Tears for You

Desember 9, 2016 Tinggalkan komentar

Youta dan Kaoru adalah kakak adik dari ayah dan ibu yang berbeda. Mereka menjadi saudara karena ayah dan ibu mereka menikah. Meski begitu, mereka selalu saling menyayangi layaknya saudara kandung.
tears-for-you-2006-dvdrip-xvid-cd1-axine-avi_000674199
Setelah sang ayah yang seorang musisi kabur dan sang ibu meninggal, keduanya kemudian tinggal di rumah nenek mereka di pulau. Beranjak remaja, Youta ()pergi ke kota dan bekerja keras untuk Kaoru () dan neneknya. Sekarang, Kaoru juga sudah remaja dan akan masuk sekolah menengah di kota. Kaoru pun kemudian tinggal bersama Youta.
tears-for-you-2006-dvdrip-xvid-cd1-axine-avi_000248628

tears-for-you-2006-dvdrip-xvid-cd1-axine-avi_001530843
Kaoru adalah gadis yang pintar, dan Youta berharap Kaoru bisa masuk universitas yang bagus kelak. Sayang, ketika ia hendak mewujudkan impiannya membuka usaha kafe, ia kena tipu dan malah terjerat hutang. Youta pun kemudian bekerja lebih keras dengan menjadi kuli. Kaoru diliputi rasa kasihan dan bersalah melihat keadaan Youta. Sementara itu, kesadaran bahwa mereka bukan saudara kandung, menimbulkan perasaan cinta yang berbeda di antara keduanya. Meski begitu, karena hubungan itu dirasa tak mungkin, masing-masing menjaga jarak dan berusaha mengendalikan perasaan mereka.
tears-for-you-2006-dvdrip-xvid-cd1-axine-avi_001372439
Di sisi lain, karena kerja keras Youta, membuat kondisi kesehatannya memburuk.
tears-for-you-2006-dvdrip-xvid-cd2-axine-avi_000363098
Sebenarnya, ketika melihat judulnya, saya merasa tak terlalu tertarik dengan film ini. Khawatir kalau ceritanya terlalu cengeng. Apalagi, saya baca di sinopsis kalau ceritanya melibatkan cinta yang tabu antara kakak-adik. Wah… Tapi demi melihat cast-nya yang lovable, dan , yang juga saya cukup familiar dengan film-film mereka yang qualified, saya memutuskan untuk menonton juga. Dan yah,  ternyata tidak secengeng judulnya kok. Cerita, plot, latar, dan karakter disajikan dengan sedemikian rupa sehingga terkesan realistis dan tidak klise. Hubungan cinta platonik antara Youta dan Kaoru juga disajikan dengan begitu rapi, lewat karakter-karakter keduanya yang sangat penuh kontrol diri. Hal ini juga tentunya tak lepas dari akting bagus kedua pemainnya. Satoshi–love him since –bermain bagus sebagai Youta yang penuh semangat, cenderung ceroboh dan penuh tanggung jawab. Demikian juga dengan Masami, sebagai Kaoru yang agak tomboy dan ceria tapi juga memiliki sisi dewasa.
tears-for-you-2006-dvdrip-xvid-cd1-axine-avi_000933700
Sayangnya, cerita yang sudah terasa solid ini, kemudian diakhiri sesuai dengan judulnya. Ya, sebenarnya saya tak keberatan kok dengan ending yang sedih, tapi kalau bisa memilih, saya berharap eksekusi ceritanya bukan seperti itu. Ini bukan pertama kalinya saya menonton film Jepang dengan cerita semacam ini, sebut saja , yang membuat saya bertanya-tanya, kenapa sih orang Jepang suka dengan cerita cinta  tak sampai dan berujung kematian? Tapi overall,  film yang cukup layak untuk ditonton.

Cast:
– Youtara Aragaki
– Kaoru Aragaki
Kumiko Aso – Keiko Inamine
Eiichiro Funakoshi – Kameoka

Judul: Tears for You/ Nada So So (涙そうそう)
Sutradara: Nobuhiro Doi
Penulis: Noriko Yoshida
Produser: Yasuo Yagi, Kazuya Hamana, Junichi Shindo, Jun Nasuda
Sinematografi: Takeshi Hamada
Rilis:  30 September 2006
Durasi: 118 menit
Distributor: Toho
Negara/Bahasa: Jepang

Film Festival:
– Nippon Connection  2008
– Hawaii International Film Festival  2009 – Spotlight on Okinawa

The Plan Man

Desember 9, 2016 Tinggalkan komentar

Jung-suk ()adalah penderita obsesive kompulsif disorder. Ia terobsesi dengan kerapian dan kebersihan. Kemana-mana ia selalu membawa antiseptik dan disifektan karena merasa kotor setiap kali bersentuhan dengan orang. Ia bekerja di perpustakaan dan teman-temannya menganggapnya aneh. Karenananya, ia selalu sendirian.
the-plan-man-2013-xvid-ac3-zoom-avi_003543540

the-plan-man-2013-xvid-ac3-zoom-avi_000648565
Suatu hari, ia bertemu seorang perempuan penjaga toko yang mirip dengannya, Ji-won. Jung-suk pun jatuh cinta. Tapi ternyata Ji-won justru merasa benci dengan dirinya yang aneh dan karenanya, tak menyukai Jung-suk. Ji-won bahkan kemudian menganjurkan Jung-suk untuk ikut terapi seperti dirinya.
the-plan-man-2013-xvid-ac3-zoom-avi_001562015
Di toko yang sama, Jung-suk kemudian bertemu So-jung (), seorang gadis bergaya rocker yang berantakan dan suka asal-asalan. Karena So-jung tahu tentang perasaan Jung-suk pada Ji-won, Jung-suk kemudian sering curhat dan minta saran So-jung untuk sembuh dari kelainan yang diidapnya.  So-jung kemudian mengajak Jung-suk membuat band dan ikut audisi menyanyi. Perlahan, kedekatannya itu justru menimbulkan benih-benih cinta di antara keduanya dan juga membantu terapi Jung-suk.
the-plan-man-2013-xvid-ac3-zoom-avi_002905641

the-plan-man-2013-xvid-ac3-zoom-avi_006625389
Satu lagi film Korea bergenre komedi romantik. Ceritanya lumayan lucu dan ringan. Tapi yah, satu hal yang selalu membuat saya berkerut kalau nonton romcom Korea adalah bagian-bagian akhirnya yang hampir selalu  jatuh menjadi cerita yang cengeng berurai airmata. bermain bagus sebagai sangman yang freak, dan juga main bagus sebagai si gadis rocker. Ini pertamakalinya saya lihat dia memerankan karakter yang cukup berbeda dengan karakter ‘gadis cantik’ yang biasa ia mainkan. Tapi sayangnya, bagian dia sebagai penyanyi terasa kurang meyakinkan. Menyanyi dan main musiknya terlihat sekali kalau lipsync.  Tapi ya, karena mungkin ini bukan bercerita tentang musik, jadi bisa dimaafkan. Lumayan.

Cast:
– Han Jung-suk
– Yoo So-jung
Cha Ye-ryun – Lee Ji-won
Kim Ji-young – psikiater
Park Kil-soo – Kepala Seksi Nam
Park Jin-woo – Sang-hoon
Park Jin-joo – Eung-ha
Joo Jin-mo – pemilik laundry
– Kang Byung-soo (eks pacarnya So-jung)

Judul: The Plan Man/ Peulraenmaen (플랜맨)
Sutradara: Sung Si-Heub
Penulis: Lee Jung-A, Sung Si-Heub
Produser: Choi Moon-Soo
Sinematografi: Park Yong-Soo
Rilis: 9 Januari 2014
Durasi: 115 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Like Father, Like Son

Desember 7, 2016 Tinggalkan komentar

Ryota Nonomiya dan istrinya, Midori, adalah pasangan muda yang terlihat bahagia.  Ryota yang agak workaholic, bekerja di sebuah perusahaan besar dan berkecukupan secara materi. Mereka punya seorang anak laki-laki yang manis dan penurut, Keita. Sifat Keita yang cenderung lamban, sempat membuat Ryota berpikir bahwa anaknya tidak mirip dirinya yang agresif. Meski begitu, ia dan istrinya begitu menyayangi Keita. Tapi kebahagiaan mereka tiba-tiba goyah ketika mereka mendapat telepon dari rumah sakit tempat istrinya melahirkan dan mengabarkan bahwa anak mereka tertukar ketika masih bayi dulu.
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_000044638

like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_001965296
Keluarga yang bayinya tertukar itu adalah keluarga Saiki, keluarga sederhana yang hangat pemilik toko elektronik. Anak yang tertukar itu diberi nama Ryusei, dan dia memiliki dua orang adik. Berbeda dengan Keita, Ryusei adalah anak yang lincah, enerjik dan agak nakal khas anak lelaki, mirip sifat Ryota.
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_002500474

like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_006246366
Keadaan itu kemudian membuat kedua keluarga kebingungan. Mereka sudah terlanjur mencintai masing-masing anak dan merasa sebagai anak kandungnya sendiri. Meski begitu kenyataan bahwa mereka bukan darah dagingnya sendiri membuat mereka risau. Ryota yang kaya sempaat berpikir untuk mengaasuh keduanya, tapi tentu saja hal ini membuat keluarga Saikitersinggung. Akhirnya, diputuskan untuk pelan-pelan menukar anak-anak mereka dengan berganti tempat tinggal pada setiap akhir pekan. Namun, masalah kemudian muncul karena anak-anak ini merasa asing dengan orang tua dan rumah baru mereka. Di sisi lain, Ryota yang selama ini hampir tidak pernah punya waktu untuk anaknya kemudian harus bekerja keras membangun kedekatan dengan anak kandungnya sendiri. Ia pun menyadari bahwa selama ini, ia bukanlah seorang ayah yang baik.
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_005078238
Hehe, ide ceritanya mungkin sekilas agak mirip-mirip sinetron karena melibatkan anak yang tertukar. Tapi tenang saja, karena di film ini, cerita itu digarap dengan sangat sophisticated. Bagaimanapun, kejadian semacam itu mungkin saja terjadi dalam kehidupan nyata dan pastilah akan sangat membingungkan ketika dihadapkan pada situsasi itu.  Dan yah, pada akhirnya, tak penting anak kandung atau bukan yang terpenting adalah bagaimana menjadi ayah yang baik bagi anak-anak. Good movie!
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_006910595
Cast:
Masaharu Fukuyama – Ryota Nonomiya
Machiko Ono – Midori Nonomiya
Keita Nonomiya – Keita Nonomiya

Lily Franky -Yudai Saiki
Yōko Maki – Yukari Saiki
Shôgen Hwang – Ryusei Saiki

Jun Kunimura – Kazushi Kamiyama
– Riko Ishizeki
Isao Natsuyagi – Ryosuke Nonomiya
Jun Fubuki – Nobuko Nonomiya

Judul: Like Father, Like Son (Soshite Chichi ni Naru)
Sutradara: Hirokazu Koreeda
Produser: Kaoru Matsuzaki, Hijiri Taguchi
Penulis: Hirokazu Koreeda
Musik: Shin Yasui
Sinematografi: Mikiya Takimoto
Editing:     Hirokazu Koreeda
Rilis: 18 Mei 2013 (Cannes)/ 28 September 2013 (Jepang)
Durasi: 120 menit
Negara/Bahasa: Jepang

Awards;
Cannes Film Festival  2013 :
– Jury Prize
– Nominasi Palm d’Or

Toronto International Film Festival –  2013
Vancouver International Film Festival 2013:
– Rogers People’s Choice Award
San Sebastián International Film Festival 2013:
– TV Audience Award

The Classified File

Desember 7, 2016 Tinggalkan komentar

Busan tahun 1978. Eun-joo, seorang bocah perempuan anak pengusaha perikanan diculik dan penculik minta uang tebusan. Setelah pencarian berhari-hari tak ketemu, sang ibu dan sang bibi pergi ke sana kemari untuk mencari pertolongan, termasuk pergi ke dukun dan tukang ramal. Salah satu peramal yang mereka datangi adalah Guru Kim (), murid seorang biksu terkenal yang memutuskan ‘turun gunung’ karena  merasa tak cocok prinsip dengan gurunya. Kim satu-satunya yang meramalkan bahwa Eun-joo masih hidup hal yang membuat si ibu dan si bibi percaya. Termasuk anjuran Kim untuk mencari pertolongan pada seorang detektif karena memiliki unsur yang dianggap bisa menyelamatkannya.
the-classified-file
Detektif Kong Gil-yong () adalah detektif yang sebenarnya punya banyak prestasi, tapi karena sifatnya yang terlalu idealis dan slengekan, membuatnya tidak disukai teman-temannya sehingga tidak pernah mendapat kenaikan jabatan. Awalnya, ia tidak terlalu berminat untuk membantu mencari Eun-joo karena wilayah kerjanya berbeda, tapi atas desakan keluarga dan juga hati nuraninya, ia akhirnya setuju membantu. Dan meski ia sempat meremehkan Guru Kim yang dianggap tidak rasional, akhirnya mereka bekerja sama.
the-classified-file3

the-classified-file1
Namun proses penculikan itu cukup rumit. Si pelaku terlalu banyak tingkah. Belum lagi tim internal kepolisian yang tidak kompak dan sibuk memanfaatkan kasus itu sebagai ajang cari muka, yang justru membuat kacau proses penyelidikan. Lee pun dengan idealismenya dan tidak tahan dengan cara kerja timnya, dengan dibantu Guru Kim akhirnya melakukan penyelidikan sendiri dan.. berhasil. Tapi dasar teman-temannya tak tahu malu, mereka sibuk mengklaim keberhasilan itu sebagai hasil kerja mereka dan akhirnya naik jabatan. Sementara Kang dan Kim yang sudah bekerja keras terlupakan.
the-classified-file5
Yah, lagi-lagi soal penculikan anak-anak. Tema yang familiar sekali dalam film Korea. Tapi ya, film thriller selalu menarik karena misteri yang membuat penasaran. Dan saya pikir, film ini mampu menjaga ceritanya dengan baik sehingga membuat penonton ingin terus mengikutinya. Satu hal yang berbeda dari film ini dibanding film tentang penculikan yang sudah ada, karena tema besarnya bukan pada penculikan itu, tapi pada orang yang bekerja untuk mengungkap dan menangkap si penculik. Di tambah lagi, cerita film ini konon memang berdasarkan kisah nyata.  Dan dalam kehidupan nyata, kita memang bisa mendapati kisah yang mirip seperti ini, tentang orang-orang penjilat yang sibuk cari muka dan orang-orang baik yang justru tersingkir. Untunglah, karena juga film ini berdasar kisah nyata, Tuhan tidak tidur dan orang-orang seperti Kang  dan Kim akhirnya bisa memetik buah dari apa yang mereka tanam.
the-classified-file4
Sebuah cerita tentang kebajikan yang diramu dengan bagus. Soal sinematografi blabla, sebagai awam saya melihatnya sih cukup bagus, menggambarkan situasi di tahun 70-an dengan baik. Dari segi akting, semuanya juga bermain dengan baik. bermain bagus sebagai Kang, si detektif pembangkang, meski menurut saya kok karakter yang dimainkannya mirip-mirip ya dengan film-film dia sebelumnya. Akting bagus lainnya adalah sebagai Guru Kim terlihat humble dan tulus. Salut sih untuk ahjussi satu ini karena selalu bisa memberi sentuhan berbeda pada karakter-karakter yang dimainkannya.
Overall, recommended.

Note:
Film ini konon didasarkan pada kisah nyata, penculikan seorang putri orang kaya di Busan yang terjadi pada tahun 1978 dan 1979.

Cast:
– Kong Gil-yong
– Kim Joong-san
Lee Jung-Eun – ibunya Eun-joo
– bibinya Eun-joo
Jung Ho-Bin – Seo Jung-hak
Song Young-Chang – ayahnya Eun-Joo
Hwang Chae-Won – Eun-Joo
Lee Hyo-Je – Kong Sung-Han (anaknya Gil-yong)
Jin Sun-Mi – istrinya Kim Joong-San
Lee Hyo-Je – Sung-Han

Judul: The Classified File / Keukbisoosa
Sutradara:
Penulis: Han Dae-Duk,
Produser: Yoo Joo-Young, Kim Byoung-In
Sinematografi: Ki Se-Hoon
Rilis: 18 Juni 2015
Durasi: 108 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Age of Youth

Desember 6, 2016 Tinggalkan komentar

main drama? Pastilah bukan sembarang drama, apalagi tayangnya di TV kabel pula. Itulah yagn terlintas di pikiran saya ketika mendengar kabar tentang pembuatan drama ini. adalah salah satu aktris favorit dan selama ini lebih dikenal sebagai aktris film dengan film-film yang selektif. Di tambah lagi semakin kesini saya semakin tertarik mengikuti drama-drama tayangan TV kabel karena kebanyakan punya cerita dan plot yang tidak mainstream.
age-of-youth-19
Age of Youth berkisah tentang 5 cewek yang tinggal di kos-kosan a bernama Belle Epoque. Pertama adalah Yoon Jin-myung ( ), mahasiswa senior yang tak lulus-lulus karena kebanyakan cuti untuk bekerja. Jin-myung berasal dari keluarga miskin, dan seolah sudah jatuh tertimpa tangga. Karena selain harus bekerja keras untuk membayar biaya kuliah,  juga membiayai pengobatan adiknya yang sudah koma bertahun-tahun. Keadaan itu menempanya untuk menjadi sosok yang selalu berusaha mengandalkan diri sendiri. Karenanya, ketika ada lelaki baik  rekan kerjanya, Park Jae-wan, yang menawarkan cinta kepadanya, ia justru menjaga jarak.

age-of-youth-8

Han Ye-ri sebagai Yoon sunbae

age-of-youth-17

Yoon Park, ehm😛

Kang Yi-na punya paras cantik dan badan bagus. Sebuah insiden yang nyaris merenggut nyawanya membuat ia merasa hidupnya tak berarti. Dengan kecantikan yang dimilikinya, Yi-na kemudian menggunakannya untuk menggaet para lelaki kaya hidung belang dan hidup berfoya-foya. Ketika melihat Jin-myung yang harus mati-matian bekerja untuk bertahan hidup, Yi-na pun terusik. Di tambah lagi pertemuannya dengan seorang lelaki paruh baya berwajah sedih, perlahan membawa perubahan pada dirinya.

age-of-youth-13

Kang Yi-na yang nakal tapi baik

age-of-youth-14
Jung Ye-eun adalah cewek girlie dan bermulut nyinyir. Ia sangat membanggakan hubungannya dengan pacarnya yang tampan. Meski begitu, sebenarnya ia inferior. Dibalik kehidupan cintanya yang terlihat harmonis, sebenarnya pacarnya memperlakukannya dengan buruk. Tapi Yi-eun dengan bodoh tetap berusaha mempertahankan hubungannya.

age-of-youth-2

Ye-eun yang inferior

age-of-youth-11

Song jI-won yang tomboy

Song Ji-won () adalah gadis tomboy dan tak punya malu. Ia selalu terobsesi ingin punya pacar, tapi cowok-cowok selalu dibuat ilfil karena sikapnya. Namun di balik karakter asalnya, Ji-won sebenarnya seorang teman yang paling peka dan juga berpikiran  paling bijaksana.

age-of-youth-1

Si culun Yoo Eun-jae

age-of-youth-12
Penghuni terakhir adalah Yoo Eun-jae, mahasiswa baru dari daerah yang polos dan culun. Eun-jae adalah gadis manis, tapi diam-diam menyimpan rahasia masalalu yang kelam terkait kematian ayahnya.
age-of-youth-6
Disajikan dalam 12 episode, penonton diajak mengikuti kehidupan mereka berlima. Mungkin tak sepenuhnya seperti judulnya yang terkesan ceria, cerita drama ini justru agak muram dan sedikit berbau misteri. Tapi jangan khawatir, karena nuansa anak mudanya tetap kuat kok, dunia kos-kosan dan kampus yang terasa realistis. Ceritanya terasa kontemplatif, tapi tetap disajikan dengan ringan dan menghibur. Ditambah lagi misterinya juga tidak gelap-gelap amat, dan dikupas dengan rapi dari episode per episode sehingga membuat penasaran. Eksplorasi masing-masing karakter juga terasa berimbang, semua karakter mendapat ekslplorasi karakter yang cukup sehingga karakternya terasa jelas. Apalagi, masing-masign karakter memang punya kekhasannya sendiri sehingga terasa lovable.
age-of-youth-18

age-of-youth-22

Akting nangis Han Ye-ri yang beberapa kali membuat saya ikut menangis😛

Dari segi akting, menurut saya semuanya berakting dengan bagus. Meski pada beberapa bagian, Han Seung-Yeon yang jadi Yi-eun tidak selalu berhasil ketika harus menunjukkan emosi mendalam. ? Jangan ditanya lah. Beberapa kali saya dibuat ikut mau menangis setiap kali ada adegan dia menangis. Menurut saya dia sangat berhasil memerankan sosok Senior Yoon, yang tough dan penuh harga diri dengan sangat baik. Meski di sisi lain, menurut saya karakternya di sini agak terlalu depresif, tapi masalahnya lebih pada cerita saya kira. Patut diacungi jempol juga pemain yang lainnya, yang sempat membuat saya agak underestimate karena tak familiar dengan mereka dan beberapa berlatar idol. Tapi ternyata tidak. Ryu Hwa-Young sangat bagus memerankan Kang Yi-na yang bitchy tapi juga tetap simpatik,  sebagai Song Ji-won yang agak freak dan tak tahu malu dan Park Hye- soo sebagai Eun-jae yang culun.

age-of-youth-23
Dan yah, drama ini memang female centered, tapi juga tetap melibatkan cowok kok, dan lumayan cakep-cakep. Favorit saya sih Yoon Park, yang jadi Park Jae-won. Sleain karakternya di sini juga keren dan manly, wajahnya juga sangat enak dilihat. Hihi…
Overall, Good drama!

Cast:
– Yoon Jin-myung
Han Seung-Yeon – Jung Ye-eun
– Song Ji-won
Ryu Hwa-Young – Kang Yi-na
Park Hye-Soo – Yoo Eun-jae

Yoon Park – Park Jae-wan
Ji Il-joo – Ko Doo-young
Shin Hyun-soo – Yoon Jong-yeol (sunbae)
Son Seung-won – Im Sung-min
Choi Duk-Moon – Oh Jong-Gyoo (ahjussi)
Min Sung-Wook – manajer restoran
Yoon Jong-hoon – Seo Dong-joo
Moon Sook – ibu kos

Judul: Age of Youth / Chungchoonshidae (청춘시대)
Sutradara: Lee Tae-Gon
Penulis: Park Yeon-Sun
Tayang: JTBC, 22 Juli – 27 Agustus 2016
Episodes: 12
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Canola

Desember 5, 2016 Tinggalkan komentar

Nenek Gye-choon () seorang pencari tiram di Pulau Jeju. Ia hanya tinggal dengan cucu perempuan kesayangannya Hye-ji, yang yatim piatu.  Hye-ji sangat suka menggambar dan sang nenek yakin bahwa kelak, Hyeji akan berhasil dengan bakatnya. Suatu hari, sang nenek membawa Hye-ji ke pasar. Di tengah keriuhan Hye-ji terpisah dari neneknya dan kemudian hilang tanpa jejak.
canola-8
Nenek Gye-choon sangat berduka dengan kehilangan itu dan terus berusaha mencarinya.  Hingga 12 tahun kemudian, tiba-tiba muncul seorang remaja yang mengaku dirinya Hye-ji (). Nenek pun senang bukan main. Karena tahu cucunya senang menggambar, sang nenek pun mendaftarkan Hye-ji ke sebuah sekolah menengah seni. Hyeji kemudian bertemu teman sekelasnya yang perhatian, Han-yi (), dan juga guru seninya () yang selalu mendukungnya. Namun sebenarnya Hye-ji menyimpan rahasia. Dan sikap Hye-ji yang aneh juga menimbulkan kecurigaan dari orang-orang kampung, dan menyarankan hyeji untuk melakukan test DNA. Benarkah Hyeji adalah sang cucu Nenek Gye-choon yang hilang 12 tahun lalu.?

canola-4

 
Cukup lama  untuk bisa menonton film ini karena menunggu subtitlenya cukup lama. Thanks a lot untuk uploader subtitle bahasa Indonesianya di subscene. Pertama, karena . Meski artis pendatang baru, tapi aktris satu ini selalu menunjukkan kualitas aktingnya yang solid dengan pilihan film-film yang berkualitas ( , ). Dan dari membaca sinposis ceritanya, sepertinya menarik.

Secara garis besar cerita film ini memang menarik, karena mengetengahkan hubungan antara nenek dan cucu. Latar pulau Jeju yang ‘eksotis’ menjadi nilai tambah. Sentuhan misteri cukup membuat penasaran, tapi sayang karena menurut saya ada beberapa ‘lubang’ yang membuat saya mengerutkan kening ketika menontonnya.
canola-3
Pertama, peristiwa di seputar hilangnya Hye-ji terasa  agak kurang meyakinkan. Digambarkan bahwa suasana pasarnya terlihat tak ramai-ramai amat, sehingga rasanya agak aneh kalau sang nenek kesulitan menemukan Hye-ji lagi. Dan yang membuat saya bingung, kenapa Hye-ji tidak mencari neneknya? Dia digambarkan sebagai anak manis dan cerdas, yang sangat menyayangi neneknya, kenapa dia terlihat senang-senang saja terpisah dari neneknya? Kenapa keluarga yang menemukan Hye-ji tak juga segera mencari keluarga Hye-ji, juga tak digambarkan dengan jelas.  Selain itu, juga agak terlalu kebetulan ketika kemudian sosok Hye-ji remaja ternyata juga memiliki bakat melukis seperti Hyeji kecil.  Dan seperti biasa juga kebanyakan film Korea ada terlalu banyak airmata di bagian-bagian akhir yang bagi saya selalu terasa berlebihan dan alih-alih membuat terharu, justru membosankan. Terus, bagian Hye-ji dengan teman-teman gengnya juga membuat saya bingung. Kenapa teman-teman lelakinya begitu kasar dan melarangnya berhubungan dengan Min-hee ()?
canola-2
Menurut saya, sebenarnya tanpa tambahan cerita misteri pun, film ini tetap mempunyai cerita yang menarik dengan lebih memfokuskan pada hubungan nenek dan cucunya dengan segala perbedaan pikiran dari dua generasi yang berbeda. Cerita semacam itu menurut saya justru akan lebih realistis dan berbobot.
canola-6
Terlepas dari semua itu, untuk segi akting aktor senior  bermain apik sebagai Nenek Gye-choon lengkap dengan segala bahasa tubuh ala nenek-nenek pedesaan umumnya. juga bermain bagus sebagai Hye-ji dengan segala kecanggungan-nya. Selain itu juga ada , sebagai guru seni Hye-ji. Saya selalu menyukai aktor satu ini, karena meskipun perannya seringkali hanya sebagai pemain pendukung, tapi selalu berhasil mencuri scene dengan aktingnya yang effortless.  Dan pencuri scene lainnya adalah aktor pendatang baru dengan karakternya sebagai pemuda kasar dan annoying. canola-5
Ohya, di sini juga ada nama , yang sejak promo membuat saya sudah underestimate. Bagi penggemar ,  saya minta maaf, tapi sejak melihat aktingnya yang kaku  di drama , jujur saya jadi ilfil sama dia.  Karenanya, di-castingnya dia di film jenis ini membuat saya agak heran, meski juga saya berusaha untuk berpikir positif bahwa mungkin kemampuan aktingnya sudah lebih baik. Dan well, setelah menonton aktingnya di sini, penilaian saya belum berubah. Dia memang tidak terlihat kaku, tapi sosok yang diperankannya di film ini juga bukan sosok dengan karakter yang kuat atau malah bisa dibilang nggak penting. Sosoknya di sini hanyalah remaja SMA biasa, yang terlihat baik,  murah senyum dan kemana-mana naik sepeda, yang tak jelas alasannya kenapa, langsung menyukai Hye-ji. That’s all.  Dugaan saya pemasangan dia di sini lebih sebagai pengongkrak nilai jual film karena bagaimanapun, he’s idol.
Yah, well, apa yang saya tulis ini subyektif belaka sih. Dengan segala bolongnya, menurut saya film ini tetap lumayan untuk ditonton.

Cast:
– Nenek Gye-choon
– Hye-ji
Kim Hee-Won – Suk-ho (Paman)
Shin Eun-Jung – Myung-ok (bibi)
– Guru Seni Choong-seob
– Han-yi
– Chul-hun
Nam Tae-boo – Choong-hee
– Min-hee
– fitness trainer (Cameo)

Judul: Canola/ Grandmother Gye-Choon/ Gyechoonhalmang
 (계춘할망)
Sutradara: Chang
Penulis: Yang Seo-Hyun, Ha A-Reum, Chang
Produscer: Kim Jung-Gon, Choi Hyun-Mok
Sinematografi: Park Jang-Hyuk
Rilis: 19 Mei 2016
Durasi: 116 menit
Distributor: Nanda Kinda
Negara/Bahasa: Korea/Korea Selatan

The Last Princess

Desember 3, 2016 Tinggalkan komentar

Kekaisaran Korea yang sedang diambang keruntuhan ketika Jepang menginvasi Korea. Raja diracun dan keluarga kerajaan sebagian dikirim ke Jepang, termasuk  Putri Dok-hye (/ ). Putri Dok-hye adalah seorang yang nasionalis, tapi tak bisa melawan perintah itu. Pun ketika kemudian dia berada di Jepang dan tak pernah bisa kembali ke Korea.
the-last-princess1
Ia kemudian bertemu Kim Jang-han (), yang menjadi pengawalnya. Jang-han sebenarnya adalah lelaki yang ditunangkan kepadanya semasa di Korea dulu, namun karena keadaan politik yang tak menentu, mereka tak pernah jadi menikah. Kim sebenarnya adalah pejuang kemerdekaan yang menyamar sebagai tentara Jepang. Bersama teman-temannya sesama pejuang, mereka membangun gerakan pemberontakan bawah tanah. Dok-hye yang mengetahu hal ini, kemudian melibatkan diri.
the-last-princess3
Sayang, ketika pemberontakan akhirnya diletuskan, mereka gagal. Putri Dok-hye dan keluarganya yang sedianya akan dibawa ke Shanghai, tertangkap di perjalanan. Ia kemudian terpaksa menikah dengan lelaki Jepang yang dijodohkan untuknya, tapi tetap selalu menyimpan harapan untuk kembali ke tanah air.
the-last-princess7

the-last-princess5
Tahun 1945, Perang Dunia 2 berakhir dan Jepang menyerah. Dok-hye berniat kembali ke Korea. Tapi karena alasan pemulihan politik, ia dilarang masuk ke Korea. Setelah itu, kabar berita tentang Dok-hye pun ‘menghilang.’
the-last-princess10
Tahun ’61, Jang-han yang telah menjadi jurnalis dan terus mencari jejak keberadaan Dok-hye akhirnya menemukannya. Ia pun menjemput Deokhye diJepang dan kemudian memulihkan kewarganegaraannya. Setelah 30 tahun, sang putri akhirnya bisa kembali ke tanah airnya.
the-last-princess13

the-last-princess14
Dari judulnya, saya tadinya mengira ini adalah sejenis film romance. Meski saya yakin, bukan romance sembarangan karena cast utamanya adalah yang bisa dibilang nyaris selalu main di film serius. Yah, bisa dibilang juga sih film ini berbau romance, tapi bukan disitu cerita besarnya, yang lebih mengangkat isu nasionalisme. Apalagi, konon cerita film ini terinspirasi dari kisah nyata. Cerita dan alurnya enak diikuti dan castnya juga bermain dengan bagus. Mungkin tidak sesolid , tapi worthed to watch lah.

Cast:
– Putri Deokhye
– Kim Jang-han
Yoon Je-Moon – Han Taek-soo
– Bok-soon
Jung Sang-Hoon – Bok-dong
Park Ju-mi – Selir Gwin Yang (ibunya Deokhye)
Park Soo-young – Kim Young-chin
– Kim Hwang-jin
– Takeyuki
– Raja Gojong
– Lee Woo
– Kim Bong-guk
Lee Chae-Eun – Jung-hye
– Princess Deokhye (muda)
Shin Rin-Ah – Princess Deokhye (anak-anak
Yeo Hoi-Hyeon – Kim Jang Han (muda)
Lee Hyo-Je – Kim Jang Han (anak-anak)

Judu: The Last Princess  / Princess Deokhye/ Deokhyeongjoo (덕혜옹주)
Sutradara:
Penulis: Kwon Bi-Young (novel)
Rilis: 3Agustus 2016
Durasi: 127 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea-Jepang

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar