Beranda > Uncategorized > Tentang Menonton

Tentang Menonton

Hmm, nggak ingat sih kapan pertamakali nonton film. Tapi awal-awal kenal sama tontonan di tivi. Waktu masih kecil dulu, tivinya masih hitam putih, banyak semutnya, di tempat tetangga pula. Tontonan yang populer waktu itu, tentu saja si Unyil. Terus setiap akhir pekan ada ketoprak yang disiarin TVRI lokal. Itu tontonan wajib sekampung. Ceritanya biasanya tentang  jaman kerajaan, pendekar-pendekar dan saya pun jadi pernah bercita-cita jadi pendekar. Kadang ada juga sinetron atau drama keluarga. Lalu ada TPI yang suka mutar film-film lama kalau siang. Tapi saya nggak terlalu ingat. Belakangan, makin banyak stasiun TV swasta dan pilihan tontonan makin beragam. Ketika film India sedang ngehits-hits-nya, saya sempat keblinger juga sama film India. Saya paling suka kalau yang main Amitabh Bachan tapi paling sebel kalau Mitun yang jadi bintang utamanya. Karena film-film India ceritanya begitu-begitu saja, mulai bosan juga. Lalu sinetron seri Indonesia menjamur. Entah karena waktu itu saya masih kecil dan belum terlalu bisa menilai atau memang bagus, menurut saya sinetron seri Indonesia di awal-awal bagus. Kebanyakan diadaptasi dari novel-novel pop waktu itu kayak Karmila-nya Marga T, Delusi-nya Mira W dan banyak lagi. Bintangnya yang terkenal seperti Donny Damara, Adjie Massaid, Teddy Syah, Dicky Darmawan, Desy Ratnasari, Dian Nitami, Maudy Kusnaedi, Paramitha Rusady, Berliana Febrianty…agak kemudian Ari Wibowo, Primus, Anjasmara, Lulu Tobing, Jihan Fahira, Bella Saphira…Lalu semakin kemari, sinetron seri makin nggak jelas ceritanya, akting pemainnya pas-pasan…saya jadi mengkategorikan nonton sinetron (seri) sebagai salah satu kegiatan ‘yang paling enggak banget.’

Saya nonton di bioskop pertamakali waktu SMA di Medan. Waktu itu, lagi heboh-hebohnya film India, Kuch Kuch Hotahai dan ditratiktirin teman nonton di bioskop kecil dekat tempat tinggal. Ternyata filmnya sudah nggak diputar, jadi nonton film India yang lain, Biwi No. 1, yang dibintangin Salman Khan. Bukan film yang berkesan. Kedua, waktu heboh-hebohnya AADC (yang katanya jadi tonggak hidup kembalinya film Indonesia). Tapi karena nggak dapet tiket, jadinya nonton America’s Sweetheart yang dibintangin Julia Robert ma Catherine Zeta Jones. Bukan film yang terlalu berkesan pula kecuali soundtraknya, All the Love in the World-nya The Corr yang enak banget didengerin.

biwi no1

Setelahnya, saya lama nggak nonton di bioskop. Daripada untuk nonton di bioskop mending buat rental film dan nonton rame-rame. Maklum, harus ngirit uang bulanan. Waktu SMA, kiblatnya masih ke film-film Hollywood, baru setelah kuliah mulai banyak referensi film. Apalagi banyak fasilitas nonton film gratis, kayak di Lembaga Indonesia Perancis seminggu dua kali (kebanyakan film-film Perancis, tentu saja), lalu Bentara Budaya Yogya juga rutin bikin pemutaran film di akhir bulan (filmnya sangat variatif dan film-film kelas festival). Di kampus juga sering ngadain pemutaran film, kadang gratis kadang pake tiket murah. Filmnya juga macam-macam, karena biasanya yang ngadain jurusan-jurusan sastra/bahasa asing. Misalnya, sastra Jepang muter film Jepang, bahasa Korea muter film Korea, bahasa Mandarin mutar film Mandarin…kadang ada juga film Turki, Jerman atau Spanyol…Kegilatan nonton film menjadi sesuatu yang benar-benar menarik. Dan saya pun mulai kencanduan nonton. Kalau lama nggak nonton, hidup rasanya ada yang kurang:P Lagipula, saya pikir menonton film bisa jadi kegiatan yang positif. Bukan sekedar hiburan tapi dari film bisa juga belajar banyak hal.

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: