sebaliknya, ia malah menjadi anak yang baik dan cerdas (heran juga dari mana ia mewarisi sifat2 itu karena di keluarganya, semuanya bersifat culas dan bodoh). Karena ulah abangnya yang nakal dan melibatkan nama baik keluarga, ia menemani ayahnya menemui ayah Lee Geom untuk meminta maaf. Untuk pertamakalinya, Lee Geom dan Eun Chae bertemu dan saling tertarik (cinta pada pandangan pertama, ketika masih sangat kecil adalah cerita klasik ala Korea yang menurut saya kadang terkesan berlebihan). Yah, karena klasik juga, bisa diduga kemana cerita kedua insan ini di kemudian hari.

Dunia indah Lee Geom berubah ketika ayahnya dibunuh karena dianggap sebagai ancaman bagi raja yang berkuasa. Dalam pembunuhan itu, Lee Geom selamat dan dibawa si pencuri, Swe Dol. Di saat yang sama, Ja Dol, demi nyawanya selamat (Ja Dol telah membantu kerja ayahnya melakukan tugas yang berujung pada pembunuhan ayah kandungnya), ‘diberikan’ ibunya kepada ayah Eun Chae dengan mengatakan bahwa ia adalah anaknya (di masa lalu, ibu Ja Dol memang pernah diminta untuk melayani ayah Eun Chae). Ketika tahu bahwa Swe Dol membawa Lee Geom yang ternyata anak kekasihnya dulu yang telah mencampakkannya, Dan Ae nyaris membunuh Lee Geom,tapi dicegah oleh ‘suaminya.’

iljimae4

Raja tahu bahwa anak lelaki ‘si pengkhianat’ masih hidup dan segala usaha dilakukan untuk mencarinya. Karena sebuah kesalahpahaman, si sulung yatim piatu dikira Lee Geom dan dibunuh. Jadilah Bong Soon yang malang hidup sebatang kara😦 Di kemudian hari, Kung He, si pembunuh abang Bong Soon tobat dan dipertemukan kembali dengan Bong Soon, jatuh iba dan akhirnya memutuskan untuk mengasuh Bong Soon (karakter Kung He ini menarik sekali :)).

Karena trauma melihat banyak kematian dan didera penderitaan karena dikejar-kejar orang yang ingin membunuhnya, Lee Geom lupa ingatan. Dan ia pun dibesarkan dengan nama lain, Young, dan tumbuh menjadi pemuda tengil begundalan yang lebih senang berfoya-foya daripada belajar. Bahkan ia kemudian bergabung bersama sekelompok preman. Sama sekali tak memiliki ciri-ciri seorang anak bangsawan. Dilimpahi kasih sayang sang ayah angkat, Swe Dol, namun selalu menjadi luapan amarah si ibu, yang tertekan karena telah ‘memberikan’ anaknya sendiri ke orang lain dan malah harus merawat anak dari orang yang telah menyakitinya.

Butuh waktu cukup lama bagi Yong untuk menemukan kesadarannya kembali. Dan ketika ia ingat masalalunya itulah ia kemudian memutuskan untuk menjadi Iljimae, si pencuri yang selalu meninggalkan lukisan bunga Mae, bunga yang penuh kenangan masakecilnya.

Ja Dol, yang telah berganti nama menjadi Shi Hoo, hidup di tengah keluarga mewah tapi tak bahagia dan sangat kesepian. Saudara angkatnya, Shi Wan, memperlakukannya dengan buruk. Untung ada Eun Chae, si adik angkat yang baik hati. Ja Dol juga terus diliputi amarah pada ibunya yang ia pikir telah membuangnya. Sebagai pelampiasan kesedihannya, Ja Dol belajar dengan tekun dan bertekad untuk menjadi prajurit yang hebat (kelak ia akan menjadi pemburu Iljimae yang notabene adalah adiknya sendiri!).

Fuuh…miris kan ceritanya? Episode2 awal memang terasa kurang greget, tapi semakin ke tengah, semakin menarik. Apalagi karakter-karakternya benar-benar memukau. Satu hal yang saya suka dari drama ini, nggak seperti kebanyakan drama, masing-masing tokoh punya peran dan diekspos dengan sangat cukup sehingga tak ada kesan ‘one hero’ yang menjemukan. Swe Dol, si ayah angkat yang terkesan bodoh tapi berhati begitu besar dan memiliki begitu banyak cinta (sudah sepantasnya kalau baik Cha Dol maupun Yong teramat mencintai ayahnya ini).

Dan Ae, si ibu yang dirundung rasa bersalah karena telah ‘membuang’ anaknya yang kemudian membencinya. Yah, sebenarnya ada banyak alasan bagi Dan Ae untuk hidup lebih bahagia karena ia dikelilingi orang-orang yang mencintainya, Swe Dol dan Yong. Tapi wajar juga kalau ia menyimpan kepahitan.

Lalu ada Kung he, si pembunuh tobat yang kemudian jadi biksu matre (sifat yang kemudian diturunkan pada anak angkatnya, Bong Soon). Di balik sifatnya yang terkesan egois, sebenarnya ia menyembunyikan kebijakan. Orang-orang di sekitar Yong; tukang sepatu, si tante genit penjual makanan, sampai si preman pesolek…semuanya terasa begitu menyatu dan membentuk kehidupan kecil yang terasa nyata. Bahkan peran para antagonis juga terasa nyata dan wajar. Meski jahat, tapi masih diperlihatkan sisi-sisi manusiawinya.

Iljimae-drama

Yong si Iljimae juga nggak terkesan hero-hero amat. Beberapa kali dia bahkan tak berdaya untuk menyelamatkan orang-orang terdekatnya (di kemudian hari, ia juga nggak kerja sendiri tapi dibantu teman- temannya). Dan tak seperti kebanyakan pratagonis Korea yang percaya cinta sejati sampai mati, dalam urusan cinta ia juga sangat realistis (satu hal lagi yang saya senangi dari drama ini, karena tak banyak adegan cinta cengeng khas drama korea). Meski cinta pertamanya adalah Eun Chae, tapi ia tahu (dan memilih) bahwa Eun Chae bukanlah masa depannya. Sebaliknya, ia dengan bijak dan terbuka memberi kesempatan untuk Bong Soon (yang saya pikir memang lebih cocok dengannya :)).

Meski cerita besarnya tentang semacam superhero, tapi ini bukan semata aksi heroik si hero. Tapi juga tentang cinta, persahabatan, keluarga…lengkaplah. Memang ada beberapa adegan yang terasa ‘sinetron’ tapi saya bisa memaafkannya. Meski ceritanya serius tapi dikemas dengan segar dan penuh tawa. Ditambah setting-nya yang menampilkan Korea jaman dahulu kala terasa ‘eksotis.’

Everybody’s hurt , tapi pada akhirnya kehidupan tak terlalu buruk, semua sepertinya bisa berekonsiliasi dengan kepahitan dan menemukankebahagiannya.

Satu hal yang agak menggelitik adalah endingnya. Lagi- lagi tak seperti kebanyakan film Korea yang endingnya dibuat gamblang, Iljimae mungkin akan menyisakan tanya. Apa yang sebenarnya terjadi pada Iljimae? Iljimae masih hidup? Dimana dia? Banyak clue tersirat menjelang ending. Bagi saya, clue yang paling jelas adalah pertemuan Bong Soon dengan Dan Ae yang muncul bersama ibu kandung Yong. Ketika Dan Ae terkesan begitu berhati-hati dan khwatir menanyakan kabar. Dari raut wajahnya, saya pikir bukan hanya kabar Bong Soon yang ia tanyakan. Lalu ketika Bong Soon menjawab baik dengan senyuman, baik Dan Ae maupun ibu kandung Yong terlihat lega. Lihat juga raut muka ibu kandung Yong yang seolah ingin mengatakan sesuatu sebelum mereka pergi. Mungkin ucapan terimakasih atau ‘jaga dia’…hehe, entahlah. Hal yang agak menjengkelkan memang setelah berlelah- lelah memelototi 20 episode kemudian ditinggalkan dengan rasa penasaran😀

Cast:
 – Iljimae/Yong /Lee Geom
– Shi Hoo / Ja Dol
 – Bong Soon
 – Eun Chae

 – Eun-cha kecil
 – Geom kecil
David Lee – Si-hoo kecil
Jeong Da-bin – Bong soon kecil

Lee Moon Shik – Swe Dol (ayah angkat Yong)
Kim Sung Ryung – Dan Ae ( ibu angkat Yong)
Ahn Kil Kang – Kong He (ayah angkat Bong Soon)

Original Work: Comic by Ko Woo Yung
Produser: Lee Yong Suk
Screenwriter: Choi Ran
Sutradara :

Episode: 20
Periode Tayang: 2008-May-21 to 2008-Jul-24

Awards:
2008 SBS Drama Awards:
– Top Excellence Award – Actor ()
– Excellence Award, Special Drama – Actress ()
– Excellence Award, Special Drama – Supporting Actor (Lee Moon Shik)
– New Star Award (Han Hyo Joo)
– Netizen Popularity Award ()
– Best Young Actor Award (Yeo Jin Goo)
– Best Young Actress Award (Kim Yoo Jung)

Note:

Adegan paling mengharukan bagi saya adalah ketika Kung He diminta untuk membunuh Bong Soon yang menyamar jadi Iljimae. Kedua orang ini kemudian berkelahi dengan berurai airmata. Bong Soon sudah tahu bahwa Kung He lah pembunuh abangnya, terlihat tak sanggup untuk balas dendam. Sementara Kung He dihadapkan pada pilihan sulit, membunuh Bong Soon atau orang lain yang akan melakukannya…

  1. francis paula
    Oktober 30, 2011 pukul 6:38 pm

    aku juga baru menyelesaikan nonton Iljimae setelah membiarkannya sekian lama karena tidak terlalu tertarik dengan awalnya. Dari sekian banyak review Iljimae yang kubaca, review yang ini yang paling mendekati intrepretasiku terhadap film ini ^_^
    Film ini sangat menarik buatku karena banyak cerita tentang memaafkan, walau temanya balas dendam. Menunjukkan betapa besarpun amarah dan benci pada seseorang, orang bisa memilih untuk tidak membuatnya sebagai prioritas utama. Toh Dan Ae juga menyayangi Yong sepenuh hati walau sering marah-marah. Dia sering mengkhawatirkan Yong. Aku kaget juga dia mau berlutut supaya si preman melepas Yong dan waktu ia membelikan Yong kertas ujian yang bagus dan mahal. Kakaknya Eun Chae akhirnya bisa terlihat jadi lebih baik (tidak begitu mengesalkan tepatnya) setelah berteman dengan Yong. Byun Shik juga jadi tidak terlihat terlalu jahat pada akhirnya. Kapok mungkin.
    Adegan yang paling mengharukan buatku waktu Swe Dol meninggal :((
    Bikin moodku ikut melow beberapa hari. Sediihh…
    Juga saat si Yong yang waktu hampir mati, kelihatan seperti anak-anak waktu sakit, mencari ibunya, yang bahkan bukan ibu kandungnya.

    • November 3, 2011 pukul 3:45 am

      setuju. saya juga baca beberapa ulasan setelah nulis ini dan ada yang bilang kalau ceritanya nggak bagus. padahal menurut saya ceritanya cukup masuk akal dan digarap dengan baik🙂

  2. irene
    Desember 29, 2011 pukul 7:33 pm

    ikutan nimbrung yaa…. saya setuju dengan semua nya. cerita iljimae versi lee jun ki ini emg bgus kok. banyak makna yang bisa di ambil dari drama ini. aku nontonnya aja ampe banjir air mata. sedih banget…

  3. dea
    April 24, 2012 pukul 2:13 pm

    best saeguk korean drama ever after!!🙂 love it…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: