Beranda > Film Barat > 127 Hours

127 Hours

Waktu saya baca resensi film ini kalau ada adegan motong tangan, saya agak ngeri dan mikir-mikir mau nonton atau nggak. Tapi karena kemudian film ini banyak dibicarakan dan masuk nominasi Oscar untuk beberapa kategori, saya penasaran pengin nonton juga.

127 hours diangkat dari kisah nyata, seorang traveler, Aaron Ralston. Menceritakan sepenggal kisah antara hidup matinya saat bertualang memanjati celah-celah sempit tebing di Canyonland National Park, Utah. Judulnya sendiri adalah jumlah waktu ketika ia terjebak di salah satu tebing selama 127 jam (5 hari!) setelah sebuah batu terjatuh dan menjepit sebelah tangannya.

127 hours2

Sebelum terjebak, diceritakan ia bertemu dua orang perempuan hiker, Kristi dan Megan. Ia sempat menghabiskan waktu bersama dua cewek ini dengan berenang di kejernihan air di celah cadas. Sebelum akhirnya mereka berpisah. Megan dan Kristi mengundang Ralston untuk ke pesta pada malam harinya sebelum mereka berpisah. Ralston meneruskan perjalanan sendirian, menelusuri celah sempit dan di situlah bencana itu menimpa. Tangannya terjepit batu dan dia nggak bisa bergerak kemana-mana. Sekuat tenaga ia kerahkan, tapi batu itu tetap nggak bergerak. Sekeras apapun dia berteriak minta tolong, nggak ada yang bakal dengar karena tempat itu sangat sepi dan jarang dilalui orang.

Merasa bahwa tak banyak hal yang bisa dilakukan, ia pun mulai memikirkan bagaimana caranya survive. Bekal yang tersedia hanya tinggal sedikit air. Maka ia pun berusaha menghematnya. Hanya minum seteguk seteguk. Ia berpikir untuk memotong tangannya, tapi pisaunya terlalu tumpul, hal yang membuat nyalinya ciut. Detik demi detik ia lalui dalam keterjebakan itu. Malam-malam dingin yang menyiksa, siang yang dahaga sementara persediaan airnya makin menipis. Bayang-bayang kematian pun mulai menghantui benaknya. Ia membayangkan orang-orang yang dicintainya, orangtuanya, saudaranya, kekasihnya dan juga dua cewek yang baru ditemuinya. Karena berpikir ia akan mati sendirian, ia mulai memvideokan moment-moment yang ia pikir akan menjadi moment-moment terakhirnya.

127 hours

Pada hari kelima, ia akhirnya memberanikan diri memotong tangannya. Dan begitulah akhirnya ia bisa keluar dan hidup. Betapa naluri survive manusia begitu luar biasa bukan?  memfilmkannya dengan cukup luar biasa pula. Bagaimana moment-moment antara hidup dan mati itu bisa diceritakan dengan begitu baik.Tentu saja ini bukan semata hasil tangan Danny Boyle sendiri. Sinematografinya, aktornya (), dan juga musiknya! Di film ini, Boyle lagi-lagi kerja bareng  yang berhasil dapat Oscar waktu nggarap musik untuk Slumdog Millionaire. Dan seperti halnya Slumdog, olahan musik A.R Rahman untuk 127 Hours sama brilliant-nya!

Nonton film ini, membuat saya teringat Into The Wild-nya Sean Penn karena ceritanya yang hampir mirip, mengisahkan moment-moment antara hidup dan mati seorang petualang. Keduanya sih sama-sama bagus tapi kalau ditanya mana yang lebih suka, saya lebih suka Into the Wild. Mungkin karena ceritanya lebih kuat yang membuat saya begitu bersimpati pada tokoh utamanya. Whatever, 127 Hrs adalah film yang layak dalam list ‘film wajib tonton’ deh 😛

Cast:
, Aaron Ralston
, Megan McBride
, Kristi Moore
Clémence Poésy, Rana (Ralston’s lover)
Lizzy Caplan, Sonja Ralston (Ralston’s sister)
Treat Williams, Larry Ralston (Ralston’s father)
Kate Burton, Donna Ralston (Ralston’s mother)

Sutradara:
Produser: Christian Colson, John Smithson, Danny Boyle
Screenplay: , Simon Beaufoy (Based on Between a Rock and a Hard Place by Aron Ralston)
Musik:
Sinematografi: Anthony Dod Mantle, Enrique Chediak
Editing: Jon Harris
Rilis:September, 2010
Durasi:94 min.

Awards:
Academy Award 2011:
Nominasi Oscar untuk:
– Best Achievement in Editing (Jon Harris)
– Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score ()
– Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song ( , Roland ‘Rollo’ Armstrong
Dido – “If I Rise” )
– Best Motion Picture of the Year (Christian Colson,
, John Smithson)
– Best Performance by an Actor in a Leading Role ()
– Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published (, Simon Beaufoy)

BAFTA Awards 2011: 
Nominasi:
– Alexander Korda Award for Outstanding British Film of the Year
– Anthony Asquith Award for Film Music ()
– BAFTA Film Award Best Actor (James Franco)
– Best Cinematography (Anthony Dod Mantle, Enrique Chediak)
– Best Editing (Jon Harris)
– Best Screenplay (Adapted) (, Simon Beaufoy)
– Best Sound

Golden Globes, 2011:
Nominasi:
– Best Original Score – Motion Picture ()
– Best Performance by an Actor in a Motion Picture – Drama
()
– Best Screenplay – Motion Picture (, Simon Beaufoy)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: