Beranda > Film Asia Lain, Film Queer > Bangkok Love Story

Bangkok Love Story

Meski melibatkan judul ‘Love Story’ saya sempat berpikir ini adalah film action yang dibalut kisah cinta. Apalagi pada menit-menit awal, diperkenalkan si tokoh utama, berprofesi sebagai pembunuh bayaran lengkap dengan visualisasi tembak-tembakan segala. Cerita mengalir. Nuansa action pun segera berubah jadi drama yang mengharu biru.

Usai melakukan pekerjaannya, Maek, si pembunuh bayaran, menemui adiknya dan kita pun segera tahu seperti apa latar belakang kehidupan Maek, yang kemudian agaknya menjadi alasan kenapa ia melakukan pekerjaan itu. Ibu dan adiknya tinggal di sebuah rumah kumuh (benar-benar terlihat kumuh dan gelap yang membuat saya sesak melihatnya) dan keduanya sakit. Penyakitnya pun bukan main-main, Aids! (benar-benar terasa menyakitkan melihat kedua orang ini).

Maek, si pembunuh bayaran

Maek, si pembunuh bayaran

Korban berikutnya yang harus dibunuh adalah seorang lelaki yang nampak biasa saja bernama Iht. Ia sedang kencan dengan istrinya ketika Maek menangkapnya dan membawanya ke bosnya. Namun, ketika bosnya menyuruhnya untuk membunuhnya, Maek menolak karena ia melihat bahwa Iht bukanlah orang jahat. Tentu saja itu membuat bosnya berang. Terjadilah duel. Maek dan Iht berhasil lari tapi Maek terluka cukup parah. Merasa berhutang nyawa pada Maek, Iht kemudian merawat Maek, di tempat tinggal Maek (di loteng bangunan yang juga terlihat sangat kumuh).

Iht dengan telaten merawat Maek. Mulai dari membersihkan luka, menyediakan makanan hingga memandikan Maek. Hingga suatu hari, ketika Maek sedang mandi dibantu Iht, keduanya tak bisa menahan diri lagi dan terjadilah ‘pergumulan’ di atas loteng.

Iht menikmati semua itu. Di adegan flashback kemudian digambarkan bagaimana Iht ternyata pernah punya hubungan dengan lelaki juga dan bahwa ia sepertinya terpaksa menikah dengan perempuan yang tak dicintainya. Iht adalah gay yang tak berani mengungkapkan kalau dirinya gay (di Thailand, sepertinya masyarakatnya masih nggak jauh beda sama di Indonesia yang menganggap kalau homoseksualitas itu tabu).

Berbeda dengan Iht yang menikmati hubungan itu dan menerima dirinya adalah gay, Maek justru merasa jijik. Ia kemudian menyuruh Iht pergi dengan kasar. Iht merasa terluka dan pergi. Tapi baik Iht maupun Maek, tak bisa saling melupakan. Sementara Maek berusaha keras menghindari Iht, Iht berusaha keras menemui Maek dan meminta Maek untuk mengakui perasaannya.

Iht

Iht

Pada menit-menit ini, lupakan kalau Maek seorang pembunuh bayaran yang macho, karena adegan dipenuhi rengekan cinta yang terkesan cengeng. Pada akhirnya, Maek pun luluh. Selesai? Belum. Kisah si pembunuh bayaran yang melonkolis masih berlanjut dan hidup kian tragis baginya. Ibunya yang tak sanggup menanggung beban hidup memutuskan untuk bunuh diri, meski masih bisa diselamatkan tapi kemudian ketembak peluru nyasar yang sedianya untuk membunuh Maek. Maek yang kalap tak bisa menahan emosi dan membunuhi para gangster yang notabene adalah orang-orang yang menyuruhnya jadi pembunuh.

Iht terus ngejar Maek dan akhirnya istrinya tahu kalau Iht itu gay. Ketika tahu Maek mau balas dendam, Iht menyusul tapi kemudian berselisih jalan. Ketika Maek keluar, Iht masuk dan blap, ia ketembak istri si penjahat dan akhirnya buta. Maek pergi ke stasiun di mana Mhok adiknya sudah menunggu tapi sesampainya di stasiun, polisi datang dan Maek tak punya pilihan selain menyerah. Maek kemudian dipenjara dan Iht yang telah  buta setia menunggu. Mhok yang tak tahan menderita kemudian meninggal karena bunuh diri. Bertahun-tahun kemudian Maek keluar dari penjara dan Iht menjemputnya. Keduanya berjalan meninggalkan penjara di tengah hujan sambil menggumamkan cinta mereka ketika tiba-tiba Iht sadar Maek sudah tak ada di sisinya. Ia panik dan meraba-raba, menemukan Maek yang terbaring di tanah. Sebuah tembakan dari pembunuh–sepertinya anggota gangster yang masih dendam sama Maek. Iht meratapi kematian Maek dan mengungkapkan betapa ia mencintai Maek.

PDVD_003

Di ending, diperlihatkan Iht sudah sembuh dari kebutaan dan melihat video rekaman Maek yang mengungkapkan bahwa ia juga mencintai Iht hingga akhir waktu. Bweueh….

PDVD_007

Bagi saya,ini adalah film yang cukup melelahkan  (belum lagi adegan cinta Maek dan Iht yang kurang elegan). Meski dari segi sinematografi menurut saya lumayan, tapi melihat penderitaan cinta yang seakan tiada akhir layaknya adegan sinetron benar-benar membuat saya yang semula ikut berempati terhadap hubungan Maek-Iht akhirnya berulangkali harus menggumam, ‘ufh, it’s enough, it’s enough…,’ di sisi lain, menonton Bangkok Love Story bisa memberi sedikit gambaran berbagai problema sosial di Thailand seperti homoseksualitas dan AIDS. Di negara yang terkenal dengan wisata seks-nya ini, kasus AIDS memang cukup tinggi. Demikian halnya dengan homoseksualitas. Meski sudah menjadi fenomena kehidupan sosial masyarakat Thailand, tapi homoseksualitas agaknya masih dianggap sebagai deviant, sebagai sesuatu yang tabu.

Cast:
Rattaballung Tohssawat, Maek (Cloud)
Chaiwat Thongsaeng, Iht (Rock)
Weeradit Srimalai, Mhok (Fog, adik Maek)
Chatcha Rujinanon, Sai (Sand)

Sutradara:  Poj Arnon
Penulis      :  Poj Arnon
Music          : Giantwave
Sinematografi: Tiwa Moeithaisong
Rilis: Thailand, September, 2007

Awards:
– Grand Prize International Competition untuk Poj Arnon di Brussels International Independent Film Festival
2007
– National Film Association Award Best Cinematography untuk Tiwa Moeithaisong, Best Screenplay (Poj Arnon), Best Sound  (Kantana Laboratory [th], nominasi National Film Association Award Best Actor (Rattanaballang Tohssawat), Best Art Direction (Kuru Team),
Best Score (Giant Wave), Best Supporting Actor (Chaiwat Thongsaeng),
Best Supporting Actress (Uthumporn Silaphan)  di Thailand National Film Association Awards 2008
– Opening Night selection untuk the 2007 Hong Kong Lesbian and Gay Film Festival, and diputar di 2008 London Lesbian and Gay Film Festival.

  1. September 29, 2011 pukul 8:22 am

    Sinematografinya Memang Mantab! Fotografis Bgt!
    Selamat untuk Tiwa Moeithaisong u/ Best Cinematography dari National Film Association Award.
    Actor2nya juga Keren, banyak adegan dimana, hanya dengan tatapan dapat menyampaikan dialog yang dimaksudkan.

    Dialognya juga banyak yang tersirat, Misal: Saat Mhok berkata kepada kakanya(Maek)bahwa dia jual diri( itu artinya dia kecewa ma kakaknya)
    & suratnya kepada kakaknya(Maek,) yang mengatakan bahwa dirinya sangat menyesalkan yang diperbuat ayahtiri-nya.

    Namun, saya menyesalkan 2 hal:

    1. Walau Si Maek terlihat curi2 pandang kepada Iht, namun, sebenarnya dia tidak nyaman jadi gay, buktinya, Maek sering mimpi-buruk bayang2 masa lalunya saat diabuse oleh ayah tirinya, dan Maek yang selalu mengusir Iht & menghindar dari Iht. Menurut saya, kalau dia tidak nyaman dan sering ketakutan sebagaimana ia sering bermimpi buruk ttg masa lalunya, maybe in his deepest heart, he’s not gay.

    2. Si Mhok yang berkata bahwa ia bahagia punya Maek sebagai kakanya, namun, mengapa ia bunuh diri?

    Selamat untuk semua perancang, pembuat & pendukung film ini.
    Juga untuk Chaiwat Thongsaeng yang meraih Best Supporting- Actor lewat film ini di ( Ini film Pertama-nya!) & masih umur 17 taon! ^^d i’m a fan of Him!
    Because He Is Firmly Straight! But HE Keeps Helping LGBT Champaigns! GOD BLESS Chaiwat Thongsaeng!.

  2. September 29, 2011 pukul 9:43 am

    thanks dah comment di blog ini.

  3. ego
    November 13, 2011 pukul 9:47 am

    baru nonton film ini barusan.. tipatkay selalu bergumam “beginilah cinta, penderitaannya tiada akhir” dan terbukti di film ini

    sangan melelahkan.. butuh hati yang lapang untuk bisa menikmati film ini..

    • November 14, 2011 pukul 12:40 am

      haha, begitulah. rasanya bukan cuma Maek dan Iht yang menderita, saya yang nonton pun rasanya menderita sekali karena bosan🙂.

  4. irin jano
    April 10, 2012 pukul 4:39 pm

    bagi saya filmnya cukup menghibur,,,ternyata cinta itu penuh penderitaan dan kebahagian,,,datang silih berganti,,,yang pasti filmnya ok,,,!!!

  5. Mei 20, 2012 pukul 12:33 pm

    film yang banyak memberi pelajaran tentang problem masyarakat dthailand sendri
    yang paling seru saat ith mengungkapkan betapa iya mencintai maek dan saat ith melihat video rekaman maek yang menyatakan lo dia juga mencinta ith sampai akhir hayatnya
    tu menandakan bahwa cinta ith sudah menghapus trauma masa lalu maek krn itulah cinta sejati.pa lagi ith tidak pernah menjalin hub lagi setelah di tinggal maek

  6. adi
    Agustus 31, 2012 pukul 2:23 pm

    Bangkok love story… 2007 tapi baru nntn 2012…filmnya kereeeeen… tapi sayang, kenapa harus ditembak mati pas akhir….. trus saya nonton lagi, tapi masih kena tembak… 2hari kemudian saya nonton lagi, eehhh masih kena tembak juga… maksud saya, sudah tau saya nonton 3 kali, pas terakhri kenapa tidak menghindar… sudah tau mau ditembak, taoi masih berdiri ditempat yang sama….

    • September 2, 2012 pukul 1:58 am

      endingnya memang agak lebay😦

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: