Beranda > Uncategorized > Drama Asia, Awalnya

Drama Asia, Awalnya

Saya rasa, saya mulai mengikuti drama Asia sejak Meteor Garden, yang sepertinya merupakan awal populernya drama-drama Asia di Indonesia. Awalnya, saya sama sekali tak tertarik dengan drama ini. Melihat di episode-episode awal, akting pemainnya terlihat begitu kaku. Tapi teman-teman saya di sekolah heboh tak henti ngomongin si Sanchai dan Dao Ming tse. Karena tak ingin dianggap ketinggalan tren, saya ikut-ikutan nonton.

Waktu itu, pertama di putar di Indosiar, kalau nggak salah diputarnya jam 10 malam. Sudah cukup malam dan saya bela-belain sedikit bergadang. Setelah lama-lama diikuti, ternyata ceritanya bagus dan saya pun jadi kecanduan. Drama Asia menawarkan sesuatu yang berbeda dari sinetron maupun telenovela yang mulanya saya suka tonton. Rasanya lebih realistis dan segar dan mungkin karena sama-sama Asia rasanya juga lebih mengena.

Meteor Garden yang nostalgis

Meteor Garden yang nostalgis

Setelah Meteor Garden, saya pikir makin banyak film-film Asia yang diputar. Setelah Meteor Garden 2, ada Mars, Endless Love, Full House…dan entah apa lagi. Saya tak bisa mengikuti karena mulai kuliah. Paling saya hanya dapat cerita sepotong-sepotong dari teman-teman atau sesekali nonton.

Setelah kesibukan-kesibukan kuliah mulai berkurang di semester-semester menengah, saya mulai punya waktu di kosan sore-sore. Nah, itu waktunya melototin drama Asia di tivi sama teman-teman. Tidak semuanya saya suka. Saya suka cerita yang ringan, segar dan banyak humornya. Saya cukup mengikuti 18 vs 29, Sassy Girl Chunhyang, Beautiful Life, dan yang paling heboh tentu saja, Jewel in the Palace. Meski episodenya panjang, saya nggak pernah bosan nonton drama yang satu ini. Bahkan, saya bersama teman kosan sempat patungan nyewa cd-nya dan bergadang semalaman saking gilanya sama drama ini.

endless love

Setelah Jewel in The Palace, saya tak terlalu mengikuti drama Korea lagi karena kesibukan ini itu. Lagipula, Indosiar mulai agak kacau jadwal siaran drama asianya. Jika sedang ada sedikit sisa uang bulanan, saya patungan nyewa di rental. Tapi kadang juga terlalu sayang karena jatuhnya bisa menghabiskan banyak uang. Jika satu cd di hargai 2000 perak, hitung saja untuk satu drama yang paling nggak ada 10 keping. Bweuh, jaman kuliah, itu sama sekali bukan jumlah yang sedikit.

Sekarang, setelah kerja kerja, saya kembali punya keleluasaan menikmati drama-drama Asia. Saya bisa beli di lapak-lapak CD bajakan yang selalu up to date. Sebulan sekali paling tidak saya ngubek-ngubek koleksi si Abang penjual CD dan memborong beberapa koleksi film dan drama. Untuk drama, terutama Korea. Drama Taiwan saya kurang suka. Kalau Jepang, agak susah cari bajakannya.

jewel in the palace

Saya pikir, Korea sangat produktif dalam menghasilkan drama. Setiap bulan, koleksi lapak selalu ada yang baru. Dan dari pengalaman nonton, saya pikir ceritanya banyak yang klise juga dan menjadi agak membosankan. Tapi, well, saya tetap tidak keberatan nonton drama Korea. Meski ceritanya nyaris sama, tapi selalu ada pemain baru (sama halnya dengan sinetron, agaknya pemain yang selalu baru menjadi taktik untuk tetap mengatasi kejenuhan), ganteng-ganteng pula πŸ˜› Cuma bagaimanapun, sesuatu kalau sudah terlalu berlebih akan mencapai titik jenuh. Saya ingat bagaimana telenovela begitu jaya dulu. Lalu posisinya digantikan drama-drama Asia. Beberapa tahun lagi, kira-kira apalagi yang akan jadi tren ya? Saya berharap sih, film atau drama Indonesia yang populer. Nggak cuma di Indonesia, tapi juga ke negera-negara lain. Hahahha. Hey, who knows? πŸ™‚

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: