Beranda > Film Korea > Wedding Campaign

Wedding Campaign

Man-taek (Jeong Jae-yeong) dan Hee-chul (Yoo Jun-sang) bersahabat sejak kecil. Mereka sering mengalami kesialan yang sama. Ketika dewasa, mereka tetap bersahabat dan mengalami nasib ‘sial’ yang sama juga: di umur 38 tahun,  mereka belum menikah. Man-taek adalah putra pertama dan satu-satunya keluarga Hong, karenanya ibu dan kakeknya (ayahnya sudah meninggal ketika ia berumur 16 tahun), berharap ia segera menikah.

photo10701wedding cmpgn

Hee-chul adalah lelaki playboy cap kadal sedangkan Man-taek sebaliknya, selalu gemetaran kalau berhadapan dengan perempuan. Karena melihat tetangganya punya menantu dari Uzbekistan, kakek Man-taek pun tertarik untuk mendapatkan jodoh Man-taek ke Uzbekistan. Maka pergilah Man-taek dan Hee-chul ke Uzbekistan, mengikuti semacam biro jodoh yang akan mempertemukan mereka dengan keturunan Korea (Koryo).

photo10693_wedding cmpgn

Di Uzbekistan, dalam usaha mendapatkan jodoh, Man-taek dibantu seorang penerjemah,  Kim Lala ( (imigran gelap dari Korut). Sementara teman-temannya berhasil mendapatkan pasangannya, tidak demikian dengan Man-taek. Kencannya selalu gagal karena ia tak bisa mengendalikan kegugupannya setiap kali berhadapan dengan cewek. Ujung-ujungnya, ia malah naksir penerjemahnya, Kim Lala. Nah, lho?! Kim Lala pun jatuh simpati pada keluguan dan kejujuran Man-taek. Tapi masalah tidak lantas selesai. Hubungan antara perantara dan yang diperantarai adalah sesuatu yang dilarang.

Awalnya, saya agak underestimate sama film ini. Mungkin karena judulnya yang terkesan picisan (film2 Korea agaknya punya masalah dengan judul film🙂 ), tapi setelah diikuti, ternyata ini film sama sekali nggak picisan. Akting pemainnya cukup bagus (terutama Hee-chul dan Man-taek, sementara , saya merasa dia terlalu lembut dan melonkolis). Saya sempat khawatir di ending-nya jatuh jadi lebay, tapi ternyata sutradaranya cukup cerdas berhenti di moment yang pas.

photo10675_wedding cmpgn

Ketika nonton film ini, saya juga terus terpikir, betapa kayanya cerita dalam film-film Korea. Mereka mampu mengeksplorasi bermacam fenomena yang ada dan membungkusnya dalam sebuah film yang tidak ambisius. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya Indonesia juga punya cerita yang kaya, tapi kenapa para sineasnya kurang kreatif ya? Sehingga cerita filmnya (terutama film2 romantis) jatuh pada klise yang begitu-begitu saja.

Cast:
, Kim Lala
, Hong Man-taek
Yoo Jun-sang, Hee-chul
, Ibu Man-taek

Sutradara: 
Rilis : 2005
Durasi : 120 menit
Judul Korea: Naui gyeolhon wonjeonggi

Note:
Tema perjodohan merupakan tema yang sering diangkat dalam film-film Korea. Dan agaknya ini memang semacam tren yang berkembang di negara itu. Sebagai salah satu negara maju dan warganya sibuk berkerja, mencari pasangan hidup menjadi salah satu hal yang sulit. Mencari jodoh lewat biro jodoh adalah hal yang lazim. Bagi kaum pria yang kesulitan mendapat jodoh di negaranya karena standar yang semakin tinggi dari kaum perempuan (patriarki), banyak yang mencari pasangan di negara-negara berkembang di Asia Tenggara seperti Filipina, Vietnam juga Indonesia.

Koryo merupakan sebutan bagi orang-orang keturuan Korea yang tinggal di negara-negara bekas Uni Soviet. Mereka berimigrasi ke wilayah itu pada abad 19 dan 20. Sekarang mereka tersebar di negara-negara kecil seperti Uzbekistan, hidup sebagai minoritas. Menikah dengan Korea ‘asli’ dan kembali ke Korea Selatan (yang merupakan negara maju saat ini) agaknya merupakan impian tersendiri bagi orang-orang ini.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: