Age of Youth 2

November 17, 2017 Tinggalkan komentar

Saya suka . Tapi ketika mendengar bahwa drama ini akan dibuat sekuelnya, saya tak terlalu antusias. Salah satu hal yang membuat saya gemar mengikuti drama-drama Korea adalah karena hampir tidak pernah ada sekuelnya. Satu musim langsung habis. Berbeda dengan drama-drama Barat yang episodenya sering ditambah-tambah begitu satu musim sukses dan ceritanya menjadi tak jelas juntrungannya. Meski begitu, saya tetap memutuskan untuk menonton. Apalagi, cerita sendiri memang bisa dibilang ‘terbuka’ dalam artian, konflik-konfliknya tidak bulat. Selain itu, para pemainnya juga sebagian besar tak berubah.

AOY2-2

AOY2-5

Seperti bagian pertamanya, drama ini tetap mengambil latar di kos-kosan cewek Belle Epoque. Diceritakan kalau Jin-myung () si seonbae baru pulang dari China. Ia sudah lulus kuliah dan juga sudah pacaran dengan Jae-wan (chef ganteng di season 1). Ia kemudian mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan agensi artis. Di sana, ia bertemu dengan Heimdal, seorang idol yang gagal tapi tak bisa menerima kegagalannya. Kengototan Heimdal, mengingatkan Jin-myung pada usaha keras yang pernah dilaluinya, dan karenanya, membuatnya bersimpati. Maka terjalinlah hubungan ala noona-dongsaeng di antara keduanya.

AOY2-15

AOY2-4

Song Ji-won ()sudah menjadi mahasiswa akhir dan luntang-lantung tanpa tujuan hidup yang jelas. Ia masih dengan karakter uniknya yang ‘tak tahu malu’, hiperbolis dan suka berbohong. Beberapa hal kemudian membuatnya teringat pada masalalunya tentang teman masa kecilnya bernama Hyo-jin. Dengan dibantu ttm-nya, Seung-min, ia berusaha menggali rahasia masalalunya yang ternyata cukup mengejutkan. Cerita kemudian akan diwarnai hubungan platonis yang manis antara dirinya dan Seung-min () yang diam-diam mulai menyukai Ji-won. Di sisi lain, Ji-won yang terlalu tidak peka, membuat hubungan mereka menarik.

AOY2-23

AOY2-6

Jung Ye-eun ( ) harus kembali kuliah setelah masa penyembuhan traumanya dengan sang mantan pacar yang psiko. Ia belum sepenuhnya sembuh dan masih merasa takut menghadapi dunia ‘nyata.’ Ketika ia sudah mulai punya keberanian, tiba-tiba muncul teror demi teror. Di sisi lain, ia berkenalan dengan cowok culun korban bully, Kwon Ho-chang. Perasaan sama-sama pernah mendapat perlakuan kekerasan, membaut mereka nyaman satu sama lain.

AOY2-9

Si polos Yoon Eun-jae ( digantikan aktris sudah putus dengan seonbaenya tapi belum bisa move on. Eun-jae yang baru pertamakalai mengenal cinta dan patah hati, dibuat kelabakan. Ia berusaha keras untuk menarik perhatian si Sunbae berharap si Sunbae mau kembali kepadanya. Untuk itu, ia nekad melakukan hal-hal berani dan cenderung memalukan, keluar dari karakternya yang pemalu.

AOY2-28

Kang Yi-na () diceritakan pindah kerja ke kota lain. Meski begitu, karakternya masih memiliki keterikatan dengan Belle Epoque. Ia hanya sesekali mengunjungi Belle Epoque dan karenaya, tak ada eksplorasi cerita untuknya.

AOY2--3

Sebagai gantinya, muncul sosok baru, Jo Eun, cewek tomboy bertubuh bongsor yang datang ke Belle Epoqoe karena menemukan ssebuah surat kaleng berisi caci maki yang ditujukan pada penghuni kosan. Eun, meski secara penampilan sangat tomboy dan di permukaan terlihat dingin, tapi sebenarnya berkarakter lembut dan kekanakan. Ia merasa terluka karena ayahnya menikah lagi dan ibunya tak bahagia. Ia juga merasa tak nyaman dengan pertemannnya yang terlalu lengket dengan Ye-ji, yang sering membaut orang salah mengira dirinya lesbi. Pertemuannya dengan penghuni Belle Epoque membuatnya lebih ceria dan terbuka. Apalagi, ia kemudian mulai jatuh cinta pada Jang-hoon (), keponakanpemilik kosan yang hangat dan bertubuh pendek (saya suka melihat perbedaan tinggi badan ini menjadi olok-olok di antara mereka πŸ™‚ ).

AOY2-17

AOY2-24

Jujur sih, di antara dua season ini, saya tetap lebih suka yang pertama. Meski tetap berusaha untuk tak terlalu terkesan menambah-nambah cerita, tapi tetap saja saya merasa bahwa sebenarnya bagian pertama saja sudah cukup danmenurut saya lebih baik kalau karakter-karakternya dibiarkan berkembang di belakang layar. Ada beberapa hal yang kurang sreg bagi saya.

AOY2-30

Pertama, cerita Jin-myung. Menurut salah satu tema kuat AoY adalah kehidupan mahasiswa ngekos. Dan cerita Jin-myung yang sudah kerja mapan, rasanya terlalu ‘serius’ dan ‘tua.’ Memang, kemudian cerita ini tertolong oleh munculnya Heimdal, tapi tetap saja, saya merasa ada gap cerita Jin-myung dengan penghuni kosan yang lain. Kedua, digantinya pemeran Yoon Eun-jae dari aktris oleh . Sebenarnya, saya cukup suka dengan Dia aktris muda yang kemampuan aktingnya cukup bagus. Hanya saja, ia sama sekali tak mirip baik dari segi wajah maupun gaya aktingnya.

AOY2-22

AOY2-18

Karenanya, menjadi cukup sulit bagi saya melihat Eun-jae di season 2 adalah Eun-jae yang sama di season 1. Selain itu, karakter Eun-jae di sini juga rasanya agak terlalu ‘bodoh’ dan agak annoying. Ketiga, cerita Song Ji-won yang rasanya terlalu ‘berat’ jika dibandingkan dengan permasalahan teman-temannya yang lain di Belle Epoque. Dan saya juga kurang suka karena kemudian tokoh utama drama ini seolah adalah Song Ji-won. Saya lebih suka kalau semua karakter mendapat eksplorasi dan peran yang sejajar. Keempat, ketiadaan Kang Yi-na. Sebenarnya sih tak terlalu mempengaruhi cerita. Hanya saja, kemunculannya yang hanya sesekali cukup memberi ‘nyawa’, yang menurut saya, tak lepas dari akting bagus pemainnya, . Agak sayang juga sih, karena konon tidak mainnya Hwa-young di sini karena dia terlibat skandal di kehidupan nyatanya.

AOY2-8

 

 

Tapi, meski begitu, ada juga kok hal-hal yang menurut saya menarik dari drama ini. Munculnya karakter baru Jo Eun cukup memberi warna dengan karakternya yang lucu. Belakangan, saya justru paling suka dengan cerita Jo Eun ini, yang dimainkan dengan sangat bagus oleh aktris pendatang baru, Choi A-ra (ini pertamakali saya lihat akting dia). Selain itu, karakter Jung Ye-eun juga cukup solid. Entah karakternya yang sudah berkembang atau akting yang juga lebih baik, menurut saya karakter Ye-eun menjadi salah satu karakter terbaik di season ini. Menambah seru , tentu munculnya sosok-sosok baru seperti Seo Jang-hoon yang dibawakan dengan pas oleh , Kwon Ho-chang dan Heimdal.
Yeah, overall tetap enak dinikmati kok.

Note:
Saya baca di internet, isunya drama ini kemungkinan akan dibuat sekuel ketiganya. Hmm, well, meski saya sebenarnya merasa sudah cukup di sini saja, tapi saya pikir, saya akan tetap menontonnya kalau memang sungguhan dibuat. Hehe. Saya harap sih ceritanya tak melantur kemana-mana. Dan mungkin akan lebih fresh kalau muncul karakter-karakter baru, menggantikan karakter yang sudah ‘tua’ seperti cerita Jin-myung yang rasanya tak nyambung lagi bahkan mungkin juga Ji-won karena diceritakan di sini memang sudah mau lulus. Bukan apa-apa, tapi kan temanya memang ‘youth’ jadi seharusnya ya memang cerita dunia anak muda, to?

Cast:
– Yoon Jin-myung
– Jung Ye-eun
– Song Ji-won
– Yoo Eun-jae
Choi A-ra – Jo Eun

– Seo Jang-hoon
Lee You Jin – Kwon Ho-chang
An Woo-yeon – Heimdal
– Im Seung-min
Shin Hyun-soo – Yoon Jong-yeol

Shin Se-hwi – An Ye-ji
Ha Eun-sul – HAn Yoo-kyung
Choi Bae-young – Song Kyung-a
– Kang Yi-na
Yoon Park – Park Jae-wan
Choi Yu-hwa – Moon Hyo-jin

Judul: Age of Youth 2/ Chungchoonshidae 2
Sutradara:
Penulis:
Tayang: JTBC, 25 Agustus – 7 Oktober 2017
Episode: 14 episode
Negara/bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Iklan
Kategori:Uncategorized

Girls’ Generation 1979

November 16, 2017 Tinggalkan komentar

Berlatar kota Daegu tahun ’70an. Jung-hee adalah remaja SMA yang agak naif. Ia tinggal bersama keluarganya, yang merupakan pengusaha tekstil kecil-kecilaan. Ayahnya sangat patriarkis. Saudara kembarnya Bong-soo lebih disayang karena cowok dan dianggap akan menjadi penerus keluarga. Ibunya seperti pembantu dan ayahnya diam-diam menjadlin kedekatan dengan si Bibi, pembantunya.

GG1979

GG1979-1

Di sekolah, Jung-hee jatuh cinta pada Son-jin, kakak kelas paling pintar dan paling populer di sekolah. Di sis lain, temannya, Bae Doong-moon ( ) yang culun naksir dirinya. Jung-hee pun berusahamelakukan berbagai cara untuk menarik perhatian Son-jin. Hingga kemudian muncul Hye-joo, murid pindahan dari Seoul yang cantik, pintar dan baik hati. Hye-joo membuat cowok-cowok terpukau, termasuk Son-jin. Meski cemburu, tapi Jung-hee tak bisa membenci Hye-joo karena kebaikannya. Di sisi lain, Hye-joo sebenarnya justru jatuh cinta pada Young-choon (), seorang cowok pekerja paruh waktu yang misterius. Ada juga Ae-sook (), teman sekolah Jung-hee yang jahat dan menyebalkan.

GG1979-2

Bad acting

GG1979-4

Ketika di awal baca cast drama ini, sebenarnya saya agak underestimate. Bintang utamanya adalah seorang idol, dan masih baru di dunia akting pula (ia main jadi salah satu pemain pendukung di drama The Best Hits dan aktingnya tak terlalu mengesankan). Tapi ketika kemudian baca baca review di internet yang rata-rata menyebutkan bahwa drama ini bagus, saya pun jadi penasara. Selain itu, temanya yang retro dan berlatar Daegu juga terdengar menarik. Ditambah lagi jumlah episodenya juga cuma 8.

GG1979-7

Jujur sih, setelah menonton saya agak kecewa karena ternyata tak sebagus yang disebut-sebut para reviewer. Saya benar-benar nggak paham bagiaman para netter memuji-muji drama ini dan menulis bahwa 8 episode rasanya tak cukup. Alih-alih bagi saya, 8 episode saja rasanya sudah kebanyakan untuk drama seperti ini. Ceritanya biasa banget, cenderung berputar-putar dan mudah ketebak, kompilasi dari berbagai cerita tentang cinta remaja dalam drama Korea: kakak kelas yang cakep, saingan yang lebih cantik, ditaksir cowok baik hati yang culun… Well, sebenarnya sih cerita semacam itu masih cukup enak dinikmati selama diramu dengan baik. Hanya saja, saya merasa drama ini digarap dengan kurang ‘smooth’ plus cast yang kurang solid dan pengkarakteran yang agak annoying.

GG1979-3

Choi Bona yang sempat saya ragukan kemampuan aktingnya, ternyata justru menjadi yang paling bersinar di sini. Ia dengan pas membawakan sosok Jung-hee, remaja naif lengkap dengan logat Daegunya yang terdengar pas (konon Bona memang aslinya dari Daegu). Male lead-nya, yang diperankan aktor muda juga cukup bagus. Saya pernah menulis tentang aktor satu ini, yang beberapa waktu lalu masih anak-anak dan sekarang ternyata sudah beranjak dewasa. Dan yah, karena memang ia aktor yang sudah cukup berpengalaman, tak heran kalau ia aktingnya di sini juga sama sekali tak sulit. Hanya saja, saya justru merasa dia agak wasted main di drama yang mediocre begini, apalagi karakternya di sini juga agak terlalu bodoh.

GG1979-8

GG1979-10

Aktris lain yang cukup saya harapkan adalah . Selama ini, ia selalu lovable dengan peran-perannya meski cuma di supporting role. Secara akting sih menurut saya Do-hee sudah bagus, hanya saya karakter yang diperankannya, Ae-sook rasanya terlalu annoying.

Aktris pendatang baru Chae Seo-jin juga berakting cukup bagus (dia yang main di film Will You Be There bareng dan juga adalah adik aktris ). Tapi menurut saya ia juga kurang ‘wah’ sebagai Hye-joo yang digambarkan sangat cantik dan jadi idola para cowok. Sementara sosok Young-choon yang diperankan terasa agak flat.
Dan bolong terbesar menurut saya adalah cast untuk Son-jin, si kakak kelas idola. Akting pemainnya masih terlihat kaku dan sama sekali tak ada karismanya. Sehingga rasanya kurang meyakinkan untuk jadi ‘obsesi’nya Jung-hee.

GG1979-11

Menonton drama ini agak mengingatkan saya sama drama Adolescence Medley yang dibintangi dan , karena temanya yang agak mirip. Dan menurut saya, jauh lebih bagus. Meski begitu nuansa retronya cukup dapet dan juga latar Daegu dengan logatnya yang unik.

Cast:
Bona – Lee Jung-hee
Chae Seo-jin – Jung Hye-joo
– Bae Dong-moon
– Joo Young-choon
Yeo Hoi-hyeon – Son-jin
– Sim Ae-sook

Kwon Hye-jo – ayahnya Jung-hee
Kim Sun-young – ibunya Jung-hee
Park Ha-na – bibinya Jung-hee
Jo Byeong-gyu – Lee Bong-soo
In Gyo-jin – Guru Oh
Kim Jae-hwa – guru

Judul: Girls’ Generation 1979 / Lingerie Girls’ Generation / Lanjeri Sonyeoshidae
Sutradara: Hong Seok-Ku
Penulis: Kim Yong-Hee (novel), Yoon Kyung-Ah
Produser: Moon Joon-Ha
Tayang: KBS2, 11 September – 3 Oktober 2017
Episode: 8
Negara/Bahasa: Korea Selata/Korea

Kategori:Uncategorized

Daddy You, Daughter Me

November 13, 2017 Tinggalkan komentar

Do-yeon (), seorang remaja SMA. Seperti umumnya remaja, ia sedang dalam masa transisi dan sikapnya cenderung jutek, terutama terhadap ayahnya. Sang Ayah () pun sering merasa kesal karena tak memahami sikap Do-yeon.

Daddy Daughter-2

Suatu hari, ia dan ayahnya mengalami kecelakaan dan hal itu membuat mereka mengalami pertukaran tubuh. Ayah anak ini pun kemudian harus bertukar peran. Sang ayah yang berada di tubuh Do-yeon, harus menjadi anak SMA. sementara Do-yeon menjadi ayahnya yang harus bekerja di kantor.

Daddy Daughter-4

Proses pertukaran peran ini pun kemudian membuat keduanya menjadi lebih memahami satu sama lain, dan akhirnya membuat hubungan mereka lebih baik.

Daddy Daughter-3

Sebuah film bertema keluarga yang ‘sederhana’ dan dikemas dalam cerita berbau fantasi. Plotnya sendiri terasa biasa saja dan jalinan ceritanya standar belaka. Tapi lumayan menghiburlah, apalagi aktris utamanya, , bagi saya cukup lovable. Dan aktor-aktor pendukunya, meski bukan nama-nama ‘besar’ tapi adalah aktor-aktor yang cukup sering wara-wiri di depan layar dan punya kemampuan akting yang solid, mulai dari , , Lee Mi-do, , , … Lumayan.

Cast:
– Won Do-yeon
– Won Sang-tae
– Ibu
Shin Goo – Kakek
Lee Mi-Do -Na Yoon-mi
– Joo Jang-won
– Bae Jin-young
Heo Ga-yoon – Ahn Kyung-mi

Judul: Daddy You, Daughter Me / Dad is Daughter / Abbaneun Ddal
Sutradara: Kim Hyung-Hyub
Penulis:Takahisa Igarashi (novel), Choi Yoon-Mi, Kim Ji-Sun, Jin Na-Ri, Jo Sung-Woo
Produser: Kim Yoon-Suk, Kim Se-Hoon, Kim Dong-Gyoon, Hwang Jung-Lim, Lee Hong-Suk, Jung Yoo-Dong
Sinematografer: Jung Ki-Won
Rilis: 13 April 2017
Durasi: 115 menit
Distributor: Megabox Plus M
Negara/Bahasa: Korea Selatan, Korea

Kategori:Uncategorized

On the Beach at Night Alone

November 12, 2017 Tinggalkan komentar

Young-hee () adalah seorang aktris yang terlibat skandal perselingkuhan dengan sutradara beristri. Setelah tinggal di luar negeri selama beberapa waktu, ia kemudian kembali ke Korea. Ia bertemu teman-temannya, para seonbae yang tetap mendukungnya dan berharap ia akan bisa kembali membangun karirnya. Young-hee sendiri tampak masih bingung dan dirundung duka. Ketika jalan-jalan ke pantai, ia kemudian bertemu kru filmnya sang sutradara selingkuhannya, Seung-hee (). Young-hee kemudian diajak bergabung untuk minum bersama para kru, termasuk si sutradara. Ia tak bisa mencegah diri untuk terlibat dalam perdebatan yang emosional dengan si sutradara.

on the night beach-1

on the night beach-2

Saya selalu menikmati film-film yang sangat khas. Seperti film-filmnya yang lain, cerita dalam film-filmnya seperti sebuah ‘curhat’ tentang kehidupannya sendiri. Dan film ini, menurut saya adalah ‘curhat’ yang paling kentara (meski konon Hong menampiknya ketika diwawancarai). Seperti halnya cerita dalam film ini, menjalin hubungan ‘terlarang’ dengan aktrisnya, dan kemudian dicerca publik karena ia masih berstatus suami orang. Cerita film sendiri lebih pada mempertanyakan tentang standar masyarakat terkait perselingkuhan dan kenapa cinta yang tulus dianggap sebagai sesuatu yang salah. Dan bagusnya Hong karena ia memaparkannya dari sudut pandang si cewek, bukan dirinya sendiri (film-film Hong memang selalu menampilkan sosok perempuan-perempuan yang kuat dan mandiri).

on the night beach-3

on the night beach-5

Tak heran juga kalau kemudian terlihat sangat effortless memerankan sosok Young-hee dengan segala luapan emosinya yang terasa begitu transparan. Wajar juga jika kemudian ia mendapat penghargaan sebagai aktris terbaik di ajang penghargaan film internasional, Berlin Film Festival, karena menurut saya, memang di film ini aktingnya terasa unforgettable (heran juga, kenapa justru di ajang penghargaan film Korea ia bahkan tak pernah mendapat nominasi). Meski kemudian saya curiga karena mungkin Young-hee bukan sedang berakting di sini melainkan memerankan dirinya sendiri. Whatever, sebagai sebuah film, film ini bagus dan layak diapresiasi.

Cast:
– Young-hee
– Myung-soo
Moon Sung-Geun – Sang-won
– Seung-hee
Seo Young-Hwa – Ji-Young
Kwon Hae-Hyo – Chun-Woo
Song Seon-Mi – Joon-Hee
Ahn Sun-Young – Sun-Hee

Judul: On the Beach at Night Alone/ Bamui Haebyunaeseo Honja (밀의 ν•΄λ³€μ—μ„œ 혼자)
Sutradara/Penulis/Produser:
Sinematografi: Park Hong-Yeol
Rilis: February, 2017 (Berlin International Film Festival)
Durasi: 101 menit
Produksi: Jeonwonsa Film
Distributor: Contents Panda
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Baeksang Art Awards 2017:
– Nominasi Best Director,

Berlin International Film 2017:
-Golden Bear
– Best Actress award ()

Korean Association of Film Critics Awards 2017:
Top Ten Films

Kategori:Uncategorized

Taxi Driver

November 11, 2017 Tinggalkan komentar

Berlatar tahun 1980.
Kim Man-seob () adalah seorang supir taksi yang tinggal bersama putri semata wayangnya. Istrinya sudah meninggal. Penghasilannya tak menentu. Suatu hari, ia mendengar tentang kedatangan seorang bule, Peter, yang hendak menyewa taksi ke Gwangju dengan bayaran besar. Tanpa babibu, ia menyerobot temannya untuk mengantar Peter demi iming-iming bayaran besar. Peter ternyata adalah seorang jurnalis asal Jerman yang sedang menyamar. Ia ingin menyusup ke Gwangju demi meliput kekerasan yang terjadi di sana.

Taxi Driver

Gwangju sedang kacau balau. Warganya berdemonstrasi menentang pemerintahan yang otoriter. Militer menembaki warga sipil. Akses ke Gwangju ditutup sehingga nyaris tak ada pemberitaan yang memadai bagi orang luar.

Taxi Driver-2

Setelah dengan susah payah, Kim akhirnya berhasil membawa Peter sampai di Gwangju. Di sana, mereka bertemu para mahasiswa ikut demonstrasi, di antaranya adalah Jae-sik (), yang kemudian bertindak sebagai penerjemah karena kemampuan Bahasa Inggrisnya. Kim yang tujuan awalnya semata untuk mendapatkan bayaran besar, akhirnya mau tak mau ikut terjebak dan terlibat dalam kekacauan yang mengerikan. Melihat kesewangan-wenangan itu, hatinya kemudian ikut terpanggil. Bersama kenalan barunya sesama supir taksi, Tae-sool (), Man-seob kemudian berusaha ikut membantu Peter.

Taxi Driver-4

Taxi Driver-5

Film ini disebut-sebut sebagai salah satu film terlaris Korea. Dan saya pun paham kenapa. Ceritanya terasa heroik tapi juga tidak terkesan one man show. Dan yang jelas, pastilah relevansi bagi sejarah Korea mengingat film ini didasarkan pada kisah nyata. Ddidukung pula dengan jajaran cast yang solid. yang memang pakarnya tokoh anti hero dalam film-film Korea, bermain bagus seperti biasa. Begitu juga dengan yang selalu stellar sebagai pemain pendukung. Aktor pendatang baru juga cukup lovable, meski ( mungkin akrena karakternya) menurut saya sih aktingnya dia di sini agak forgettable. Satu hal yang agak mengusik saya adalah adegan heroisme para supir taksi yang menurut saya digambarkan agak berlebihan. Tapi overall, bagus dan seru kok.

Note:
– Film ini konon berdasarkan kisah nyata dari kisah reporter Jerman, Jurgen Hinzpeter yang meliput kekerasan Gwangju pada bulan Mei 1980. Seperti di film ini, ia menyewa taksi yang dikemudikan oleh sopir bersama Kim Sa-bok. Meski sosok Kim Sa-bok sendiri tak persis seperti yang digambarkan dalam film ini karena memang tak ada informasi yang jelas. Setelah situasi membaik, Jurgen sempat berusaha mencari keberadaan Sa-bok tapi ternyata tak ketemu. Setelah pemutaran film ini, konon baru terungkap identitas asli Kim Sa-bok. Kim Sa-bok ternyata sudah meninggal, empat tahun setelah kejadian Gwangju karena sakit. Jurgen sendiri meninggal tahun 2015. Seperti dalam closing film ini, disebutkan kalau Jurgen ingin sekali bisa bertemu lagi dengan Sa-bok. Hmm, sedih ya 😦

Cast:
– Kim Man-seob
Thomas Kretschmann – Peter
– Hwang Tae-sool
– Koo Tae-sik
Park Hyuk-kwon – Reproter Choi
Choi Gwi-hwa – kepala militer
Uhm Tae-goo – Tentara penjaga
Jeon Hye-jin – ibunya Sang-goo
Ko Chang-seok – ayahnya Sang-goo

Judul: Taxi Driver/ Taeksi Woonjunsa
Sutradara:
Penulis: Uhm Yoo-na, Jo Seul-ye
Produser: Seo Kang-ho, Yoon Se-young, Park Eun-kyung
Sinematografi: Ko Nak-sun
Rilis: 2 Agustus 2017
Durasi: 137 menit
Distributor: Showbox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Daejong Film Awards 2017:
Best Film
Nominasi: Best Director, Best Actor ()

The Seoul Awards 2017: Best Actor (), Nominasi Best Film

Kategori:Uncategorized

A Single Rider

November 10, 2017 Tinggalkan komentar

Kang Jae-hoon()Β  adalah seorang pengusaha yang sedang mengalami kebangkrutan. Istri () dan anaknya tinggal di Australia. Di tengah keadaan putus asa, ia mendapati dirinya mengunjungi anak dan istrinya. Tapi ketika didapatinya sang istri tampak bahagia dan menjalin kedekatan dengan seorang lelaki bule beranak satu tetangganya, Jae-hoon merasa tak cukup berani menampakkan diri di depan mereka.

videoplayback.mp4_000803414

 

Dalam keadaan bingung dan sedih, ia luntang lantung ke sana kemari, hingga ia bertemu dengan seorang gadis muda yang sedang backpackeran ke Australia sendirian, Oh Ji-na (). Karena kepolosannya, Gi-na kemudian ditipu sekelompok geng anak muda Korea yang tinggal di Australia. Kedua orang ini yang sedang putus asa ini, kemudian berbagi kebingungan bersama.

videoplayback.mp4_005194006

Penasaran sama film ini karena castnya, dan . Ditambah lagi latarnya yang luar negeri. Jarang-jarang film Korea mengambil setting di luar negeri, Australia pula.Cerita dan plot film ini sendiri bernuansa indie, hal yang cenderung irit konflik. Biasanya sih saya asyik-asyik saya mengikuti film dengan cerita seperti itu, tapi nggak tahu kenapa, film ini cukup membosankan, terutama setelah sampai di tengah-tengah dan rasanya tak ada perkembangan cerita yang berarti.

videoplayback.mp4_005298979

Namun begitu, tidak buruk kok, meski menurut saya, kekuatan film ini lebih pada aktor utamanya, yang mampu membawa cerita yang biasa menjadi terasa berbobot. Sementara untuk sosok sendiri, kurang terlihat, tapi menurut saya lebih pada karakternya. Aktris muda juga bermain baik, meski menurut saya pada beberapa bagian aktingnya kadang terlihat kurang meyakinkan.

Cast:
– Kang Jae-hoon
– Soo-jin
– Ji-na

Judul: A Single Rider
Sutradara/Penulis: Lee Joo-young
Rilis: 22 Februari 2017
Durasi:97 menit
Distributor: Warner Bross
Negara/Bahasa: Korea Selatan-Australia/ Korea-Inggris

Kategori:Uncategorized

Midnight Runners

November 9, 2017 Tinggalkan komentar

Hee-yeol () adalah murid yang pintar dan masuk akademi polisi karena ingin sesuatu yang berbeda. Sementara Ki-joon (), masuk akademi polisi karena biayanya yang gratis. Meski di hubungan mereka kurang baik, tapi belakangan, mereka justru menjadi sahabat akrab.

midnight runners-1

Suatu hari, ketika sedang ijin jalan-jalan menikmati hari libur, tanpa sengaja mereka menjadi saksi sebuah penculikan yang ternyata melibatkan sindikat pembuahan sel telur perempuan untuk bayi tabung. Ketika mereka berusaha melaporkan kejadian itu, ternyata banyak prosedur ribet yang harus dilewaati. Padahal, jika aksi penyelamatan terlambat dilakukan, kemungkinan akan muncul korban yang besar.

midnight runners-4

Mereka berdua kemudian dihadapkan pada dilema antara mematuhi disiplin kampus agar tak kena sanksi atau malah dikeluarkan atau melanggarnya demi menyelamatkan orang-orang. Dan yah, kita tahu bahwa pilihannya tentulah pada yang kedua. Maka dimulailah aksi heroik mereka dalam menegakkan kebenaran. Dan sebagaimana film tentang heroisme, juga bisa ditebak bagaimana hasilnya.

midnight runners-5

Pertama, karena alasan saya menonton film ini. Kedua, karena baca ulasan yang menyebut film ini lumayan. Sempat box office juga di Korea sono. Dari segi cerita sih rasanya standar saja. Aksi heroismenya juga agak klise. Tapi pesan moralnya tersampaikan dengan baik. Kedua aktor utamanya juga bermain pas dan menunjukkan bromance yang cukup meyakinkan.

Note:
Film ini mendapat penghargaan untuk kategori Best New Actor di Daejong Film Awards. Akting cukup bagus sih, tapi menurut saya juga nggak stellar-stellar amat sehingga rasanya nggak terlalu pantas dapat iawardnya. Dan agak aneh juga karena tahun sebelumnya Park juga dapat nominasi untuk kategori serupa. Kategori ‘new’nya jadi agak membingungkan.

Cast:
– Hee-yeol
– Ki-joon
– Joo-hee
– Prof Yang

Judul: Midnight Runners/Young Cop/ Chungnyeonggyungchal
Sutradara/Pennulis: Kim Joo-hwan
Rilis: 9 Agustus 2017
Durasi: 109 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Daejong FilmAwards 2017:
-Best New Actor:
Nominasi: Best New Director

Kategori:Uncategorized
the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar