Snowpiercer

Juli 22, 2017 Tinggalkan komentar

Sudah lama ingin nonton film ini, tapi setiap kali saya putar l5-10 menit sudah merasa malas untuk meneruskan. Meski begitu, saya tetap bertekad untuk nonton film ini karena penasaran, demi mengetahui kalau film ini memenangkan banyak penghargaan. Apalagi juga, sutradaranya adalah salah satu sutradara dengan nama besar yang berkali-kali menghasilkan film berkualitas, Bong Jon-hoo.

Snowpiercer.2013.BRRip.RyeMovies.avi_002005184

Film ini berlatar sebuah dunia masa depan yang dibangun di dalam gerbong-gerbong kereta api yang terus bergerak mengelilingi dunia. Jika kereta berhenti, maka berarti kiamat. Tapi untuk menggerakkan kereta, ada pihak-pihak yang harus dikorbakan. Untuk itulah, kehidupan di dalam gerbong ini dibagi dalam kasta-kasta. Ada gerbong yang dikhususkan untuk golongan atas yang menikmati segala kemewahan, dan tentu saja gerbong untuk golongan bawah, yang terletak di gerbong paling belakang dan berperan sebagai roda utama yang menggerakkan gerbong.

Snowpiercer.2013.BRRip.RyeMovies.avi_001827767

Merasa diperlakukan dengan sangat tidak adil, kelompok gerbong belakang kemudian melakukan pemberontakan. Di pimpin oleh. seorang pemuda bernama Curtis. Ia kemudian dibantu seorang mekanik handal Namgoong Min-soo ( ) dan putrinya, Yo-na ( ). Mereka pun melakukan aksi menerobos gerbong demi gerbong untuk menghancurkan ketidak adilan.

Snowpiercer.2013.BRRip.RyeMovies.avi_004465195

Hmm, yah. Tema film ini cukup unik dan ceritanya juga bagus. Dengan gaya satir ala Bong yang tak henti mengkritik kapitalisme. Hanya saja, entah kenapa, saya kurang bisa menikmati film ini, mungkin lebih karena selera sebenarnya. Karena ini adalah film yang dibuat oleh sutrada Korea, saya berharap sesuatu yang lebih ‘Korea’ dengan aktor-aktor Korea sebagai pemeran utama, dalam hal ini, dan . Tapi justru yang saya temukan bahwa peran utama lebih banyak dimainkan oleh aktor Hollywood (Chris Evans dkk) yang membuat saya rasanya tak jauh beda dengan nonton film Barat saja. Tapi diatas semua itu, ini adalah film yang bagus.

Cast:
Chris Evans – Curtis
– Namgoong Min-soo
Ed Harris – Wilford
Tilda Swinton – Mason
Jamie Bell – Edgar
John Hurt – Gilliam
Octavia Spence – Tanya
Ewen Bremner – Andrew
– Yo-na

Judul: Snowpiercer/ Sulguk Yeolcha
Sutradara:
Penulis : Jacques Lob (komik)
Produser: Park Chan-wook
Sinematografi: Hong Kyung-pyo
Rilis: 31 Juli 2013
Durasi: 126 menit
Produksi: Moho Films, Opus Pictures
Distributro: CJ Entertaitment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Inggris, Korea

Film Festival
Busan International FF 2013 : Gala Presentation
L’Etrange Festival 2013
Berlin International FF 2014 : Out of Competition * Italian Premiere

Awards;
Baeksang Arts Awards 2014 : Best Director
KOFRA 2013: Best Film, Best Director, Best Cinematography
Blue Dragon Awards 2013: Best Director, Best Art Design
Daejong Film Awards: Best Art Design, Best Editing

 

Kategori:Uncategorized

Roaring Currents

Juli 20, 2017 Tinggalkan komentar

Jenderal Yi Sun-shin sudah tua dan sakit-sakitan. Tapi ia harus tetap memimpin pasukannya melawan gempuran tentara Jepang dibawah pimpinan Gurujima dan Wakizaka. Masalahnya lagi, armadanya hanya tingga beberapa. Rasanya musatahil mengalahkan Jepang yang berkekuatan besar. Tapi sebagai seorang Panglima Perang, ia tak boleh menunjukkan rasa gentar. Di depan anak buahnya, ia harus tetap optimis. Dengan memanfaatkan keahlian membaca gerak ombak dan juga taktik berperang yang jitu, Yi pun memimpin pasukannya melawan Jepang.

The Admiral Roaring Currents_9

Sebuah film bertema heroisme dalam arti ‘sebenarnya’, karena film ini memang diangkat dari kisah nyata Jenderal Yi Sun-shin yang merupakan pahlawannya orang Korea. Menonton film ini mengingatkan saya pada film-film kolosal China dan cukup salut dengan sineas Korea yang cukup meyakinkan membuat film semacam ini. Karena dibanding China, sepengamatan saya, selama ini, Korea masih belum ‘apa-apa’ dalam hal membuat film kolosal seperti ini.

The Admiral Roaring Currents_3

The Admiral Roaring Currents_5

Secara cerita, berhubung saya tidak punya keterikatan emosional dengan latarnya (Korea), saya hanya menikmatinya sebagai orang luar saja. Dan sejujurnya, saya tidak terlalu suka dengan film bertema perang dan heroisme. Perang itu absurd. Pada akhirnya, prajurit-prajurit yang ‘tidak bersalah’ lah menjadi korban. Meski pada masannya, semua keabsurdan itu punya pembenaran sendiri.

Tapi sebagai sebuah tontonan, saya pikir film ini cukup menarik. Visual effect-nya terasa cukup wah, dan saya pun paham ketika membaca bahwa film ini sangat box office di negara asalnya sono. Bisa dipahami lah, pasti memang terasa seru menonton film jenis ini di bioskop.

The Admiral Roaring Currents_2

Dari segi akting, Choi Min-shik patut diacungi jempol, karena dengan bagus memerankan karakter Jenderal Yi Sun-shin yang mulai ringkih tapi tetap berwibawa. Jajaran aktor pendukung ada Kwon Yul, yang berperan sebagai putranya Yi Sun-shin yang lembut, dan saya pikir Kwon Yul bermain dengan sangat pas dan menunjukkan chemistry bapak-anak yang bagus dengan Choi. Moment-moment ia dengan ayahnya adalah salah satu moment terbaik di film ini.

The Admiral Roaring Currents_12

 

Untuk peran antagonis, diperankan oleh masternya peran antagonis dalam film Korea, Ryu Seung-ryong dan juga Jo Jin-woong, salah satu aktor yang selalu fleksibel baik itu sebagai antagonis maupun protagonis. Akting mereka cukup bagus, meski saya sedikit terganggu dengan make up mereka yang menurut saya agak berlebihan. Tujuannya sih mungkin untuk memberi kesan seram, tapi rasanya aneh saja karena kesannya jadi tidak alami. Padahal, tanpa make up seperti itu pun, dengan mengandalkan kemampuan akting mereka, saya pikir sudah cukup untuk memberi kesan antagonis. Beberapa peran pendukung juga cukup baik ditampilkan aktor yang sudah punya nama seperti Jin Goo dan Lee Jun-hyung. Sebagai bonus, ada beberapa aktor muda yang sedang naik daun yang muncul di beberapa scene, Park Bo-gum, No Min-woo dan Ko Gyung-po, meski peran mereka hanya sambil lalu saja.
Overall, lumayan.

Note:
Konon film ini box office banget di Korea sono. Hanya dalam waktu 12 hari, konon tiketnya mampu terjual 10 juta. Selama masa tayangnya, film ini mencapai tak kurang 15 juta tiket yang merupakan penjualan tiket terbesar film Korea.

Cast:
Choi Min-sik – Jenderal Yi Sun-shin
Ryoo Seung-ryong – Gurujima
Cho Jin-woong – Wakizaka
Jin Goo – Im Joon-young
Lee Jung-hyun – istri Joon
Kwon Yul – Lee Whe
Kim Yung-gon – Dodo
No Min-woo – Haru
Kim Tae-hoon – Kim Joong-gul
Ryohei Otani – Joon-sa
Park Bo-gum – Soo Bong
Ko Gyung-po – Odook yi
Ja Bok-rae – Oh Sang-gu

Judul: Roaring Currents/Battle of Myeongryang/Whirlwind Sea/ Myeongryang: – Huiori Bada
Sutradara: Kim Han-min
Penulis: Jun Chul-hong, Kim Han-min
Produser: Kim Han-min
Rilis : 30 Juli 2014
Durasi: 128 menit
Distributor: CJ Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea-Jepang

Film Festival
Busan International FF 2014: Korean Cinema Today: Panorama
Korean FF in Paris 2014: Specials
Brussels International Fantastic FF 2015: Out of COmpetition *Belgian Premier

Awards:
Baeksang Arts Awards 2015: Grand Prize (Choi Min-shik)
Blue Dragon Film Awards 2014: Best Director
Daejong Film Awards 2014: BEst Film, Best Actor (Choi Min-sik), Best Technical Award
KOFRA 2014: Best Actor (Choi Min-sik), Best Technical Achievement

Kategori:Uncategorized

Master

Juli 20, 2017 Tinggalkan komentar

Presiden Jin () adalah seorang penipu yang membangun sebuah perusahaan bernama Won Network. Tak main-main, tipuannya dalam skala besar-besaran, melalui investasi palsu. Bermodal kelihaian bicara dan bermuka dua, ia justru dipuja-puja. Dalam melakukan penipuannya, ia dibantu si ahli IT, Park Jang-goon (), pemuda oportunis dan perempuan berwajah dingin, Kim Eom-ma () yang bertindak layaknya seorang eom-ma.

Master

Master-5

Kim Jae-myung () adalah seorang detektif jenius. Ia sudah mengendus modus penipuan Jin dan berusaha keras untuk menangkapnya. Bersama rekannya, polisi wanita pemberani, Shin Gemma (), ia menyiapkan segala hal untuk meringkus Jin. Jae-myung pun kemudian mendekati Jang-goon. Jang-goon yang sebenarnya juga sudah muak dengan Jin dan ingin mendapatkan keuntungan sendiri, akhirnya mau diajak bekerjasama.

Master-10

Master-2

Tapi Jin terlalu licin. Ia bahkan kemudian melarikan diri ke Filipina dan pura-pura mati. Tapi bukan Jae-myung namanya kalau menyerah dan kehabisan akal. Dengan kejeniusannya, ia dibantu Jang-goon dan Gemma, akhirnya berhasil menjebak Jin

Master-9

Master-11

Cast utamanya sangat menjanjikan. Hal itu pula yang membuat saya penasaran sama film ini. Meski kemudian agak menyurut karena pada ajang penghargaan lalu, film ini tak disebut-sebut, kecuali untuk kategori aktor terbaiknya (). Semuanya bermain bagus, tapi menurut saya Lee memang yang paling menonjol. Ia mampu menunjukkan sosok si penipu ulung yang licik, serakah, tapi juga seolah memiliki konflik batin. Kang terlihat keren sebagai si detektif jenius. Tapi sosoknya rasanya terlalu sempurna, sementara Woobin terlihat bodoh dan ceroboh. Padahal saya baca kalau posisinya juga sebagai si jenius. Sosok lain yang juga cukup keren adalah sebagai si polisi wanita pemberani. Sementara dari segi cerita sendiri, tidak ada yang terlalu mengejutkan. Tidak buruk, tapi juga terkesan biasa saja.

Cast:
– Presiden Jin
– Kim Jae-myung
– Park Jang-goon
– Shin Gemma
– Kim Eom-ma
Jung Won-joong – atasannya Jae-myung

Judul : Master
Sutradara: Cho Ui-seok
Penulis: Cho Ui-seok, Kim Hun-duk
Produser : Baek Ji-sun, Lee Yoo-jin
Sinematofrafi: Yoo Eok, Kim Jung-woo
Rilis: 21 Desember 2016
Durasi: 143 menit
Distributor: CJ Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selata/Korea

Kategori:Uncategorized

Moonlight Drawn by Clouds

Juli 18, 2017 Tinggalkan komentar

Pangeran Lee Young ( ) adalah putra mahkota yang tak bahagia. Ia tidak akur dengan ayahnya, dan benci dengan aturan dan perpolitikan di istana. Alih-alih belajar menjadi putra mahkota yang ‘baik’ ia lebih senang menyamar dan berkeliaran di luar istana. Pengawal setianya adalah, Kim Byung-yeon () yang dingin dan misterius tapi sangat setia.

4.mkv_001394835

2.mkv_001686058

Hong Ra-on () seorang gadis miskin yang selalu berpenampilan seperti anak lelaki. Bersama ayahnya, ia bekerja sebagai pemain opera jalanan. Sebuah ‘kebetulan’ mempertemukannya dengan si putra mahkota. Tentu saja, ia tak tahu bahwa Lee Young adalah putra mahkota. Dan Lee Young juga tak tahu bahwa Ra-on adalah seorang perempuan.

2.mkv_000348514

Demi menebus hutang, Ra-on kemudian dijual untuk menjadi kasim di istana. Di sanalah ia kemudian kembali bertemu dengan Young. Melihat Young yang kesepian dan tertekan, Ra-on berusaha menghiburnya. Di sisi lain, kehadiran Ra-on membuat Young merasa terhibur dan…menyukai Ra-on. Masalahnya, ia mengira Ra-on adalah laki-laki. Pun ketika identitas yojung terungkap, cinta mereka adalah hal mustahil karena perbedaan status.

1.mp4_002266226

Selain itu, ada juga Kim Young-sung (), bangsawan yang menyukai seni, yang menjadi ancaman bagi Lee Young. Sebagai seorang seniman yang sering melukis perempuan, sejak awal Young-sung tahu bahwa Ra-on adalah perempuan. Dan yah, tanpa banyak alasan, langsung naksir Ra-on.

2.mkv_001650898

Sebenarnya, saya cenderung ogah-ogahan untuk nonton drama ini. Rasa penasaran saya lebih karena membaca komentar di internet yang umumnya positif. Ditambah lagi, ratingnya ketika tayang juga terbilang tinggi. Sebenarnya, keengganan awal saya adalah karena melihat cast-nya. tidak jadi masalah. Meski saya tidak ngefans dengannya, tapi dari drama-drama yang pernah dibintanginya, saya cukup kagum dengan kemampuan aktingnya. Masalahnya adalah . Saya juga cukup sering melihat penampilannya, karena ia memang sudah malang melintang di dunia akting sejak masih kecil, dan saya juga mengagumi kemampuan aktingnya. Hal yang membuat saya mengerutkan kening adalah kenyataan bahwa usia Yoo-jung yang bahkan belum 17 tahun.

8.mkv_000970296

Jika drama ini berlatar dunia sekolahan atau meskipun sageuk tapi lebih fokus ke dunia remaja, saya bisa menerima. Masalahnya, meski jajaran cast utamanya masih terbilang muda-muda (di bawah 25 tahun), cerita drama ini cukup ‘dewasa’, karena meski cerita berkisar perpolitikan di istana, tapi fokusnya adalah pada kisah cinta antara si pangeran dengan kasimnya. Dan tak urung hal itu membuat saya merasa risih. Harus saya akui, untuk aktris semuda dia, aktingnya cukup meyakinkan dan mampu menjadi pemeran utama dengan baik. Tapi pada bagian romance-nya, sangat sulit bagi saya untuk tidak berpikir bahwa ia masih terlalu muda dan meski juga bermain dengan baik sebagai si putra mahkota yang jatuh cinta pada si kasim, saya sulit memisahkannya dari kehidupan nyata. yang mengencani gadis yang secara usia masih dikriteriakan sebagai anak-anak (hal yang sama saya alami ketika menonton , Secret Door atau Let’s Fight Ghost). Hal yang benar-benar membuat saya merasa risih dan merasa bahwa romancenya hanya seperti hubungan kakak-adik.

1.mp4_000914983

9.mkv_003447851

Secara cerita sendiri, sebenarnya tak ada yang bisa dibilang baru dari drama ini. Cerita cinta yang melibatkan penyamaran jenis kelamin sudah cukup sering dibuat dalam drama Korea (, ). Dibalut dengan intrik-intrik istana dan cinta segitiga. Adegan-adegannya juga bisa dibilang klise khas drama Korea bergenre romance pada umumnya. Hal yang membuat saya bertanya-tanya, kok bisa ya drama ini ngehits? Tapi yah, kalau dipikir-pikir, bukankah banyak orang yang menyukai cerita yang klise? Selain itu, meski ceritanya begitu-begitu saja, plot drama ini diracik dengan rapi dan sangat mudah dicerna. Alurnya cepat dan enak diikuti dengan gambar-gambar jernih yang enak dipandang mata. Dan jangan lupa juga, jajaran castnya yang masih muda, fresh dan unyu-unyu. Selain , juga ada dan . Dan tentu juga, Kim You-joong yang sepertinya memiliki basis fans di kalangan remaja yang besar. Bagi yang tak keberatan dengan cerita yang begitu-begitu saja, silahkan ditonton.

Cast:
– Lee Young
– Hong Ra-on
g – Kim Yoon-sung
– Jo Ha-yeon
– Kim Byung-yeon
Kim Seung-Su – Raja Injoo
Jeon Mi-Sun – Park Sookui
Heo Jung-Eun – Putri Youngeun
Jung Yoo-Min – Wol-hee
Cheon Ho-Jin – Kim Hun
Jang Gwang – Kasim Han
Lee Joon-hyuk – Kasim Jang
Jo Hee-bong – Kasim Sung
– Jung Yak-yong
Jung Hye-seong – Putri Myungeun
Han Soo-yeon – Ratu Kim
Park Chul-min – Kim Ui-gyo

Judul: Love in the Moonlight / Moonlight Drawn by Clouds / Gooreumi Geurin Dalbit (구르미 그린 달빛)
Sutradara: Kim Sung-Yoon
Penulis: Yoon Yi-Soo (web novel), kk (web novel), Kim Min-Jung, Im Ye-Jin
Tayang: KBS2, 22 Agustus – 18 Oktober 2016
Episode: 18
Negara/Bahasa: Korea

Awards
– BaekSang Arts Awards 2017: – Most Popular Actor ( ), Most Popular Actress (Kim You-Jung)
– APAN Star Awards 2016: – Best New Actress (Kim You-Jung)
– KBS Drama Awards 2016: Best Actor ( ), Excellent Actress (medium-length drama) (Kim You-Jung), Best New Actor (Jin Young), Best Supporting Actor (Lee Joon-Hyuk), Best Child Actor (Jung Yoon-Suk), Best Child Actress (Heo Jung-Eun), Netizen Award ( ), Best Couple Award ( /Kim You-Jung)

 

 

Kategori:Uncategorized

Will You Be There

Juli 17, 2017 Tinggalkan komentar

Han Soo-hyun()  adalah seorang dokter bedah anak. Ia menderita kanker paru-paru dan kemungkinan umurnya tak lagi panjang. Satu hal yang selalu disesalinya sejak 30 tahun terakhir hidupnya adalah kematian kekasihnya, Yeon-ah. Ia merasa dirinya lah yang menjadi penyebab kematian itu dan berharap bisa memutar balik waktu.

Will You Be There

Will You Be There_15

Suatu hari, dalam perjalanan nya ke Kamboja, ia bertemu seorang kakek tua buta yang memberinya 9 butir pil misterius. Pil itu, ternyata bisa membuatnya melakukan perjalanan waktu. Ia kembali ke tahun 1985 dan bertemu dirinya versi muda (), ketika Yeon-ah masih hidup dan menjadi kekasihnya.

Will You Be There_13

Will You Be There_1

Yeon-ah adalah seorang instruktur lumba-lumba di sebuah taman hiburan. Ia cantik, ceria, dan sangat mencintai Soo-hyun. Ia berharap bisa menikah dengan Soo-hyun. Soo-hyun adalah seorang dokter muda yang gila kerja. Kehidupan orang tuanya yang tak bahagia–ayahnya seorang maniak depresif yang sering memukul ibunya–membuat Soo-hyun merasa ragu dengan kehidupan rumah tangga. Meski begitu, ia juga sangat mencintai Yeon-ah.

Will You Be There_5

Will You Be There_6

Soo-hyun tua kemudian menceritakan tentang kematian Yeon-ah. Soo-hyun muda merasa marah dan ingin menyelamatkan Yeon-ah dari kematian. Masalahnya, masa depan akan berubah jika masalalu berubah. Soo-hyeon tua sekarang memiliki seorang putri yang sangat dicintainya, Soo-ah (), yang merupakan anak dari perempuan yang ditemuinya setelah kematian Yeon-ah. Jika Yeon-ah tetap hidup, Soo-ah akan lenyap. Satu-satunya cara adalah menyelamatkan Yeon-ah, tapi kemudian berpisah dengannya. Sebuah pilihan yang sangat sulit, karena Soo-hyeon nyaris tak bisa hidup tanpa Yeon-ah.

Will You Be There_12

Hmm, yah, lagi-lagi film bertema perjalanan waktu. Saya tak terlalu antusias, karena sebelumnya sudah menonton film dengan tema sejenis, , dan juga drama-drama dengan tema sejenis. Meski begitu, saya cukup penasaran karena cast film ini adalah dua aktor yang cukup saya apresiasi: dan . Cerita film sendiri bisa dibilang cukup ‘ringan’ karena ‘hanya’ soal cinta, tapi juga tidak menye-menye. Alur film juga cukup cair dan mudah dicerna. Karakter-karakternya menarik dan masing-masing aktor berperan dengan baik, termasuk aktris pendatang baru, Chae Seo-jin (saya baru lihat aktingnya di sini dan ternyata dia adik aktris ). Bahkan yang sempat membuat saya ‘meringis’ melihat aktingnya di drama Introverted Boss, cukup smooth di sini. Hanya saja, saya kok merasa Soo-hyun muda dan Soo-hyun tua adalah dua orang yang berbeda. Mungkin lebih karena ceritanya, bukan karena akting pemainnya. Konsep perjalanan waktunya sebenarnya cukup masuk akal, tapi bagian endingnya membuat kening saya agak berkerut.

Will You Be There_10

Tentu saja, saya berharap bahwa endingnya adalah ending yang bahagia, karena seperti itulah seharusnya ‘inti’ dari perjalanan waktu: merubah masa depan menjadi lebih baik. Hanya saja, saya kok merasa sedikit tidak masuk akal. Maaf, spoiler, ketika Tae-ho kembali ke masalalu dan menemui Soo-hyun, bagaimana hal itu kemudian berefek pada masa depan kematian Soo-hyun? Padahal Tae-ho tak melakukan apa-apa dan kematian Soo-hyun disebabkan karena penyakitnya, bukan karena dirinya.

Selain itu, reuni Soo-hyun dengan Yeon-ah rasanya juga menjadi terlalu lambat, kenapa harus menunggu Soo-hyun menua? . Ketika Tae-ho menemui Soo-hyun muda, berarti seharusnya hubungan Soo-hyun dan Tae-ho di masalalu sudah kembali membaik. Dan seharusnya Tae-ho membantu Soo-hyun memperbaiki hubungannya dengan Yeon-ah, mungkin setelah Soo-ah lahir?
Well, di atas semua itu, film ini lumayan enak dinikmati kok. Menurut saya juga terasa lebih enjoyable dari .

Note:
Didasarkan pada novel Perancis, “Seras-tu la?” tulisan Guillaume Musso (2006)
Cast:
– Han Soo-hyun tua
– Han Soo-hyun muda
Chae Seo-jin – Yeon-ah
Kim Sang-ho – Tae-ho tua
– Soo-ah
An Se-ha – Tae-ho muda
Kim Ho-jung – Hye-won
Park Hee-von – Hye-won muda
Kim Hyo-jin – Illeana
Kim Sung-ryoung – Yean-ah tua
Kim Kwang-gyu – tukang pos

Judul: Will You Be There?/ Dangshin Geogi Iteojoorraeyo
Sutradara: Hong Ji-young
Penulis : Gullaume Musso (novel), Hong Ji-young
Produser: Park Sun-hye, Min Kyu-dong, Min Jin-soo
Sinematografi: Park Hong-yeol
Rilis: 14 Desember 2016
Durasi: 111 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Kategori:Uncategorized

The Foreign Duck, The Native Duck, and God in a Coin Locker

Juli 12, 2017 Tinggalkan komentar

Shiina baru pindah ke Sendai untuk melanjutkan kuliahnya. Ia kemudian bertemu dengan dua tetangga kamarnya: seorang lelaki pendiam dan introvert, dan seorang cowok berpenampilan nyentrik bernama Kawasaki (). Ketika mendengar Shiina menyenandungkan lagu Blowin’ in the Wind-nya Bob Dylan, Kawasaki langsung mengulurkan persahabatan. Kawasaki kemudian menceritakan tentang mantan pacarnya Kotomi (), yang menyukai Dylan. Sang mantan pacar kemudian pacaran dengan seorang mahasiswa asal Bhutan, Dharji dan mereka bertiga menjalin persahabtan. Kotomi kemudian meninggal dan Dharji dirundung kesedihan mendalam. Menurut Kawasaki, Dharji adalah si introvert. Mengetahui hal ini, Shiina pun kemudian berusaha untuk bersikap ramah pada si introvert.

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_000283916

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_000401717

Shiina kemudian menjadi akrab dengan Kawasaki karena Kawasaki terus menceritakan ini itu tentang kehidupannya, juga mengajak Shiina melakukan hal-hal aneh seperti mencuri Kojien, kamus lengkap bahasa Jepang. Menurut Kawasaki, ia ingin mencuri kamus itu untuk diberikan pada si Introvert.

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_002943181

Semakin hari, Shiina kemudian menemukan beberapa keganjilan pada diri Kawasaki. Ia kemudian bertemu Reiko, perempuan pemilik sebuah pet shop tempat dulu Kotomi bekerja. Dari Reiko, Shiina akhirnya mengetahui rahasia tentang siapa sebenarnya Kawasaki. Juga cerita tentang Dharji dan Kotomi.

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_004145550

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_004683473

Judulnya menarik, itu yang kemudian menggelitik keinginan saya untuk menontonnya. Meski juga tidak terlalu berekspektasi. Karena sejak awal saya merasa ini adalah sejenis film indie. Dan yah, film indie kadant perlu ketekunan untuk bisa menikmatinya.

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_000941798

Ketika mulai menonton, saya baru ngeh kalau ternyata adalah salah satu pemainnya. Karenanya, kemudian saya cukup berharap bahwa film ini cukup bagus. Bagaimanapun, Eita adalah nama yang cukup besar dalam sinema Jepang dan pilihan film-filmnya biasanya cukup menarik.

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_002326297

Secara sekilas, mungkin cerita film ini sedikit standar, tentang cinta segitiga, tapi pada intinya sebenarnya bukan itu ‘roh’ film ini. Seperti judulnya, film ini seolah ingin mengritik chauvinisme orang-orang Jepang, yang kemudian membuat orang asing yang datang kesana depresi karena harus menghadapi kerumitan bahasa dan tulisan yang membiungungkan. Film ini juga disajikan dengan unik, dengan plot dan twist yang membuat penasaran. Penggunaan tokoh sentral Shiina, yang bertampang sangat-sangat sangat biasa juga menarik karena memberi nuansa sangat realistis di film ini. Good movie!

Cast:
Gaku Hamada – Shiina
– Kawasaki/Dharji
– Kotomi
Nene Otsuka – Reiko
Kei Tamura – Dharji
– Kawasaki
– mahasiswa

Judul: The Foreign Duck, The Native Duck, and God in a Coin Locker/ Ahiro to kamo no koinrokka
Sutradara: Yashihiro Nakamura
Penulis: Kotari Isaka (novel), Yoshihiro Nakamura, Kenichi Suzuki
Produser: Yasushi Utagawa, Hitoshi Endo
Rilis: 23 Juni 2007
Durasi: 110 menit
Negara/Bahasa: Jepan

Film Festival:
– Puchon International Fantastic FF 2008 – Nippon Conection 2008

Kategori:Uncategorized

The Prison

Song Yoo-gun () adalah seorang detektif yang selalu berhasil menyelesaikan kasus-kasus yang ditanganinya. Suatu hari, ia masuk penjara karena kasus tabrak lari. Di penjara, ia kemudian bertemu Jung Ik-ho, si narapidana yang paling berkuasa. Ik-ho () punya jaringan kuat dan tentunya, uang, yang seolah tak ada habisnya. Ia ditakuti dan disegani, baik oleh sesama napi maupun para petugas.

The Prison

Setelah berbagai perkelahian, Yoo-gun akhirnya menarik perhatian Ik-ho dan ia pun kemudian diajak bergabung dalam kelompoknya, bahkan kemudian menjadi orang kepercayaannya. Kedekatan Yoo-gun dan Ik-ho, tak urung menimbulkan iri hati pada kaki tangan Ik-ho yang lain dan akhirnya, menimbulkan perpecahan.

The Prison_3

The Prison_2

Di sisi lain, Yoo-gun sebenarnya juga punya tujuan lain. Ia sedang menyelidiki kasus kematian kakaknya, dimana Ik-ho adalah dalang di balik semuanya.

Menonton film ini tanpa terlalu berekspektasi, apalagi setelah beberapa waktu diputar, film ini seperti tak kedengaran gaungnya, yang artinya, film ini mungkin memang tak terlalu bagus. Ketertarikan saya semata karena jajaran castnya, dan . Ceritanya sedikit mengingatkan saya pada Violent Prosecutor yang dibintangi Hwang Jung-min dan Kang Dong-won, yakni tentang bromance yang terjalin di antara sesama napi. Hanya saja, berbeda dengan Violent yang terasa lebih cair dan berunsur komedik, film ini lebih gelap dan terkesan serius. Konfliknya sebenarnya terjalin cukup rapi, hanya saja dari segi cerita memang terasa kurang greget. Sementara karakter-karakternya yang terasa kurang bisa mengundang simpati. Bahwa sang hero cerita tak melulu harus orang baik-baik, sebenarnya hal biasa dalam film-film bertema gangster-gansgteran, tapi biasanya si tokoh tetap memiliki sisi ‘manusiawi’ yang membuat penonton tetap bisa bersimpati. Sementara di film ini, bagi saya rasanya kok terlalu ‘kasar’ dan ‘jahat.’

The Prison_8

Untuk sosok Ik-ho, saya cukup bisa menerima karena bagaimanapun ia memang didapuk sebagai si penjahat sesungguhnya. Ia adalah sosok godfather yang sangat kejam tapi juga derwaman pada orang-orang kepercayaannya. Dan rasanya cukup berhasil memberi kesan itu pada karakter yang diperankannya. Meski ya, saya tak bisa bersimpati kepadanya, lebih karena dia memang ‘penjahat’ yang licik dan lihai. Tapi yang saya tak bisa mengerti adalah sosok Yoo-gun yang belakangan diketahui ternyata ‘orang baik’, ternyata bisa melakukan hal-hal yang begitu kasar dan sadis. Oke, dia sedang menyamar tapi rasanya ‘niat baiknya’ ini jadi tidak sebanding dengan hal-hal kejam yang kemudian harus ia lakukan. Tingkahnya menurut saya pada beberapa bagian juga terlalu berlebihan. Entah itu karena akting atau karena memang karakternya dituntut seperti itu. Dan terakhir, moral cerita film ini juga rasanya ambyar. Karena ya itu tadi, ‘kebaikan’ yang dilakukan jadi tak sebanding dengan ‘kerusakan’ yang ditimbulkan. Dan yah, saya pun kemudian paham, kenapa film ini tak banyak diapresisasi.

Cast:
– Jung Ik-Ho
– Song Yoo-Gun
Jung Woong-In – Kepala Penjara Kang
– Dokter Kim
-Chang-Gil
– Hong-Pyo

Judul: The Prison/ Peurizeun/프리즌
Sutradara/Penlus: Na Hyeon
Produser: Lee Sung-Hoon, Choi Ji-Yoon
Sinematografi: Hong Jae-Sik
Rilis: 23 Maret 2017
Durasi: 125 menit
Distributor: Showbox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Kategori:Uncategorized
the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar