Beranda > Drama Korea > Beethoven Virus

Beethoven Virus

Awalnya, saya ogah-ogahan nonton drama ini. Selain (yang meski populernya minta ampun, tapi bukan aktor favorit saya), saya kurang familiar dengan dua nama lain tokoh utamanya, (dia main bareng Bae Young-joon di The Legend, tapi saya belum lihat drama ini) dan (i have no clue about him, padahal ternyata dia termasuk aktor papan atas dalam drama Korea :)). Satu-satunya daya tarik drama ini bagi saya adalah judulnya yang melibatkan nama Beethoven. Saya tidak tahu banyak tentang musik klasik, tapi saya cukup menikmati lagu-lagu klasik dan saya berharap, sesuai judulnya, akan menemukan banyak lagu klasik di drama ini.

beethoven-virus2

Pada episode pertama, yang masih diisi awal pertemuan Du Ru-mi () dan Goon-woo (), saya masih belum menemukan ‘feel’nya. Saya malah merasa bosan sehingga saya cepet-cepetin. Karakter Du Ru-mi yang agak temperamen dan annoying, juga karakter Gun-woo, adalah karakter dalam drama Korea yang tipikal. Baru di episode dua, setelah kemunculan Maestro Kang(), saya benar-benar menemukan nyawa drama ini.

Du Ru-mi, seorang pemain biola (kelak ia akan tuli karena menderita meniere’s desease, penyakit yang menyebabkan ketulian secara perlahan). Ia telah belajar musik dan bermimpi bisa menjadi pemain biola yang hebat, tapi ia cuma jadi pegawai kantoran bagian seni budaya di kantor walikota. Ia kemudian mengajukan proposal untuk menjadikan kota tempatnya tinggal sebagai kota musik.

beethoven1

Proposalnya disetujui oleh walikota, dan dia harus membentuk grup orkestra. Namun konduktor yang telah dia bayar adalah penipu dan membawa lari uang 3 juta won. Dalam keadaan bokek, orkestranya harus tetap jalan. Tapi siapa musisi yang mau kerja tanpa bayaran? Dengan bantuan seniornya dulu, Park Hyun-kwon, basis yang pernah jadi pemimpin grup sekolah, Ru-mi berusaha mencari pemain baru.

Mereka kemudian membuat audisi, yang diikuti para pemain musik amatiran. Ada ibu-ibu lulusan sekolah musik dan pandai bermain cello tapi terjebak dalam rutinitas ibu rumah tangga (Jung-hee), ada pemain trumpet yang biasa main di kabaret (Bae Yong-gi), pelajar bandel yang bisa main flute (Ha Yi-deun), kakek tua kesepian penderita alzheimer yang bisa main oboe, lelaki dan seorang pemain trumpet, Kang Gun-woo yang jadi polisi lalu lintas.

beethoven3

Kang Gun-woo, meski tak bisa baca note dan belajar musik secara formal, sesungguhnya seorang genius musik. Sewaktu masih di sekolah, ia pernah punya pengalaman buruk ketika bertemu Kang Mae dan hal itu masih terus diingatnya, hal yang membuatnya membenci musik klasik meski dia sendiri tak paham apa itu musik klasik (Kang Mae kelak justru tinggal satu rumah dengannya). Setelah melalui bujukan Du Ru-mi, akhirnya ia mau diajak gabung ke orkestra.

Setelah tim terbentuk, didatangkanlah Kang Gun-woo/ Kang Mae (Maestro Kang) seorang konduktor terkenal yang kontroversial karena pernah bertindak tidak sopan sewaktu tampil di depan presiden. Ia menghentikan permainan karena permainan musik pemainnya tak sesuai dengan standar dia. Sepuluh tahun terakhir, ia menghabiskan waktu di luar negeri dan terkenal tak pernah bertahan dalam satu grup musik lebih dari 6 bulan.

beethoven-virus3

Kang Mae adalah seorang yang sangat-sangat menyebalkan. Kata-katanya selalu kasar dan menyakitkan. Baginya, musik klasik adalah segalanya dan sesuatu yang agung, yang harus dimainkan secara bersungguh-sungguh. Ia tak segan mengejek siapa saja yang tak sesuai dengan pemikirannya. Dan ketika tahu dia harus melatih para amatir, ia pun berang. Ia memutuskan untuk pergi, tapi kemudian sebuah insiden terjadi. Anjing kesayangannya, Beethoven pingsan karena menelan obat tidur miliknya. Ru-mi dan Gun-woo bersedia menolongnya dengan syarat ia mau jadi konduktor. Karena sangat sayang pada anjingnya, Kang pun tak punya pilihan lain.

Latihan dimulai. Tapi bukan berarti masalah terselesaikan. Sikap kaku bak diktator dan kata-katanya yang selalu kasar membuat sakit hati para anggota orkestra.

beethoven-virus5

Jika pernah baca sinopsisnya yang menyebut drama ini berkisah tentang cinta segitiga, jangan lantas berharap ini akan jadi drama romantis seperti kebanyakan drama Korea. Meski memang melibatkan cinta, tapi adegan romantis sangat minim dalam drama ini. It’s about musik klasik dari episode ke episode. Bagaimana Kang Mae harus berkonflik dengan orang-orang sekitarnya, termasuk keinginannya ‘mendikte’ Gun-woo yang memiliki pendapat berbeda soal musik klasik dan bagaimana ia harus berperang dengan dirinya sendiri ketika menyadari ia jatuh cinta pada Ru-mi, hal yang ia takutkan karena akan mengubah gaya bermusiknya dan kenyamanan hidupnya.

Membosankan? Bagi saya, sama sekali tidak. Musik klasik yang mengalun di setiap episode benar-benar terasa nikmat. Konfliknya juga nggak mengada-ada, dengan alur yang mengalir dan dialog yang orisinal. Akting para pemainnya terasa natural. Dan yang paling utama adalah akting Kim Myung-min yang jadi Kang Mae. Ia benar-benar terlihat  meyakinkan sebagai konduktor. Lebih dari itu, ia juga sangat apik menampilkan sosok paruh baya yang kaku, kasar, menyebalkan, harga dirinya setinggi langit, jaimnya minta ampun, tapi sebenarnya baik dan berhati lembut(saya senang karena Ru-mi lebih memilih dia daripada Gun-woo). Yah, sejujurnya saya berharap ada adegan yang  romantis sesekali, tapi kalau begitu mungkin bukan Kang Mae si orchestra killer namanya🙂.

beethoven-virus

Saya benar-benar salut lihat akting . Di usianya yang tak lagi muda dan wajah yang tak ganteng-ganteng amat, ia tetap menarik untuk dilihat. Saya baru tahu kalau dia beberapa kali dapet penghargaan karena aktingnya dan bahkan dapat julukan ‘guru’ karena aktingnya yang memang yahud di kancah drama dan film Korea (jadi pengin lihat drama dia semua🙂 ).

Penulis: Hong Jin Ah, Hong Ja Ram
Produser Eksekutif: Oh Kyung Hoon
Produser: Lee Jae Kyu
Rilis: September 10, 2008 – November 12, 2008
Episode: 18 episode

Cast:
, Kang Gun-woo/Kang Ma-Eh (Maestro Kang)
, Du Ru-mi
, Kang Gun-woo

Lee Soon Jae, Kim Gab Yong (kakek pemain oboe)
Hyun Jyu-ni, Ha Yi Deun (pelajar SMU, pemain flute)
Song Ok Sook, Jung Hee Yun (ibu rumah tangga pemain cello)
Park Chul Min,  Bae Yong Gi (pemain kabaret, trumpet)
Jung Suk Yong, Park Hyuk Kwon (senior Ru-mi, Double bass)
,  Jung Myung Hwan (konduktor saingan Kang)
Awards:
2009 Seoul International Drama Awards: Best Picture – Mini Series Award
2009 36th Korean Broadcasting Association Awards: Best Actor Kim Myung Min
2008 21st Producers Awards of Korea: Best TV Drama
2008 The 45th Baeksang Arts Awards: Best TV Actor Kim Myung Min
2008 MBC Drama Awards: Grand Prize Kim Myung Min
2008 MBC Drama Awards: Drama of the Year Award
2008 MBC Drama Awards: Male Newcomer Award Jang Geun Suk
2008 MBC Drama Awards: Special PD Award Lee Jae Kyu
2008 MBC Drama Awards: Golden Acting Award – Supporting Actor Park Chul Min
2008 MBC Drama Awards: Golden Acting Award – Mid-level Actor Song Ok Sook
2008 MBC Drama Awards: Writer of the Year Award: Hong Jin Ah and Hong Ja Ram
2008 The 2008 Grime Award: Special Award Song In-hyuk and Hong Sung-wook
2008 The National Assembly Society of Popular Culture & Media Award: Most Popular Drama in 2008
2008 The 9th Broadcaster Awards: Best Performance in Broadcasting Kim Myung Min
2008 The 3rd Korea Drama Festival: Grand Prize Kim Myung Min

  1. Desember 26, 2010 pukul 11:16 am

    anjingnya tu lucu hehe..

    • Desember 28, 2010 pukul 2:48 am

      iya, lucu. untung nggak segalak tuan-nya, hehe

  2. November 17, 2011 pukul 10:49 am

    chingu,,, tau judul lagu klasiknya gak ??

    • November 17, 2011 pukul 11:54 am

      wah, lagu klasiknya banyak, tuh. yang mana ya?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: