Herstory

Juni 25, 2019 Tinggalkan komentar

Moon Jung-sook () adalah seorang perempuan pebisnis yang membuat yayasan untuk advkasi para perempuan yang pernah menjadi korban Jepang. Tapi tak mudah karena seringkali, korban sendiri merasa enggan untuk menuntut keadilan karena malu terhadap stigma masyarakat. Para korban seringkali dianggap sebagai pelacur Jepang oleh masyarakat.

her story (1)

Kim Hee-ae yang aktingnya keren

Tapi Jung-sook pantang menyerah,. Dengan dibantu beberapa pengacara yang salah satunya bernama Lee Sang-il (), ia berhasil membawa para korban untuk menuntut keadilan di pengadilan Jepang. Lagi-lagi tak mudah karena pihak Jepang juga tak mau serta merta disalahkan. Prosesnya begitu lama dan melelahkan (konon berlangsung dari tahun 1992 hingga 1998)

her story (2)

her story (11)

Lagi-lagi film bertema comfort woman. Bagus sih, hanya saja karena sudah ada beberapa film bertema serupa yang dibuat sebelumnya yang juga bagus-bagus (, ), bagi saya pribadi, agak mengurangi kenikmatan menonton. Apalagi di banding dua film sebelumnya, penyajian konflik cerita film ini cenderung tak terlalu kuat. Mungkin karena diangkat dari kisah nyata.

her story (10)

Kim Joon-han yang selalu jadi scene stealer

Tapi di atas itu semua, ini adalah film yang bagus dan juga digarap dengan baik, berlatar tahun ’90an. Jajaran castnya juga sangat solid karena mengetengahkan para aktris veteran ‘kelas berat’ mulai dari , , , , & Lee Yong-nyeo. Lalu juga ada , , dan Lee Seol.

her story (8)

Semuanya bermain dengan baik, meski menurut saya, akting stellar ditunjukkan oleh yang terlihat begitu meyakinkan sebagai perempuan yang begitu elegan, pintar dan mandiri. Tak heran kalau ketika ajang Baeksang kemarin, ia merupakan nominasi kuat sebagai Best Actress. Dan menurut saya sebenarnya dia layak dapat gelar tersebut. Meski juga memang bagus, tapi saya merasa karakter yang diperankan Kim lebih’kaya’. Tapi ya sudahlah. Ohya di sini juga ada , yang menurut saya selalu menjadi scene stealer. Overall, good movie!

Cast:
– Moon Jung-sook
– Bae Jung-kil
– Park Soon-nyeo
– Seo Gwi-soon
Lee Yong-nyeo – Lee Ok-joo

– CEO Shin
– Pengacara Lee Sang-il
Jung In-Gi – Manajer Choi
– Sun-young
Park Jung-Ja – Madame Hong
An Se-Ha – pengemudi taxi (cameo)
Lee Seol – Hye-Soo (anaknya Jung-sook)

Judul: Herstory
Sutradara/Penulis:
Sinematographer: Park Jung-Hoon
Rilis: 27 Juni 2018
Durasi: 121 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Iklan

Her Private Life

Juni 20, 2019 Tinggalkan komentar

Sebenarnya, saya belum sampai pada tahap ngefans sama sih, (saya hanya mengikuti beberapa saja dari drama/film yang dia bintangi), tapi saya cukup menyukainya sebagai aktor. Dan saya juga salah satu orang yang berharap dia dapat peran utama di drama, karena dia punya modal untuk itu: tampang cakep, tinggi, dan kemampuan akting yang baik. Gusar juga kenapa dia terlalu lama jadi pemeran pembantu, yang bahkan kadang aktor utamanya nggak lebih berpengalaman dari dia.

Her Private Life (17)

Kim Jae-wook, salah satu hal yang bikin saya penasaran sama drama ini

Karenanya, saya cukup antusias ketika mendengar kabar kalau dia bakal jadi male lead drama rom-com. Meski di sisi lain, sempat agak-agak underestimate juga ketika baca sinopsis dan pemeran perempuannya, . Park adalah aktris yang baik, hanya saja, sebelum drama ini dia baru saja menyelesaikan rom-com juga (Secretary Kim) yang kayaknya karakternya akan rada-rada mirip. Drama yang dia bintangi sebelumnya cukup ngehits tapi saya pikir penonton akan bosan dengan cast yang tipikal. Cerita drama ini juga terkesan kurang tight. Tapi tetap, saya berpikir untuk menontonnya. Apalagi, sutradaranya juga cukup terkenal, sutradara Hong yang terakhir nyutradarain drama .

Her Private Life (8)

Ketika mulai tayang, rating drama ini tak buruk, tapi juga tak spektakuler. Hanya sekitar dua persen. Termasuk rendah untuk ukuran drama TV kabel yang belakangan sering dimulai dari 5 % atau bahkan 8 %. Padahal, drama dengan rating segitu, juga kebanyakan cendrung just so so. Ketika saya baca komen di internet, cukup variatif meski kebanyakan cenderung positif. Karena katanya ceritanya ringan dan chemistry castnya bagus. Jarang-jarang saya mengikut drama ongoing, tapi karena penasaran, memutuskan untuk nonton meski belum selesai masa tayangnya.

Seperti ketika saya baca di sinopsis, drama ini memang ceritanya ringan belaka. Adalah Sung Deok.-mi (), yang sehari-hari bekerja sebagai kurator di galeri seni. Ia cerdas dan profesional, tapi dibalik itu ternyata menyimpan rahasia sebagai fangirl seorang idol muda bernama Cha Si-an yang imut-imut. Fangirlnya Deok-mi ini sudah dalam tahap yang cukup fanatik, karena dia bahkan mengelola fanpage yang memiliki banyak pengikut.

Her Private Life (4)

Ryan Gold () adalah seorang seniman sekaligus direktur galeri di Amerika yang cukup populer. Ia orang Korea yang diadopsi di Amerika ketika kecil dan memiliki masalalu yang kurang menyenangkan. Ia sedang mengalami stuck berkarya karena melihat lukisan bertema gelembung sabun yang berkaitan dengan masalalunya. Ketika direktur galeri di tempat Deok-mi bermasalah, Direktor Eom yang nyentrik, Ryan kemudian datang untuk menggantikannya. Ryan sendiri sebenarnya punya misi pribadi, yakni ingin menemukan pelukis lukisan gelembung sabun yang ternyata berkaitan dengan Cha Si-an.

Her Private Life (6)

Karena sebuah insiden, Deok-mi kemudian digosipkan punya skandal dengan Si-an, yang membuatnya dibully para fan fanatik, yang salah satunya adalah Cindy, anak mantan direkturnya. Karena ulah fans fanatik yang mengerikan, Ryan yang merasa kasihan pada Deok-mi, kemudian mengajaknya menjadi pacar pura-pura. Deok-mi yang awalnya tak menyukai Ryan karena terlihat angkuh, perlahan menemukan sisi aslinya yang ternyata baik dan gentle, dan yah, mulai jatuh cinta deh. Pun dengan Ryan yang juga mulai tertarik pada Deok-mi. Cerita selanjutnya ya bisa ditebak deh karena namanya juga rom-com, hehe…

Her Private Life (14)

Untuk memperkaya cerita, akan ada beberapa karakter pendukung. Ada Eun-ki, atlet taekwondo, sahabatnya Deok-mi yang sudah seperti saudara bagi Deok-mi, tapi ternyata diam-diam menyukai Deok-mi. Sun-joo, bff-nya Deok-mi yang sama-sama fangirlnya si-an tapi harus menahan diri karena sudah menikah dan punya anak. Da-in, teman baiknya Ryan sesama seniman yang naksir Ryan. Cindy (), fans fanatik yang kekanakan, Cha si-an yang jadi idol dan ternyata punya kaitan dengan Ryan, orang tua Deok-mi…

Her Private Life (10)

Well, yah, seperti ketika saya baca sinopsisnya dulu, pada dasarnya memang tak ada yang terlalu fenomenal dari drama ini. Rom-com yang ringan belaka. Nyaris tak ada konflik yang tak terlalu berarti. Dan menurut saya sudah oke sih sebagai sebuah rom-com yang memang tujuannya buat menghibur. Penyelesaian-penyelesaian konfliknya logis dan nggak bertele-tele. Romance-nya romantis dan terasa mature. Meski sempat ada konflik orang ketiga, tapi nggak sampai annoying kok. Pokoknya benar-benar light lah. Bagian endingnya agak draggy sih, tapi menurut saya bisa dimaafkan karena cuma sebentar. Lagipula, karena drama ini ceritanya dari novel, jadi ya memang mungkin draggy-nya bukan karena dramanya, tapi ya karena cerita novelnya.

Her Private Life (21)

 

Dan yah, kekuatan utama drama ini sih menurut saya adalah pada karakternya, terutama leadnya. Banyak yang memuji kalau Ryan Gold adalah salah satu karakter male lead terbaik dalam dunia rom-com Korea, dan saya setuju dengan hal itu. Karakter Ryan digambarkan agak arogan, tapi sebenarnya baik dan hangat. Dia nggak pernah sungkan untuk meminta maaf kalau merasa salah dan mengucap terimakasih kapan saja. Diluar terlihat cool, tapi tetap terasa manusiawi dengan segala kekurangannya. Dan yah, tentu hal ini tak lepas dari sosok yang memang seperti menyatu dengan karakter Ryan. Apalagi, di kehidupan nyata Kim memang selalu terlihat cukup nyeni, terutama penampilannya yang selalu punya ciri khas dan berkarakter. Dan sepertinya, karakter Ryan Gold bakalan menjadi salah satu perannya yang ikonik dan bakal diingat lama. Ikut seneng sih karena menurut saya, dia deverved it.

Her Private Life (25)

Disisi lain, juga bermain bagus memerankan karakter Deok-mi yang juga karakter yang menyenangkan. Meski digambarkan sebagai seorang fangirl fanatik, tapi di dunia kerja ia tetap profesional dan terlihat smart. Ia juga selalu bijak menyikapi masalah-masalah yang menimpanya. Chemistry Park dan Kim juga bagus banget sebagai pasangan yang selalu saling mendukung. Banyak yang komen kalau fangirlingnya dia ke idol mungkin agak berlebihan untuk seusia dia, tapi sebenarnya juga cukup realistis karena sebenarnya banyak orang yang begitu di dunia nyata.

Her Private Life (29)

Cerita pendukungnya juga enak diikuti. Karakter-karakternya lainnya juga lovable dan diberi prosi yang pas dalam eksplorasi masing-masing karakternya. Cindy, misalnya, yang di awal saya pikir bakal jadi karakter antagonis, tapi dalam perkembangannya ternyata menjadi sosok yang menyenangkan. Demikian juga dengan ibunya. Lalu teman-teman kantor Deok-mi, orang tua Deok-mi.. bahkan karakter cameo pun ceritanya terasa ngeblend. Latar dunia galerinya cukup meyakinkan sehingga nggak cuma terkesan tempelan. Karakter-karakter pendukungnya juga punya cerita sendiri-sendiri yang enak diikuti. Overall, drama yang menyenangkan. Dan di internet saya baca cukup ramai yang membicarakan drama ini dan memuji-muji akting dan . Untuk pertama kalinya, sepertinya jadi trending di dunia perdramaa-an deh. Hanya saja, nggak tahu kenapa, meski gaungnya riuh di dunia maya, rating drama ini hingga akhir masa tayangnya tetap rendah. Mungkin karena memang ceritanya yang nggak banyak konflik sih, juga timingnya mungkin kurang pas karena seperti ada kejenuhan pada rom-com belakangan ini.

Her Private Life (9)

Di sisi lain, , meski sepertinya cukup terkenal, tapi juga sepertinya nggak terlalu banyak digandrungi penonton Korea seperti atau yang memang sudah lama jadi male lead. Demikian juga , yang meski drama-dramanya cukup laris, tapi namanya belum sebesar atau . Jadi ya mungkin bisa dipahami sih, rating yang rendah begitu. Meski kadang mikir, kasihan juga kru-nya karena sebenarnya, menurut saya banyak drama yang kualitasnya hampir sama atau malah lebih buruk, tapi nggak tahu kenapa ratingnya bisa tinggi. Yah, faktor luck mungkin?

Note: Didasarkan pada novel berjudul “Noona Paen Datkom” oleh Kim Sung-Yeon (terbit 10 April 2007)

Cast:
– Sung Deok-mi
– Ryan Gold

Ahn Bo-Hyun – Nam Eun-ki
One – Cha Shi-an
– Cindy
Park Jin-Joo – Lee Sun-joo
– ibunya Deok-mi
Maeng Sang-Hun – ayahnya Deok-mi
Hong Seo-young – Choi Da-in
– Eom So-hye
Seo Ye-hwa – Yoo Kyung-a
Jung Won-Chang – Kim Yoo-Sub
Im Ji-Kyu- Kang Seung-min
Yoo Yong-Min – Joo Hyuk
Kim Ho-Chang – dokternya Ryan (cameo)
– Kong Eun-Young (ibunya Ryan)

Judul: Her Private Life/ Geunyeoui Sasaenghwal
Sutradara:
Penulis: Kim Sung-yeon (novel)
Tayang tvN, 10 April – 30 Mei 2019
Episode: 16

Intimate Strangers

Mei 12, 2019 1 komentar

Seok-ho, Tae-soo, Joon-mo dan Young-bae adalah sahabat sejak kecil. Empat puluh tahun kemudian, ketika mereka sudah sudah memiliki kehidupannya sendiri-sendiri, persahabatan itu tetap terjalin erat.

intimate strangers (6)

Seok-ho () sudah menjadi dokter bedah plastik yang sukses, beristrikan Ye-jin ( ), seorang psikiater. Keduanya dihadapkan pada perselesihan kecil menghadapi putri mereka yang beranjak dewasa, So-young (). Ye-jin khawatir dan takut kalau putrinya terlalu bebas pacaran, sementara Seok-ho lebih terbuka.

Tae-soo () menjadi pengacara dan beristrikan, Soo-hyun (), ibu rumah tangga biasa yang cenderung naif. Hubungan mereka merenggang karena Soo-hyun merasa terganggu dengan kehadiran ibu mertuanya yang ikut tinggal bersama. Sementara Tae-soo yang agak kasar, merasa jengkel dengan sikap Soo-hyun.

intimate strangers (8)

Joon-mo ( ) berbisnis kafe, menikah dengan Se-kyung (), yang muda dan cantik, yang mengelola klinik hewan. Hubungan keduanya terlihat selalu romantis dan mesra. Tapi sebenarnya juga terlihat rapuh karena Joon-mo dikenal playboy di masa mudanya, dan Se-kyung tak ingin punya anak.

intimate strangers (1)

Young-bae bisa dibilang yang kehidupannya kurang berhasil. Ia bermasalah dengan pekerjaannya sebagai guru dan juga masih single. Ia punya pacar, tapi tak pernah dikenalkannya pada teman-temannya.

Suatu hari, Seok-hoo yang baru membeli rumah mewah, mengundang teman-temannya untuk makan malam di rumahnya. Hubungan dan pembicaraan mereka terlihat akrab layaknya sahabat lama. Dalam sebuah obrolan, Ye-jin mengusulkan semacam permainan dengan meletakkan HP di atas meja dan jika ada pesan atau panggilan masuk selama mereka mengobrol, orang tersebut harus membaca atau memperdengarkan obrolan keras-keras. Dari sanalah, kemudian terungkap banyak rahasia yang tak diketahui di antara masing-masing sedekat apapun hubungan mereka.

intimate strangers (7)Sebuah film dengan tema yang unik, bagaimana sedekat apapun kita dengan seseorang, tak ada yang benar-benar 100% mengenalnya dan juga bagiamana di era gadget seperti sekarang, sebuah HP bisa menyembunyikan banyak rahasia . Yah, walaupun katanya film ini adalah remake dari film Italia (dan saya belum menontonnya), tapi tetap saja menurut saya film ini bagus dan digarap dengan baik. Temanya terkesan sederhana, demikian juga dengan alurnya, karena film ini bisa dibilang cuma melibatkan adegan satu momen, acara makan malam dan ngobrol-ngobrol. Tapi konfliknya terbangun dengan baik dengan alur yang rapi dan intense, sehingga sama sekali nggak membosankan, alih-alih justru bikin penasaran.

intimate strangers (9)

Pemilihan castnya sangat pas, karena melibatkan aktor-aktor watak senior yang membuat karakter-karakternya terlihat meyakinkan: , , , , … Dan meski juga latarnya cuma di dalam rumah, di ruang makan pula, tapi sudut-sudut pengambilan gambar, perpaduan warna-warnanya, membuat film ini tetap enak dinikmati secara visual. Nggak heran kalau film ini konon cukup box office ketika masa tayangnya. Karenanya, agak heran juga karena film ini nggak masuk nominasi satupun di ajang Baeksang kemarin. Sedikit kurang greget memang endingnya menurut saya, tapi overall, good movie!

Catatan: Film ini merupakan remake film Italia, Perfect Strangers (2016)

Cast:
– Tae-Soo
– Soo-Hyun
– Seok-Ho
– Ye-jin
– Joon-mo
– Se-kyung
Yoon Kyung-ho – Young-bae
– So-young
– Facebook man’s voice

Judul: Intimate Strangers / Complete Stranger / Wanbyeokhan Tain
Sutradara: Lee Jae-kyu
Penulis: Bae Se-Young, Lee Jae-Kyu
Rilis: 31 Oktober 2018
Durasi: 115 menit
Ngeara/ Bahasa: Korea/ Korea Selatan

The Fiery Priest

Kim Hae-il () adalah seorang pendeta Katolik yang memiliki karakter temperamen dan cenderung kasar. Ia mudah marah jika melihat ketidak adilan dan membuatnya sering terlibat perkelahian. Di masalalu, Kim sebenarnya adalah anggota pasukan intelejen, tapi kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri karena sebuah kejadian traumatis.

TFP (5)

Setelah berurusan dengan kepolisian, ia kemudian dipindahkan untuk sementara waktu ke paroki di Seoul, tempat pastor tua bijak yang merupakan orang yang menolongnya dulu. Tapi tiba-tiba sang pastor meninggal secara mencurigakan. Kematiannya dianggap sebagai bunuh diri dan dinyatakan terlibat kasus pelecehan seksual serta penggelapan uang. Hae-il dan orang-orang di paroki yang mengenal betul karakter si pastor, yakin kalau kematiannya tidak wajar. Hae-il pun melakukan segala cara untuk mencari kebenaran.

TFP (8)

Koo Dae-yung () adalah detektif yang ditugaskan untuk menangani kasus itu. Ia cenderung tak mau ribet dan mencari aman. Meskipun menyadari ada yang ganjil dari kasus itu, tapi karena atasannya menyuruhnya diam saja, ia pun memilih untuk tak ambil peduli. Tapi kemunculan junior barunya yang penuh semangat, Seo Seung-a, membuatnya terusik. Dan setelah berbagai ‘kebetulan’ akhirnya ia pun membantu Hae-il.

TFP (2)

Park Kyung-sun ( ) adalah seorang jaksa yang cantik dan pintar. Ia adalah salah satu jemaah gereja tempat si pastor. Karakternya yang cenderung pragmatis, bekerja hanya untuk karirnya, membuatnya tutup mata dengan kasus kematian si pastor. Apalagi, bukti-bukti di pengadilan menyatakan kalau memang si pastor bersalah.

TFP (9)

Di sisi lain ada Hwang Cheol-bum dan komplotannya yang akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi-ambisinya.

TFP (14)

Ketika pertama kali baca sinopsis drama ini berikut jajaran castnya, saya berpikir untuk coba mungkin akan menontonnya karena castnya adalah aktor-aktor yang saya suka. Tapi saya memutuskan untuk menunggu komen-komen di internet dulu untuk mengetahui bagus atau tidaknya. Cast yang solid, bagaimanapun kadang nggak menjamin dramanya bagus. Episode-episode awal tak terlalu ramai yang komen, dan baru ke belakang, banyak yang berkomentar positif meski juga tetap banyak kritik di sana-sini. Hal yang membuat saya agak ogah-ogahan untuk menontonnya. Tapi rating drama ini ternyata cukup tinggi (belasan %). Cukup tinggi untuk ukuran drama sejenis yang tayang di TV nasional saat ini. Dan ketika drama ini berakhir, saya akhirnya memutuskan untuk menonton.

TFP (16)

Saya adalah penonton drama yang menganggap konflik cerita adalah hal yang paling menentukan menarik tidaknya sebuah drama. Dan kesimpulan saya, drama ini ceritanya cenderung membosankan. Setelah episode kematian si pastor, ceritanya cenderung tak kemana-mana. Dan karena misteri kematiannya sebenarnya nggak misterius-misterius amat karena sudah ketebak siapa pelakunya, sisa episodenya yang masih panjang, seolah menjadi bertele-tele demi memenuhi jumlah episodenya. Episode-episodenya terasa repititif, dengan Hae-il yang marah-marah dan berantem-berantem. Pengkarakteran Park Kyung-sun yang ternyata membutuhkan waktu hingga belasan episode hingga mau bergabung ke tim-nya Hae-il, rasanya terlalu melelahkan dan agak ‘bodoh.’ Lalu karakter-karakter antagonisnya juga cenderung annoying dan terlalu mentah, terutama pasukan preman anak buahnya Hwang yang kayak tokoh penjahat di film anak-anak, yang muncul begitu saja dan langsung bentak sana-sini.

TFP (18)

TFP (20)

Meski begitu, sebagai sebuah hiburan, mungkin drama ini bisa dikategorikan menghibur karena memadukan aksi dengan komedi. Dan kekuatan utama drama ini menurut saya pada ketiga tokoh utamanya yang berakting dengan bagus dan membuat karakter-karakternya terasa unik. bermain apik sebagai si pendeta yang pemarah, juga memperlihatkan akting yang berbeda sebagai si pengecut Dae-yung, dan tentu saja, yang terlihat effortless sebagai Jaksa Park yang mandiri dan badass. Demikian juga Keum sae-rok yang jadi si maknae. Akting dan karakter cast pendukung lainnya juga menarik, seperti si suster dan pastor Han, lalu ada si gendut dan teman Thailand-nya. Untuk karakter penjahatnya, berakting ‘gila’ jadi si orang Rusia, Kozayev, hehe…

TFP (1)

Bagi saya pribadi, bukan drama yang mengesankan. Tapi bagi yang suka nonton drama untuk seru-seruan tanpa terlalu banyak mikir dan juga menyukai castnya, cukup layak tonton!

Judul: The Fiery Priest / Hot Blooded Priest/ Yeolhyeolsaje
Sutradarar: Lee Myung-woo
Penulis: Park Jae-bum
Tayang: SBS, 15 Februari – 20 April 2019
Episode: 40 (30 menit/episode)
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Cast:
– Kim Hae-il
– Koo Dae-young
– Park Kyung-sun
Go Joon – Hwang Cheol-bum
Keum Sae-rok – Seo Seung-a

Jung Young-Joo – Jung Dong-ja
Kim Hyung-Mook – Kang Seok-tae
Jung In-Gi – Nam Suk-goo
Han Ki-Joong – Park Won-moo
Lee Moon-Sik-Ki Yong-moon
– Vladimir Kozayev
Jeong Dong-Hwan – Lee Young-Joon
Jeon Sung-woo – Han Sung-Kyu
Baek Ji-won – Kim In-Kyung
Ahn Chang-hwan – Ssongsak Tekaratanapeuraseoteu
Ko Kyu-pil – Oh Yo-Han
Yoon Joo-Hee – Bae Hee-Jung
Shin Dam-Soo – Lee Myung-Soo
Jun Jung-Kwan – Heo Ik-Gu
Ji Chan – Na Dae-Kil
Kim Min-Jae – Lee Joong-Kwon
Lee Je-Yeon – Kim Hoon-Suk
Eum Moon-Suk – Jang-Ryong
Yoo Seung-Mok – Oh Kwang-Doo

Baeksang Art Awards 2019

Mei 7, 2019 4 komentar

Pagelaran Baeksang datang lagi. Dibanding acara penghargaan film lainnya (Blue Dragon, KOFRA, dll), ajang ini sepertinya memang yang paling besar dan menurut saya pribadi juga yang paling ‘qualified’ dalam pemilihan nominasi hingga pemenangnya. Meski tak seantusias tahun lalu (karena dulu nominasinya ada nama , hehe), tapi saya cukup penasaran siapa saja yang bakal dinominasikan dan kemudian jadi pemenangnya tahun ini. Dan juga walaupun nggak jadi kandidat, tapi karena dapet penghargaan tahun lalu, dia tetap bakal nongol karena biasanya pemenang tahun lalu, bakal didapuk jadi pembaca pemenang untuk kategori yang sama tahun ini. Yah, resiko jadi fans aktor yang terlalu picky dan lebih senang main musikal daripada main film/drama sehingga jarang banget bisa puas-puas melihatnya, jadi penampilan sekecil apapun rasanya ditunggu banget, hehe.

BaekSang 2019 (8)

Shin Dong-yup, Bae Suzy & Park Bo-gum yang kembali didapuk jadi MC

Untuk kategori film, sebenarnya nominasi dan pemenangnya sudah bisa diprediksi sejak kemarin-kemarin karena seperti yang sudah-sudah, biasanya nominasinya nggak akan jauh-jauh beda dengan ajang penghargaan lain yang sudah digelar sebelumnya (kebanyakan digelar di akhir tahun kemarin) ditambah lagi, beberapa film yang diputar setelah masa itu juga hanya beberapa yang ngehits. Film-film seperti , , , , ... hampir pasti masuk nominasi dan dapat penghargaan. Dan ternyata ya memang begitu. Hanya ada tambahan beberapa film lagi yang dirilis setelah itu yang menurut saya layak masuk seperti yang ngehits banget dan juga Intimate stranger yang menurut saya cukup solid. Karenanya, agak heran juga karena ternyata film ini nggak masuk satu nominasi pun. Justru yang dapet beberapa nominasi dan penghargaan (kategori Best Director). Yah, film ini memang cukup berkesan dengan sinematografi yang apik, tapi cerita dan plotnya sendiri menurut saya agak membosankan. Karenanya heran juga kenapa dapet Best Director, karena menurut saya kategori Art rasanya lebih cocok. Tapi cukup puas lah lihat jadi best film karena memang rasanya cukup layak.

The Spy Gone North

Untuk kategori Best Actor, tahun ini persaingannya menurut saya nggak terlalu ketat, yakni , , , , & . Kecuali penampilan Jung, saya sudah nonton penampilan 4 nominee yang lain dan memprediksi kalau , yang bakal menang karena memang penampilannya yang matang. Sementara , meski cukup bagus, tapi tak bisa dibilang stellar karena karakternya juga cenderung standar dan akting aktor lainnya di film yang dibintanginya, , juga hampir sama kuatnya . Demikian juga dengan di film yang menurut saya cenderung mirip dengan karakter yang sudah pernah diperankannya (Punch). cukup stellar, tapi juga rasanya masih di bawah . Sementara , ternyata mendapat penghargaan Daesang. Hal yang membuat saya agak kaget.

BaekSang 2019 (15)

Jung Woo-Sung yang dapat Daesang, yang menurut saya agak kurang pas

Saya belum nonton filmnya, jadi nggak tahu bagaimana penampilannya, tapi rasanya penghargaan Daesang terlalu berlebihan untuknya karena itu adalah penghargaan tertinggi di acara ini. Memang sih sepertinya Daesang ini juga semacam penghargaan untuk pencapaian seorang yang spektakuler. Untuk , mungkin lebih karena kiprahnya di dunia perfilman selama ini yang memang cukup produktif. Seperti halnya . Meski memang penampilannya bagus di drama , tapi menurut saya, dia dapat Daesang juga karena dedikasi dia di dunia seni peran hingga saat ini. Dan kalau memang demikian, menurut saya justru lah yang lebih layak dapat Daesang karena yang lebih senior dan film/ dramanya bagus-bagus. Sementara Jung meski aktingnya bagus dan filmnya juga banyak yang ngehits, tapi rasanya masih standar saja, selain bahwa tampangnya yang cakep dan gagah. Tapi ya sudahlah.

BaekSang 2019 (3)

yang dapat nominasi Best Actress

Untuk kategori Best Actress, kategori tahun ini lumayan variatif, karena melibatkan beberapa aktris muda terutama dan . Karena saya baru berkesempatan nonton , jadi saya nggak bisa komen penampilan nominasi yang lain. Tapi akting memang cukup stellar dan saya rasa memang cukup layak lah dapat penghargaan Best Actress di sini. Dan tepuk tangan juga buat yang dapat nominasi di usianya yang masih sangat belia. Kim menurut saya adalah aktris terbaik di generasinya, hanya saya sebenarnya kadang saya merasa aktingnya masih agak mentah jadi ya mungkin memang masih butuh waktu lagi untuk mengasah kemampuannya.

Untuk pengharggan di kategori Best supporting Actor, lagi-lagi mengalahkan kandidat lain. Yah, penampilannya di film memang notable banget. Dan sedih saja membayangkan kalau dia meninggal di puncak karirnya :(. Best Supporting Actress diraih oleh dari film . Yah, penampilannya sih memang cukup kuat, tapi menurut saya biasa-biasa saja. Justru menurut saya akting di atau di lebih kuat.

BaekSang 2019 (11)

Kategori Aktor Pendatang Baru terbaik disabet sama dari film , mengalahkan (), (), () & (Hit-and-Run Squad). Sebenarnya saya lebih sreg yang menang, tapi juga lumayan. Di kategori aktrisnya ada nama Lee Jae-in, dari film Svaha, bersaing dengan Kim Da-mi, Lee Jo-young, Jeon Yeo-bin dan . Lee Ja-in adalah nama baru dan saya belum lihat aktingnya jadi nggak bisa komen. Tapi biasanya artis baru yang tiba-tiba dapat penghargaan begini, memang stellar.

BaekSang 2019 (1)

Sebenarnya ini yang paling saya tunggu dari acara tahun ini 🙂

Di kategori drama, persaingan untuk Best Drama-nya cukup ketat karena tahun ini memang lumayan banyak drama yang bagus dan mennurut saya nominasinya sudah pas: , , , dan Children of Nobody. Saya sih jagoin yang bakal jadi best drama, karena ceritanya yang bagus, akting solid dan rating juga tinggi banget. Meski menurut saya juga layak dan ,, meski saya nggak bisa menikmatinya, tapi juga kansnya untuk menang cukup kuat karena ada nama di sana. Dan yang menang ternyata . Cukup senang juga sih karena memang cerita drama ini solid dari mulai hingga akhir dan memberi perasaan puas dan healing usai menontonnya.

BaekSang 2019 (2)

Love this moment 😛

BaekSang 2019 (111)

Kategori Best Actor, nominasinya ada , , , & . Kandidat kuatnya menurut saya sama . Dan saya pribadi berharap yang menang karena menurut saya aktingnya bagus banget di dan di acara penghargaan sebelumnya, dia juga jarang banget menang. Tapi lagi, sepertinya juga kansnya kuat banget. Dan ternyata memang . Karena saya cuma nonton beberapa episode , jadi saya nggak bisa menilai aktingnya . Terlepas dari isu di seputar kehidupan pribadinya (katanya dia suka main perempuan), tapi sepertinya dia adalah aktor yang profesional yang selain berbakat, juga mampu bekerja sama dengan baik dengan para koleganya. Buktinya, dia selalu laris manis main film berkualitas dari sutradara-sutradara bagus. Dan sepertinya juga menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan mainnya, termasuk sama , setelah mereka main bareng di  yang terjalin hingga sekarang. Hal itu terlihat jelas di acara penghargaan ini. Begitu naik panggung, dan langsung pelukan hangat. Lalu dalam pidatonya, Lee bilang kalau sebelum acaranya, Jo kirim sms berharap LBH yang menang. Habis itu postingan pertama di IG usai penghargaan itu adalah potonya bareng Jo. Agak heran juga karena dia malah nggak ada poto dengan tim . Jadi ya memang kayaknya mereka memang berteman baik (kabarnya , istrinya LBH juga berteman dengan Jo jauh sebelum menikah).

BaekSang 2019 (6)

Another loving moment:)

Kategori Best Actress Drama sih saya sudah memprediksi dari awal dan ternyata memang benar: ! Ya, akting dia memang kerena banget sih. Meski akting juga bagus, tapi karakter lebih kompleks. Sementara untuk kandidat lainnya, dan , meski bermain bagus, tapi rasanya memang masih di bawah . Dan satu hal yang cukup buat saya gembira ketika kategori penghargaan ini adalah momen ketika kasih pelukan ke . Pelukan di depan umum, apalagi lawan jenis, bagi dunia hiburan Korea, adalah hal yang jarang banget terjadi kecuali mereka memang dekat banget. dan pernah main film bareng , dan sepertinya masih menjalin komunikasi dengan baik karena beberapa waktu lalu, terlihat nonton musikalnya Jo bareng beberapa temannya di , termasuk aktris dan yang juga dekat dengan Jo. pernah jadi gurunya di SMA Jo dan sebelumnya main bareng di . Yah, meski pernah bilang kalau nggak punya teman seleb, tapi kalau ditelusuri, sebenarnya mennjalin hubungan dekat dengan aktor-aktor besar terutama mereka yang berlatar dunia musikal, kayaknya kok nggak ada yang nggak dikenalnya. Hmm, berharap banget segera kembali aktif di layar (drama/film) dan berpartner dengan aktor/aktris keren lainnya… semoga!

BaekSang 2019 (13)

Congrats, Prof. Cha! 😛

Untuk kategori Best Supporting Actor, nominasinya menurut saya juga memang layak. Meski saya juga sudah punya feeling kalau yang bakal menang karena aktingnya memang impresif dan memorable banget. Yang agak menarik adalah karena ada nama Yoo Yeon-seok dan yang juga dapat nominasi di kategori ini. senang saja membayangkan karena keduanya teman dekat di dunia nyata dan pastilah momen ini cukup mengharukan bagi mereka.

BaekSang 2019 (21)

BaekSang 2019 (12)

Di kategori Best Supporting Actress, kandidatnya juga cukup kuat-kuat. Prediksi saya pemenangnya bakal salah satu castnya lagi karena mereka memang bagus semua. Meski katanya juga KIm Min-jung cukup stellar di Mr sunshine. Tapi ternyata yang menang adalah dari drama . Agak nggak nyangka juga sih, karena meski aktingnya bagus, tapi menurut saya karakter dia di drama ini tidak terlalu unik dibanding kandidat lain. Tapi ya mungkin bagus juga dia dapet apresiasi, karena selama ini namanya cenderung nggak dianggep dan penghargaan ini mungkin akan jadi jalan bagus buat karir dia.

Best New Actor dimenangkan oleh untuk drama Come and Hug Me. Selain dan , saya belum nonton drama yang lain jadi nggak bisa komen. Tapi dari baca-baca komen di internet sih katanya memang main bagus di drama ini, meski dramanya sendiri nggak terlalu qualified. Untuk Best New Actress, saya juga setuju banget kalau dari yang menang. Karena lagi-lagi, aktingnya memang stellar banget.

BaekSang 2019 (5)

Untuk kategori paling populer, seperti biasa, jatuhnya ke tangan para idol. Jadi sebenarnya sudah bisa ditebak juga. Pokoknya idol populer mana yang main film/drama tahun ini dan dialah yang akan jadi pemenang. Tahun ini ada nama dari film . sementara untuk kategori aktris, yang dapet. Meski dia bukan idol tapi kepopulerannya memang mirip-mirip idol juga. Overall, congrats to the winners!

Kategori Film:
Grand Prize (Daesang): (Innocent Witness)

Best Film: , , , Svaha: The Sixth Finger,

Best Director: (), ( ), (), (), Jang Jae-Hyun (Svaha: The Sixth Finger)

Best Screenplay: Kwak Kyung-Taek & Kim Tae-Gyun (), Yoon Jong-Bin & Kwon Sung-Whee ( ), Moon Ji-Won (Innocent Witness), Moon Choong-Il & Bae Se-Young & Lee Byeong-Hun & Heo Da-Joon (), ()

Best Actor: (), (), ( ), (Innocent Witness), ()

Best Actress: (A Resistance), (Innocent Witness), (Default), (Herstory), ()

Best Supporting Actor: (), Park Hae-Joon (), (), Jo Woo-Jin (The Drug King), ())

Best Supporting Actress: (), (Innocent Witness), (), Jo Min-Soo (The Witch: Part 1. The Subversion), ()

Best New Director: (), Kim Ui-Seok (After My Death), Shin Dong-Seok (Last Child), Lee Seok-Geun ()

Best New Actor: (), (), (), (), (Hit-and-Run Squad)

Best New Actress: Kim Da-Mi (The Witch: Part 1. The Subversion), Lee Jae-In (Svaha: The Sixth Finger), Lee Joo-Young (), Jeon Yeo-Bin (After My Death), ()

Art Award: Hong Kyung-Pyo ()

Kaegori Drama TV:

Grand Prize (Daesang): ()

Best Drama: (tvN), (JTBC), (tvN), Children of Nobody (MBC),  (JTBC)

Best Director: (), (), Ahn Gil-Ho (), (),  ()

Best Screenplay: Kim Soo-Jin & Lee Nam-Kyu (), (), (), Yoo Hyun-Mi (), Do Hyun-Jung (Children of Nobody)

Best Actor: (The Fiery Priest), (The Crowned Clown),  (), (), ()

Best Actress: (), (), (), (), ()

Best Supporting Actor: (), Kim Sang-Kyung (The Crowned Clown), (Live), (), Yoo Yeon-seok ()

Best Supporting Actress: KIm Min-jung (), (), (), (The Beauty Inside), ()

Best New Actor: (Come and Hug Me), Park Sung-Hoon (My Only One), Park Hoon ( ), (), ()

Best New Actress: (), (), (Just Dance), Seol In-A (Sunny Again Tomorrow), Lee Seol (Less than Evil)

Art Award: Park Sung-Jin ()

Icon Award:
Best Male Entertainer: Jeon Hyun-moo
Best Female Entertainer: Lee Young-ja
Most Popular Actor:
Most Popular Actress:

Let Me Eat Your Pancreas

Mei 5, 2019 1 komentar

Shiga Haruki () adalah seorang guru sekolah menengah yang pendiam dan suka menyendiri. Suatu hari, ia diberi tugas tambahan untuk menjaga perpustakaan karena memiliki pengalaman menjaga perpustakaan ketika di SMA dulu. Sebenarnya, Haruki memiliki sebuah kenangan pilu dari masa-masa itu, dan kembali lagi ke sana, membuat memorinya terusik.

kimi no suizo wo tabetai (2)

kimi no suizo wo tabetai (3)

Ketika SMA, Haruki juga suka menyendiri dan nyaris tak punya teman. Ia menjadi pengaja perpustakaan karena ia mencintai buku-buku dan kesendirian. Sakura adalah teman sekelasnya yang cantik dan populer. Entah bagaimana, tiba-tiba Sakura yang begitu ramah dan periang, mengulurkan persahabatan. Tidak hanya itu, karena Sakura bahkan menceritakan kepadanya kalau dirinya mengidap penyakit pankareas dan umurnya mungkin tak akan lama lagi. Menghadapi keramahan dan keterus terangan Sakura yang begitu blak-blakan, Haruki yang pendiam perlahan membuka hatinya dan mengikuti ajakan Sakura untuk menikmati hari-hari yang ceria dan manis. Tapi tentu saja, kebersamaan itu kemungkinan tak akan bisa bertahan lama.

kimi no suizo wo tabetai (4)

Pertama tertarik ingin nonton film ini karena castnya, , yang bisa dibilang adalah J-aktor favorit saya. Tapi setelah beberapa menit nonton dan ternyata cerita banyak ke flash backnya yang bukan diperankan Oguri, saya jadi agak malas-malasan nonton film ini dan memutuskan berhenti. Tapi kemudian ketika nonton variety Korea (Master in the House kalau nggak salah) yang nyebut-nyebut film ini, saya pun jadi tertarik untuk nonton lagi. Dan yah, setelah mengikutinya lagi, saya pun paham kenapa film ini bisa dikategorikan sebagai film yang bagus dan notable. Ceritanya mungkin nggak bisa dibilang baru, tentang persahabatan berbau romance di masa remaja yang melibatkan penyakit mematikan. Tapi penyajian dan eksekusi-eksekusinya cukup berbeda dengan film-film sejenis. Romancenya disajikan dengan begitu murni dan manis. Dan terutama bagian endingnya, yang menurut saya dieksekusi dengan indah dan nggak klise.

kimi no suizo wo tabetai (1)

Ohya, tak lepas juga dari chemistry dan permainan apik castnya. Jujur sih, sebenarnya saya agak kecewa karena screen time-nya Haruki versi lebih sedikit dibanding Haruki mudanya, tapi harus saya akui juga kalau pemain Haruki muda bermain dengan bagus, memerankan sebagai sosok Haruki yang introvert dan kalem. Dan tentu saja, yang patut diacungi jempol adalah akting aktris yang memerankan sakura. Didukung dengan wajahnya yang memang fresh dan imut serta aktingnya yang natural, ia benar-benar mampu menghidupkan karakter sakura yang hangat dan ceria. Good movie!

Cast:
– Haruki
Keiko Kitagawa – Kyoko
Yusuke Kamiji – Kazuharu Miyata
Daichi Morishita – Kuriyama

Takumi Kitamura – Haruki (Remaja)
Minami Hamabe – Sakura Yamauchi
Karen Otomo – Kyoko (Remaja)
Yuma Yamoto – Gamu-kun

Judul: Let Me Eat Your Pancreas / I Want to Eat Your Pancreas / Kimi no Suizo wo Tabetai
Sutradara: Sho Tsukikawa
Penulis: Yoru Sumino (novel), Tomoko Yoshida
Rilis: 28 Juli 2017
Durasi: 115 menit
Distributor: Toho
Negara/ Bahasa: Jepang

The Last Recipe

April 29, 2019 Tinggalkan komentar

Mitsuru Sasaki adalah seorang chef jenius yang mampu mengetahui resep makanan hanya dari sekali cicip. Merasa tidak puas memenuhi passionnya, ia berhenti jadi chef dan restorannya bangkrut. Ken, sahabatnya berusaha untuk mengembalikan semangatnya, tapi tak berhasil.

the last recipe (3)

the last recipe (2)

Mitsuru dan Ken () adalah anak angkat yang tinggal di sebuah panti. Mereka kabur dari rumah ketika berusia 15 tahun karena keinginan Mitsuru untuk menjadi chef ditentang ayah angkatnya. Dan sejak itu, hubungan Mitsuru dengan ayah angkatnya berjalan buruk, bahkan hingga ayahnya meninggal, Mitsuru tak mau datang.

the last recipe (4)

Di tengah keadaan bangkrut, suatu hari, Mitsuru mendapat tawaran untuk membuat resep dari sajian legendaris dari jaman Manchuria dengan imbalan yang sangat besar. Masalahnya, resep aslinya hilang sehingga Mitsuru harus mencarinya. Untuk itu, ia harus mengumpulkan informasi dengan menemui orang-orang tua yang pernah hidup di masa itu.

the last recipe (7)

Dari sanalah, Mitsuru kemudian mendengar kisah seorang koki legendaris bernama Naotaro Yamagata, yang memiliki karakter dan bakat memasak sama persis dengan dirinya. Yamagata berhasil menciptakan bermacam resep makanan dan memiliki impian untuk menyatukan Jepang dan Manchuria dengan masakannya. Hanya saja, di tengah perjalanan, banyak tragedi yang kemudian terjadi.

the last recipe (5)

Penasaran sama film ini demi melihat jajaran castnya: Kazunari Ninomiya, , … yang cukup familiar dan track record filmnya bagus-bagus. Di samping juga karena membaca judulnya yang sepertinya akan melibatkan dunia masak memasak, salah satu tema cerita yang saya sukai.

the last recipe (1)

Bagian-bagian awal film ini cukup bikin penasaran, karena sepertinya akan banyak misteri yang harus ditelusuri. Namun agak ke tengah, saya merasa agak bosan karena ceritanya ternyata lebih banyak ke flash backnya. Jujur sih, karena sebenarnya saya ingin melihat lebih banyak ceritanya Mitsuru (sebenarnya ingin sering-sering lihatin Mas Kazunari Ninomiya, hehe). Baru agak ke belakang, misterinya mulai terungkap sedikit hingga terungkap menjelang ending yang bagi saja, cukup sebagai kejutan yang agak tak terduga dan mengharukan. Overall, good movie!

Catatan:
Berdasarkan novel “Kirin no Shita wo Motsu Otoko” oleh Keiichi Tanaka (terbit 26 Juni 2014 ).

Cast:
Kazunari Ninomiya – Mitsuru Sasaki
– Ken Yanagisawa
Yoshi Oida – QingMing Yang
Hidetoshi Nishijima – Naotaro Yamagata
– Chizu Yamagata
Daigo Nishihata – Shotaro Kamata
Yutaka Takenouchi – Taizo Miyake

Judul: The Last Recipe / Last Recipe: Memory of Giraffe’s Tongue/ Rasuto Reshipi ~Kirin no Shita no Kioku~
Sutradara: Yojiro Takita
Penulis: Keiichi Tanaka (novel), Tamio Hayashi
Rilis: 3 November 2017
Durasi: 126 menit
Distributor: Toho
Negara/ Bahasa: Jepang

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar