Y Tu Mamá También

Agustus 15, 2017 Tinggalkan komentar

Tenoch dan Julio () adalah dua remaja yang bersahabat karib. Keduanya berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Tenoch anak seorang politikus papan atas yang kaya, sementara Julio berasal dari keluarga biasa. Ayahnya minggat dan ia hanya tinggal dengan ibu dan kakak perempuannya yang seorang aktivis kampus. Meski begitu, mereka memiliki kesamaan sifat dan selera humor yang membuat mereka nyambung satu sama lain. Keduanya cenderung bengal, hedon, dan kekanakan.

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_000546067

Suatu hari, pacar mereka, sama-sama pergi untuk melakukan perjalanan ke Italia. Di tengah rasa bosan ditinggal pacar, di sebuah pesta, mereka kemudian bertemu Luisa, yang notabene adalah istri Julio, sepupunya Tenoch yang menyebalkan. Iseng mereka mengajak Luisa untuk jalan-jalan ke pantai yang namanya tak jelas dalam peta. Awalnya, Luisa menolak. Tapi ketika tahu bahwa suaminya berselingkuh, ia pun memutuskan untuk ikut pergi.

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_002489800

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_005140134

 

Dengan mengendarai mobil tua milik kakaknnya Julio, mereka pun mulai melakukan perjalanan menyusuri sudut-sudut Meksiko yang tandus dan gersang. Obrolan di sepanjang perjalanan diisi dengan pembicaraan melantur yang tak terlalu penting, khas remaja yang cengengesan dan tahunya hanya ingin bersenang-senang. Luisa yang dewasa dan lebih berpengalaman menikmati sikap kekanakan teman-teman mudanya. Tapi di perjalanan itu juga kemudian mereka mulai mengakui ‘dosa’ satu sama lain, dan melakukan hal-hal gila. Ketika perjalanan berakhir, persahabatan mereka tak lagi sama. Sementara Luisa, ternyata juga menyimpan sebuah rahasia.

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_004805037

Another coming age story yang juga dipadukan dengan road movie. Sedikit mirip-mirip American Pie dalam hal eksplorasi seksualnya yang cenderung vulgar, tapi secara keseluruhan terasa lebih ‘berisi’ dengan latar belakang situsasi politik di Meksiko segala macam. Untuk road movienya, menurut saya juga disajikan dengan bagus dan menarik. Karena menggambarkan daerah-daerah pedesaan Meksiko yang begitu khas dunia ketiga: kumuh dan miskin, begitu kontras dengan karakter utama film yang digambarkan cengengesan, childish dan hedon. Meski begitu, semua kekontrasan itu disulam dengan begitu rapi menjadi sebuah cerita yang manis. Segala kecengengesan kedua tokoh utamanya rasanya bisa dimaklumi mengingat usia mereka yang masih sangat muda. Dan entah kenapa, usai menonton film ini saya bisa membayangkan Julio dan Tenoch di balik layar yang mulai beranjak dewasa dan melakukan hal-hal yang lebih ‘berguna.’

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_005078264

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_005862509

Untuk akting, yah, saya selalu menyukai dan dialah salah satu alasan utama saya tertarik dengan film ini. Seperti biasa, ia bermain dengan apik dan ‘karismatis’. Diego Luna (yang konon adalah karibnya Bernal di kehidupan nyata, tak heran kalau bromance keduanya terasa nyata) juga sangat pas sebagai Tenoch si anak orang kaya. Demikian juga Maribel Verdu yang jadi Luisa, yang terkesan rapuh tapi juga mature. Layak tonton!

Note:
Lumayan banyak adegan dewasanya. Tidak disarankan bagi yang berusia di bawah umur 🙂

Cast:
Maribel Verdu – Luise Cortes
– Julio Zapata
Diego Luna – Tenoch Iturbide
Diana Bracho – Silvia
Andres Almeida – Diego “Saba” Modero
Ana LOpez Mercado – Ana Morelos
Nathan Grinberg – Manuel Huerta

Judul: Y Tu Mamá También (And Your Mother Too)
Sutradara: Alfonso Cuaron
Produser : Alfonso Cuaron, Jorge Vergara
Penulis: Alfonso Cuaron, Alfonso Cuaron
Narator : Daniel Gimenez Cacho
Musik: Natalie Imbruglia, Frank Zappa, Miho Hatori
Sinematografi: Emmanuel Lubezki
Editing: Alex Rodriguez, Alfonso Cuaron
Distributor: 20th Century Fox
Rilis: 8 Juni 201
Durasi: 106 menit

Awards:
Academy Award 2001: Nominasi Award for Writing Original Screenplay
BAFTA Awards 2001: Nominasi Best Original Screenplay
Golden Globe: Nominasi Best Foreign Language
Grammy Award: Nominasi Best Compilation Soundtrack Album for Motion Picture
Independetn Spirit Award: Best Foreign Film
etc.

Kategori:Uncategorized

Aktor Korea Favorit: Jo Seung-woo

Agustus 11, 2017 Tinggalkan komentar

Kalau ada yang bertanya siapa aktor Korea favorit saya, seperti yang sudah sering saya sebut di blog ini, maka di urutan pertama adalah . Dan setelah usai nonton drama terbarunya, Secret Forest, saya sadar bahwa saya memang memfavoritkan dia.

 

Sebenarnya, saya bukan jenis orang yang suka ngefans-ngefans pada seorang aktor atau aktris dalam waktu lama. Biasanya saya menyukai seorang aktor dalam waktu singkat saja, setelah melihat penampilannya yang bagus di drama/film dan seiring waktu biasanya rasa suka itu memudar. Apalagi kalau penampilan atau film/drama yang dibintanginya kemudian jelek. Tapi dengan agak berbeda.

Saya ‘jatuh cinta’ dengannya setelah menonton film pertamanya ‘ di awal tahun 2000an. Selain karena saya suka cerita dan karakter yang ia mainkan, harus saya akui, faktor suka saya juga karena wajahnya yang enak dilihat. Meski begitu, rasa kagum saya baru lengkap setelah melihat filmnya yang lain, , di mana ia berperan sebagai seorang pemuda autis dengan sangat meyakinkan. Dari situ saya berkesimpulan, bahwa dia bukan hanya enak dilihat, tapi memang memiliki bakat akting yang brilian. Dan begitulah, saya kemudian mengikuti film-filmnya dan tak pernah ‘kecewa’  hingga saat ini.

PDVD_007

Seung-woo di film Chunhyang (atas) dan Marathon (bawah)jsw-marathon

 

 

Bagi penggemar Korea di luar Korea, nama sepertinya memang kurang populer. Selain karena proyek-proyeknya (film dan drama) yang bisa dihitung dengan jari, film/drama yang dibintanginya juga bukan jenis film/drama yang terlalu mainstream/populer. Alih-alih ceritanya cenderung serius-serius. Dan hal lain, tentu dari segi fisik. Meski masuk kategori good looking, tapi sosok tidak masuk golongan pretty boy ala cowok-cowok boyband yang pesolek. Postur tubuhnya juga termasuk kategori kurang ideal untuk seleb Korea yang umumnya tinggi-tinggi dan gagah (kebanyakan aktor Korea tingginya 180-an cm). Dengan tinggi 173 cm, tergolong pendek. Tapi justru hal-hal itulah yang membuat sayasemakin  menyukainya. Dia menjadi aktor bukan hanya bermodal tampang tapi memang karena bakatnya. Selain itu, ia semakin keren karena selektif dan cenderung idealis dalam memilih peran-perannya.

jsw-covermagz

Seolah memang terlahir menjadi ‘aktor besar’, Jo mengawali karirnya di layar lebar lewat film yang diangkat dari legenda rakyat Korea, “ yang disutradarai . Perlu diketahui, ini adalah salah satu sutradara besar di Korea, yang dikenal dengan film-film qualified. Tak tanggung-tanggung, di film debutnya ini, Jo langsung dipercaya menjadi pemeran utamanya. Dan hasilnya sama sekali tak buruk. Jo bermain dengan apik sebagai sosok bangsawan belia, Lee Mong-ryong, yang meski agak kekanakan tapi juga berwibawa. Meski bisa dibilang “beruntung”, tapi sebenarnya Jo mendapatkan peran itu bukan semata karena faktor keberuntungan, tapi melalui proses casting yang konon melibatkan 800an orang. Meski film ini konon kurang sukses secara komersil (bisa dipahami karena formatnya yang terlalu ‘art’), tapi cukup sukses secara kualitas karena kemudian menjadi film pertama Korea yang masuk festival film Cannes.

jsw-h

Jo di film “H”, cakep kan? 🙂

Dengan modal bakat, ditunjang wajah yang cukup manis dan usia yang masih muda (umurnya baru 19 tahun waktu main ), saya pikir tak sulit bagi Jo kala itu untuk jadi bintang drama yang pasti akan melambungkan popularitasnya. Tapi Jo justru kemudian lebih memilih konsen di film dan dunia panggung musikal. Yups, menjadi aktor musikal memang adalah impian Jo sejak masih sangat muda. Dan meski dunia panggung tak semenjanjikan dunia layar (dari segi finansial terutama), agaknya hal itu tak menyurutkan impiannya. Ia aktif bermain musikal meski juga tetap membintangi beberapa film setidaknya sekali setahun.

jsw-cine21

Bersama aktor-aktor kawakan Korea dan Jo Seung-woo paling muda di sini

Sebuah ‘kejutan’ terjadi ketika tahun 2013, Jo akhirnya memutuskan untuk main drama. Konon, selama ini ia tak ingin bermain drama karena menganggap dunia drama yang syutingnya kejar tayang kurang manusiawi, hehe. Tentu tak ada yang lebih antusias menyambut debut dramanya selain fans seperti saya. Bagaimanapun, drama karena berbentuk seri, tentu akan ‘memuaskan’ fans seperti saya untuk menikmati aktingnya.

Sejak awal, saya sudah optimis dengan dramanya, karena seperti biasa, lagi-lagi ia selektif memilih perannya. Dramanya yang berjudul , konon diangkat dari kisah nyata tentang dokter di jaman kerajaannya Korea. Sutradaranya juga bukan sembarangan, ,  sutradara senior yang pernah menyutradarai drama “Jewel in the Palace” yang fenomenal itu. Konon karena sutradara ini pulalah yang menjadi salah satu alasan Jo memutuskan untuk main drama, karena ia pernah berjanji untuk pada sang sutradara untuk main di dramanya. Saya yang biasanya enggan nonton drama sampai puluhan episode, bela-belain nonton drama ini (drama ini mencapai 50 seri!).

jsw-horsedoctor2

Jadi dokter hewan di drama pertamanya, Horse Doctor

Dramanya cukup bagus, ceritanya inspiratif dan akting Jo juga bagus. Hanya saja, karena saya sudah nonton Jewel in the Palace sebelumnya, menemukan banyak sekali kemiripan dalam plot cerita drama ini sehingga terasa membosankan. Dan agaknya, banyak penonton yang merasakan hal yang sama karena kemudian drama ini ratingnya konon tidak terlalu bagus. Meski begitu, tak ada yang menyangkal kalau tentang kemampuan akting . Di acara penghargaan tahunan MBC, yang merupakan stasiun TV tempat drama itu ditayangkan, Jo dianugerahi penghargaan sebagai Best Actor dan Daesang (penghargaan tertinggi) sekaligus. Penghargaan ini, tentunya adalah wujud dari apresiasi atas akting Jo, dan kerennya, Jo secara spontan mengungkapkan bahwa ia merasa tak cukup pantas mendapatkannya. Dalam pidato penerimaannya, ia mengungkapkan bahwa penghargaan itu (terutama Daesang) terasa terlalu berlebihan, apalagi, itu kali pertama ia main drama.  Sementara banyak aktor lain yang lebih senior di drama (Ahn Jae-wook, misalnya). Meski begitu, ia mengaku sama sekali tak menyesali proyek yang dipilihnya.

jsw-godgift2

Tahun 2014, ia kembali main drama berjudul bersama aktris . Lagi-lagi, cerita drama ini bisa dibilang keluar dari mainstream karena bergenre thriller dan hampir tak ada romance-nya sama sekali (film dengan genre semacam ini belum semarak sekarang waktu itu). Di drama ini, ia berperan sebagai seorang detektif berkarakter pemarah dan cenderung menyebalkan, tapi di sisi lain, berhati lembut dan menyimpan luka masalalu. Dan yah, lagi-lagi ia menunjukkan kemampuan aktingnya yang lain. Banyak yang memuji-muji aktingnya di sini dan tak urung, meningkatkan popularitasnya di kalangan pencinta drama Korea. Banyak fans yang kemudian menjulukinya “Captain Awesome” berkat drama ini.

Meski ceritanya serius, tapi drama ini bagus dengan jajaran cast yagn bermain apik. Sayang, kenyarissempurnaan drama ini kemudian rusak oleh ending yang seolah menjadi antiklimaks dari semua hal bagus dari drama ini 😦 Meski begitu, menurut saya, drama ini tetap layak ditonton dan sama sekali tak mengurangi kenyataan bahwa berakting sangat bagus di sini. Karakternya di drama ini meninggalkan kesan begitu kuat.

asswv

Tetap karismatis meski hanya sebagai cameo di film Assasination

Usai God Gift’s Jo kembali ‘menghilang’ dari layar dan sibuk ke dunia panggung. Tapi ia sempat menjadi cameo di film ngehits, Asssasinations yang dbintangi Jeon Ji-hyun. Meski penampilannya hanya beberapa menit, tapi ia seperti biasa, menunjukkan sisi karismatisnya sebagai seorang pengusaha pro kemerdekaan Korea.

Tahun 2016, ia kembali ke dunia film, lewat yang ia bintangi bareng aktor kawakan, . dan . Konon, sebenarnya awalnya agak ogah-ogahan main di film ini karena merasa kurang percaya diri dengan peran yang akan ia mainkan. Hanya saja, sang sutradara ‘memaksanya’ dan ia pun setuju. Filmnya bagus dan sukses, meski harus saya akui, di film ini, Jo kurang bersinar dibanding (dalam sebuah wawancara Jo sendiri mengakui kalau ia merasa kurang maksimal berakting di film itu).

Dan yah, ketika akhirnya saya membaca berita kalau ia akan kembali main drama, Secret Forest , saya merasa senang dan tak sabar menantikannya. Apalagi, ia akan beradu akting dengan aktris . Dan makin senang ketika kemudian kemudian dramanya ini sukses. Bukan hanya ratingnya yang bagus, tapi secara keseluruhan dramanya juga bagus. Huu, jadi makin ngefans saya sama aktor satu ini. Tahun ini, ia juga akan main film, bagian dari triloginya yang sukses itu. Saya sudah nonton dan menurut saya filmnya bagus. Jadi saya juga berharap, kalau lanjutannya yang akan dibintangi Jo Seung-woo nanti juga bagus dan sukses secara komersil. Yeah, hope the best lah for him! 🙂

jsw-insidemen2

Inside Men, bareng Lee Byung-hun dan Baek Yoon-shik

All about

Jo Seung-woo, seperti kebanyakan aktor yang memang ‘aktor’ dan bukan ‘selebriti’, bisa dibilang jauh dari hingar bingar pemberitaan media. Terutama terkait kehidupan pribadinya. Karenanya, cukup sulit mengulik informasi tentang dirinya di internet, apalagi yang berbahasa Inggris. Ditambah lagi, notabene dia itu memang kurang populer secara internasional. Satu-satunya informasi yang cukup ‘lengkap” tentang dirinya saya temukan di forum soompi,  itu juga threadnya lebih sering sepi dan jarang diupdate. Paling-paling baru ada update-an kalau Jo Seung-woo main film atau drama baru. Itu juga paling 1-2 halaman. Wajar juga sih, karena memang mungkin mereka tak punya bahan buat update. Bahkan di Korea sendiri, konon ia memang jarang tampil di media kecuali berkaitan dengan promo film/dramanya.

jsw-beard2

Dari informasi yang sedikit itu saya menemukan beberapa fakta menarik tentang sosok seorang , yang saya rangkum di bawah ini:

  • besar tanpa ayah. Orang tuanya bercerai ketika ia masih berumur 3 tahun. Sang ayah, kemudian hijrah ke Amerika dan tak berhubungan dengannya. Jo tumbuh besar bersama ibu dan kakak perempuannya, Cho Seo-yoon, yang usianya lebih tua tiga tahun darinya. Tak heran kalau kemudian ibu dan kakaknya ini menjadi orang paling penting dalam hidupnya. Hampir dalam setiap kesempatan (wawancara atau ajang penghargaan) Jo selalu menyebut nama ibu dan kakaknya.  Konon, pada sekitar tahun 2005 (?), ketika Seung-woo sudah cukup sukses, ayahnya yang sudah kembali ke Korea, konon sakit dan meminta Seung-woo dan kakaknya menemuinya, tapi keduanya tak mau datang. Hmm, bisa kebayang lah gimana perasaan seorang anak yang ditinggal ayahnya ketika masih sangat kecil.
  • Dalam sebuah wawancara Seung-woo pernah mengungkapkan bahwa ketika kecil ia sangat benci dengan gitar karena hal itu mengingatkan rasa sakitnya pada sang ayah. Tapi ketika semakin besar, konon ia merasa kemarahannya pada sang ayah sudah semakin berkurang. Hanya saja, pasti sulit lah benar-benar memaafkan seorang ayah yang seperti itu. Meski ibunnya pastilah seorang perempuan yang kuat, tapi sebagai satu-satunya lelaki di rumah, pastilah Seung-woo juga memikul tanggung jawab yang tang ringan. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan bahwa ia sudah harus bertanggungjawab pada keluarganya sejak masih sangat muda. Dan yah, untunglah, hidup sepertinya cukup ‘adil’ terhadapnya, karena ia sudah menapaki kesuksesan di usia muda. Bagusnya juga meski mengalami masa kecil yang pahit, Seung-woo berhasil tumbuh sebagai pribadi yang positif. Buktinya, ia terus berkarya.
  • Ayah adalah seorang musisi. Dan darah seni ini agaknya yang mengalir dalam dirinya dan sang kakak (kakaknya seorang aktris musikal juga).
  • Meski pernah begitu benci pada gitar, akhirnya berhasil mengatasi kebenciannya karena tuntutan peran di film. Peran pertamanya yang mengharuskan main gitar adalah “?”. Namun ia baru serius mempelajari gitar untuk perannya seabgai musisi di film ““. Setelah itu, ia mengaku justru sangat menyukai gitar dan mengoleksinya. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan bahwa “gitar itu seperti seorang lelaki. Ia mengekspresikan bermacam emosi dan perasaan manusia.”
  • adalah salah satu dari sedikit aktor Korea yang mendapat penghargaan Best Actor di usia yang masih muda. Ia mendapat penghargaan ini untuk perannya sebagai pemuda autis yang lucu dan polos di film (usianya masih 25 tahun waktu itu). Sebagai gambaran, aktor yang sering dapat penghargaan ini adalah aktor-aktor senior seperti , , … aktor seperti , , atau bahkan baru belakangan ini dapat penghargaan ini.

marathon3 (2)

  • Ketika kecil, bercita-cita jadi pemain baseball. Beranjak remaja, setelah melihat pertunjukan musikal kakaknya di panggung sekolah, Seung-woo terinspirasi untuk jadi aktor musikal. Pertunjukan favoritnya adalah “Man of La Mancha.” Meski begitu, karir di panggung musikalnya baru dimulai tahun 2000, ketika ia main “Blood Brothers” bersama aktor-aktor senior seperti dan Jang Hyun-sung.
  • Tahun 2002, Jo mendapatkan penghargaan sebagai Best New Actor di ajang Korea Musical Awards untuk perannya di musikal “The Sorrow of Young Werthers.” Dua tahun kemudian, ia mendapat penghargaan Best Actor di ajang yang sama untuk musikal berjudul ” Jekyll & Hyde.” Dan setelah itu, hampir setiap tahun ia mendapat penghargaan di ajang musikal. Ia juga aktor pertama yang bermain di musikal “Hedwig & Angry Inch”, musikal yang sangat populer tapi sebelumnya masih kurang diterima masyarakat Korea karena mengangkat isu transgender. Belakangan, Hedwig justru menjadi pertunjukan paling populer (beberapa aktor populer yang pernah main musikal, memainkan pertunjukan ini seperti dan belakangan, ). Namun begitu, butuh waktu tujuh tahun bagi Jo untuk akhirnya memainkan pertunjukan favoritnya, Man of La Mancha. Pertunjukan yang lagi-lagi membuatnya diganjar pernghargaan Best Actor.

jsw-hedwig

  • Setahun sebelum main Jekyll & Hyde (yang disebut-sebut sebagai salah satu masterpiece-nya), Jo pernah ditolak ketika ikut casting musikal bertajuk “Phantom of the Opera”. Gara-garanya konon karena si pegawai salah mengirimkan surat. Gak kebayang bagaimana marah dan menyesalnya pemimpinya ya, begitu tahu kalau yang ditolak itu adalah seorang .

jsw-jekyll

  • Dalam beberapa wawancara, ketika diminta memilih antara film dan musikal, selalu mengatakan bahwa musikal lah passion terbesarnya. Di panggung musikal ia mengaku menemukan kebahagiaan terbesarnya. Sementara di depan kamera, ia justru sering nervous. Keinginan untuk menjadi aktor musikal agaknya memang tertanam kuat di hati Jo. Hal itu pula yang membuatnya memutuskan untuk masuk SMA yang sama dengan kakaknya, Kaywon Art High School, semacam sekolah kejuruan seni begitu. Ketika SMA pula, Jo sering bekerja sambilan sebagai pekerja bangunan demi untuk bisa membeli CD dan buku musik. Setiap ke sekolah, tasnya lebih sering berisi CD dan buku musik daripada buku-buku pelajaran. Yah, kecintaan Jo pada musikal sepertinya memang tidak main-main. Bahkan ketika hari libur sekolah, ia dan teman-temannya sibuk berlatih alih-alih liburan.

jsw-swenney

  • Meskipun kurang populer bagi fans internasional, tapi di Korea sono, ia memiliki nama ‘besar’ dan termasuk dalam daftar 30 orang yang paling berpengaruh di Korea. Namanya bisa disandingkan dengan aktor-aktor besar seperti , , , … sosok-sosok yang secara usia jauh lebih senior daripada dia. Konon pentas musikal yang ia bintangi tiketnya selalu ludes hanya dalam beberapa menit setelah penjualan online di buka. Pernah ada cerita katanya, ketika ia main musikal Dr. Zhivago. Awalnya, cast utama musikal ini adalah aktor Joo Ji-hoon. Tapi dua minggu menjelang pertunjukan, Joo sakit dan Seung-woo yang diminta menggantikan. Begitu nama Jo muncul, konon tiketnya langsung laku keras.

csw-ps4

  • Banyak yang mengira adalah pribadi pendiam dan serius. Kenyataannya, ia adalah orang yang humoris dan agak jahil. Kalau lihat-lihat video di Youtube, hal itu memang terbukti. Di behind the scene-nya drama Secret Forest misalnya, jauh dari karakter serius yang dimainkannya, di belakang layar ia terlihat begitu rileks bercanda dan tertawa keras-keras bersama rekan-rekan mainnya. Dalam setiap pidato penerimaan penghargaan, ia juga selalu melontarkan candaan-candaan yang mengundang tawa. Ohya, ada juga video di Youtube yang sepertinya candid kamera, menampilkan dan Jo Jung-seok yang bertingkah gokil sambil gitaran. Dalam sebuah wawancara Jo juga mengakui bahwa dirinya memang senang melakukan hal-hal yang konyol dan kekanakan. Ia juga menyebutkan bahwa ia hanya akan berhenti bersikap kekanakan kalau sudah ketemu cewek bijak yang mengatakan “sudah cukup” kepadanya, he.
  • pernah berpacaran dengan aktris , yang juga pasangan mainnya di film romantis,  . Saat itu, keduanya sama-sama aktor muda keren yang sedang naik daun dan karenaya disebut-sebut sebagai pasangan high class. Dan tak seperti kebanyakan seleb Korea yang cenderung tertutup soal hubungan asmaranya, keduanya berpacaran secara terang-terangan. Sayang, setelah tiga tahun pacaran (2004-20017), akhirnya mereka putus. Padahal mereka terlihat begitu serasi. Saya sempat ngulik video di Youtube ketika Jo dan Kang begandengan tangan menghadiri acara Baeksang tahun 2005. Dalam pidato kemenangannya, Jo juga menyebutkan nama Kang dengan begitu manis. Tapi yah, that’s life. kemudian menikah dengan musisi Tablo pada tahun 2009, dan sekarang sudah punya seorang anak. Sementara tak pernah ada kabarnya lagi pacaran dengan siapa. Setelah pengalaman masalalunya yang berakhir seperti itu, agaknya ia memang memilih kehidupan pribadi yang lebih tertutup. Sekitar tahun 2008, ia pernah digosipkan pacaran dengan aktris tapi kabar itu dibantah agensinya. Konon ia dan Jung berteman baik karena satu gereja.
photo15576

They looked so good being together, but, yeah, that’s life 😦

  • Jo mengatakan bahwa ia mungkin akan menikah ketika sudah berusia 40 tahun karena merasa masih ingin melakukan hal-hal yang dia inginkan di usia 30an. Ketika terlibat dalam sebuah proyek, konon ia sangat fokus sehingga sulit memikirkan hal lain . Sebelum wajib militer ia mengidealkan perempuan yang berkarakter kuat dan mandiri, tapi setelah dari wamil, ia mengidolakan perempuan yang dewasa dan keibuan. Ciri-ciri orang yang sudah ingin mapan? He

jsw-sharp2

  • Berbeda dengan penampilannya yang terkesan jahil dan cuek, bisa dibilang cukup relijius. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan kalau ia pergi ke gereja setiap hari Minggu. Ia juga pernah menyebutkan bahwa ketika begitu memimpikan jadi aktor musikal, ia selalu berdoa bahwa jika Tuhan mengabulkan keinginannya, ia berjanji untuk menjadi pemeluk yang taat. Dan yah, agaknya Tuhan memang mengabulkan keinginannya itu 🙂
  •   adalah pencinta binatang. Ia memelihara beberapa ekor anjing dan kucing.

jsw-dogs2

  • berteman baik dengan aktor-aktor kawakan Korea yang juga berasal dari panggung musikal seperti , , , … Terutama , yang pernah satu panggung dengannya. Konon, Seung-woo juga berperan dalam proses jadian sama istrinya. Di tahun 2002, ketika itu Kim yang belum punya mobil, berencana mengajak calon istrinya jalan-jalan. Ia kemudian meminjam mobil ke Seung-woo tanpa menyebutkan tujuannya. Ketika jalan, ia mendapati bahwa di dalam mobil sudah tersedia dua kopi kalengan. Ketika pulang, Seung-woo dengan jahil meledeki Kim tentang kopinnya. Hihi, kebayang gimana wajah dan senyum jahilnya. Waktu Seung-woo main film Perfect Game dimana dia harus menggunakan dialek daerahnya Kim, setiap hari ia datang ke rumah Kim untuk belajar dialek itu.

tazza_01

  • Dalam sebuah wawancara yang lain, Jo juga menceritakan kedekatannya dengan aktor . Ketika ia membeli sepeda motor, meledekinya dengan menulis pesan di atas sepeda motornya, mengatakan akan melaporkan ke ibunya bahwa ia main motor-motoran. Tidak hanya itu, Hwang juga usil menutupi sepeda motor Seung-woo dengan rumput. Hihi, konyol pasti ya. Saya pernah nonton beberapa variety show (Family Outing, Running Man), dengan bintang tamu dan dia memang kocak banget orangnya. Mm yah, senang saja sih membayangkan dikelilingi orang-orang yang secara usia lebih senior dan juga punya imej yang ‘bagus’ seperti mereka. Mungkin mereka adalah sosok-sosok yang bisa mengisi kekosongan akan sosok ayah pada dirinya.

csw-ride2

  • memang menyukai motor. Ia sering jalan-jalan pakai motor. Merek favoritnya adalah Ducati. Hobi motornya ini konon ditulari oleh aktor , yang barengan dia waktu wamil. Meski begitu, ia tak suka kebut-kebutan. Konon ia selalu berhati-hati ketika naik mobil atau motor sehingga hampir tak pernah kecelakaan. Jika ada waktu luang, ia senang mengendarai sepeda motor ke daerah pedesaan bareng teman-temannya, menikmati alam, cari makan enak dan kongkow-kongkow. Asyik ya?
  • Selain motor mahal, Jo juga punya beberapa mobil mewah. Yah, well, why not? Wajar lah ia memang kaya raya dan apa salahnya menikmati hasil jerih payahnya dengan menyenangkan diri sendiri?
  • dikenal senang membeli barang-barang pribadinya secara langsung daripada beli online atau suruh orang belanja. Ia tak segan pergi ke toko atau pasar untuk berbelanja.

jsw-casual6

  • Jo mengaku tak punya banyak teman selebriti. Teman-teman dekatnya adalah orang-orang di dunia musikal yang kebanyakan adalah teman-temanya sejak SMA. Ia juga ikut klub basseball yang isinya orang-orang biasa. Konon, ia menemukan kesenangan bisa berteman dan mengobrol dengan orang-orang biasa.
  • Tidak seperti kebanyakan seleb Korea yang umumnya sangat peduli penampilan, Jo cenderung santai dan kasual dalam berpakaian. Dari foto-foto keseharianya yang berhasil diambil para fans, penampilannya hampir selalu terlihat sama, cuek bebek dengan sendal jepit, kaos oblong/kemeja dan celana pendek dan wajah polos. Dalam beberapa acara seperti promo film atau drama, ia juga sering terlihat santai dengan celana jins, t-shirt dan sepatu kets. Soal gaya rambut, sepengamatan saya ia juga cenderung tak mengikuti mode. Ia lebih sering terlihat dengan rambut cepaknya yang biasa, yang membuat penampilannya menurut saya justru terlihat fresh dan cowok banget, hehe.
  • dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai kerja tim. Menurutnya, rekan kerja adalah hal paling penting karena akting menurutnya adalah sebuah harmoni.

jsw-camera

  • Dalam memilih peran di  film, Jo mengaku tak peduli jenis filmnya (indie atau film komersil), selama ia menyukai ceritanya yang salah satu ukurannya adalah ia merasa ‘deg-degan’ ketika membaca scriptnya.

jsw-secretforest2

  • Dalam film-filmnya nyaris selalu ada adegan yang memperlihatkan pantatnya. Konon, sampai-sampai ia dijuluki “National Ass” hihi. Dalam sebuah wawancara, ia pernah mengatakan bahwa hal itu membuat ibunya komplain, memintanya untuk berhenti menunjukkan pantatnya. Tapi bagaimana lagi? Namanya juga tuntutan peran. Dalam film , ia mengaku tak nyaman kalau menolak adegan seperti itu karena banyak aktor senior yang harus ia hormati (tahu sendirilah senioritasnya orang Korea bagaimana). Lagipula, itu juga hanya bagian dari film dan kalau dilihat film-film yang dibintangi Jo cenderung ‘bersih’ dari adegan-adegan yang terlalu vulgar dibanding film-film Korea kebanyakan.

jsw-smile5

  • – Menurut saya, Jo adalah salah satu aktor Korea yang memiliki senyum paling menawan (aktor lain adalah dan Kim Bum)

Yeah, he’s amazing right? That’s why I love him more and more 🙂

Biodata
Nama  :
Lahhir: Seoul, 21 Februari 1980
Tinggi: 173 cm
Golongan Darah: B
Pendidikan: Kaywon High School of Arts, Dankook Universit (Theater & Film), Dankook Graduate University Graduate School of Culture (Arts & Design)

Drama:
Secret Forest/Stranger (2017, tvN)
(SBS, 2014)
Lee Sang That Lee Sang (Drama Festival, MBC, 2013)
(MBC, 2012)

Film:
Grave Site (2018)| (2016) | (cameo, 2015) | The Peach Tree (2012) | Perfect Game (2011)| (2009)| (2008) | (2006)| (2006)| (2005)| Low Life/Raging Years (2004)| (2003)| H (2002)| (cameo, 2002)| ? (2002)| (2001)| (2000/1999)

Musikal:
Blood Brothers (2000)| The Last Empress (2000)| Subway Line 1 (2001, 2006)| The Sorrow of Young Werther (2002)| Carmen (2003)| Jekyll & Hyde (2004, 2005, 2006, 2010-2011)| Hedwig & the Angry Inch (2005, 2007, 2008, 2013, 2014)| Rent (2007)| Man of La Mancha (2007, 2013-2014) | I am Sam (2008)| Zorro (2011-2012)| Doctor Zhivago (2012) | Werther (2015-2016)| Hedwig: New Make Up (2016)| Sweeney Todd (2016)

Awards:
– Nominasi Best New Actor untuk film “” di ajang Grand Bell Awards & Blue Dragon Film Awards, 2000
Best Couple Awards (with , ): Moscow International Love Film Festival 2004
– Best Actor ( ): Baeksang Arts Awards 2005, Grand Bell Awards 2005, 1st Premiere Rising Star Awards 2005, Busan Critics Film Awards, Golden Roster & Hundred Flowers Film Festival, Korean Film Awards
– Nominasi Best Actor ( Blue Dragon Film Awards)
– Nominasi Best Actor (): Baeksang Art Awards, Korean Film Awards
– Best Actor (): Korea Movie Star Awards, Newport Beach Film Festival, Jury Award Best Actor: Newport Beach Film Festival 20017
– MBC Drama Awards 2012: Daesang/Grand Prize & Best Actor ()
– SBS Drama Awards 2014: Nominasi Best Actor in miniseries ()

In Musical:
– Best New Actor (The Sorrow of Young Werther) – Korea Musical Award 2002
– Best Actor (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2004
– Best Musical Actor (Jekyll & Hyde) – Golden Ticket Awards 2005
– Popularity Award (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2007
– Best Musical Actor (Man of La Mancha) – Golden Ticket Awards 2007
– BestActor (Man of La Mancha) – Korea Musical Award 2008
– BestActor (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2011
– Best Musical Actor (Jekyll & Hyde) – Golden Ticket Awards 2011
– BestActor (Dr Zhivago) – Korea Musical Award 2012
– Korean Popular Culture & Art Awards 2012 – Prime Minister’s Citation
– Popularity Award (Hedwig and the Angry Inch) – Korea Musical Award 2013
– Yegree Musical Award 2016 – Popularity Award (Werther), Best Aktor (Nominasi)
– Korea Musical Awards 2017 – Best Actor (Sweeney Todd)

(sumber: forums-soompi (jo Seung-woo), wikipedia, asianwiki)

 

 

Kategori:Uncategorized

Secret Forest Ost.

Agustus 9, 2017 Tinggalkan komentar

Jo Seungwoo-Bae Doona-Secret of Forest

Meskipun dramanya serius dan penuh ketegangan sehingga latar musiknya juga kebanyakan hanya musik yang ‘menegangkan’ tapi drama ini tetap menyelipkan soundtrack yang manis dan enak didengar setiap kali ada kesempatan. Kalau tidak pas adegan yang agak ‘warm’ ya pas di closing atau awal. Berikut list soundtracknya, sementara kalau mau akses ost bisa browsing di Youtube.

1.Richard Parkers (리차드파커스) – Without End (끝도없이)
2. Everlua (에버루아) – Dust (먼지)
3. Oohyo (우효) – Downpour (소나기)
4. Tei – Like a Monster (괴물처럼 )
5. Sorae (소래) , Han Hee Jung (한희정) – Smile (웃어요)
6. Yoon Do Hyun (윤도현 )- Forest of Secrets (비밀의 숲 )
7. Yoon Do Hyun (윤도현 ) – As If To Love (사랑할 것 처럼)
8. YEIN – Wave (물결 )
9. Peter Han (피터한) – Goodbye (굿바이 잘가요 )
10. Peter Han (피터한) – Back In Time
11. Jung Won Bo of NeighBro (네이브로), Jun Sang Geun (전상근) – Ask (묻는다 )

(Sumber: d-addicts.com)

Semuanya enak didengar, tapi favorit saya adalah Dust-nya Everlua (Averua) yang menurut saya sedih tapi powerful, dibalut suara vokalisnya yang keren. Sayang, saya coba-coba browsing di internet, nggak nemu profilnya Everlua ini. Kayaknya sih mereka band indie begitu. Berikut liriknya.

Everlua – Dust

meonji sog-e tto haluga tteonago
sumgigo sip-eun gip-eun geulimja-e gidaenda
nallyeo salajiji anhneun heunjeog ijen
dasi meomchul suga eobs-eo nan
heulleo bonaejiji anh-a
noh-a beolin maleun apeun gieog
geu gieog modu

amu geosdo anieossdeon
him-eobs-i gojangnan naleul nwajwo
tteona jebal heogong sog-e
salajyeo dulyeowo
tteonajebal tteonajebal
tteonajebal tteonajebal

mil-eonaego sip-eo modu
jinachyeobeolin taincheoleom
gud-eobeolyeo meomchwobeolin
mang-gajin chagaun simjang jogag
gipsughan geom-eunbam meonghani kkeonae
deul-eobonda geu solileul
balabonda geu gieog-eul

amu geosdo anieossdeon
him eobs-i gojangnan naleul nwajwo
tteona jebal heogong sog-e
salajyeo dulyeowo
tteonajebal tteonajebal
tteonajebal tteonajebal
balam-a bul-eola
jeomeolli bul-eola

amu geosdo anieossdeon
him-eobs-i gojangnan naleul nwajwo
tteona jebal heogongsog-e
salajyeo dulyeowo
tteonajebal tteonajebal
tteonajebal tteonajebal
meonji sog-e mudhyeobeolin
amu geosdo anieossdeon

(cr: http://cjklyrics.net/)

Translate:

As another day passes in dust
I’m leaning on the deep shadow that I want to hide
Traces that won’t disappear
I can’t ever stop now
I won’t let them go
The dried up and painful memories
All of those memories

It was nothing
I am broken, let go of me
Leave, please
Vanish into thin air, I’m afraid
Leave, please
Leave, please
Leave, please
Leave, please

I want to push everything away
Like a passer by stranger
Pieces of my broken and cold heart
That have hardened, stopped
I blankly take them out in this deep and dark night
I’m listening to the sounds
I’m looking at the memories

It was nothing
I am broken, let go of me
Leave, please
Vanish into thin air, I’m afraid
Leave, please
Leave, please
Leave, please
Leave, please
Wind, blow
Blow far away

It was nothing
I am broken, let go of me
Leave, please
Vanish into thin air, I’m afraid
Leave, please
Leave, please
Leave, please
Leave, please
Buried in the dust
As if it was nothing

(sumber: Popgasa)

Kategori:Uncategorized

One Day

Agustus 9, 2017 Tinggalkan komentar

Gang-soo () seorang pegawai asuransi. Ia sedang dirundung duka setelah istrinya meninggal. Dalam keadaan yang tak terlalu bersemangat bekerja, ia harus mengurus asuransi seorang klien yang melibatkan tabrakan seorang gadis buta, Mi-so (), yang kemudian jatuh koma. Ketika mengunjungi Mi-so di rumah sakit, roh Mi-so muncul dan menemui Gang-soo. Anehnya, hanya Gang-soo yang bisa melihatnya.

One Day

One Day5

Meski awalnya terkaget-kaget, Gang-soo akhirnya menjalin persahabatan dengan Mi-so. Ia menemani Mi-so mengunjungi tempat-tempat yang selama ini tak bisa dilihatnya. Perlahan, Gang-soo tahu tentang hubungan Mi-so dengan ibunya. Karena buta, Mi-so dicampakkan ibunya sejak kecil. Pada hari kecelakaan, Mi-so mengunjungi ibunya. Pada hari yang sama pula, istri Gang-soo meninggal.

One Day2

Penasaran dengan film ini karena melihat cast-nya yang terlihat cocok sebagai pasangan film bergenre romance. Di samping itu, baik Kim maupun Chun dikenal dengan film-filmnya yang cukup berkualitas. Tapi, yah usai nonton film ini, saya cuma bisa meringis. Bukan film yang buruk, hanya saja kok rasanya datar-datar saja. Film bertema hubungan hantu manusia dan kesempatan kedua, sudah banyak dibuat. Tapi sebenarnya tak masalah selama menyajikan plot yang berbeda. Dan sebenarnya plot film ini cukup punya orisinalitasnya tersendiri. dan cukup bagus aktingnya, hanya saja karakter mereka tidak terlalu kuat. Dan yah, harapan saya bisa melihat adegan romantis di antara mereka juga tak kesampaian, meskipun saya bisa menerimanya karena memang ceritanya yang demikian.

One Day3

One Day6

Ceritanya sendiri cukup sedih, tapi entah kenapa saya tak terlalu merasa tersentuh melihatnya. Adegan-adegan awal terasa membosankan dan terlalu berlama-lama memberi intro pada sosok Gang-soo yang menurut saya bisa dipercepat. Kemunculan sosok aktor sebagai cameo adik ipar Gang-soo juga rasanya wasted karena sosoknya sama sekali tak punya cerita di film. Lalu pertemuan antara Mi-so dan Gang-soo kali pertama juga terasa aneh. Sori, spoiler, tapi saya cukup aneh melihat ketika Mi-so dan Gang-soo pertama kali bertemu dan sikap Gang-soo tidak kaget sama sekali ketika Mi-so mengajaknya bicara sok akrab. Anehnya, pada pertemuan kedua, Gang-soo justru terkaget-kaget setengah mati, seolah itu adalah pertemuan pertamanya. Adegan-adegan kebersamaan antara Gang-soo dan Mi-so juga biasa saja. Cukup hangat, tapi tidak terkesan ada hubungan emosionnal yang kuat. Dan yah itu tadi, hasilnya jadi terasa datar. Sedikit membandingkan karena temanya mirip, menurut saya yang dibintangi dan terasa lebih greget.

Cast:
– Gang-soo
– Mi-so

Jung Sun-kyung – ibunya Mi-so
Lim Hwa-young – Sun-hwa
Par Hee-von -Park Ho-jung
Jung Soon-won – Bum-jin
Jeon Yu-lim – Jin-young
Kim Joong-ki – Kim Man-bok
– Young-woo (iparnya Gang-soo)
Yoon Je-moon – Choi Doo-young

Judul: One Day / Eoneunal
Sutradara:
Penulis: Kim Young-hee,
Sinematografi: Choi Sang-ho
Rilis: 5 April 2017
Durasi: 114 menit
Distributor: Opus Pictures, CGV Arthouse
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Kategori:Uncategorized

Secret Forest

Agustus 6, 2017 Tinggalkan komentar

Ketika mendengar bahwa bakal main drama lagi, saya girang bukan main (sudah sering saya sebut, dia aktor Korea favorit saya 🙂 !). Apalagi kemudian pasangan mainnya adalah , sosok aktris yang secara kualitas bisa disebut sejajar sama dirinya. Keduanya sama-sama dikenal idealis dengan proyek-proyek film/drama yang qualified, akting oke, dan secara usia mereka juga bisa dibilang sebaya (Bae kelahiran tahun ’79 dan Jo tahun ’80). Jika keduanya yang belakangan semakin jarang main drama, tiba-tiba menerima tawaran untuk main drama, asumsi saya pastilah bukan sembarang drama. Ditambah lagi, drama ini akan ditayangkan oleh tvN. Bukannya saya mengangap tvN yang terbaik, hanya saja sejauh ini, menurut saya tvN adalah salah satu stasiun TV yang memberi warna berbeda melalui drama-drama yang ditayangkannya. Tidak selalu berhasil memang, banyak juga drama mereka mainstream belaka, tapi hampir semua drama bagus yang berkualitas belakangan ini juga produksinya tvN. Saya pikir, itu tak lepas dari keberadaan mereka yang merupakan TV kabel sehingga terkesan lebih punya kebebasan dengan ide dan cerita. Tinggal beri saja mereka sutradara bagus, penulis bagus dan aktor-aktor yang bagus, maka hasilnya bisa dilihat. , , , Reply Series dan sekarang Secret Forest... drama-drama yang menurut saya adalah ‘pencerahan’ dalam dunia drama Korea yang semakin kesini semakin menjemukan.

Secret Forest-4

Jo Seung-woo, aktor yang kehadirannya di layar kaca selalu terasa jadi berkah buat saya 😛

Mendengar bahwa aktor favorit bakal main drama, meski di satu sisi senang karena bakal melihat penampilannya lagi, tapi di sisi lain juga merasa was-was, khawatir kalau ternyata akting atau proyeknya mengecewakan. Yah, begitulah memang perasaan seorang penggemar. Meski begitu, sejak awal saya sudah menetapkan diri, bagus apa nggak bagus, hampir 99% pasti akan saya tonton. Yang 1 % adalah faktor aksesnya. Dan satu hal yang bagi penggemar drama kere dan hanya bermodal kuota seperti saya, kenyataan bahwa di internet menyediakan banyak sekali situs dunlut gratisan drama Korea benar-benar suatu berkah. Mudahnya mengakses drama yang hanya selang beberapa jam dari tayang aslinya di negaranya sono, benar-benar membuat saya kadang takjub. Saya tidak tahu, bagaimana sebenarnya copyright-nya drama-drama ini, apa memang sengaja dibebaskan untuk didunlut atau memang kecanggihan para pembajak? Whatever, saya harus berterimakasih banyak pada para penyedia akses dunlut gratisan ini. Yah, walaupun sebenarnya tak bisa dibilang gratis juga karena toh kuotanya tetap bayar.

Secret Forest-15

Secret Forest-25

Poker face yet lonely Shi-mok

Secret Forest berkisah tentang seorang jaksa yang sikapnya selurus jalan tol, Hwang Shi-mok ( ). Sebabnya, karena Shi-mok ini juga ‘tidak memiliki emosi’. Shi-mok terlahir dengan kelainan syaraf emosi yang membuatnya sangat peka terhadap sensor emosi. Hal ini menyebabkan emosinya seringkali tak terkendali dan mudah histeris. Untuk mengatasi hal ini, ia pun kemudian menjalani operasi otak. Masalahnya, hal itu kemudian justru menyebabkan ia kehilangan emosinya. Dan yah, hasilnya adalah Shi-mok yang sekarang, yang selalu berwajah datar dan apatis pada sekeliling. Meski begitu, Shi-mok adalah orang yang sangat rasional dan idealis serta berdedikasi pada profesinya. Ketiadaan emosi, justru membuatnya tak kenal takut untuk menegakkan kebenaran, tak peduli siapa pun yang ia hadapi.

Secret Forest-21

The baddass Han Ye-jin

Suatu hari, Shi-mok yang tengah menangani sebuah kasus yang berhubungan dengan seorang CEO yang tengah bangkrut bernama Park Moo-sung, menemukan Park terbunuh di rumahnya. Pembunuhan itu terlihat sangat ganjil. Apalagi, Park merupakan seorang broker yang menyimpan banyak rahasia gelap para elit, termasuk orang-orang besar di kejaksaan tempat Shi-mok bekerja. Karenanya, Shi-mok kemudian bertekad untuk mengusut kematian Park, yang juga merupakan kunci mengungkap kasus penyalahgunaan kekuasaan di tempatnya bekerja. Dalam hal ini, ia kemudian bertemu dengan Han Ye-jin (), seorang detektif perempuan yang ditugaskan untuk menangani kasus ini oleh kepolisian.

Secret Forest-27

Duo kompak yang saling melengkapi. Love their chemistry!

Han Ye-jin adalah seorang polisi yang pemberani dan idealis tapi juga charming dan hangat. Karenanya, kolaborasinya dengan Shi-mok benar-benar pas. Apalagi kemudian diketahui bahwa atasan Ye-jin di kepolisian juga punya kemungkinan terlibat. Ketika masalah semakin ruwet, atasan Shi-mok, Lee Chang-joon kemudian membentuk tim investigasi khusus dan Shi-mok ditunjuk sebagai ketuanya. Tapi tentu saja, itu bukan pekerjaan yang mudah, karena yang harus mereka hadapi adalah orang-orang berkuasa yang tak hanya licin tapi juga bisa melakukan apapun.

Secret Forest-24

Daebak! Itulah penilaian saya setelah menyelesaikan drama ini. Ketika mendengar komen para netizen tentang drama ini, saya sudah dibuat penasaran. Meski begitu, saya berusaha keras untuk tak sampai membaca spoiler karena pastilah akan merusak kenikmatan menonton saya. Saya juga tetap berusaha tak terlalu berekpektasi, karena meskipun kadang banyak komentar bagus, tak jarang ketika saya menontonnya sendiri ternyata menurut saya biasa-biasa saja. Tapi setelah menontonnya sendiri, saya benar-benar merasa puas. Belakangan, denganmunculnya drama-drama Korea yang bagus (sekelas , , … ) saya merasa bahwa standar saya dalam menonton drama memang berubah. Drama dengan cerita klise yang menye-menye dengan jajaran aktor/aktris yang terlalu ‘peduli penampilan’ membuat saya merasa hambar. Hanya saja, sayangnya drama yang benar-benar bagus ini munculnya hanya sesekali saja. Dan saya benar-benar merasa senang bahwa Secret Forest adalah salah satunya.

Secret Forest-10

Di episode awal saya sempat was-was, karena kasusnya yang bisa dibilang hanya terpaku pada satu hal. Dalam sebuah film yang durasinya hanya sekitar 2 jam, tentu itu adalah hal yang biasa. Tapi drama 16 episode? Seperti apa penulis mengolah ceritanya? Bahkan, yang hingga saat ini menurut saya adalah acuan drama terbaik di genre-nya, mengetengahkan beberapa cerita untuk mengisi 16 episodenya. Sementara di sini, hanya satukasus? Jangan-jangan akan menjadi terlalu bertele-tele…. Apalagi, naga-naganya drama ini akan menajdi drama serius dengan cerita yang cenderung prosedural… tapi, eits, nanti dulu. Setelah dua episode pertama, saya pun percaya sepenuhnya pada drama ini karena di episode-episode berikutnya, cerita justru menjadi semakin seru dan menarik. Dan hebatnya, fokusnya tetap pada kasus yang sama. Hebat kan? Misterinya terjalin dengan rapi dan hampir di setiap episode selalu ada highlightnya tersendiri. Salut lah sama penulisnya, apalagi konon drama ini adalah drama yang pertama kali ia tulis.

Secret Forest-11

Jo Seung-woo yang aktingnya keren as always 🙂

 

Dan satu hal yang selalu saya suka dari drama-drama Korea adalah meskipun mengetengahkan cerita yang cenderung prosedural, tapi pengkarakteran tokoh-tokohnya tak pernah dilupakan. Hal yang membuat cerita menjadi jauh dari kering. Di atas kertas, karakter Hwang Shi-mok mungkin terdengar bukan sebagai karakter yang baru dalam drama Korea (dan hal ini pula yang sempat membuat saya agak khawatir dengan ): sosok yang ‘tidak memiliki emosi’, dingin dan antisosial ( pernah main karakter semacam ini di dram Brain dan di drama Beautiful Mind). Tapi ternyata, karakter Hwang Shi-mok sangat berbeda dengan karakter sosok ‘dingin’ yang biasa. Meskipun dibilang ‘tak punya emosi’ Hwang Shi-mok tetaplah manusia, dan manusia jelas bukan robot. Meskipun mungkin kurang peka, tapi yang namanya manusia, tetap saja bisa merasakan sakit, sedih, senang… Dan agaknya, karakter seperti itulah Hwang Shi-mok. Ia bukanlah sosok ‘tanpa emosi’ tapi lebih tepat ‘tidak tahu bagaimana menunjukkan emosinya.’ Sebuah karakter yang ‘sederhana’ tapi juga sangat kompleks. Dan tentunya butuh aktor handal untuk memerankan karakter semacam ini, karena akan melibatkan ekspresi-ekspresi mikro yang sulit. Hmm yah, sebut saya subyektif, tapi menurut saya, memang berakting sangat bagus di sini. Ia begitu menyatu dengan karakter Shi-mok yang saklek, datar tapi juga menyimpan emosi terpendam. Ia dingin dan apatis, tapi bukannya tanpa empati. Tatapan mata, bahasa tubuh dan ekspresi wajahnya menunjukkan semua itu.

Secret Forest-18 (2)

Bae Doo-na yang effortless jadi Ye-jin

Sebagai penyeimbang, sosok Han Ye-jin yang diperankan juga menarik. Ia adalah sosok pemberani, periang dan begitu hangat. Dan Bae memerankannya dengan effortless. Meski bagi saya yang sudah cukup familiar dengan akting Bae, merasa karakternya ini tak terlalu jauh dengan karakter yang pernah ia mainkan sebelumnya (aktingnya di sini mengingatkan saya pada karakter yang ia mainkan di drama Master of Study, sementara sisi fun dan nyentriknya saya merasa itu adalah karakter asli dia), tapi tetap saja, karakter Han Ye-jin adalah karakter yang menarik.

Secret Forest-5

Youn Eun-soo yang ambisius dan gegabah

Di sisi lain, karakter para pemain pendukung juga dieksplorasi dengan baik. Dan bagi saya, ini juga adalah kriteria lain bagusnya sebuah drama. Sebuah drama seringkali menjadi membosankan karena terlalu fokus pada karakter pemain utamanya, sehingga para karakter pendukung menjadi tak menarik untuk diikuti. Sementara di sini, semuanya terasa menarik dan punya arti dalam membangun cerita. Mulai dari sosok Young Eun-soo, jaksa muda juniornya Hwang. Ayah Eun-soo, Young Il-jae, adalah mantan menteri sekaligus mentornya Shi-mok. Karena tuduhan korupsi, karir politik Pak Young hancur. Ia sakit-sakitan dan jatuh miskin. Eun-soo yang merasa sakit hati dengan semua itu, bertekad untuk membalas dendam melalui profesinya. Ia pun menjadi sosok yang ambisius, tapi karena masih muda dan kurang pengalaman, cenderung gegabah. Ia mengagumi Shi-mok dan berusaha keras meraih kepercayaannya. Di sisi lain, Shi-mok merasa jengah dengan sikap Eun-soo yang terlalu emosional tapi juga sebenarnya peduli kepadanya. Aktris muda Shin Hye-sun, bermain dengan apik di sini, menampilkan sosok Eun-soo yang ambisius tapi juga sembrono.

Secret Forest-14

Akting kerennya Pak Yoo Jae-myung

Lee Chang-joon adalah atasannya Shi-mok dan bisa dibilang karakter yang paling misterius sejak awal. Ia menikah dengan anak seorang konglomerat picik, Lee Yin-beom, yang terlibat banyak skandal. Di masa lalu, ia adalah seorang jaksa idealis yang kemudian menjadi panutan Shi-mok. Tapi sistem dan pergaulan di dunia yang penuh intrik dan politik, membuatnya terjebak pada situasi yang dilematis. Saya sangat suka hubungan Chang-joon dan Shi-mook di sini yang begitu rumit. Di satu sisi Shi-mok sangat menghormatinya, tapi di sisi lain ia juga tak bisa membiarkan Chang-joon melakukan hal-hal di luar garis. Pun bagi Chang-joon, meski dia merasa terusik dengan ketegasan Shi-mok, tapi di sisi lain ia juga menyayangi Shi-mok. Aktor Yoo Jae-Myung patut diacungi jempol yang dengan sangat baik memerankan sosok Chang-joon yang berwibawa sekaligus kompleks. Saya baru ngeh kalau dia ternyata adalah aktor yaang sama yang memerankan ayahnya Bong-soon di drama Strong Woman Do Bong-soon dan ayahnya Dong-ryong di Reply 1988. Berbeda dengan dua karakternya itu yang terlihat konyol di sini dia benar-benar terlihat begitu berwibawa.

Secret Forest-34

Seo Dong-jae, si penjilat yang konyol, hii

Seo Dong-jae adalah rekan Shi-mok. Ia adalah sosok oportunis,tapi grasa-grusuh, penjilat dan agak bodoh. Karena ia tidak satu alumni dengan para jaksa yang notabene punya ikatan sebagai lulusan universitas Seoul, membuatnya dipandang sebelah mata. Tapi ia punya ambisi besar dan tak segan memanfaatkan setiap ada. kesempatan. Sosok Dong-jae cukup berperan dalam membangun cerita karena pribadinya yang antagonis sangat mudah untuk membuat penonton menduga bahwa ia adalah si antagonis. Tapi satu hal yang perlu diingat dalam sebuah cerita misteri/thriller, bahwa pelaku yang sebenarnya bisa selalu dipastikan adalah ia yang paling tidak mencurigakan ya, hehe. Awalnya saya pikir sosok Seo ini agak terlalu ‘mencolok’ dengan ekspresi-ekspresinya dan terkesan satu dimensi, tapi semakin ke belakanga, sosoknya juga menjadi semakin menarik plus juga ‘lucu.’ Alih-alih sebal, ke belakang saya merasa geli sekaligus ‘kasihan’ melihat tingkahnya. Dan di sini, juga tak bisa lepas dari permaian apik aktor Lee Joon-hyuk ( saya belum pernah lihat akting dia sebelumnya).

Secret Forest-31

Lee Kyoung-young never failed

Karakter penting lain adalah Lee Yun-beom (), mertuanya Chang-joon. Ia konglemerat pemilik Hanjo Group yang licik dan ambisius. Ia punya koneksi orang-orang berkuasa dan terlibat banyak ‘dosa.’ Tapi karena ia kaya raya, ia nyaris tak tersentuh hukum. Dan rasanya tak ada aktor yang lebih tepat memainkan sosok antagonis semacam ini selain aktor gaek .

Secret Forest-16

Untuk karakter-karakter yang lain, meski hanya mendapat eksplorasi sekilas, tapi juga tetap terasa sebagai sebuah karakter yang utuh dan dimainkan dengna sangat bagus oleh para aktor-aktornya. Jaksa Kang, atasannya Shi-mok yang baik meski agak pragmatis, Lee Yeon-jae, istrinya Chang-joon yang posesif, Jang Gun, rekan detektifnya Ye-jin, Park Kyung-wan anaknya Mong-soo, Yoon Se-won yang misterius… Dan hal lain yang membuat saya mengapresiasi drama ini adalah karena melibatkan aktor-aktor yang bisa dibilang ‘kurang terkenal’ (selain dua cast utamanya) dan bahkan nyaris tak ada yang cakep karena kebanyakan adalah om-om, tapi jajaran castnya terasa begitu solid. Pokoknya bagus lah. Dalam pandangan saya sebagai penonton awam, drama ini sempurna. Apalagai coba? Ceritanya bermutu, melibatkan dunia politik kelas atas yang rumit dan berat (tapi tetap mudah dicerna), disajikan dengan begitu sangat solid dari awal hingga akhir, dialog-dialognya keren, karakter-karakternya begitu ‘hidup’, jajaran castnya berakting dengan bagus, gambar-gambarnya sinematik, drama tapi berasa film (satu hal lagi yang saya suka dari tvN!), lagu-lagu soundtracknya juga enak didengar dan di atas semua itu, pesan moralnya juga sangat jelas. Dan yah, meski akhir tahun masih beberapa bulan lagi, tapi saya tak ragu menyatakan kalau drama ini adalah drama terbaik tahun ini. Truly recommended!

Secret Forest-35

The precious smile of Hwang Shi-mok 🙂

Cast:
– Hwang Shi-mok
– Han Ye-jin
Yoo Jae-Myung – Lee Chang-joon
Lee Joon-Hyuk – Seo Dong-jae
Shin Hye-Sun – Youn Eun-soo
Choi Byung-Mo – Kim Wo-gyun
Park Jin-Woo – Kim Soo-chan (rekannya Ye-jin yang berkhianat)
Choi Jae-Woong – Jang Gun
– Lee Yoon-Beom
Yoon Se-Ah – Lee Yeon-Jae
Lee Ho-Jae – Young Il-Jae
Park Sung-Geun – Kang Won-Cheol
Eom Hyo-Seop – Park Moo-Sung
Ye Soo-Jung – Nenek (ibunya Moo-sung)
Yoon Kyung-Ho – Kang Jin-Sub
Lee Kyu-Hyung – Yoon Se-Won
Jang Sung-Bum – Park Kyung-Wan
Lee Jae-Won – Kim Tae-Gyun
Seo Dong-Won – Kim Jung-Bon
Park Sun-Cheon – ibunya Shi-Mok
Tae In-Ho – Kim Byung-hun
Kim So-Ra – Choi Young
Lee Jae-Yong – Kim Nam-Jin
Sun Woo Jae Duk – An Seung-Ho
Park Yoo-Na – Kim Ga-Young

Judul: Stranger / Secret Forest / Bimilui Soop (비밀의 숲)
Sutradara: Ahn Gil-Ho
Penulis: Lee Soo-Yeon
Tayang: tvN, 10 Juni – 30 Juli 2017
Episodes: 16
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

Kategori:Uncategorized

Spirit’s Homecoming

Agustus 6, 2017 Tinggalkan komentar

Pedesaan Korea awal tahun ’40an. Ji-min adalah seorang gadis 14 tahun yang agak tomboy dan nakal. Ia sering usil pada teman-temannya dan senang berkeliaran di ladang dan semak-semak. Sebagai anak tunggal, ia sangat dimanjakan oleh sang ayah. Sementara ibunya, meski agak galak, tapi sebenarnya juga sangat menyayanginya.

Spirit Homecoming

Spirit Homecoming8

Suatu hari, segerombolan tentara Jepang datang dan membawa Ji-min pergi dengan paksa. Ji-min diangkut dengan menggunakan kereta bersama beberapa remaja sebayanya tanpa tahu hendak dibawa kemana. Dan yah, tentu saja kita tahu mereka akan dibawa kemana. Yups, para remaja ini akan dijadikan perempuan penghibur bagi para tentara Jepang yang kebiadabannya mengalah-ngalahi setan. Dan mengenai hal itu, rasanya tidak ada yang dilebih-lebihkan karena sejarah mencatatnya. Di Indonesia salah satunya. Ji-min dan gadis-gadis remaja polos yang masih bau kencur ini setiap hari harus menjadi budak nafsu para tentara dan juga menerima siksaan. Benar-benar biadab memang. Membuat kita yang menonton ikut geram bukan main.

Spirit Homecoming5

Korea pada masa sekarang. Ada seorang dukun yang mendapat seorang murid bernama Eunkyung, seorang remaja yang bisa bertemu dengan para roh. Suatu hari, Eun-kyung diajak berkenalan dengan seorang nenek tua yang ternyata adalah eks budak seks Jepang. Eun-kyung pun kemudian berhasil mempertemukan sang nenek dengan temannya yang sudah meninggal.

Spirit Homecoming3

Spirit Homecoming2

Miris dan merinding, itulah perasaan saya ketika nonton film ini. Karena judulnya, awalnya saya ogah-ogahan menonton karena berpikir ini cuma film horror belaka. Saya baru tertarik setelah membaca beberapa resensi dan menyatakan kalau film ini bagus dan yah memang bagus. Idenya terasa orisinil dan berbeda dari film-film Korea yang sudah-sudah. Meski ada unsur horornya, tapi horrornya sama sekali tak seram, alih-alih justru membuatnya terasa artistik karena memasukkan unsur yang sangat Korea melalui tradisi shamanismenya. Sementara untuk cerita utamanya, juga disajikan dengan begitu rapi dan solid. Kekejaman Jepang dan penderitaan para budak seks (jugun ianfu) sangat dapet, disajikan dengan proporsional tanpa unsur yang terlalu mendramatisir. Para castnya, terutama pemain remaja, meskipun adalah aktris-aktris baru yang belum punya nama, tapi bermain dengan pas. Dan yah, di atas semua itu, tentu pesan moral dari film ini yang kemudian membuat film ini terasa penting.

Spirit Homecoming7

Benar bahwa tak ada gunanya mengungkit-ungkit masalalu, tapi rasanya tragedi kemanusiaan semacam itu tak boleh dilupakan karena penting sebagai pengingat nurani kemanusiaan kita. Bagaimana para korban yang memang benar-benar adalah ‘korban’ dalam arti sesungguhnya setelah mengalami begitu banyak penderitaan dimasalu, tak cukup mendapat keadilan di masa sekarang. Adegan ketika si Nenek mendatangi kantor pemerintahan yang membuka layanan bagi para korban jugun ianfu misalnya, terasa sangat menggelitik. Bagaimana orang-orang (terutama generasi berikutnya yang tak mengalami kejadian itu) dengan begitu mudah memandang miring para korban adalah budak seks tentara. Menyedihkan sekali memang. Karena seperti digambarkan dalam film ini, para korban benar-benar adalah ‘korban’. Ia bisa siapa saja, gadis polos baik-baik yang tak tahu apa-apa seperti tokoh film ini, misalnya. Sehingga rasanya sungguh tak adil kalau kemudian mereka dipandang miring hanya karena (dipaksa) melakukan pekerjaan serupa pelacur. Miris, sedih, terharu, sesak… itulah perasaan saya ketika menonton film ini. Gambar-gambarnya juga disajikan dengan sinematik dengan beberapa suasana alam yang indah, mejadi penyeimbang cerita yang gelap, dipadu dengan soundtrack lagu-lagu tradisional Korea yang mendayu-dayu. Two thumbs up!

Cast:
Kang Ha-na – Jung-min
Choi Ri – Eun-kyung
Son Sook – Young-ok (Young-hee)
Seo Mi-ji – Young-hee
Oh Ji-hye – ibunya Jung-min
Jung In-gi – ayahnya Jung-min
Cha Soon-hyoung- Yoshimi
Baek Soo-ryun – Song-hee
Kim Si-eun – Bon-sook

Judul: Spirit’s Homecoming (Gwihyang)
Sutradara/Penulis/Produser: Cho Jung-rae
Rilis: 24 Februari 2016
Durasi: 127 menit
Distributor: WAW Pictures
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Daejong Film Awards 2016:
– Best New Director
– New Rising Award (Choi Ri)

 

Kategori:Uncategorized

Okja

Agustus 1, 2017 Tinggalkan komentar

Mirando adalah sebuah perusahaan daging yang dipimpin oleh seorang perempuan setengah psikopat, Lucy Mirando (). Demi keuntungan perusahaan, ia menggagas rekayasa genetik untuk babi-babi yang akan diambil dagingnya. Babi-babi itu diternak dengan cara mengerikan hingga menjadi babi-babi raksasa. Untuk mengambil hati pasar, Mirando mengklaim bahwa babi-babinya merupakan hasil penemuan ilmiah yang tumbuh dan dibesarkan dengan cara yang hewani dan ramah lingkungan. Untuk itu, beberapa babi dititipkan pada beberapa petani di berbagai belahan dunia dan baru akan diambil ketika sudah siap untuk disembelih.

Okja_11

Okja

Salah satu petani yang dititipi adalah seorang kakek tua yang tinggal di pegunungan Korea bersama cucu perempuannya, Mija ().  Si babi kemudian dinamai Okja. Mija dan Okja menjadi sahabat baik. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama menyelusuri ceruk-ceruk hutan. Meski hanya seekor babi, tapi Okja adalah hewan yang sangat cerdas.

Okja_4

Okja_5

Suatu hari, tim Mirando yang dipimpin oleh Dr Johnny, datang untuk menjemput Okja. Sedianya Okja akan diambil Mirando dan dipamerkan di New York untuk mengelabui masyarakat. Mija yang mengetahui hal ini kemudian nekad menyusul Mija. Dalam perjalanan, ia kemudian mendapat bantuan dari para aktivis pembela hak binatang yang dipimpin oleh Jay (). Bersama-sama, mereka kemudian berusaha menyelamatkan Okja.

Okja_9

Hmm, yah. Secara garis besar ceritanya agak-agak mirip dengan film-film bertema serupa seperti King Kong, atau film-film tentang binatang lainnya. Meski begitu, film ini tetap memiliki kekhasan sendiri yang membuatnya tidak hanya sekadar pengulangan. Karena fokus cerita lebih pada isu yang lebih ‘berat’ dari ‘sekadar’ persahabatan antara seorang bocah dan binatang, tapi lebih pada lingkungan dan kritik kapitalisme. Hal yang sebelumnya juga mewarnai karya seperti dan Snowpiercer. Selain itu, gabungan Korea & Barat juga membuat film ini berkesan universal tapi juga tetap memiliki sentuhan lokal. Film sendiri disajikan dengan sentuhan komikal ( satire sebenarnya), tapi tokoh-tokoh antagonisnya digambarkan tetap sebagai sosok yang multidimensi dan tidak terlalu karikaturis seperti banyak sosok serupa dalam film sejenis.

Okja_12

Selain itu jajaran cast-nya juga menjanjikan karena melibatkan aktor-aktor yang punya nama cukup besar mulai dari yang sangat baik membawakan sosok si psiko Lucy (dan juga kembaranya Nancy), Jake Gylenhall sebagai si dokter narsis setengah gila, dan yang jadi Jay. Untuk aktor Korea sendiri, hanya aktris cilik yang memiliki peran besar, yang meski masih sangat muda, tapi berakting dengan sangat baik. Sementara beberapa nama aktor yang cukup familiar, seperti Byun  Hee-bong hanya memiliki peran kecil sebagai si kakek, dan juga aktor muda . meski kemunculannya hanya sambil lalu saja.

Okja_13

Well, secara keseluruhan, saya menyukai film ini. Sebagai tontonan cukup menghibur, tapi tetap memliki pesan moral yang kuat.

Cast:
– Mija
– Lucy/Nancy Mirando
– Jay
Jaek Gyllenhal – Johnny Wilcox
Byun Hee-bong – kakeknya Mija
Steven Yeun – K
Lily Collins – Red
Yoon Je-moon – Mundo Park
Sherly Henderson – Jennifer (asistennya Lucy)
Daneil Henshall – Blond
Devon Bostick – Silver
– Kim Woo-shik
Giancarlo Esposito – Frank Dawson

Judul : Okja
Sutradara/ Cerita:
Produser: Dede Gardner, Jeremy Kliener, , Seo Woo-shik
Screenplay: Jon Ronson
Music : Jaeil Jung
Sinematografi: Darius Khondji
Editing: Yang Jin-mo
Produksi: Plan B Entertaintment, Lewis Pictures, Kate Street Pictures Company
Distibutor: Netflix, Next Entertaintment World
Rilis: 19 Mei 2017
Durasi: 120 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan, AS/ Inggris, Korea

Awards & Festival:
Cannnes Film Festival 2017

Kategori:Uncategorized
the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar