Beranda > Dorama > Hard To Say I Love You

Hard To Say I Love You

Waktu menemukan cd film ini di lapak, saya memutuskan membeli tanpa berharap banyak. Sejak drama Korea membanjir, saya semakin jarang nonton dorama (drama Jepang). Entah kenapa, suatu ketika saya sampai pada kesimpulan dorama lebih sering terlalu serius (kadang sangat tragis) kalau tidak sangat komikal, pemain-pemainnya kadang kurang ‘menyegarkan’ mata. Sebaliknya, drama Korea terasa lebih ringan, lebih romantis dan lebih segar (baik pemain maupun ceritanya). Jadilah kemudian saya lebih suka nonton drama Korea daripada dorama. Saya pun kurang paham sama pemain-pemain dorama. Saya cuma tahu yang sudah agak berumur macam Takuya Kimura atau Youtaka Kenouchi (jadi ingat Beach Boys :P).

Jadi, ketika saya memutuskan untuk membeli cd ini, pertimbangannya: untuk penyeling kalau bosan nonton drama Korea atau film Barat, karena ceritanya sepertinya romantis, dan di atas semua itu, untuk sedikit-sedikit belajar Bahasa Jepang (saya agak terobsesi pengin bisa bahasa Jepang🙂 ).

Sebagai konsekuensinya, cd film ini saya letakkan di paling bawah tumpukan cd siap tonton saya. Saya berpikir akan menontonnya ketika benar-benar senggang atau ketika saya sudah kehabisan film untuk ditonton. Intinya, film ini bukan prioritas tontonan saya.

Main Characters, ki-ka: Peach, Doctor, Nakaji, Haru, Rinda

Tapi kemudian hal ini berubah usai saya nonton Last Friend (yang ‘tanpa sengaja’ saya tonton waktu jenuh di sela waktu kerja di lapangan). Saya sangat terkesan dengan Last Friend (terutama akting & ). Penasaran, saya browsing di internet, siapa kedua aktor/aktris itu dan film apa saja yang sudah mereka mainkan. Dan saya menemukan kalau keduanya main bareng lagi di Hard to Say I Love You. What a coincidence! pikir saya. Saya sudah membeli cd-nya tanpa saya memperhatikan siapa pemainnya. Jadi begitu ada waktu luang, tak sabar saya untuk nonton dorama ini.

Seolah ingin memuaskan penonton atas hubungan Ruka & Takeru yang dimainin sama di Last Friend yang ‘tak kesampaian’, di Hard 2 Say I Love You, mereka dipasangkan sebagai semacam soulmate. Tapi karena judulnya juga melibatkan ‘hard’ maka ceritanya memang enggak mudah.

Sebagaimana kebanyakan dorama, cerita dorama ini dimulai dengan soal kesepian para orang muda urban. Adalah Haru, Nakaji, Doctor, dan Rinda yang berusaha melepaskan rasa kesepian mereka lewat twitter. Keempatnya menggunakan nama samaran (kecuali Nakaji) dan tak sepenuhnya jujur soal profesi mereka (yah, biasalah di dunia maya). Haru nama aslinya Tsukiko, mengaku sebagai guru tetap di sebuah sekolah menengah, padahal dia cuma semacam guru honor. Doctor, nama aslinya Park Seonsou, seorang migran Korea, mengaku sebagai dokter benaran padahal dia cuma sales peralatan kesehatan. Nakaji mengaku sebagai fotografer majalah bergengsi padahal cuma fotografer untuk majalah porno.Linda, nama aslinya Kaoru, seorang editor di redaksi majalah yang cukup bergengsi.

Suatu hari mereka memutuskan untuk kopi darat di sebuah kafe di kawasan shibuya. Haru kemudian mengajak sahabatnya, Hikari yang bekerja sebagai penjaga toko pakaian untuk menemaninya ketemuan. Haru agak nerves karena ia akan bertemu Nakaji, yang diam-diam ia sukai. Sebelum pertemuan, Haru mampir di sebuah kafe dan di tempat yang sama, Nakaji juga mampir. Nggak sengaja Haru menumpahkan kopi ke celana Nakaji dan karena merasa bersalah, berusaha mengelapinya dan nggak sengaja nyentuh daerah rawannya Nakaji. Nakaji tentu saja kaget dan nuduh kalau Haru itu pervert dan sengaja numpahin kopi cuma biar bisa megang Nakaji. Jelas saja Haru berang. Mereka berpisah dengan kesan yang nggak baik satu sama lain.

Acara kopi darat yang hangat

Kopi darat berjalan cukup menyenangkan, mereka merasa cocok satu sama lain. Hikari langsung dekat sama Linda, sementara Doctor diam-diam naksir Haru. Pertemuan berlangsung.Haru nggak mampu menyembunyikan rasa malunya ketika melihat kalau Nakaji adalah orang yang ia tumpahi kopi di kafe dan menuduhnya pervert.

Tapi yang namanya jodoh nggak kemanalah karena ternyata tempat tinggal mereka satu arah.Haru tetap jutek, sementara Nakaji sepertinya mulai suka sama Haru yang terlihat canggung tapi lucu. Sebuah insiden kecil kemudian terjadi, di mana Haru terjatuh waktu rebutan tas berisi celana Nakaji yang ternoda. Karena dekat tempat tinggalnya, Nakaji kemudian menggendong Haru ke tempatnya (adegan gendong menggendong ini kayaknya adegan wajib di drama2 asia deh🙂 untuk diobati lukanya. Entah terbawa suasana atau bagaimana, waktu lagi ngasih perban ke lutut Haru, Nakaji tiba-tiba mencium Haru yang jelas saja membuat Haru kaget. Setelah diliputi rasa canggung sesaat, suasana kemudian mencair. Apalagi setelah ketahuan kalau wallpaper hp Haru adalah fotonya Nakaji. Sebuah foto matahari terbenam. Nakaji bilang, kalau ia sedang down waktu itu dan buat status di twitter. bikin foto itu lalu menguploadnya dan cuma Haru yang seolah paham apa yang dirasakannya wkatu itu dan menyemangatinya dengan mengatakan ‘ganbare’ (artinya: semangat!).

Persahabatan kelima orang itu terus berlanjut. Mereka mulai sering ketemuan di kafe kopi darat mereka. Dan akhirnya memutuskan untuk jujur satu sama lain dan kemudian menamai kafe Sunarere (kafe kejujuran). Hikari pun akhirnya memutuskan untuk ikut gabung dengan menggunakan akun name Peach, setelah ia nyaris bunuh diri karena ditinggal pacarnya.

Haru sama Nakaji: they seemed really good together.

Haru benar-benar menyukai Nakaji. Mereka mulai sering menghabiskan waktu bersama, selalu nyambung satu sama lain. Pokoknya cocok banget lah kalau sudah ketemu.Mereka seolah selalu bisa memahami satu sama lain. Nakaji pun sepertinya sadar akan hal itu. Ia terlihat begitu menikmati kebersamaannya sama Haru. Masalahnya, Nakaji sudah punya pacar, Kiriko yang sudah jadi istri orang. Meski hubungan mereka rentan, tapi Nakaji berusaha keras mempertahankannya. Hal yang membuat Haru kecewa.

Di sisi lain, Nakaji yang tahu kalau Doctor naksir Haru, berusaha untuk mencomblangi mereka. Doctor orang yang agak polos dan baik. Ia terus terang menyatakan kesukaannya sama Haru. Awalnya Haru yang memang nggak ada rasa sama Doctor, menolaknya. Namun setelah sebuah kejadian Doctor menyelamatkan Haru dari ancaman muridnya yang terlibat narkoba, akhirnya Haru memutuskan untuk menerima Doctor. Meski nggak mau ngaku, Nakaji terlihat kecewa mengetahui hal ini. Hubungannya dengan Kiriko sendiri semakin rapuh, karena Kiriko agaknya mulai sadar kalau hubungannya dengan Nakaji nggak ada masa depan dan juga sadar kalau Nakaji itu mulai naksir Haru. Kiriko akhirnya mutusin untuk putus sama Nakaji dan hidup tenang dengan suaminya yang kaya (keputusan yang saya pikir sangat masuk akal dan realistis).

Tentu saja Nakaji dua kali patah hati. Di tinggal Kiriko dan Haru pun sudah jadi pacar orang. Ia cuma bisa memendam sedih melihat kebersamaan Haru dan Doctor. Meski begitu ia dan Haru tetap berhubungan baik. Haru sendiri terlihat belum mampu membalas perasaan Doctor. Meski sangat baik,ia menemukan banyak ketidakcocokan pemikiran antara dirinya dan Doctor. Tapi ia juga nggak tega nyakitin Doctor.

Meski Doctor baik banget, tapi saya paham kalo Haru nggak bisa jatuh cinta sama dia

Masalah Linda lain lagi. Ia anak seorang dokter terkenal, tapi hubungannya kurang baik sama ortunya. Di tempat kerjanya, ia selalu diintimidasi bosnya, seorang perempuan tua kesepian, yang selalu memaksanya melayaninya. Meski membenci hal ini, Linda tak bisa melepaskan diri. Dan know what? Ternyata Linda diam-diam menyukai Nakaji! Yeah, Linda adalah gay. Tapi ia sendiri membenci keadaan dirinya seperti itu dan karenanya berusaha menyembunyikan rapat-rapat.

Peach adalah sosok yang rapuh dan selalu kesepian. Ketika pacarnya pergi dan ia hamil, si lelaki tak mau bertanggung jawab, malah menyuruhnya aborsi.Tapi Peach kemudian memilih untuk merawat bayinya. Semuanya baik-baik saja hingga kemudian dia keguguran. Di saat-saat sulit, Nakaji lah yang selalu ada untuk menolongnya, hal yang kemudian membuat Peach jatuh cinta sama Nakaji (hhmm, laris banget si Nakaji😛 dan awalnya saya agak ngeri kalau kemudian Nakaji yang juga lagi kesepian itu menerima Peach, untungnya Nakaji cukup gentle lah :)).Dan meski sikap Peach terasa kurang simpatik, saya bisa memaklumi kenapa dia seperti itu dan bagaimana hubungannya dengan Haru.

Hmm, cinta memang sesuatu yang rumit ya🙂 Meski saya berharap Haru dan Nakaji yang memang saling suka segera bersama, tapi saya pun maklum kalau mereka nggak bisa segera bersama. Dan hal-hal semacam itu sering banget terjadi dalam kehidupan nyata. Betapa sulitnya menemukan titik temu dalam cinta. Masalahnya adalah orang yang tepat di waktu yang tak tepat.

Mungkin ceritanya sih nggak terlalu istimewa, tapi saya sampai pada tahap suka banget sama dorama ini. Mungkin karena Eita sama Ueno Juri. Saya suka sama hubungan mereka sebagai Haru dan Nakaji yang begitu lembut. Kadang dalam sebuah drama romantis saya sering mikir, kenapa sih si A bisa cinta mati sama si B dan sebaliknya? Tapi di drama ini, saya bisa paham kenapa baik Haru maupun Nakaji bisa begitu terikat satu sama lain. Mereka memang benar-benar terasa sebagai soulmate. Nakaji selalu ada kalau Haru lagi sedih, juga sebaliknya. Haru bisa cerita apa saja sama Nakaji dan Nakaji selalu mendengarkan dengan penuh empati. Sebaliknya, Nakaji juga bisa cerita apa saja sama Haru dan selalu merasa lebih baik kalau sudah cerita sama Haru. Nggak ada yang perlu ditutup-tutupi dalam hubungan mereka. Mereka selalu membicarakannya, jujur satu sama lain, menerima satu sama lain…hubungan yang sangat indah bukan?

Sebagaimana drama romantis, saya berharap ada banyak adegan romantis sih. Tapi setelah nonton Last Friend, saya menyimpulkan kalau drama Jepang agak pelit untuk adegan semacam itu (sebenarnya drama-drama Asia memang agak ngirit untuk yang satu ini, tapi akhir-akhir ini saya pikir drama-drama Korea mulai agak boros dengan adegan-adegan romantis semacam kissing dst.). Bagi saya sih nggak masalah. Justru jadi terkesan lebih realistis. Yah, satu hal yang membuat saya begitu menyukai dorama ini juga karena kesan realistisnya yang kuat. Sosok Haru, Nakaji, Doctor, Peach, Linda…adalah sosok yang sangat biasa, sosok orang yang sehari-hari yang bisa kita temui di sekitar kita. Soal latar segala macam juga nggak ada kesan diindah-indahkan. Kayak kamar Nakaji, misalnya. Seperti layaknya kamar anak muda yang agak bebas: berantakan kayak gudang. Kostumnya juga biasa banget, sangat casual dan apa adanya (kalau nonton drama Asia kadang saya agak sakit mata dengan kostum2 yang dikenakannya, terutama untuk pemain cowok). Di drama ini, bahkan bisa dilihat bagaimana Nakaji pakaiannya ya itu-itu aja. Pokoknya kesannya sangat nyata lah.

Saya agak terganggu sih sama cerita menjelang akhir. Waktu Linda akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Saya pikir, seharusnya dia jadi lebih kuat dengan adanya teman-teman baru di sekelilingnya yang begitu mendukungnya. Dan meski endingnya adalah apa yang saya harapkan, saya juga merasa kurang puas karena begitu sedikitnya scene Nakaji sama Haru barengan. Tapi di atas semua itu, I Do Love This Dorama!:P

Cast:
, Nakajima Keisuke/”Nakaji”
, Mizuno Tsukiko/”Haru”
Seki Megumi, Nishimura Hikari/”Peach”
Tamayama Tetsuji, Ichihara Kaoru/”Linda”
, Park Seonsu/”Doctor”

Kinami Haruka, Park Minha
Nakamura Yuichi, Mizuno Shu
Fubuki Jun, Mizuno Sachiko
Sakamoto Shogo, Matsushima Kenta
Kikkawa Koji, Nakajima Ryosuke
Igawa Haruka,Yamamoto Kiriko
Judul Asli: Sunao ni Narenakute
Episodes: 11 Episode (Fuji TV 2010-Apr-15 to 2010-Jun-24)
Screenwriter:
Producer: Nakano Toshiyuki
Sutradara: Mitsuno Michio, Nishisaka Mizuki

Theme songs:
Hard to say I love you ~Ii Dasenakute~ ( )
– Sunao ni Narenakute ()
– Great DJ () – love this song much😛

Awards:

14th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Spring 2010): Best Drama
– 14th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Spring 2010): Best Supporting Actor – Hero JaeJoong

My Favourite Scene:


Waktu Haru mampir di tempat tinggal Nakaji sehabis kencan sama Doctor. Haru cerita soal muridnya yang dipenjara karena narkoba. Sebelumnya ia sudah cerita hal itu sama Doctor dan Doctor bilang kalau para pecandu itu adalah orang bodoh dan sampah. Hal yang bikin Haru sedih karena adiknya juga seorang pecandu. Haru mulai menangis dan Nakaji duduk di dekat Haru. Mereka saling membelakangi. Suasana terasa canggung dan menekan. Haru terkesan malu menangis di depan Nakaji, Nakaji pun agaknya bingung harus bagaimana meski dia merasa begitu berempati sama Haru (hal yang sering kita alami kalau ada teman menangis kan?). Ketika Haru benar-benar mulai menangis, tangan Nakaji terlihat sibuk di balik meja dan beberapa saat kemudian hp Haru bunyi. Haru gugup buka hp dan terkejut mendapati sms dari Nakaji berbunyi : Ganbare. Haru tambah tersedu dan bilang ke Nakaji, kenapa sih dia nggak ngomong langsung saja. Nakaji cuma nelan ludah beberapa saat sambil natap Haru dengan sedih, kemudian bangkit dan meluk Haru.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: