Beranda > Drama Korea > Personal Taste/ Personal Preference

Personal Taste/ Personal Preference

Hal yang saya benci dari nonton drama Korea, nggak bisa berhenti sebelum selesai. Melelahkan sekali kadang-kadang tapi juga sangat nyandu.

Waktu awal-awal keluar drama ini dan si Abang penjual CD lapak menawarkannya, saya sama sekali nggak tertarik meski dia berpromo bagus. Baru setelah beberapa lama, baca sinopsisnya di internet, katanya bagus dan penasaran pengin nonton. Untung, di lapak-lapak masih banyak. Jadi memutuskan untuk beli. Karena takut mengecewakan, saya mutusin beli yang versi combo-nya. Cuma modal 5000 perak untuk satu keping. Yah, meski kualitasnya memang nggak terlalu bagus, tapi lumayan lah. Sungguh hiburan yang maha murah.

Lee Min-ho as Jin-ho, hmm...

Lee Min-ho as Jin-ho, hmm…

Personal Taste tentu saja, seperti umumnya drama Korea, mostly about love. Tokoh utamanya, Kae in sama Jin ho yang dimainin sama Lee Min Ho dan Son Yeo Jin. Ceritanya sih gampang ditebak karena rumus drama Korea mirip-mirip, tapi seperti biasa juga, drama Korea selalu diperkuat sama setting-nya yang macem-macem. Di Personal Taste, yang jadi setting adalah dunia kearsitekturan. Dan bagusnya, juga terasa cukup meyakinkan.

Karena mengalami masalah keuangan dengan perusahaannya, Jin-ho berniat mengerjakan sebuah proyek museum.  Ia mendapat informasi bahwa pemilik museum jatuh cinta pada Rumah Sang Go Jae dan pernah meminta Prof. Park, ayah Kae-in, untuk membuat design semacam itu tapi entah kenapa, ditolak. Jin-ho pun ingin lebih tahu tentang Song Go Jae. Arsiteknya, Prof. Park membangun rumah itu untuk isteri yang dipujanya, tapi isterinya meninggal, dan sejak itu ia hidup dan mengajar di luar negeri. Hanya putri tunggalnya yang tinggal di Sang Go Jae, Park Kae-in.

The messy Kae-in

The messy Kae-in

Cara untuk mengetahui lebih banyak tentang rumah itu adalah dengan tinggal di dalamnya. Dan beberapa kebetulan pun terjadi. Kae-in sedang dalam masalah keuangan (oh, c’mon, kenapa kebetulannya  klise banget begitu sih?). Ia berniat menyewakan sebagian rumahnya dan…bisa ditebak. Yup, Jin-ho lah si penyewa rumah itu. Kae-in menerima Jin-ho karena mengira Jin-ho adalah gay (setelah melihatnya di berbagai insiden yang mengindikasikan dia adalah gay). Dan Jin-ho yang memang berkepentingan untuk tinggal di rumah Kae-in, agak memanfaatkan anggapan itu supaya bisa tinggal di rumah Kae-in.

Kae-in sendiri adalah perempuan di ujung 20-an dan punya masalah dengan kehidupan cintanya. Ia baru diputusin sama pacarnya, Chang-ryul yang menikah sama sahabatnya sendiri, In-hee. Kehidupan pribadinya juga berantakan. Ia tinggal sendirian di rumahnya, karena ibunya meninggal dan ayahnya lebih memilih tinggal di luar negeri.

taste8_part5_2

Bisa ditebak juga, apa yang terjadi setelah Jin-ho dan Kae-in tinggal serumah. Benih-benih suka mulai bersemi. Jin-ho yang nggak pernah pacaran karena terlalu serius bekerja, jatuh simpati sama Kae-in yang lugu tapi tulus.  Tapi kemudian rasa suka itu susah untuk diungkapkan, karena jika Jin-ho ingin mengungkapkan perasaannya,rahasianya akan terbongkar dan ia takut Kae in justru tak akan menerimanya. Di satu sisi, ia juga berpikir bahwa Kae in masih suka sama pacar lamanya. Kae in sendiri bingung sama perasaannya karena merasa bertepuk sebelah tangan. Ia berpikir, Jin-ho benar-benar gay dan nggak bakal menaruh perhatian sama dia.

Drama diperumit dengan persoalan hubungan Kae-in dengan ayahnya, pacar Kae-in yang ingin balik lagi, teman Kae-in, In-hee,  yang selalu ingin merebut pacar Kae-in, ibu Jin ho yang nggak setuju Jin ho pacaran sama Kae-in karena Kae-in pernah pacaran sama Chang-ryul (ayah Chang-ryul merebut perusahaan milik ayah Jin-ho) …ya begitulah drama Korea.

Soal casting-nya sendiri, lumayanlah. , mungkin karena jam terbangnya sudah banyak aktingnya memang cukup meyakinkan jadi Kae-in yang berantakan dan agak lugu. Sementara , meski saya merasa masih ada yang kurang (saya pikir, dia dipasangkan di sini karena dia lagi naik daun), not bad lah. Meski saya merasa, chemistry di antara dua tokoh utama ini terasa kurang.

Untuk yang jadi si antagonis, ini adalah prototype antagonis sinetron. Berwajah cantik tapi judes dan licik. Dan Si Chang-ryul? Ya ampun…pantaslah Kae-in milih Jin-ho. Karakternya memang enggak banget. Anak mama yang plin-plan dan menyebalkan, belum lagi pilihan bajunya yang bikin sakit mata. Saya, pikir, sutradaranya agak keterlaluan menjadikan dia jadi begitu tak menarik seperti itu. Dan Ibu Jin-ho yang agak mengada-ada karena tiba-tiba begitu benci sama Kae-in hanya karena tahu dia pernah pacaran sama Chang-ryul.

photo119221-2

Satu hal lagi, agaknya isu-isu sex before married  sedang jadi trenn di drama-drama Korea. Juga isu homoseksualitas. Isu percintaan dengan cowok lebih muda dan cewek lebih tua. Agaknya, isu-isu semacam itu, semakin terbuka untuk dibicarakan. Mungkin kesannya sedikit tabu, tapi saya pikir, memang begitulah yang sedang berkembang di masyarakat dan kita nggak perlu munafik dengan cara menutup-nutupinya.

Well, Personal Taste memang nggak istimewa. Cerita intinya begitu-begitu saja. Tapi yah, lumayanlah untuk hiburan. Selain cerita yang ringan, romantis habis, tambahan humor, juga pemainnya enak dilihat (well, sebenarnya entah bagaimana saya kurang suka sama Lee Min-ho, tapi tetap saja dia enak dilihat😛 ).  Saya juga sedikit lega karena nggak ada twist si A anak siapa, si B anak siapa, apa si A dan si B kakak adik, yang banyak jadi cerita drama Korea. Cukup recommended-lah!

Cast:
, Park Kae-in
, Jeon Jin-ho
Kim Ji-suk, Han Chang-ryul
Wang Ji-hye, Kim In-hee
Jung Sung-hwa, Noh Sang-jun

Jo Eun-ji, Lee Young Sun
Ryu Seung-ryeong, Choi Do-bin
Choi Eun-seo, Na Hye-mi
, Kim Tae-hoon

Sutradara: 
Penulis : Lee Sae-in (novel), Park Hye-kyung (screenwriter)
Rilis : Maret 2010

Episode : 16

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: