Beranda > Film Barat > The Town

The Town

Saya nonton The  Town semalam. Gara-gara nggak sengaja pas surfing di internet baca kalau film ini masuk nominasi Oscar. Dan pas saya baca resensinya, saya agak terkejut karena ternyata yang main dan sekaligus sutradaranya adalah . Saya bukan penggemar . Tapi nggak juga sampai tahap antipati sama film-filmnya. Saya pikir dia cukup bagus waktu main sama Matt Damon di Good Will Hunting, meski perannya nggak terlalu menonjol. Tapi setelah itu? Hmm…saya nggak pernah bisa menyelesaikan film2 yang dibintangi  karena dilanda bosan. Beda sama rekannya, Matt Damon yang selalu main di film2 yang qualified, Ben kayaknya selalu terjebak di film-film yang nonton sebentar saja bikin nguap-nguap.

the-town

Saya ingat suatu malam teman saya datang ke kamar saya bawa setumpuk CD film baru dan salah satunya adalah film yang dibintangi Ben Affleck (kalo nggak salah Gigli). Saya nonton sebentar dan sebelum memutuskan untuk tidur saja sempat menggumam sama teman saya itu, ‘Pokoknya film yang dibintangi Ben Affleck itu nggak ada yang bagus, deh.’ Lalu saya tarik selimut dan zzzzz…nggak peduli kalau teman saya yang agaknya ngefans sama Ben Affleck mungkin jengkel sama saya. Itulah kesimpulan saya kemudian. Ketika ada film baru Ben Affleck, saya nggak pernah tertarik untuk nonton. Dan memang nggak ada film dia yang box office. Saya sempat mikir, kasihan juga ya dia, sementara Matt Damon makin bersinar karir aktingnya, Ben malah sepertinya tenggelam. Makanya waktu saya lihat kalau Ben Affleck main dan nggarap The Town yang dapat 94% positive review dari Rotten Tomatoes, saya penasaran juga.

Sudah sering saya bilang berkali-kali, saya nggak paham soal sinematografi etc., tapi kalau nonton film, sejak awal biasanya saya sudah bisa merasa kalau itu film bagus atau nggak. Dan The Town adalah salah satu film yang sejak scene awal memang sudah terasa kalau ini film digarap dengan serius.

Film ini bersetting di Boston, Massachusets. Di distrik kecil bernama Charlestown, perampokan adalah hal yang biasa. Pelakunya adalah orang-orang situ juga yang jadi perampok dari generasi ke generasi. Dan mereka nggak pernah meninggalkan Charlestown. Di film ini, Ben main sebagai Doug McRay, seorang anggota kelompok perampok di Charlestown, Boston. Suatu hari, ia bareng teman-temannya: Jem, Desmond, Fergie (bosnya), dan Gloansy, ngerampok Cambridge Bank. Perampokan ini cukup berhasil dan mereka sempat menyandera manajernya, Claire dan meski nggak diapa-apain, di mobil Jem sempat mengancam Claire sebelum akhirnya menurunkan Claire di pinggir pantai. Jem sempat mengambil kartu identitasnya Claire dan kaget waktu tahu kalau Claire ternyata tinggal di Charlestown juga. Khawatir kalau-kalau Claire bisa mengetahui siapa mereka, ia berniat untuk mengurus Claire. Tapi Doug yang tahu bagaimana kerasnya Jem, merasa keberatan dan mengatakan kalau dia yang akan mengurus Claire.

Peristiwa perampokan itu sempat meninggalkan trauma bagi Claire. Doug memutuskan untuk mulai mengawasi. Ia menemui Claire waktu Claire mau laundry bajunya. Waktu Claire lihat baju yang dipakainya waktu disandera, ia terlihat traumatik dan Doug pun pura-pura bertanya dengan simpatik (sekalian ngorek2 apa Claire punya clue siapa yang merampok banknya). Claire merasa senang ada teman yang bisa diajak berbagi. Doug pun, mungkin karena merasa sama-sama punya masalah dan lihat kalau Claire sama sekali nggak membahayakan, kemudian merasa bisa terbuka sama Claire dan dia mulai curhat soal ibunya yang meninggalkannya ketika ia masih kecil dan bagaimana ia kecewa karena ayahnya jadi depresi dan tak pernah mencarinya.

Mereka mulai sering ketemu. Doug merahasiakan ini dari temannya, Jem. Tapi kemudian ketahuan juga dan Jem memperingati Doug. Jem adalah teman Doug sejak kecil. Keluarga Jemlah yang merawat Doug waktu ia ditinggal ayahnya (ayah Doug dipenjara karena perampokan). Terakhir, Doug mengencani adik Jem, Krista (meski terlihat kalau Doug nggak benar-benar punya feeling sama Krista).

the-townr

Berhubungan dengan Claire, membuat Doug berpikir untuk berhenti merampok. Ia memutuskan untuk pergi sama Claire. Tapi tentu saja nggak mudah bagi Doug karena teman-temannya nggak bakal melepas dia begitu saja. Bosnya, Fergie bahkan ngancam Doug kalau nggak mau kerja lagi, dia bakal bunuh Claire. Yah, kalau ancamannnya sudah begitu siapa yang berani nolak coba.

Di sisi lain, ada Adam Frawley, agen FBI yang bekerja keras untuk meringkus komplotan perampok itu. Ia berhasil menemukan identitas para perampok. Setelah suatu perampokan, mereka ditangkap tapi nggak berhasil mendakwa. Frawley kemudian tahu kalau Doug punya hubungan sama Claire dan nunjukin sama Claire siapa sebenarnya Doug.

Saya pikir The Town adalah film yang cukup sempurna. Komposisi ceritanya terasa dalam proporsi yang pas. Romance, action, crime, pertemanan, hubungan keluarga…bagaimana dalam dunia yang abu-abu atau malah gelap, masih selalu ada sisi-sisi humanis dari seorang anak manusia. Akting pemainnya juga cukup memukau (selain Jeremy Renner yang main bagus jadi Jem, saya salut untuk akting Pete Postlethwaite, yang jadi Fergie. Sekilas dia terlihat hanya sebagai lelaki tua nyaris renta penjual bunga namun di satu sisi dia bisa terlihat begitu licik dan jahat). Gambar dan musiknya juga membuat saya betah mengikuti film ini dari awal hingga deretan credit tittle-nya berakhir. Bravo untuk  (agaknya saya harus meralat omongan saya dulu). Semoga setelah ini, ada lebih banyak film bagus yang dia hasilkan.

My Fave Caption:
‘…No matter how much you change, you still have to pay the price for the things you’ve done..’ (surat Doug untuk Claire)

Cast:
, Doug MacRay
, Special Agent Adam Frawley
, Claire Keesey
Jeremy Renner, James “Jem” Coughlin
, Krista Coughlin
, Stephen MacRay (Doug’s father)
Slaine, Albert “Gloansy” Magloan
Titus Welliver, Dino Ciampa
Pete Postlethwaite, Fergus “Fergie” Colm
Owen Burke, Desmond “Dez” Elden

Sutradara:
Produser: Graham King, Basil Iwanyk
Screenplay: , Peter Craig, Aaron Stockard
(Based on Prince of Thieves by Chuck Hogan)
Musik: Harry Gregson-Williams, David Buckley
Sinematografi: Robert Elswit
Editing: Dylan Tichenor 
Rilis: September, 2010
Durasi: 125 min.

Awards:
– 2011 Academy Awards: 
Nominasi Best Performance by an Actor in a Supporting Role (Jeremy Renner)
– 2011 BAFTA Awards 
Nominasi Best Supporting Actor (Pete Postlethwaite)

2011 Golden Globes 
Nominasi Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Motion Picture (Jeremy Renner)
– 2010 Satellite Awards 
Nominasi: Best Actor in a Supporting Role (Jeremy Renner), Best Director ( ), Best Film Editing (Dylan Tichenor),
Best Motion Picture, Drama, Best Screenplay, Adapted (Peter Craig, , Aaron Stockard)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: