Only Yesterday

April 24, 2018 Tinggalkan komentar

Taeko, seorang gadis kota berumur 27 tahun dan masih sendiri. Karena dianggap sudah memasuki usia yang matang (cerita film ini berlatar tahun 80an), ia dicecar tentang pertanyaan untuk segera menikah oleh orang sekitar. Tapi Taeko sendiri masih sering bingung dengan dirinya sendiri. Ia selalu merasa dirinya tidak cukup baik dan sering terjebak dalam kenangan-kenangan masa kecilnya yang tidak terlalu bahagia. Ketika hari libur dari tempatnya bekerja, Taeko pergi ke desa untuk jadi bekerja paruh waktu di ladang pertanian milik kakak iparnya. Taeko lahir dan besar di kota dan sejak kecil, keluarga besarnya, termasuk neneknya, tinggal bersama di kota. Karenanya, ia selalu merasa iri ketika liburan sekolah, teman-temannya banyak yang pergi ke desa untuk mengunjungi kakek nenek mereka.

Omohide Poro Poro_8

Dalam perjalanan dan hari-harinya di desa, kenangan-kenangan masa kecil Taeko berhamburan. Posisinya sebagai anak terkecil di rumah membuatnya sering menjadi obyek bully kakak-kakaknya, logika berpikir yang berbeda, hal yang sering membuat ibunya habis kesabaran menghadapinya, tapi juga banyak kenangan manis di keluarganya… hari-harinya di sekolah ketika ada Hirota, bocah lelaki bintang baseball yang menyukainya…

Omohide Poro Poro9

Omohide Poro Poro17

Taeko sangat menikmati hari-harinya di desa. Selama di desa, ia ditemani Toshio, sepupu iparnya, cowok ramah dan bersahaja yang menikmati pekerjaan menjadi petani organik, alih-alih pergi ke kota besar. Toshio membuat Taeko nyaman. Dengan Toshio ia bisa bercerita tentang apa saja. Tapi ketika kemudian muncul tawaran untuk ia menikah dengan Toshio dan tinggal di desa, ia sadar bahwa selama ini, dirinya berpikir sangat naif. Ia sering berpikir bahwa tinggal dan hidup di desa adalah sesuatu yang menyenangkan, karena selama ini ia hanya tinggal sehari dua hari saja. Tapi menghabiskan seluruh hidupnya di desa? Pikiran-pikiran itu menohok Taeko dan kembali menyadarkan bahwa sebenarnya selama ini ia tidak cukup baik, tapi sering merasa sudah menjadi orang yang baik. Termasuk kenangan akan masa kecilnya bersama seorang bocah lelaki dekil dan miskin yang menjadi teman sebangkunya.

Omohide Poro Poro3

Omohide Poro Poro_9

 

Saya penasaran dengan film ini bukan karena ceritanya, tapi lebih karena melihat bahwa ini adalah besutannya , yang memang seolah menjadi jaminan animasi yang keren dan menarik. Dan yah, demikian juga dengan film ini. Ceritanya sangat unik demikian juga dengan plotnya yang tak terduga. Di awal, saya merasa agak bingung karena plot dan ceritanya yang seolah melompat berhamburan kesana kemari tanpa garis cerita yang jelas. Tapi semakin kesini, benang merahnya mulai terasa, membentuk jalinan cerita yang sangat subtle tapi juga begitu solid. Dan yah, I love this movie so much.

Omohide Poro Poro_7

Ruh film ini mirip-mirip sama film yang sudah saya tonton sebelumnya, yang juga sangat saya sukai. Gambar-gambarnya begitu permai, dan ceritanya terasa sangat manis dan hangat dengan penyajian yang begitu subtle tapi emosi dan nyawa ceritanya dapet banget. Karakter-karakternya juga sangat menarik. Dan inilah salah satu hal yang selalu membuat saya kagum dengan film-filmnya . Karenanya meskipun disajikan dalam bentuk animasi, tapi rasanya, tokoh-tokohnya begitu hidup dan nyata. Pada beberapa bagian, saya bahkan tak kuasa untuk menahan air mata karena ikut terhanyut dengan emosi tokoh utamanya. Sosok Taeko yang manis dan agak naif dengan segala kesepian dan ketidakbahagiaannya benar-benar terasa begitu relatable. Recommended!!!

Dubbing Cast:
Miki Imai – Taeko Okajima
Toshiro Yanagiba – Toshio
Yoko Honna – Taeko (kecil)

Judul: Omoide Poro Poro (Only Yesterday/Memories Come Tumbling Down)
Sutradara/Penulis: Isao Takahata
Produser: Toshio Suzuki
Buku: Omoide poro poro (Hotaru Okamoto, Yuko Tone)
Musik: Katz Hoshi
Sinematografi: Hisao Shiraishi
Produksi:
Distributor: Toho
Rilis: 20 Juli 1991
Durasi: 118 menit
Bahasa/Negara: Jepang

 

Iklan

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri

April 16, 2018 Tinggalkan komentar

Mildred Hayes merasa marah karena setelah setahun berlalu, kasus pembunuhan dan pemerkosaan putrinya, Angela Hayes, belum juga terungkap. Ia berpikir bahwa hal itu disebabkan karena polisi yang lamban. Mengungkapkan kekesalannya, ia kemudian berusaha mencari perhatian dengan menyewa tiga papan iklan dan menulis sindiran kinerja polisi tentang kasus itu. Pemasangan papan iklan ini, menarik perhatian publik dan tentu saja, membuat pihak kepolisian malu dan marah.

three billboards outside ebbing missouri

Pihak kepolisian yang diwakili Willoughby berusaha menghentikan Midred. Bagi polisi, kasus Angela belum terungkap bukan karena mereka tidak bekerja, tapi karena sulitnya menemukan si pelaku. Di sisi lain, Willoughby juga meminta pengertian Mildred karena ia sedang sekarat, didera kanker pankareas. Tapi tentu saja, Mildred tak bergeming.

three billboards outside ebbing missouri-3

Tapi hal justru menjadi kompleks ketika tiba-tiba Willoughby ditemukan bunuh diri. Orang pun menduga kalau bunuh diri Willoughby dipicu tekanan dari Mildred. Jason, anak buah Willoughby yang diam-diam menyembunyikan kalau dirinya gay, merasa marah dan sangat terpukul dengan kematian Willoughby. Willoughby adalah satu-satunya orang yang tahu kalau Jason gay dan mendukungnya. Jason pun meluapkan kemarahan dengan membakar papan billboardnya Mildred dan juga memukuli Red, pemuda yang menyewakan papan iklan untuk Mildred hingga babak belur. Mildred pun geram dan membalas dengan membakar kantor polisi malam-malam. Naasnya, Jason kebetulan sedang berada di kantor dan nyaris tewas terbakar jika tidak ditolong seorang lelaki cebol yang tiba-tiba lewat.

three billboards outside ebbing missouri_4

Mildred merasa bersalah pada Jason, apalagi kemudian ia menerima surat yang ditinggalkan Willoughby. Dalam suratnya, Willoughby menyatakan penyesalannya karena tak bisa mengungkap kasus Angela. Dan bahwa ia sengaja memilih mati seperti itu demi harga dirinya, dimana ia tak ingin mati dalam keadaan penyakitan. Untuk mendukung Mildred, ia bahkan menyumbangkan sejumlah uang untuk biaya sewa papan iklannya Mildred. Selain pada Mildred, Willoughby juga meninggalkan surat untuk Jason, yang meminta Jason untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berhenti menyembunyikan kemarahan hanya karena dirinya gay. Jason merasa sangat tersentuh dengan surat itu dan kemudian memutuskan untuk membantu Mildred.

three billboards outside ebbing missouri_5

Seorang lelaki mencurigakan muncul di toko Mildred, mengancamnya terkait dengan iklan yang dipasangnya. Dari kata-katanya, lelaki itu sepertinya tahu tentang kasus yang menimpa Angela. Di sisi lain, Jason juga tak sengaja bertemu lelaki itu di klub dan mendengar pembicaraan terkait kejadian naas yang menimpa Angela. Sayang, ketika diselidiki, tak ada bukti apapun terkait keterlibatannya dengan kasus Angela. Meski begitu, baik Mildred maupun Jason yakin bahwa lelaki itu sebenarnya terlibat dan karena merasa bahwa hukum tak akan bisa menyelesaikannya, mereka pun sepakat untuk melakukan penyelesaian dengan cara mereka sendiri.

three billboards outside ebbing missouri_6.jpg

Yah, seperti sudah sering saya tulis, saya selalu penasaran dengan film-film yang dapat label penghargaan. Dan demi membaca kalau film ini menang beberapa kategori di ajang Academy Awards tahun ini, saya pun kemudian lekas-lekas mencari film ini. Dari judulnya sendiri, saya sudah penasaran: unik, agak lucu tapi juga terdengar puitis. Karena nggak baca sinopsis lebih dulu,tadinya saya pikir bahwa film ini bergenre komedi. Dan begitu adegan pertama muncul berikut suasana intensenya, saya agak terkejut tapi juga jadi makin penasaran. Ide tentang memasang papan iklan demi menguak kasus pemerkosaan & pembunuhan benar-benar terasa brilian. Di awal saya merasa kalau karakter-karakternya terlalu ‘harsh’ dan karenanya, sudah siap kalau pada akhirnya, endingnya akan sedikit ‘gila’ atau psiko, seperti yang memang sering terjadi pada film jenis ini. Untunglah, sang sutradara dan penulis cerita film ini ternyata cukup pintar untuk membuat film ini punya orisinalitasnya sendiri.

Meski mengangkat cerita tentang kasus kriminal dan balas dendam, film tak kehilangan kehangatan humanismenya. Karakter-karakternya juga sangat menarik. Mereka digambarkan bukan sebagai orang-orang yang terlihat ‘baik’ di permukaan, tapi ternyata juga tak ‘sejahat’ kelihatannya. Dan hal lain yang juga unikdari film ini, karena juga secara cukup smooth memasukkan isu kaum marjinal seperti gay, orang kerdil, kulit hitam… Ada beberapa hal yang sempat membuat saya agak mengerutkan kening, dan bertanya dalam hati ‘semudah itu?’ Terutama adegan ketika Jason langsung sadar ‘hanya’ setelah menerima suratnya Willoughby, atau ketika ia ketemu si lelaki mencurigakan dan langsung menyimpulkan bahwa ia pejahatnya. Tapi adegan closing di ending, membuat saya bisa ‘memaafkan’ semua itu. Recommeded!

Cast:
Frances McDormand – Mildred Hayes
Woody Harrelsn – William ‘Bill’ Willoughby
Sam Rockwell – Jason
John Hawkes -Charlie Hayes
Peter Dinklage – James
Abbie Cornish – Anne Willoughby
Caleb Landry Jones – Red Welby
Kerry Condon – Pamela
Darell Bitt-Gibson -Jerome
Lucas Hedges – Robbie Hayes
Amanda Warren – Denise
Kathryn Newton – Angela Hayes
Samara Weaving – Penelope

Judul: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri
Sutradara/ Penulis: Martin McDonagh
Produser : Graham Broadbent, Martin McDonagh
Musik: Carter Burwell
Sinematografi: Ben Davis
Produksi: Blueprint Picture dll
Rilis: 4 September 2017
Durasi : 115 menit
Negara/Bahasa: AS/ Inggris

Awards:
-Academy Awards 2018:
Best Actress (Frances McDormand), Best Supporting Actor ( Sam Rockwell)
Nominasi: Best Picture, Best Original Screenplay

– Golden Globe Awards 2018:
Best Motion Picture – Drama, Best Actress (Frances McDormand), Best Supporting Actor ( Sam Rockwell), Best Original Screenplay
etc

 
W

Golden Slumber

April 11, 2018 Tinggalkan komentar

Gun-woo () bekerja sebagai pengantar paket. Ia hidup sederhana dan memiliki sifat yang sangat baik hati. Ia bahkan mendapat penghargaan sebagai warga negara teladan karena sudah menolong seorang anak. Ia muncul di TV dan menjadi populer. Meski begitu, Gun-woo tetap humble. Di luar itu, situasi politik sedang panas karena sedang dalam masa pemilihan presiden.

golden slumber

golden slumber_2

Hingga suatu hati, temannya, Moo-yeol (), tiba-tiba menemuinya ketika Gun-woo sedang hendak mengantar paket. Sikap Moo-yeol terlihat aneh dan tak berapa lama kemudian, terjadi ledakan bom yang menewaskan salah satu kandidat presiden. Tidak hanya itu, karena kemudian Moo-yeol memberitahu kalau paket yang dibawa Gun-woo adalah bom dan bahkan Moo-yeol tewas karena bom bunuh diri di truk Gun-woo. Berita yang beredar kemudian adalah bahwa Gun-woo, si warga teladan ternyata yang menjadi pelaku pembunuhan. Hidup Moo-yeol pun tak sama lagi. Ia dikejar-kejar para elit yang berkepentingan. Dalam keadaan seperti itu, ia ditolong oleh seorang lelaki berkarakter misterius, Mr. Min (). Selain itu juga ada teman-teman lama Gun-woo yang pernah bersama main band dan juga teman Moo-yeol; Geum-cul () dan Dong-gyu () yang sudah sukses, dan juga Sun-young (), perempuan cantik yang diam-diam ditaksirnya. Orang-orang ini, yang sudah mengenal kebaikan hati Gun-woo, bahu membahu untuk menolongnya.

golden slumber_1

golden slumber_5

 

Hmm, seperti biasa, karena castnya lah saya penasaran sama film ini. Judulnya juga, yang terdengar seperti judul lagunya The Beatles (dan memang ada hubungannya dengan lagu itu). mungkin bukan aktor terbaik, dan film-filmnya juga tak semuanya sukses, tapi ia terkenal idealis & punya kelasnya sendiri. Jadi walaupun filmnya kadang just so-so, saya tetap tertarik untuk menontonnya. Sebenarnya, sih, saya cukup berekspektasi dengan film ini, karena selain nama Kang, juga ada nama beberapa bintang papan atas lain: , , ., .. tapi kemudian ketika melihat kalau ratingnya di IMDB bahkan nggak nyampai 6, saya agak heran juga. Yah, walaupun rating nggak selalu jadi jaminan, tapi sepengetahuan saya, kalau IMDB kasih rating di bavah tujung, apalagi nggak sampai 6, itu berarti memang filmnya buruk. Karenanya saya jadi gusar. Memang seburuk itukah filmnya? Dan yah, usai nonton film ini saya kira saya paham kenapa film ini masuk kategori itu.

golden slumber_6

Garis besar ceritanya sebenarnya cukup menarik, perpaduan antara tema persahabatan dengan intrik politik. Hanya saja, saya kok merasa sang sutradara seperti keteteran untuk mengeblend-kan semua itu. Nggak tahu salahnya dimana, tapi ikatan persahabatan antara Gun-woo dan teman-temannya terasa plain. Chemistrynya kurang dapet. Kilasan-kilasan flashbacknya seperti terlalu dimanis-maniskan dengan kehidupan anak band yang kurang meyakinkan. Entah karena memang karakternya dibuat demikian, atau penerjemahan Kang, tapi karakter Gun-woo rasanya terlalu naif dan lugu dibanding teman-temannya, sehingga rasanya agak aneh kalau dia memang pernah jadi anak band dan anak kuliahan pula. Latar politik cerita juga tidak dieksplor dengan baik sehingga rasanya hanya untuk meramaikan cerita saja. Pokoknya rasanya hal-hal di film ini serba nanggung deh. Agak disayangkan sih, mengingat jajaran castnya yang sebenarnya potensial untuk menjadikan film ini lebih qualified ūüė¶

Catatan:
Merupakan remake dari film Jepang (2010) dengan judul yang sama. Untuk versi Jepangnya sendiri, sepertinya lebih bagus karena saya lihat di asianwiki, banyak diputar di ajang film festival.

Cast:
– Gun-woo
– Mr Min
– Sun-young
– Geum-chul
– Dong-gyu
– Jin-ho
– Moo-yeol
– Soo-A
– Joo-ho
– Yoo-mi

Judul; Golden Slumber
Sutradara: No Dong-seok
Penulis: Kotaro Isaka (novel), Lee Hae-jun, Cho Ui-seok
Rilis: 14 Februari 2018
Durasi: 108 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea

Little Forest

April 9, 2018 Tinggalkan komentar

Pada suatu musim dingin, Hye-won () memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya setelah gagal ikut ujian guru. Sedih dan kecewa, ia berniat ‘melarikan diri’ selama beberapa hari di rumah masa kecilnya.

Little Forest

Ia pun menghabiskan hari-hari yang tenang dengan memasak aneka makanan sederhana dari bahan-bahan yang ada di sekitarnya sembari mengenang kebersamaannya bersama sang ibu (). Ibunya adalah seorang single parent, perempuan mandiri yang pintar memasak dan selalu mengajarinya hal-hal menakjubkan. Tapi suatu hari, tiba-tiba ibunya minggat entah kemana dan hanya selalu mengiriminya surat-surat. Merasa marah dan tak ingin menunjukkan sisi lemahnya, Hye-won bertekad untuk mandiri dengan pergi kuliah ke kota dan mengabaikan surat-surat ibunya. Tapi kembali ke rumahnya lagi, Hae-won sadar bahwa ia merindukan dan mengagumi ibunya.

Little Forest (6)

Little Forest (13)

Meski awalnya hanya ingin tinggal beberapa hari di desa, tapi Hye-won kemudian ternyata mulai merasa betah. Kehidupan di desa ternyata tak seburuk yang ia pernah bayangkan ketika masih remaja dulu. Apalagi kemudian juga ada dua sahabat masa kecilnya, Eun-sook, yang seumur hidup tak pernah meninggalkan kampung halamannya, dan Jae-ha (), yang memutuskan keluar dari perusahaan di kota karena tak tahan di atur-atur dan memilih pulang ke desa menjadi petani. Di antara waktu-waktu senggang dengan menghabiskan kebersamaan yang menyenangkan.

Little Forest (10)

Little Forest (15)

Saya selalu menyukai film-film bertema healing dan sudah penasaran sama film ini sejak membaca sinopsisnnya, apalgi kemudian muncul posternya yang terkesan begitu fresh. Dan setelah menonton film ini, saya pun setuju dengan kategori itu: healing movie, yang memberi kesan lighthearted dan hangat usai menontonnya. Cerita, cast dan gambar-gambarnya mewakili semua itu.

Little Forest (1)

Little Forest (20)

Ceritanya sendiri mungkin tidak bisa dibilang baru (banyak film-film Jepang mengetengahkan tema serupa dan film ini sedikit mengingatkan saya sama ‘Only Yesterday’nya studio Ghibli), tapi sang sutradara menyajikannya dengan baik sehingga film ini tetap memiliki orisinalitasnya sendiri. Tadinya saya agak-agak khawatir dengan eksekusi hubungan Hye-won dengan Eun-sook dan Jae-ha, kalau-kalau jatuh jadi romance yang klise, tapi untungnya enggak kok. Karena bukan di situ fokus film ini.

 

Untuk jajaran cast, menurut saya pemilihannya juga sangat pas, terasa fresh. memiliki screen presence yang menyenangkan. Karena ini melibatkan visual, tentu penampilan fisik tak bisa diabaikan. Dan Kim memiliki visual yang enak dilihat, kecantikan yang fresh dan alami. Di sisi lain, ia juga memiliki kesan sebagai gadis yang tough tapi tetap memiliki sisi fragile. Dan di atas semua itu, tentu saja dia punya kemampuan akting yang bagus. Yah sejak melihat debutnya yang impresif di Handmaiden, saya sudah punya feeling kalau hanya soal waktu saja melihat bintangnya bersinar. Sama halnya dengan , yang menunjukkan penampilan mengesankan di drama pertamanya, Reply 1988. Keduanya juga punya imej yang hampir sama: muda dan fresh. Sementara aktris Jin Ki-joo yang jadi Eun-sook, meski begitu-begitu saja, tapi saya pikir juga berakting dengan pas.

Overall, it’s good movie.

Cast:
– Hye-won
– Jae-ha
– ibunya Hye-won
Jin Ki-joo – Eun-sook

Judul: Little Forest/ Liteul Poreseuteu
Sutradara:
Penulis: Daisuke Igarashi (manga) , Hwang Sung-goo
Sinematografi: Lee Seung-hoon
Rilis: 28 Februari 2018
Durasi: 103 menit
Distributor: Megabo M Plus
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

The Fortress

April 9, 2018 Tinggalkan komentar

Korea berlatar jaman Joseon, dimana kerajaan sedang terancam oleh serangan dari Dinsati Qing. Raja Injo () bersama dengan pengawal dan pasukannya, kemudian bersembunyi di benteng pegunungan Namhansanseong. Mereka terisolasi dari dunia luar, didera musim dingin yang parah dan kekurangan bahan makanan.

The Fortress (7)

Choi Myung-kil () dan Kim Sang-hun  ( ) adalah dua mentrinya yang setia dan berdedikasi. Keduanya memikirkan cara terbaik bagaimana caranya menghadapi Qing dan pasukannya. Choi berpendapat bahwa cara terbaik adalah melalui jalan diplomasi, sementara Kim sebaliknya, berpendapat bahwa Joseon tidak boleh jatuh harga dirinya dengan menunjukkan kemampuanya berperang. Tapi Dinasti Qing terlalu kuat dan kondisi pasukan Joseon lebih lemah. Film diakhiri dengan kekalahan Raja Injo yang kemudian harus takluk pada Qing.

The Fortress (5)

Berhubung saya bukan orang Korea, menonton film-film bertema sejarah, sebenarnya seringkali tidak terlalu menarik. Apalagi, film sejarahnya Korea ini bisa dibilang ceritanya begitu-begitu saja, sudah terlalu sering diulang-ulang baik dalam bentuk film mapun drama. Hanya saja, saya penasaran sama film ini karena ingin melihat akting para pemainnya. Jajaran cast film ini memang bisa dibilang sangat jor-joran, karena pemainnya adalah A-lister aktor filmnya Korea: , , , , ... benar-benar wah, kan? (Ohya, ada juga , aktor muda yang selalu memiliki soft spot bagi saya. Mungkin karena dia adalah aktor yang bisa dibilang underdog untuk generasinya, dan saya senang melihatnya selalu terlibat dalam film-film berkualitas bersama aktor-aktor besar). Terkait dengan akting, semua menunjukkan kualitas akting mereka yang memang tak perlu lagi diragukan di sini. Meski mungkin karena memang pengkarakterannya sedemikian rupa, tak ada penampilang yang terlalu stellar.

The Fortress (8)

Secara umum, film ini adalah film yang grande. Selain jajaran castnya, sinematografi dan blablanya juga digarap dengan tidak main-main. Setting jaman Joseon dan suasana perang serta dinginnya musim dingin di pegunungan, ditampilkan dengan sangat apik. Kesan kolosalnya dapat. Hanya saja, alurnya terasa lamban dan liat serta tidak mudah dicerna sehingga membuat film ini agak membosankan. Dan bisa dipahami juga ketika kemudian konon angka penjualannya di bioskop cukup mengecewakan (kalau nggak salah film ini kalah sama film , yang secara produksi bisa dibilang berkebalikan dari film ini: aktor nggak terlalu terkenal dan produksi rendah). Yeah, that’s industry. Tapi di atas semua itu, menurut saya film ini tetap layak untuk ditonton,kok.

Cast:
– Choi Myung-kil
– Kim Sang-il
– Raja Injo
– Seo Nal-shwe
– Lee Shi-baek
Joo woo-jin – Jung Myung-soo
Song Young-chang – Kim Ryu
– Chil Bok
Heo Sung-tae – Yonggol
Kim Pub-lae – Khan
Jo A-in – Naru (bocah kecil)

Judul: The Fortress / Namhansanseong
Sutradara: Hwang Dong-hyuk
Penulis: Kim Hoon (novel), Hwang Dong-hyuk
Sinematografi: Kim Ji-yong
Rilis: 3 Oktober 2017
Durasi: 139 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Award:
Blue Dragon Film Awards 2018
– Best screenplay

Wise Prison Life

April 6, 2018 Tinggalkan komentar

Kim Je-hyuk adalah seorang atlet baseball yang sangat terkenal dan dikagumi banyak orang karena prestasinya. Bagi Jae-hyuk, hidupnya memang hanyalah baseball dan baseball. Meski pintar di baseball tapi untuk hal lain, ia cenderung agak bodoh dan lamban. Hingga suatu hari, hidupnya tiba-tiba berubahsetelah ia memukul hingga koma, orang yang hendak memerkosa adiknya. Je-hyuk pun kemudian masuk penjara dan harus menjalani hukuman selama setahun. Maka dimulailah hari-hari Je-hyuk di dunia yang benar-benar baru; kerasnya kehidupan penjara dan juga rasa frustasi dipisahkan dari dunia baseball yang dicintainya. Untungnya, kehidupan penjara ternyata tak selalu mengerikan. Di sana, ia kemudian bertemu teman-teman baru, penghuni penjara yang ternyata banyak juga orang-orang baik, para sipir dan juga teman baiknya, Joon-ho () yang selalu ada untuknya.

Wise Prison (8)

Sejak mendengar kabar kalau , si sutradara , hendak buat drama ini, saya sudah penasaran dan menetapkan sebagai salah satu drama yang wajib tonton. Meski nggak bisa dibilang ‘sempurna’ tapi serial Reply sudah menancapkan tonggak tersendiri bagi dunia drama Korea dan bisa dikategorikan sebagai qualified drama. Kelebihan utama dari drama-dramanya Pak Shin adalah bagaimana ia menyajikan drama slice of life dengan begitu realistis, pengkarakteran yang kuat dan juga humor yang terasa orisinal dan hangat. Genre drama yang saya sukai.

Wise Prison (7).jpg

Di awal, ketika melihat daftar castnya, ditulis setelah Park Hae-soo, yang bisa diartikan bahwa Jung adalah second lead, dan lead aktornya Park Hae-soo, saya sedikit ‘tak terima’. Park Hae-soo¬† mungkin aktor yang baik, tapi selama ini kurang populer (saya belum pernah lihat akting dia sebelumnya), sementara Jung sudah malang melintang didapuk sebagai lead actor di dunia drama. Tapi lagi, saya juga pernah melihat drama-dramanya Shin sebelumnya, dimana ia memang sepertinya senang membuat twist dengan castingnya (ingat di yang bukan siapa-siapa, dibanding atau ), dan saya pun berusaha untuk ‘percaya’ dengan castingnya kali ini. Dan agaknya ekspektasi saya benar adanya. Di drama, ini, meski sosok Kim Je-hyuk yang menempati posisi lead, tapi sebenarnya hampir semua karakter memiliki peran pentingnya sendiri-sendiri dan di eksplore dengan kedalaman yang berimbang. Tidak ada one man show, karena semua karakter memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Meski didapuk sebagai second lead, tapi sosok Jun-ho yang diperankan Jung memiliki peran yang signifikan dalam membangun cerita dan latar belakang karakternya juga dipaparkan dengan cukup baik.

Wise Prison (6)

Jon-hoo adalah sahabat baiknya Je-hyuk sejak masih kecil. Keduanya sama-sama menyukai baseball dan punya masadepan cerah sebagai atlet baseball. Hanya saja, karena kecelakaan yang membuat tangannya cedera, Joon-ho memutuskan menyerah pada mimpinya, menjalani hidup biasa dan kemudian sekarang bekerja sebagai sipir penjara. Karakternya digambarkan sebagai sahabat sejatinya Je-hyuk, lelaki yang baik tapi agak kasar, tidak terlalu puas dengan dirinya dan sedikit playboy. Ia punya seorang adik, Lee Joon-dol, yang merupakan fans beratnya Je-hyuk dan membuat hubungan kakak beradik ini seperti anjing dan kucing.

Wise Prison (10)

Wise Prison (3)

Karakter-karakter lain yang tak kalah penting tentunya adalah teman-teman Je-hyuk di penjara yang menurut saya justru sangat berperan penting dalam menghidupkan cerita. Ada Pak Min-chul, mantan gangster yang sudah menghabiskan hidup di penjara selama hampir 22tahun¬† karena kasus pembunuhan. Meski memiliki tampang sangar ala gangster, tapi Min-chul adalah lelaki yang lembut dan baik. Ia sudah tobat sepenuhnya dan ketika hari pelepasannya hampir tiba, ia justru takut karena sudah terlalu lama hidup di penjara. Sosok Pak Min-chul adalah salah satu karakter favorit saya di sini. Adegan-adegan emosionalnya selalu membuat saya ikut terharu melihatnya (kenangannya akan sang teman dengan latar belakang lagu Unfortunate Guy-nya Kwang Kae-suk, pengkhiatan Jeobaljan yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri dan juga momen ketika ia ketemu putrinya, so touching. . hiks… )Dan pemilihan castnya menurut saya juga sangat pas, Choi Moo-sung yang memang bisa dibilang sebagai aktor veteran di perfilman Korea, bermain dengan sangat baik (baru ngeh juga kalau dia ini pemeran ayahnya Taek di¬† ).

Wise Prison (11)

Penghuni lain adalah Pak Kaist (julukan karena dia pandai membuat penemuan-penemuan ‘canggih’ seperti lulusan Kaist, salah satu universitas terkenal di Korea), yang tak kalah menariknya. Ia dipenjara karena kasus penipuan. Pak Kaist dikenal sebagai sosok yang agak menyebalkan karena cenderung egois dan banyak omong, tapi sebenarnya juga adalah teman yang baik. Dan tentu saja, cara bicara cadelnya yang selalu membuat ngakak. Bagi saya yang nggak ngerti bahasa Korea saja mendengar cara bicaranya terasa lucu, haha.

Dr Go (Gobaksa) adalah penghuni yang paling berpendidikan dan karakternya selurus jalan tol. Ia pegawai perusahaan besar dan dipenjara karena tuduhan menggelapkan uang dalam jumlah yang sangat besar. Kenyataannya, ia hanya diperalat oleh perusahaannya demi menyelamatkan nama baik atasannya.

Wise Prison (4)

Yo Han-yang (Haerong) () adalah anak orang kaya yang dipenjara karena ngedrugs. Karena kebanyakan ngedrugs, kalau sedang kambuh otaknya jadi agak error dan bertingkah seperti orang sinting (Haerong). Cenderung kekanakan demi mencari perhatian, karena kenyataannya, ia kurang kasih sayang, Ibunya, yang pernah mengalami hidup susah, terobsesi dengan uang dan mengabaikan Han-yang. Meski sebenarnya, sang ibu diam-diam menyayangi Han-yang. Saya baca beberapa komen di internet, banyak yang menyukai karakter Haerong di sini karena lucu. Tapi kebalikannya, saya kok melihat karakter Haerong ini malah agak-agak terlalu dibuat-buat dan karenanya, saya jadi kurang bersimpati kepadanya.

Wise Prison (9)

 

Kapten Yoo adalah seorang tentara. Ia masuk penjara karena tuduhan penganiayaan hingga tewas seorang tentara, yang sebenarnya dilakukan oleh rekan-rekannya yang dikenal sebagai sosok yang memang suka membully. Tidak ada yang terlalu istimewa sih dengan karakter Yoo, tapi harus saya akui, Jung Hae-in memang enak dilihat, hehe… Penghuni yang lain adalah Janbaljang, pemuda pengangguran yang suka mencuri dan kemudian menjalin hubungan ayah-anak dengan Min-chul (saya suka hubungan mereka yang bagus chemistrynya), Beobja, si ceriwis yang selalu setia pada Je-hyuk, dan penghuni terakhir, Ddolmani, si botak kaki tangan gangster yang awalnya begitu membenci Je-hyuk tapi kemudian berbalik arah menjadi ‘pelayan’ yang sangat setia.

Wise Prison (2)

Wise Prison (14)

Dan karena drama ini mengetengahkan cerita tentang penjara, karakter yang diketengahkan nggak cuma para napi tapi juga para petugas yang ada di sana. Selain Jon-hoo BFF-nya Je-hyuk, juga ada Petugas Paeng () , yang kasar dan selalu mengumpat tapi sebenarnya adalah petugas paling baik dan hangat (another my fav character dan juga berakting dengan bagus). Petugas Song () yang sifat cerewetnya suka nyebelin tapi sebenarnya juga adalah petugas yang baik dan lucu (ingat, dia yang main jadi teman baiknya di :D) . Pak Ketua penjara yang agak bodoh, dan juga Petugas Na yang kaku dan saklek. Ohya, di awal, juga ada Pak Jo, petugas yang selalu kelihatan ramah dan murah hati tapi sebenarnya licik bukan main. Dan karakternya ini dimainkan dengan sangat baik oleh (menurut saya aktingnya bagus banget di sini, sayangnya dia cuma main di beberapa episode).

Wise Prison

Wise Prison (13)

Ohya, seperti karya Shin terdahulunya, unsur romance sepertinya tak lupa ia masukkan. Untuk romancenya, di sini ada hubungan Je-hyuk dengan Ji-ho (), anak pelatihnya. Meski entah kenapa, saya kok nggak bisa merasakan chemistry yang kuat antara keduanya. Hubungan mereka cuma seperti kakak-adik. Entah karena castnya atau memang karakternya. Idol girlband f(x), didapuk jadi Ji-ho di sini. Aktingnya nggak buruk, hanya saja saya kurang bisa menyukainya (sori, disini saya mungkin agak subyektif). Ditambah lagi  gap usia asli mereka yang ternyata cukup jauh, (13 tahun) Romance yang lain adalah Jon-hoo dengan Je-hee, adiknya Je-hyuk yang menurut saya lebih pas.

Wise Prison (1)

Aktris Lim Hwa-young menurut saya juga pas dengan karakternya¬†sebagai Je-hee yang agak-agak¬†witty . Romance yang cukup baik menurut saya juga ditunjukkan pasangan Han-yang-Ji-won (fyi, it’s queer romance, haha, tapi tenang saja, nggak diperlihatkan¬†secara terbuka, kok), terutama skarena sosok Ji-won. Meski¬† scenenya nggak banyak dan karakternya nggak dieksplore, tapi menurut saya akting aktor yang memerankan Ji-won cukup meninggalkan kesan dengan ekspresi-ekspresinya yang memiliki kedalaman. Dan saya baru ngeh, kalau dia adalah , aktor yang sama yang memerankan Tatemasu, si investigator Jepang di dimana aktingnya di sana menurut saya cukup mencuri scene (dia dapat nominasi di beberapa ajang penghargaan untuk perannya itu, kalau nggak salah). Pantes saja…

Wise Prison (12)

Menambah seru cerita, tentu munculnya sosok antagonis. Karena namanya penjara, tentu saja banyak sekali napi yang memang aslinya penjahat dan karenanya selalu cari-cari masalah. Tapi mungkin karena drama ini sendiri memang lebih ingin memotret sisi humanis di penjara, kemunculan para antagonis ini hanya menjadi semacam selingan cerita dan menurut saya disajikan dengan pas.

Sedikit menganggu bagi saya adalah durasi per episodenya yang cenderung terlalu panjang (sekitar 1,5 jam). Ini sebenarnya agak khas drama-dramanya Shin sih, karena drama-drama dia sebelumnya juga begitu. Bagi saya yang menonton drama ini secara maraton, ini kadang agak melelahkan. Apalagi, alur drama ini cenderung lambat dan beberapa bagian agak bertele-tele. Tapi bagusnya memang Pak Shin ini pintar memasukkan humor-humor lucunya yang khas sehingga meski lamban tapi tetap tidak nggak terlalu wasted untuk diikuti.

Wise Prison (17)

Hal lain yang agak mengecewakan saya adalah bagian endingnya. Setelah pemaparan karakter-karakternya dari episode-episode, harapan saya sih akan ada closing bagi semua karakter utama (terutama Hanyang yang menurut saya endingnya paling ‘nggak fair’ ūüė¶ ), tapi ternyata kemudian berakhir begitu saja. Tentu saja, happy ending untuk semua terasa terlalu biasa dan mungkin agak-agak nggak realistis dalam kehidupan nyata, tapi apa salahnya, toh ini juga cuma drama, yang tujuannya buat hiburan. Tapi overall, ini adalah drama yang bagus dan worthed to watch.

Cast:
Park Hae-soo – Kim Je-hyuk
– Lee Joon-ho
– Kim Ji-ho
Lim Hwa-young – Kim Je-hee
Kim Kyung-nam – Lee Joon-dol

Teman-teman Je-hyuk di penjara:
Choi Moo-sung – Kim Min-chul
Park Ho-san – Kaist
Jung Min-sung – Dr Go
Kim Sung-cheol – Beobja
Kang Seung-yoon – Janbaljang
Jung Hae-in – Kapten Yoo
Ahn Chang-hwang – Ddolmani

– Han-yang/Haerong

Para sipir:
– Petugas Paeng
Kang Ki-dong – Petugas Song
Ahn Sang-woo – Ketua Sipir
Park Hyoung-soo – wakil Na
– Petugas Jo
Choi Yeon-dong – Petugas Lee
Lee Hoon-jae – Soji
Kim Han-jong – Han-jong

Choi Sung-woon – Jeombaki
Joo Suk-tae – Yeom
Jung Jae-sung – Prof Myung
Lee Ho-cheol – Gundal
Yoo Jae-myung- manajernya Je-hyuk
Jung Moon-sung – abangnya Yoo
Shin Won-ho – Kopral Jo
Seo Ji-hoon – Min Sik
Shin Jae-ha – Min-sung
Ye Soo-jung – ibunya Je-hyuk
Jang Hyuk-jin – ayahnya Hanyang
Yum Hye-ran – ibunya Hanyang
Kim Joo-han – Ji-won
Kim Sun-yong – mantan istrinya Kaist
Kim Ji-min – Kim Eun-soo (anaknya Min-chul)
Choi Myung-bin – putrinya Paeng

Judul: Wise Prison Life/ Prison Playbook / Seulgirowoon Gambbangsaenghwal
Sutradara:
Penulis: Jung Bo-hoon
Tayang: tvN, 22 November 2017 – 18 Januari 2018
Episode : 16
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

 

K-Variety: Youth Over Flowers

April 5, 2018 Tinggalkan komentar

Bisa dibilang, saya adalah Korea-mania. Sejak awal booming drama Korea di awal tahun 2000an, saya sudah mulai menjadi salah satu penggemarnya. Demikian juga dengan film-filmnya. Karena memang cukup mudah mengaksesnya (rental CD :P), saya hampir selalu update. Meski begitu, butuh waktu yang lama bagi saya untuk kemudian menyukai variety show Korea–yang sebenarnya juga sama populernya dengan drama atau film mereka. . Dulu-dulu, saya tak pernah terlalu berminat pada K-variety show. Waktu itu, saya berpikir kalau variety show itu cuma acara konyol-konyolan yang kadang slapstick atau banyak direkayasa. Selain itu, kalau saya baca-baca sekilas, kebanyakan variety show Korea episodenya panjang-panjang, hingga ratusan. Cast-nya kebanyakan juga melibatkan seleb-seleb yang tak familiar bagi saya, sebagian besar para idol yang tak saya gemari. Hingga sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, saya mulai menononton variety show Youth Over Flowers-nya PD Na yang terkenal itu. YOF yang pertama kali saya tonton adalah edisi Iceland. Itu juga lebih karena saya penasaran dengan castnya yang merupakan para aktor drama dan cukup saya favoritin: , , (plus Lee Sang-hoon). Acaranya bagus, dan kemudian saya browsing acaranya PD Na yang lain dan jadi penasaran sama YOF sebelumnya, yang kebetulan castnya juga saya ‘kenal’ (terutama ). Berikut daftar YOF yang saya tonton:

1. Laos Trip
Cast: , ,
Tayang: tvN, 1 September – 10 Oktober 2014 (6 episode)
Rating: rata-rata 5%

yoflao

Trip ini terdiri dari 3 orang bintang : , dan Baro. Mungkin akan lebih seru kalau seluruh cast utamanya seperti Jung Woo dan Kim Sung-kyun juga ikutan. Tapi mungkin karena ketidakcocokan jadwal sehingga dua yang lain tidak bisa ikut. Pun trip ini dibuat setelah beberapa waktu usai tayang karena konon cukup sulit mencari jadwal senggang para castnya. Yah, agaknya kesuksesan seri Reply yang mereka bintangi mengantarkan mereka menjadi semakin populer.

Laos Trip diawali dengan acara hidden camera untuk ketiga cast. Mereka dibohongi untuk membuat semacam video promo tvN dan juga dibohongi kalau besoknya mereka bakal ada syuting CF ke luar negeri segala macam. Dan dua jam sebelum keberangkatan, PD Na, baru mengungkap kebenarannya. Jelas saja, semua keki dibuatnya tapi cukup surprise kecuali yang terbengong-bengong kaget. Dan begitulah proses ‘penculikan’ itu dimulai.

Senangnya menonton variety show seperti ini karena jadi bisa melihat sifat asli seorang aktor di balik layar. Meski kadang hal ini juga berisiko membuyarkan imaji tentang sosok yang mereka perankan di drama. Di sini, tampak deh karakter ketiga cast-nya yang cukup berbeda dari yang selama ini terlihat di TV. misalnya. Saya selalu menyukai akting Yoo. Melihat karakter-karakter yang diperankannya, saya mengira dia adalah sosok yang introvert dan ‘bersih.’ Ternyata, baru ketahuan kalau dia sosok yang cukup ramai ( meski memiliki sisi jaim), percaya diri, sangat well organized tapi juga memiliki jiwa adventerous dan sepertinya juga agak playboy. Dia satu-satunya yang memiliki pengalaman sebagai traveller dan terlihat begitu antusias menikmati perjalanan. Dia terlihat menikmati saja berbelanja di pasar tradisional, menikmati jajanan pinggir jalan, jalan bolak-balik di panas terik cuma buat cari penginapan dan menikmati apa saja atraksi wisata yang ada. Pokoknya, dia ini jenis traveler yang enjoy everything dan sekaligus teman yang care.

Berkebalikan sama Yeon-seok, konon tak pernah bepergian keluar negri dan naik pesawat jauh. Satu-satunya tempat ia bepergian jauh itu cuma Pulau Jeju. Pokoknya, kesannya ‘ndeso’ banget lah si Ho-jon ini, hehe. Belum lagi karakternya yang terkesan cuek habis. Di awal, dia terlihat ogah-ogahan dan kurang menikmati perjalanan (kayaknya dia punya persepsi kurang menyenangkan karena bepergian ke negara yang kurang maju). Salut juga karena Yeon-seok sepertinya begitu sabar menghadapi sikapnya. Konon, keduanya memang bersahabat baik di kehidupan nyata. Dan sifat keduanya yang bertolak belakang, sepertinya membuat mereka saling melengkapi. Meskipun sifat Ho-jon ini cenderung asal, tapi terkesan juga kalau dia itu teman yang lucu, hangat dan menyenangkan.

yoflao1

 

Terakhir adalah cast yang paling muda, . Saya selalu berpikir bahwa idol, anak boyband pula adalah sosok yang cenderung jaim dan pastilah sibuk mengurusi penampilan. Tapi meruntuhkan persepsi saya. Dia cukup peduli dengan gaya tapi tidak sampai berlebihan. Karakternya khas anak muda banget, yang masih belum banyak pikiran. Agak childish tapi tidak sampai annoying. Seperti Yeon-seok dia juga sangat antusias pada hal-hal baru. Dia selalu ceria dan menjadi mood maker perjalanan.

Perjalanannya sendiri cukup seru. Kebetulan saya punya planning ke Laos sudah dari dulu-dulu dan belum kesampaian dan menonton acara ini sedikit memberi saya gambaran tempat-tempat wisata di sana dan membuat saya semakin ingin kesana. Di atas semua itu, ketiganya menunjukkan bromance yang nyata dan menyenangkan. Meski bisa dibilang Yeon-seok yang kemudian dijulik Mommy Yeon-seok paling kerepotan mulai dari mengurus keuangan dan hampir semua rencana perjalanan tapi dia terlihat enjoy karena selalu ingin menyenangkan orang lain ( I can feel him), dan teman-temannya juga oke saja dengan segala keputusannya. Meski kesannya memang jadi ketergantungan banget sama Yeon-seok.

2. Iceland Trip
Cast: Jung Sang-hoon, , ,
Tayang: tvN, 1 Januari – 1 Februari 2016 (7 episode)
Rating: 6,7% – 8,5%

yof Iceland_3.jpg

Seperti saya tulis di atas, ini adalah variety show Korea dan juga seri YOF pertama yang saya ikuti. Perjalanan ini dimulai oleh tiga cast terlebih dahulu, karena Kang Ha-neul, si maknae, sedang ada acara dan sedianya akan menyusul kemudian.

Berbeda dengan seri sebelumnya(Laos) yang pernah main drama bareng, cast kali ini terhubung dengan cara yang berbeda-beda. Sang-hoon ( saya baru kenal dia di acara ini, walaupun ternyata wajahnya cukup familiar sebagai supporting actor di beberapa drama) ini ternyata adalah sahabat baiknya Jung-seok dan sama-sama aktor musikal. Mereka telah melewati masa-masa sulit bersama (mereka pernah tinggal bareng) dalam membangun karir sebagai aktor, sehingga bisa dibilang persahabatan mereka erat banget. Dan memang, kelihatan banget kalau mereka berdua kompak dan saling melengkapi. Sementara terhubung karena pernah main drama bareng (You’re The Best Lee Soon-shin) dan mereka sebaya (sama-sama kelahiran 1980). Di awal-awal terasa sih, kalau ini kayak ‘orang ketiga’ bagi Jung-seok dan dan Sang-hoon. Tapi tidak sampai kaku, karena Jung woo ini orangnya terkesan sangat carefree, hangat dan terbuka. Terakhir, terhubung lewat Jung-seok karena pernah satu panggung di musikal dan lewat karena membintangi film yang sama ( ).

yoficeland.jpg

Meski proses persahabatan mereka berbeda-beda, tapi keempatnya langsung nyambung dan menjadi teman perjalanan yang kompak karena karakter mereka yang bisa dibilang mirip: sama-sama humble dan punya passion yang sama pada akting.

Sang-hoon yang secara usia memang paling senior, bertindak sebagai leadernya. Sikapnya cenderung tidak banyak basa-basi, tapi selalu bersikap sebagai seorang kakak tertua yang bijaksana dan penuh tanggung jawab. Dia juga yang paling pede dan penuh ide kreatif membuat suasana penuh humor dan tawa.

Jung-seok karakternya tak jauh berbeda dengan karakternya di layar; kalem, agak penggugup, cenderung penuh kendali tapi juga memiliki sisi hangat dan lembut yang membuat orang nyaman. Sementara , adalah jenis orang yang dengan mudah berbaur dengan siapa saja. Meski sikapnya cenderung asal (mirip karakternya di ), tapi dia memiliki sisi care pada orang-orang di sekilingnya. Sering tertangkap kamera, dia tanpa canggung memeluk atau merangkul hangat siapa saja di dekatnya. Dan bagaimana ia seperti tanpa sadar memberikan perhatian-perhatian kecil pada rekannya.

Terakhir, . Meski yang paling muda dan bisa dibilang gap usianya cukup jauh (10 tahunan), tapi dia terlihat dengan mudah membaur dengan para hyungs. Sebagai sosok generasi 90-an, Ha-neul ini memang terkesan mature baik dari segi perawakan maupun sikap. Dia adalah maknae yang sangat manis. Berbeda dengan Baro yang meletup-letup, Ha-neul lebih terkontrol dan selalu berusaha tidak menyinggung para hyung. Dia adalah jenis orang yang tak bisa mengatakan ‘tidak.’ Mungkin cenderung membosankan untuk orang semuda dia, tapi tentu saja tak ada yang salah memiliki karakter yang manis bukan? Ha-neul terlihat lebih nyaman dengan Jung-seok dan Jung Woo sementara dengan Sang-hoon terlihat lebih berjarak, mungkin karena gap usainya terlalu jauh dan juga karakter Sang-hoon yang cenderung blak-blakan.

yof_iceland.jpg

Tapi di atas semua itu, chemistry bromancenya juga terasa kuat. Berbeda dengan Laos Trip, tak ada karakter yang terlalu menonjol di sini. Semuanya kompak dan saling mengisi, mungkin karena sama-sama sudah berusia matang (kecuali Ha-neul). Karena memiliki latar belakang profesi yang sama, mereka memilki selera humor yang sama dan passion yang sama. Joke-joke mereka selalu nyambung. Persahabatan mereka terasa natural dan karakter-karakternya terasa sangat down to earth. Mereka terlihat sekali memilki passion sebagai aktor dalam arti sebenarnya, sebagai pekerja seni, bukan selebriti sehingga gaya hidup dan pemikiran mereka juga terlihat jauh dari glamour. Merela selalu mentertawakan kebodohan-kebodohan mereka dan karena pernah merasakan hidup susah, mereka terlihat menikmati hidup ngirit tanpa pernah mengeluh…. Perjalanan mereka terasa sangat bernyawa. Penuh humor dan tawa.

Dan pemilihan tempatnya ? Awalnya saya tak habis pikir kenapa Iceland jadi pilihan? Apa menariknya coba, negeri di dekat kutub yang pastilah dingin bukan main. Tapi melihat acara ini, membuat saya memandang Iceland dengan cara berbeda. Ternyata di Islandia juga ada kehidupan yang hangat dan semarak. tempat-tempat wisata yang meski dingin tapi indah permai. Dan tentu saja, Aurora Borealis yang menakjubkan. Menonton acara ini membuat saya jadi ingin mengunjungi Islandia suatu saat nanti. Semoga saja.

3. Africa Trip
Cast: , , , ,
Tayang: tvN, 19 Februari – 1 April 2016 (7 episode)
Rating: rata-rata 8 %

yofafrika

Lagi-lagi, trip kali ini tak terlalu lengkap karena salah satu cast , Lee Dong-hwi tak bisa ikut (karena sibuk syuting). Agak disayangkan karena melihat sifat badut Dong-hwi, pastilah tambah ramai dan seru kalau dia ikut. Di antara trip Over Flowers, ini adalah rombongan trip paling muda meski tak bisa dibilang sangat muda juga karena Jun-yeol dan Jae-hong sudah berumur 30 tahun.

Tim diculik ketika mereka sedang rekreasi bersama tim Reply di Phuket, kecuali Bo-gum yang pulang duluan karena ada acara di Korea. Ryu Jun-yeol yang ternyata memang suka traveling dan punya planning ke Afrika, terlihat paling surprise. Sementara Kyung-po yang memang sedang sedikit berkasus menangis karena terharu. Jae-hong kelihatan pasrah saja dan Bo-gum juga antusias.

Maka dimulailah perjalanan ke Namibia bertiga, sementara Bo-gum menyusul kemudian. Melihat perjalanan mereka, banyak yang komen kalau cast nya punya karakter yang mirip banget sama karakter mereka di Reply, terutama Bo-gum. Dia yang paling muda dan terkenal paling santun dan baik dan karenanya, dicintai oleh semua hyung. Aslinya dia memang mirip karakter Taek di Reply yang terlihat rapuh dan tak bisa melakukan apa-apa. Dia bahkan ketinggalan pesawat dan beberapa kali dia nabrak ketika mencoba menyetir. Di tambah lagi sifatnya yang culun dan mudah banget tersentuh. Dia adalah jenis orang yang akan sangat mudah memuji orang dengan tulus dan menangis terharu hanya karena hal-hal kecil . Tapi salut-nya, Bo-gum cukup berani melakukan hal-hal menantang seperti bungee jumping, rafting, mobil-mobilan di gurun yang panas terik… Di satu sisi kadang dia terlihat manly tapi di sisi lain kadang agak terlihat sissy (konon dia punya latar belakang hidup yang kurang mengenakkan karena ayahnya bangkrut dan ibunya sudah meninggal sejak ia kecil).

Dan leader dari perjalanan ini adalah yang memang sudah berpengalaman travelling. Di antara semua cast over flowers, sepertinya Ryu ini yang paling capable. Tidak seperti Yeon-seok yang perfeksionis, Jun-yeol lebih santai dan terlihat sangat menikmati semua perjalanan ala backpacker sejati. Pokoknya dia itu terkesan anak muda kekinian banget, yang suka petualang dan jiwa leadernya kelihatan. Wajar kalau kemudian Bo-gum tampak begitu mengaguminya. Kepribadiannya juga terlihat sangat nice. Dia tanpa sungkan mengobrol dengan orang baru dan sesekali terlihat dia ngobrol akrab dengan kru juga. Kesannya humble dan nggak sok seleb (yah, bagaimanapun dia baru banget jadi aktor terkenal). Dia juga cukup filosofis dalam memaknai perjalanan seperti moment-moment ketika dia ingin sendirian menikmati keindahan alam.

Jae-hong terihat cukup enjoy dengan perjalanan ini meski dengan segala keterbasannya. Dia tak punya pengalaman travelling dan juga tak terlalu suka bertualang. Selain itu, karena badannya yang tambun, ia juga agak susah gerak dan terlihat muduah kelelahan. Meski begitu, ia tak pernah mengeluh dan selalu tertawa. Sepertinya sih dia lebih menikmati kebersamaan dengan teman-temannya bukannya petualangannya. Karenanya, dia nyaris tak pernah berani mencoba hal-hal baru.

Kyung-po agak jauh dari yang saya bayangkan karena selama ini saya pikir dia tipikal pretty boy. Ternyata gayanya sangat cuek dalam berpakaian. Dengan cuek dia pakai tank top cewek warna ungu dan sepertinya tak risau kalau kulitnya menjadi gelap terbakar matahari. Tapi di antara semua, ada kesan si Kyung-po agak kurang ngeblend. Sesekali terlihat dia memisahkan diri atau sibuk dengan ponselnya ketika yang lain bercanda. Belakangan di ending acara dia memang cerita kalau dia merasa punya beban (dia sedang diberitakan memiliki skandal saat itu). Belum lagi tugas mengatur keuangan yang sepertinya cukup sulit dia lakukan (di hari terkahir mereka kehabisan uang).

yofafrika1.jpg

Tapi secara umum, chemsitry bromance mereka meski tak sekuat Iceland terlihat cukup kompak. Bisa dipahami juga sih karena mereka rata-rata baru kenal di casting Reply (kecuali Jun-yeol dan Jae-hong yang katanya sudah lama temenan). Alam Afrika juga terlihat indah permai dan lagi-lagi membuat saya ingin berkunjung kesana. Meski entah bagaimana, mungkin karena udara yang panas dan perjalanan darat yang panjang, yang membuat krunya mungkin juga kelelahan, sehingga beberapa bagian terasa membosankan karena berisi perjalanan belaka dan suasana kemping masak masakan yang diulang-ulang. Para castnya mungkin juga tidak terlalu pandai melucu sehingga sepertinya kurang footage-nya.

Acara ini juga mendapat kritik karena ada adegan ketika castnya berenang di kolam sambil melempar-lempat underwear dan sarapan cuma pakai piyama… Hal yang dianggap netizen kurang sopan. Yah, memang ada kesan tim ini terkesan ceroboh dalam beberapa hal, hal yang mungkin wajar mengingat usia mereka yang bisa dibilang masih cukup muda (Ryu dan Jae-hong meski sudah 30-an, tapi memang secara karakter masih ‘anak muda’sekali). Selain itu, tim ini juga terlihat terlalu sadar kamera yang sibuk selfie di sana sini dan berpose di depan kamera nyaris setiap saat. Berbeda dengan Iceland atau Laos yang terlihat natural (mungkin karena generasinya beda; generasi gadget).

Catatan:
Selain, edisi di atas, ada dua seri YOF yang lain:
Peru Trip. Merupakan edisi pertama. Saya belum nonton karena nggak nemu linknya dan juga sudah agak terlalu lama. Castnya: Yoon Sang, You Hee-yeol, Lee Juck . Edisi ini tayang Agustus – September 2014, dengan rating rata-rata 4%: )
Australia Trip. Saya juga belum nonton edisi ini dan belum berminat. Saya nggak terlalu suka sama castnya, boyband Winner (Kim Jin-woo, Lee Seung-hoon, Song Min-ho, Kang Seung-yoon) dan nggak tahu juga kenapa PD Na mengcast idol semua. Saya baca-baca di internet, juga nggak banyak ulasan tentang edisi ini dan ratingnya juga nggak terlalu bagus. Malah paling rendah dibanding edisi-edisi sebelumnya. Edisi ini
tayang: November 2017 – Januari 2018) , rata-rata ratingnya cuma sekitar 2 %.

Ke depan, semoga Na PD, akan kembali membuat edisi Over Flowers dengan cast-cast yang tak kalah kerennya. Cast impian saya, my fave actor, , karena di kehidupan nyata dia sepertinya orang yang lucu dan asyik. Mungkin castnya bareng teman-temannya yang sama-sama di seperti (di kehidupan nyata mereka BFF), (mereka juga sepertinya juga berteman baik karena sama-sama di musikal) … hmm, sebenarnya nggak harus YOF deh, apapun itu, saya benar-benar berharap Jo bakal tampil di salah satu variety-nya PD Na, cuma bintang tamu sekalipun nggak apa-apa deh. Hopefully…hehe ūüôā

 

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar