Himizu

April 4, 2017 Tinggalkan komentar

Yuichi Sumida ( ), remaja berusia 14 tahun. Ia di sebuah lingkungan yang poranda setelah dilanda gempa dan tsunami. Ayahnya seorang looser pemabok yang kasar dan suka memukul, sementara ibunya sibuk dengan dirinya sendiri. Untunglah, di sekeliling Yuichhi masih ada orang-orang baik yang  meski hidupnya hancur karena bencana, tapi masih memiliki jiwa yang besar dan kasih sayang. Salah satunya adalah seorang kakek tua yang keluarganya habis ditelan tsunami. Tak punya siapa-siapa lagi, si kakek menaruh impian dan harapannya pada Yuichi yang masih muda.
Himizu (2011).mp4_000601432

Himizu (2011).mp4_001094319
Keiko ()  adalah teman sekelas Yuichi. Ia berasal dari keluarga kaya dengan orang tua ‘sakit’ yang menganggap keberadaannya sebagai beban. Meski begitu, Keiko selalu melihat hidup dengan ceria. Keiko diam-diam menyukai Yuichi, dan dengan segala cara, berusaha mendekati Yuichi.
Himizu (2011).mp4_000540746
Tapi kehidupan tak pernah menjadi lebih baik bagi Yuichi. Ibunya kabur dan ayahnya juga menghilang dengan meninggalkan banyak hutang. Awalnya, Yuichi yakin bahwa ia bisa hidup dengan dirinya sendiri. Namun ketika hal-hal buruk terus menimpanya, ia pun merasa putus asa. Untunglah, Keiko, si kakek dan orang-orang di sekitar Yuichi selalu ada, meyakinkannya untuk tetap positif menghadapi hidup.

 


Well, sebuah film yang ‘menyesakkan’ sekaligus mengharukan. Mungkin beberapa adegannya terkesan terlalu ‘brutal’ tapi uniknya juga terasa hangat dan manis. Dan saya baru ngeh usai menonton film ini, kalau ternyata sutradaranya tak lain dan tak bukan adalah , yang terkenal dengan film-filmnya yang bertema orang-orang ‘sakit’. Dan saya pun kemudian maklum, kenapa film ini disajikan sedemikian rupa. Tapi tenang saja, meski tokoh-tokohnya tentang orang-orang ‘sakit’ seperti saya sebutkan diatas, film ini cukup manis dan hangat, dengan pesan moral yang begitu optimis dan positif. Good movie!

Cast:
– Yuichi Sumida
– Keiko Chazawa

Tetsu Watanabe -Yoruno
Mitsuru Fukikoshi – Keita Tamura
Megumi Kagurazaka – Keiko Tamura
Denden – Kaneko
Ken Mitshusi – Ayahnya Yuichi
Makiko Watanabe – Ibunya Yuichi
Asuka Kurosawa – Ibunya Keiko
Keisuke Horibe – Ayahnya Keiko
Jun Murakami – Tanimura
Yosuke Kubozuko – Teruhiko Ijima
Fuyuki Moto – Tetsu
Taro Suwa – Makun
Setchin Kawaya – Kenkichi
Yuriko Yoshitaka – Miki

Judul: Himizu/ ヒミズ
Sutradara:
Penulis: Minoru Furuya (manga),
Produser: Haruo Umekawa, Masashi Yamazaki
Sinematografi: Sohei Tanikawa
Rilis: 14 Januari 2012
Durasi: 129 menit
Distributor: Gaga Corporation
Bahasa/Negara: Jepang

Awards:
Venice Film Festival 2011:
– Marcello Mastroianni Award for Best New Young Actor or Actress ( & )

Brussels International Fantastic Film Festival 2012:
–     7th Orbit Prize

Terracotta Far East Film Festival 2012 :
– Terracotta Far East Film Festival Audience Award

Film Festivals:
– Venice Film Festival – 2011 *World Premiere
– Toronto International Film Festival 2011 – Contemporary World Cinema *North American Premiere
– Busan International Film Festival  2011 – A Window on Asian Cinema
– Sitges Film Festival  2011 – Noves Visions – Fiction
– Hong Kong Asian Film Festival 2011 – Cineaste Delights
– Shanghai International Film Festival  2013 – Global Village – Japan Film Week
–  Bucheon International Fantastic Film Festival  2015 – I’m (not) SONO Sion
etc (see asianwiki.com)

The Land Of Hope

Maret 28, 2017 Tinggalkan komentar

Di sebuah kota kecil yang tenang. Keluarga Ono, yang terdiri dari Pak tua Ono dan istrinya, Chieko, anak lelakinya Yoichi dan menantunya, Izumi, hidup tenang dan bahagia mengelola peternakan sapi perahnya.
The Land of Hope-5
Hingga suatu hari, gempa dan tsunami menerjang salah satu sudut wilayah. Reaktor nuklir yang dipasang di kota itu mengalami kebocoran dan diduga radiasi menyebar. Warga dalam radius 20 km dari reaktor, diungsikan. Kebetulan rumah Ono tepat berada digaris batas. Meski begitu, orang-orang yang ketakutan mulai mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman. Tapi Pak tua Ono dan istrinya, yang merasa sudah tua dan tak ingin meninggalkan rumah tercinta mereka,  berkeras untuk bertahan. Meski begitu, mereka meminta Yoichi dan Izumi untuk mengungsi.
The Land of Hope-2
Di sisi lain, Izumi yang kemudian diketahui hamil, mulai mengalami paranoia, khawatir kalau-kalau bayinya entah bagaimana, terkena radiasi. Ia pun kemudian berperilaku aneh, dengan menutupi seluruh wajah dan tubuhnya agar tidak terpapar udara bebas.
The Land of Hope-1
Selain itu, juga ada sepasang kekasih, Mitsuru dan Yoko. Keluarga Yoko lenyap ditelan tsunami, dan Yoko berusaha mencarinya. Namun karena lokasi bencana berada di kawasan yang dilarang dilalui akibat reaktor nuklir, ia pun kesulitan mencari keluarganya.
The Land of Hope-4
Hmm… miris, sih, menonton film ini, apalagi kita tahu bahwa ceritanya sendiri memang terinspirasi dari kejadian nyata. Seperti diketahui, Jepang memang menjadi negara yang memiliki kisah kelam terkait reaktor nuklir ini. Dan yah, film ini seolah memang menjadi kritik sosial atas keadaan tersebut. Memang kalau dipikir-pikir, terlalu nekad sih, ketika Jepang membuat reaktor nuklir sementara kondisi alam mereka sangat labil (sangat rawan gempa dan tsunami)Dan kemudian, menjadi wajar ketika banyak masyarakat yang kemudian menjadi paranoid. Hmm, kadang tak habis pikir sih dengan keserakahan dan ketamakan manusia…
The Land of Hope-
Filmnya sendiri digarap dengan bagus oleh sutradara yang memang dikenal dengan film-film penuh kritiknya, .  Meski menonton film ini, saya sempat was-was kalau-kalau eksekusinya terlalu absurd atau ‘sakit’ khas Sono (saya masih agak trauma dengan filmnya trilogi Suicide Club), tapi untungnya, nggak kok. Alih-alih, film ini justru terasa hangat dan seperti judulnya, penuh harapan.

Cast:
Isao Natsuyagi – Yasuhiko Ono
Naoko Otani – Chieko Ono
Jun MUrakami – Yoichi Ono
Megumi Kagurazaka – Izumi Ono
Yutaka Shimizu – Mitsuri Suzuki
Hikari Kajiwara – Yoko
Mariko Tsutsui – Meiko Suzuki
Denden – Ken Suzuki
Dakichi Sugawara – Shimura
Takashi yamanaka – Kato

Judul: The Land Of Hope/ Kibou no Kuni (希望の国)
Sutradara/Penulis:
Produser: Yuji Sadai, Mizue Kunizane, Yuko Shiomaki
Sinematografi: Shigenori MIki
Rilis: 20 Oktober 2012
Durasi: 134 menit
Distributor: Bitters End
Negara/Bahasa: Jepang

Awards:
Toronto International Film Festival – 2012 – Contemporary World Cinema:
–      NETPAC
Mainichi Film Awards 2013 :
– Best Actor (Isao Natsuyagi)

Film Festivals
– Toronto International Film Festival 2012 – Contemporary World Cinema *World Premiere
–  Busan International Film Festival 2012 – A Window on Asian Cinema
– Hawaii International Film Festival  2012 – Spotlight on Japan *U.S. Premiere
– Chicago International Film Festival  2012 – Main Competition
– Stockholm International Film Festival  2012 – Asian Images
– San Diego Asian Film Festival – November 2012 – Masters *West Coast Premiere
– Hong Kong Asian Film Festival2012 – Cineaste Delights
etc. see asianwiki.com

Sori: Voice From The Heart

Maret 26, 2017 Tinggalkan komentar

Hae-gwan () adalah seorang ayah dari putrinya semata wayang, Yoo-joo. Karena saking sayangnya Hae-gwan pada Yoo-joo, ia menjadi terlalu protektif. Hingga suatu hari, Yoo-joo tiba-tiba hilang,  setelah sebuah peristiwa kebakaran yang terjadi di sebuah stasiun kereta. Diduga, Yoo-joo menjadi salah satu korban. Namun, Hae-gwan yakin bahwa Yoo-joo masih hidup.
SORI
Beberapa tahun sudah berlalu sejak kejadian itu, dan Hae-gwan masih belum menyerah untuk mencari keberadaan Yoo-joo. Hingga suatu hari, pencariannya sampai di sebuah pulau dan ia menemukan sebuah robot rusak milik NASA yang terjatuh. Robot ini ternyata berfungsi merekam berbagai panggilan telepon dari seluruh tempat, dan salah satunya adalah panggilan telepon Yoo-joo.  Berpikir bahwa si robot bisa membantunya mencari Yoo-joo, Hae-gwan pun kemudian, dengan bantuan temannya, berhasil  memperbaikinya dan ia namakan ‘Sori’ (artinya suara dalam bahasa Korea). Dan kemudian, terjalinlah persahabatan antara Hae-gwan & Sori dalam mencari jejak Yoo-joo.
SORI-2

SORI-6
Di sisi lain, pihak NASA kalang kabut mencari Sori yang menyimpan banyak rahasia. Pihak intelejen Korea, yang mengetahui bahwa ternyata si robot digunakan untuk menyadap berbagai komunikasi rahasia di negaranya, merasa berang dan ingin memanfaatkan Sori. Untuk itu, ditugaskan lah seorang agen pemberang, Jin-ho untuk mencari Sori. Selain itu juga aga Hyun-soo, ilmuwan cantik yang kemudian justru jatuh simpati pada Hae-gwan dan membantunya.


Well, ceritanya sih kedengaran standar saja: seorang ayah yang mencari putrinya yang hilang. Tapi yang unik dari film ini menurut saya adalah plotnya yang agak tak terduga. Awalnya saya sempat mengira ini akan jadi semacam film thriller tentang kasus penculikan atau sejenisnya, tapi ternyata ini adalah murni tentang ‘kehilangan’ seorang ayah. Dan yang menjadi unik adalah pelibatan aktor robot di dalamnya. Sekilas mungkin terdengar membosankan ketika membayangkan sosok onggokan besi berat sebuah robot, tapi di sini, si robot sendiri ternyata sangat ‘manis’ dan digambarkan seolah benar-benar hidup dan punya perasaan. Salutlah untuk idenya.

SORI-9

Sementara untutk jajaran cast-nya, juga cukup menyenangkan. Lee Sung-min bermain bagus seperti biasa dan di jajaran pemain pendukung, meski karakternya tak banyak dieksplor, tapi menurut saya mendapat peran yang pas dan notable. Mulai dari yang jadi si ilmuwan cantik (dan di film ini saya jadi tahu kalau ternyata Bahasa Inggris aktris satu ini bagus banget, tak seperti kebanyakan orang Korea yang logatnya aneh), Lee Hee-joon yang jadi si agen pongah… dan ‘penampakan’ si pencuri scene yang meski cuma sebentar, tapi juga berkesan. Selain itu ada juga Kwak Si-yang yang numpang lewat dan Chae Soo-bin. Film yang lumayan dan layak ditonton.

Cast:
– Hae-gwan
Lee Hee-joon – Jin-ho
– Ji-yeon
Kim Won-hae – Goo-cheol
Chae Soo-bin – Yoo-joo
– Sori (suara)
– Penyanyi Underground
– Hyun-soo

Judul: Sori: Voice From The Heart / Robot, Sori  (봇, 소리)
Sutradara: Lee Ho-Jae
Penulis: Lee So-Young, Lee Ho-Jae
Produser: Lee Ji-Min, Park Hyun-Tae, Shin Hye-Yeon, Jung Jae-Won
Sinematografi: Joo Sung-Rim
Rilis:  27 Januari 2016
Durasi: 117 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Asura: The City of Madness

Maret 26, 2017 Tinggalkan komentar

Han Do-kyung () adalah seorang detektif. Istrinya sedang sakit keras dan dirawat di rumah sakit. Dipaksa oleh keadaan, Do-kyung kemudian diam-diam membantu Park Sung-bae (), walikota berkuasa yang culas dan picik. Do-kyung berniat untuk menjadi pengawalnya Sung-bae dan mengundurkan diri dari kepolisian. Namun ketika melakukan sebuah ‘misi’, terjadi sebuah insiden yang membuat niatnya dicurigai atasannya.

Asura -2

Asura

Do-kyung pun kemudian terjebak pada situasi dilematis, ditekan oleh atasannya di kepolisian dan utang budi pada Sung-bae. Untuk itu, ia kemudian menyuruh juniornya yang setia, Mon Sun-mo (), untuk menggantikan posisinya sebagai kaki tangan Sung-bae. Tapi alih-alih, situasi menjadi semakin tak mengenakan baginya. Teman-temannya di kepolisian tak lagi mempercayainya dan memasangnya sebagai kartu ‘as’ untuk menjegal Sung-bae, di sisi lain Sung-bae yang licik, juga berusaha memanfaatkannya.

Asura -3

Asura -6

Sebenarnya, sudah agak bosan sih dengan film-film bertema crime dan gangster-gangsteran seperti ini. Tapi bagaiamana lagi, melihat jajaran castnya membuat saya penasaran, karena melibatkan aktor-aktor perfilman Korea ‘kelas berat’. Mulai dari yang memang belakangan sepertinya sedang benar-benar di puncak karirnya (dalam satu tahun filmnya bisa 2-3 film dan semuanya film berkualitas), lalu yang juga ‘konsisten’ dengan film-film ‘berat’, , Jeong Man-sik… juga (yang agaknya juga semakin ‘laris’ di film-film serius).. Karenanya, soal akting tak usah diragukan. Semuanya bermain dengan baik. Hanya saja, dari segi cerita, menurut saya ada yang terasa kurang, eksekusi endingnya terasa kurang memuaskan dan karakter-karakternya tidak cukup simpatik. Entah sih, mungkin karena pembuat film ini terobsesi dengan kata ‘madness’ di judulnya, hehe.

Asura -1

Cast:
– Han Do-kyung
– Park Sung-bae
– Moon Sun-mo
– Kim Cha-in
Jeong Man-Sik – Do Chang-hak
Yoon Ji-hye – Cha Seung-min
Kim Hae-gon – Tae Byung-jo
Kim Won-hae – Akeo
Oh Yeon-a – Jung Yoon-hee
Kim Jong-soo – Eun Choong-ho

Judul: Asura: The City of Madness / Asura (아수라)
Sutradara/Penulis: Kim Sung-Su
Produser: Kang Hyun, Han Jae-Duk
Sinematografi: Lee Mo-Gae
Rilis: 28 September 2016
Durasi: 132 menit
Produksi: Sanai Pictures
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Blue Dragon Film Awards 2016:
– Best Cinematography & Lighting

Doctors

Maret 18, 2017 Tinggalkan komentar

Sebenarnya, agak ogah-ogahan nonton drama ini. Lebih karena judul dan temanya yang sepertinya sudah ada dalam 1001 drama Korea: dunia kedokteran! Tapi demi melihat castnya adalah , saya pun penasaran. Saya cukup menyukai akting dan pilihan proyek Kim, terutama drama terakhirnya, , yang menurut saya bagus banget. Sementara untuk , jujur saya tak pernah terlalu menyukai drama-drama dan karakter yang ia mainkan, tapi ya, aktingnya sejauh ini lumayanlah.
Doctors -3

Doctors -2
Cerita sendiri diawali dari 13 tahun yang lalu. Yoo Hye-jung () adalah seorang siswi bermasalah. Ia sering temperamen dan sekolah dengan ogah-ogahan. Ibunya sudah meninggal, dan ia tak menyukai ayahnya yang sudah menikah lagi. Kerepotan mengurusnya, sang ayah pun kemudian menyerahkan pengasuhan Hye-jung pada neneknya yang mengelola kedai makanan.
Doctors -14
Hong Ji-hong () adalah seorang dokter lulusan Universitas Seoul. Ia yatim piatu sejak kecil, tapi kemudian diangkat anak oleh direktur sebuah rumah sakit terkenal yang baik hati. Setelah sebuah kejadian di rumah sakit, Ji-hong memutuskan berhenti jadi dokter dan mengajar di sebuah sekolah menengah perempuan. Dan ia tinggal di tempat neneknya Hye-jung. Tidak hanya itu, karena sekolah tempat Ji-hong mengajar adalah sekolah tempat Hye-jung dan ia menjadi wali kelasnya pula.


Karakter Ji-hong yang sangat positif dan easy going, kemudian perlahan mengubah diri Hye-jung. Hye-jung mulai bersemangat untuk belajar dan terinspirasi untuk menjadi dokter seperti Ji-hong.
Doctors -13
Seo-woo ()adalah murid terpintar di kelas. Ia anak orang kaya dan berasal dari keluarga dokter. Kakeknya bekerja di rumah sakit yang sama dengan ayah Ji-hong. Ambisinya adalah menguasai rumah sakit. Seo-woo pun kemudian dituntut keras agar selalu menjadi yang terbaik. Kehadiran Hye-jung yang menggantikan posisinya, termasuk mengalihkan perhatian Ji-hong terhadapnya, kemudian menimbulkan iri di hatinya. Maka rumor pun disebarkan, bahwa Ji-hong dan Hye-jung terlibat skandal murid dan guru. Keadaan semakin buruk ketika nenek Hye-jung meninggal karena malpraktek dan Ji-hong kemudian mengundurkan diri.
Doctors -15
Tiga belas tahun kemudian, Hye-jung sudah berhasil menjadi seorang dokter demikian juga Seo-woo, sementara Ji-hong sudah jadi profesor. Mereka kemudian bekerja di rumah sakit yang sama dan cerita baru pun dimulai. Cerita romantis antara Ji-hong-Hye-jung, iri hati Seo-woo, one sided love dari para penggemar Hye-jung, dan tentu saja konflik-konflik seputar politik di rumah sakit. Hmm… yah, sejujurnya, saya mengikuti drama ini dengan setengah hati. Saya menyukai episode-episode awal, masa-masa sekolah Hye-jung yang jadi murid pemberontak dan juga masa Ji-hong jadi guru muda yang keren. Sementara semakin ke sini, konfliknya terasa terlalu dipaksakan dan diulur-ulur. Meski begitu, masih ada beberapa hal yang enak diikuti, yakni kisah cinta Ji-hong dan Hye-jung yang terasa sangat manis dan ‘mature’.  (Meski saya tak menyukai ide bahwa Ji-hong sudah jatuh cinta pada Hye-jung ketika ia masih jadi muridnya) Juga para lelaki yang jadi 2nd men, tapi untunglah eksekusinya cukup manis. Sementara untuk konflik politiknya sendiri standar saja sehingga bagi saya pribadi, tak terlalu menarik untuk diikuti.
Doctors -12
Dari segi akting, bermain apik dan effortless sebagai Ji-hong yang dewasa dan caring. Sementara juga cukup bagus memerankan sosok Hye-jung yang kuat dan mandiri. Dan meski gap usia mereka cukup jauh, tapi mereka terlihat cocok saja sebagai sepasang kekasih. Untuk pemain pendukung, ada juga bermain sebagai sosok Seo-woo yang meski pendengki, tapi tetap memiliki sisi yang tidak menyebalkan. cukup lovable sebagai the 2nd man, lalu juga ada Kim Min-suk yang jadi dokter magang bersama trio konyolnya. Sedikit wasted menurut saya adalah karakter yang dimainkan , karena menurut saya, terlalu berbakat untuk memerankan sosok nanggung seperti di sini. Yah, overall lumayan lah.

Cast:
– Yoo Hye-jung
– Hong Ji-hong

– Jin Seo-woo
– Jung Yoon-do
– Kim Soo-chul
Moon Ji-in – Chun Shoon-hee
Han Bo-bae – Yoo Yoo-na
– Jo In-joo
– Choi Kang-soo
Baek Sung-hyun – Pi Young-kook
Jo Hyun-sik – Ahn Joong-dae
Jung Jin – Baek Ho-min
Lee Sun-ho – Jung Pa-ran

Kim Young-ae- Kang Mal-soon (neneknya Hye-jung)
Jung Hae-kyun – Yoo Min-ho
Par Ji-a – Lee Ga-jin
Lee Ho-jae – Hong Doo-sik (ayah Ji-hong)
Jeon Kuk-hwan – Jin Sung-jong
Eom Hyo-seop – Jin Myung-hoon
Yoon Hae-young – Yoon Ji-young
Jang Hyun-sung – Kim Tae-ho
Kim Gang-hyyun – Kang Kyung-joon

cameo:
Han Hye-Jin – Jo Soo-Ji (ep.11-12)
Jo Dal-Hwan – Ahn Sung-Soo (ep.11-12)
Namgung Min – ayah dua anak  (ep.13-15)
Lee Sang-Yeob –  suami perempuan hamil (ep.15)
Lee Ki-Woo – bos mafia terluka (ep 1)

Judul: Doctors/ Dakteoseu (닥터스)
Sutradara: Oh Choong-Hwan
Penulis: Ha Myung-Hee
Tayang:  SBS, 20 Juni – 23 Agustus 2016
Episode: 20
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
SBS Drama Awards 2016:
– Best Actor (genre / fantasy) ()
– Best Actress (genre / fantasy) ()
– Ten Star Award (Park Shin-Hye)
– New Star Award (Kim Min-Suk/Moon Ji-In)

APAN Star Awards 2016:
– Best New Actor (Yoon Gyun-Sang)

Korea Drama Awards  2016:
– Best Actor (Jang Hyun-Sung)

Weightlifting Fairy Kim Bok-Joo

Februari 26, 2017 Tinggalkan komentar

Kim Bok-ju () adalah atlet angkat besi berumur 21 tahun. Kehidupannnya selama ini hanyalah seputar dunia angkat besi, sehingga ia nyaris tak pernah punya pengalaman apa-apa soal cowok. Tingkahnya cenderung kekanakan dan sehari-hari menghabiskan waktu dengan latihan dan melakukan aksi-aksi gila bersama dua karibnya sesama atlet angkat besi, Nan-hee dan Seon-ok.

bokju-4
Hingga suatu hari, ia bertemu cowok tampan yang lembut dan baik hati, Jung Jae-yi (), yang serta merta membuat Bok-ju jatuh cinta untuk pertamakalinya. Jae-yi adalah seorang dokter yang membuka klinik diet. Dan demi mendekati Jae-yi, Bok-ju pun nekad mendaftarkan diri pada program diet di klinik Jae-yi.  Hal yang bertentangan dengan ‘aturan’ dirinya sebagai atlet angkat besi yang justru dituntut untuk banyak makan dan menggemukkan badan. Tidak hanya itu, demi menarik perhatian Jae-yi, Bok-ju pun berbohong tentang profesinya, karena berpikir bahwa atlet angkat besi bukanlah hal yang keren.
bokju-5


Bersaudara dengan Jae-yi adalah Jung Joon-hyung ( ), seorang atlet renang yang satu sekolah dengan Bok-joo. Joon-hyung sebenarnya perenang yang berbakat, hanya saja ia mengidap trauma yang membuatnya selalu gugup ketika hendak melakukan start dan sering berakibat pada diskualifikasi. Joon-hyung berperangai periang dan percaya diri, meski sebenarnya ia menyimpan kesedihan karena ditinggal pergi ibunya ke luar negeri dan tak pernah berkabar. Setelah beberapa insiden kurang menyenangkan (memang selalu begitu rumus romance drama Korea), antara dirinya dan Bok-ju, akhirnya diketahui kalau Joon-hyung dan Bok-ju ini adalah teman satu sekolah ketika SD. Sejak kecil, Bok-ju dikenal sebagai cewek ‘perkasa’ yang gendut dan lucu, sedangkan Joon-hyung adalah bocak lelaki kurus yang lemah dan pemalu. Melihat Bok-ju yang tetap bertingkah lucu, Joon-hyung pun segera merasa akrab dan senang menggodai Bok-ju.
bokju-14
Joon-hyung adalah satu-satunya orang yang mengetahui ‘rahasia cinta’ Bok-ju, dan karenanya mereka pun membuat kesapakatan bersama untuk menjaga rahasia itu. Dan yah… selanjutnya seperti umumnya drama Korea, kebersamaan ini justru akan menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya. Sebuah cinta yang manis dan lucu ala anak-anak muda yang baru mengenal cinta. Seperti juga keseluruhan cerita drama ini yang terasa manis dan lucu.
bokju
Sebenarnya, di awal saya agak underestimate ketika membaca sinopsis cerita dan cast drama ini.  Saya beberapa kali melihat akting ( , ) dan cukup mengapresiasi kemampuan aktingnya. Tapi ia berperan sebagai atlet angkat besi? Nggak salah? Dengan tubuhnya yang tinggi langsing dan wajah yang cantik itu? Saya tambah underestimate ketika membaca bahwa konon cerita drama ini terinspirasi dari kisah nyata. Kenapa tak dicari saja aktris yang memang kira-kira ‘cocok’ dengan karakter seorang atlet? Tapi kemudian keunderestimate-an saya agak berkurang ketika kemudian di internet saya mulai melihat foto-foto awal yang bertransformasi untuk perannya di sini. Ia rela menggemukkan badannya dan memotong rambutnya sedemikian rupa sehingga wajahnya terlihat cukup meyakinkan sebagai sosok Bok-ju yang cupu. Dan yah, ketika mulai tayang, saya kemudian penasaran setelah membaca review-review positifnya.

bokju-16
Dan memang harus saya akui, seperti yang sudah saya tulis di atas, drama ini terasa manis . Plotnya terasa fresh dan rapi. Latar dunia atlet angkat besi juga menjadi nilai tambah tersendiri, karena merupakan hal baru yang diangkat dalam drama Korea. Meski begitu, saya tak terlalu setuju ketika banyak yang mengelu-elukan drama ini dengan begitu ‘tinggi’, karena secara umum, selain dunia atlet dan angkat besi, dari segi cerita, sebenarnya tak ada yang benar-benar baru dalam drama ini: cinta remaja yang romantis. Konflik-konfliknya juga biasa-biasa saja, tak ada yang terlalu ‘dramatis’ terkait dunia para atlet angkat besi, karena fokusnya memang lebih pada romance-nya. Tentu saja, tak jadi masalah, karena membuat drama ini terasa ringan dan menghibur. Meski bagi saya pribadi, bukan jenis drama yang akan saya tonton lebih dari sekali.
bokju-1

bokju-17
Dari segi akting, menunjukkan kemampuan aktingnya yang lain dan cukup saya acungi jempol, meski menurut saya, ia masih saja paling cantik & langsing di antara teman-teman sesama atlet angkat besinya. juga bermain bagus sebagai Joon-hyung yang kekanakan dan kadang sama ‘gilanya’ dengan Bok-ju. Dan yah, ia cukup enak dilihat dengan wajah tampan dan posturnya yang tinggi langsing. Meski begitu,  entah bagaimana, saya merasa ia masih belum punya ‘karisma’ sebagai aktor utama sehingga karakternya di sini, tak terlalu meninggalkan banyak kesan. Saya pikir, ia masih harus banyak ‘belajar’ dengan memainkan peran-peran pendukung saja dulu.

Untuk aktor-aktor lain, tidak ada yang terlalu  menonjol, tapi menurut saya semuanya bermain dengan pas.

Cast:
– Kim Bok-ju
– Jung Joon-hyung
Kyung Soo-Jin – Song Shi-ho
– Jung Jae-yi
Lee Joo-Young – Lee Seon-ok
Cho Hye-jung – Jung Nan-hee
– Jo Tae-kwon
– Ko Ah-young

Oh Eui-Sik – Bang Woon-gi
Choi Moo-Sung – Yoon Duk-man     (Prof Yoon)
– Choi Sung-eun (Pelatih Choi)
Choi Woong – Kim Ki-suk
Ahn Kil-kang – Kim Chang-gul (ayah Bok-ju)
Ju In-gi – Paman Joon-hyung
Lee Jung-eun – bibinya Joon-hyung
Ray Yang – Sung Yoo-hee
Moon Ji-Yoon – Sang-Chul
Yoo Joon-Hong – Jung-Woo
Kang Ki-young – KIm Dae-ho
Lee Jong-Suk – pelanggan restaurant Bok (cameo ep.2)
Ji Soo – pekerja paruh waktu teman Bok-ju (cameo ep.11)

Judul: Weightlifting Fairy Kim Bok-Joo/ Yeokdoyojung Kimbokjoo (역도요정 김복주)
Sutradara: Oh Hyun-Jong
Penulis: Yang Hee-Seung
Tayang: MBC, 16 November 2016 – 11 Januari 2017
Episodes: 16
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
MBC Drama Awards 2016:
– Excellent Actress (mini series) (Lee Sung-Kyung)
– Best New Actor (Nam Joo-Hyuk)

Have a Song on Your Lips

Februari 22, 2017 Tinggalkan komentar

Nazuna seorang gadis remaja yang tinggal bersama kakek-neneknya di sebuah kota kecil di teluk Nagasaki yang tenang. Ibunya sudah meninggal dan ayahnya meninggalkannya. Meski menyimpan kemarahan pada ayahnya, tapi Nazuna menjalani hari-harinya dengan ceria.

have-a-song-on-your-lips-7

 

have-a-song-on-your-lips-6

Di sekolah, Nazuna bertindak sebagai ketua dalam klub paduan suara yang anggotanya perempuan semua. Paduan suara itu dibimbing oleh guru kesayangannya, Bu Matsuyama. Ketika hendak mengikuti lomba paduan suara, sayangnya, Bu Matsuyama harus cuti karena hendak melahirkan. Sebagai gantinya, adalah temannya, Ms Kashiwaga () yang ternyata adalah pianis terkenal. Sejak awal, Nazuna tak menyukai Miss Kashiwaga karena sifatnya yang angkuh dan jutek. Tidak hanya itu, karena Bu Kashiwaga kemudian menambah anggota klub dengan para anak lelaki. Hal yang membuat Nazuna dan teman-temannya jengkel.

have-a-song-on-your-lips-2

 

have-a-song-on-your-lips-4

Di antara anak laki-laki yang ikut bergabung adalah Kuwahara. Kuwaharabertubuh mungil dan tidak populer di sekolah. Ia punya seorang kakak yang menderita keterbelakangan mental, Akio, yang harus selalu ia temani pulang setiap hari. Nakamura bergabung dengan klub paduan suara karena diajak teman ceweknya yang manis, yang tahu bahwa Nakamura bersuara bagus. Awalnya, keiikutsertaan Kuwahara ditentang oleh ayahnya, karena khawatir ia tak bisa menajga Akio. Namun ibunya mendukungnya.

Have a Song on Your Lips-9.jpg

Awalnya, Kashiwaga ogah-ogahan melatih klub itu. Ia sedang patah hati, setelah pacarnya meninggal karena kecelakaan ketika ia hendak melakukan pertunjukan. Namun melihat keseriusan murid-muridnya, ia pun mulai serius melatih. Tidak hanya itu, karena ia kemudian juga belajar banyak hal dari kisah mengharukan yang melatar belakangi kehidupan murid-muridnya, terutama Nazuna dan Kuwahara.

have-a-song-on-your-lips-13

have-a-song-on-your-lips-10

Satu lagi film Jepang bergenre remaja yang sangat layak untuk ditonton! Ceritanya ‘sederhana’ tidak muluk-muluk, tapi dikemas dengan begitu apik dan bersahaja dengan sebuah pesan moral yang jelas. Tidak ada karakter utama di film ini, tapi ceritanya terasa utuh dan masing-masing karakter mendapat eksplorasi yang baik. Nuansanya sangat “remaja” dengan segala kepolosan dan kemurniannya, tanpa embel-embel romance yang lebay. Dan pemilihan para pemainnya juga terasa pas, aktor-aktor mudanya terlihat sangat realistis, tanpa ada pretty boy atau flower girl. Sosok-sosok mereka benar-benar menggambarkan anak-anak usia 15 tahun di kota kecil yang masih culun, polos, tapi juga manis dan penuh energi positif. Good movie!

have-a-song-on-your-lips-15

Cast:
– Yuri Kashigawa
Yuri Tsunematsu – Nazuna Tsunematsu
Shota Shimoda – Satoru Kuwahara
Wakana Aoi – Chinatsu Sekiya
Kyoka Shibata – Eri Tsuji

Mayu Yamaguchi – Kotomi Hasegawa
Hayato Sano – Keisuke Mukai
Hibiki Muroi – Riku Mitamura
Fumino Kimura – Haruko Matsuyama
Kenta Kiritani – Tetsuo Tsukamoto
Daichi Watanabe – Akio Kuwahara
Hideakazu Mashima – Yuki Nakamura
Hikari Ishida – Sizuru Nakamura
Tae Kimura – Teruko Kuwahara
Shigemitsu Ogi – Koichi Kuwahara

Judul: Have a Song on Your Lips/ Kuchibiru ni Uta o (くちびるに歌を)
Sutradara:
Penulis: Otsuichi (novel), Yuichi Toyone, Yukiko Mochiji
Produser: Mitsuru Uda
Sinematografi: Koichi Nakayama
Rilis: 28 Februari 2015
Durasi: 132 menit
Distributor: Asmik Ace Entertainment
Negara/Bahasa: Jepang

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar