Confidental Assignment

Januari 14, 2018 Tinggalkan komentar

Im Chul-ryung () dan Cha Ki-sung () adalah anggota tentara pasukan khusus Korea Utara. Suatu hari, Ki-sung serakah tiba-tiba menembaki orang-orang dan melarikan diri ke Korea Selatan untuk membangun bisnis narkoba. Chul-ryung yang istrinya yang juga tentara dan ikut dibunuh Ki-sung, ditugaskan untuk mencari dan menangkap Ki-sung. Untuk misinya ini, ia harus bekerja sama dengan kepolisian Korsel. Detektif yang ditugaskan untuk menjadi partner Chul-ryung adalah Kang Jin-tae ().

Confidental Assignment

Confidental Assignment1

Jin-tae adalah polisi yang tak terlalu punya reputasi, tapi seorang yang bertanggung jawab dan merupakan ayah serta suami yang baik. Di rumahnya, ia juga tinggal bersam adik iparnya, Min-young yang pengangguran. Meski menjadi partner Chul-ryung dan Jin-tae sebenarnya ditugaskan untuk menjadi mata-mata satu sama lain, mengingat hubungan kedua negara yang memang penuh curiga. Namun, semakin ke sini, yang namanya sama-sama orang baik, justru mereka mulai bersimpati satu sama lain. Berdua, mereka pun bahu membahu Ki-sung, si public enemy.

Confidental Assignment4

 

Saya penasaran sama film ini karena beberapa waktu lalu, film ini mendapat penghargaan di acara award di Korea sono untuk kategori Best Supporting Actor (Kim Ju-hyeok). Sementara untuk ceritanya sendiri, sebenarnya saya sudah agak underestimate di awal. Sekilas baca sinopsisnya, tentang agen-agenan yang melibatkan Korut dan Korsel, rasanya menjadi tema yang terlalu sering diangkat dalam perfilman Korea. Selain itu, saya juga nggak terlalu suka dengan . Well, dia aktor dengan akting yang cukup bagus dan pilihan proyeknya juga lumayan. Di masalalu, bahkan saya sempet begitu terpesona dengan penampilannya di drama dan World Within. Hanya saja, belakangan, saya merasa bosan saja melihat dia . Entah karena kemampuan akting dia yang memang seperti itu, atau memang karakter yang dimainkannya cenderung mirip-mirip, tapi rasanya tidak ada sesuatu yang ‘wah’ dalam aktingnya. Pun di film ini. Tak heran jika kemudian yang jadi si jahat Ki-sung justru lebih mencuri scene. Termasuk juga , yang memang selalu impresif dengan karakter antiheronya. Ahya, ada juga yang jadi anggota gangster dan aktingnya cukup membuat saya agak pangling.

Confidental Assignment3

Dari segi cerita, seperti dugaan saya, juga nggak ada yang terlalu baru. Cenderung mengulang dari film dengan tema yang sama. Bahkan menurut saya kualitas ceritanya hanyalah sekelas cerita ‘drama seri’ , dengan penokohan yang cenderung ‘one man show’, dimana tokoh utamanya nyaris ‘sempurna’: cakep, dingin, jago berantem, nggak kenal takut, pembela kebenaran, disukai cewek cantik… Kehadiran sosok Jin-tae bersama keluarganya sedikit memberi warna, tapi juga rasanya terlalu umum. Demikian juga penambahan sosok Min-young (), yang dimainkan sama Yoona, yang menurut saya lebih sebagai pemanis saja. Yah, akting lumayan, tapi menurut saya juga nggak istimewa. Tapi mungkin karena memang popularitasnya sebagai idol, bisa dipahami lah kalau ia tetap dipuja-puji. Sosok Ki-sung juga digambarkan terlalu dua dimensi, tanpa ada latar belakang yang jelas, jahatnya minta ampun. Untunglah, mampu memberi ‘nyawa’ pada karakternya sehingga tetap terasa ‘manusiawi’ lewat ekspresi-ekspresinya.
Bukan film yang mengesankan.

Note:
Aktor meninggal dunia pada 30 Oktober 2017 lalu,  karena kecelakaan mobil, selang beberapa hari setelah ia mendapat penghargaan di film ini. Selain sedang berada di salah satu puncak karirnya, ia juga sedang dalam proses hendak menikahi kekasihnya, aktris.. Lee Yo-young. Hmm, sedih ya… Hidup manusia meman tak ada yang tahu…

Cast:
– Im Chul-ryung
– Kang Jin-tae
– Cha Ki-sung
– istrinya Jin-tae
– Park Min-young
Park Min-ha – Kang Yeon-a (anakanya Jin-tae)
Lee Hae-young – Detektif Pyo
– Park Myung-ho

Judul: Confidental Assignment/ Cooperation/ Gongjo
Sutradara: Kim Sung-hoon
Penulis: Yoon Hyun-ho, Hwang Jo-yoon
Rilis: 18 Januari 2017
Durasi: 125 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/bahasa; Korea Selatan

Award:
The Seoul Awards 2017 :
– Best Supporting Actor ()
– Best Popular Actress ()

Baeksang Art Awards 2017:
– Most Popular Actress ()

Iklan

The Outlaws

Januari 4, 2018 Tinggalkan komentar

Ma Suk-do () adalah seorang dektektif yang bertugas di sebuah daerah pecinan, yang terkenal sebagai daerah ‘gelap’. Meski begitu, Suk-do adalah detektif terprcaya yang disegani dan mampu pendekatan yang baik dengan tokoh-tokoh yang berkuasa di sana, salah satunya adalah Hwang. Hingga suatu hari, muncul sekelompok gangster yang baru datang dari China di bawah pimpinan Jang Chen () yang brutal.

the outlaws2

Jang Chen, selain brutal juga sulit ditangkap karena tak jelas basisnya. Selain itu, kedatangannya juga membuat risau Hwang. Maka dengan segala daya upaya, Suk-do bersama timnya dan juga mengerahkan bantuan dari masyarakat, berusaha untuk meringkus Jang. Dan ya, untuk endingnya tentu saja bisa ditebak. Tapi yang menjadi seru, karena konon cerita film ini diangkat dari kisah nyata.

the outlaws3

Sebanarnya, saya sudah cukup ‘bosan’ dengan tema gangster pada film Korea. Meski begitu, kadang saya tetap saja penasaran menonton karena kebanyakan film-film seperti ini , meski temanya cukup klise tapi digarap dengan sangat baik. Termasuk film ini. Dan yang membuat saya lebih penasaran karena konon, film ini adalah film dengan produksi yang bisa dibilang jauh dari wah, tapi ternyata kemudian menjadi box office banget (konon film ini menjadi nomor 1 box office Korea selama beberapa minggu, dan bahkan mengalahkan film-film ‘besar’ seperti Ansi Fortress). Sutradaranya bukan sutradara besar dan jajaran pemainnya juga bisa dibilang bukan aktor papan atas dalam perfilman Korea. , , Jo Jae-yun, Jin Seon-kyu… meski cukup populer, tapi bisa dibilang bukan ‘bintang utama’ seperti halnya Song Kang-ho, Sol Kyung-gyu, Hwang Jung-min… Karenanya, ketika kemudian film ini ternyata sukses secara komersil, tentulah karena memang penonton menyukainya.

the outlaws4

the outlaws5

Sekilas, sebenarnya tak ada yang terlalu baru dari film ini. Ceritanya mirip belaka dengan film-film gangster yang sudah-sudah. Bahkan menurut saya, garis besar cerita film ini cukup mirip dengan film Veteran yang dibintangi dan itu: detektif yang tanpa kenal takut dan mengandalkan kerjasama tim berusaha menangkap public enemy. Meski begitu, latar dan penokohan film ini cukup membuatnya berbeda. Pada bagian-bagian awal, saya sempat agak underestimate dan merasa alurnya sedikit membosankan, tapi ternyata semakin ke sini, ceritanya menjadi semakin seru. Plotnya juga terasa utuh dan akting para pemainnya juga terasa solid. Mungkin, sebab itu pulalah film ini kemudian menjadi film yang sukses. Dan mungkin karena memang sejak awal memang film ini dibuat tanpa terlalu berekspektasi, kesannya juga tidak ambisius, tapi justru disitulah film ini menjadi menarik.

Note:
Film ini didasarkan pada kisah nyata, “Heuksapa Incident” yang terjadi pada tahun 2007, dimana para detektif berhasil menangkap 32 orang kriminal yagn merupakan keturunan Korea yang datang dari Yanbian, China.

Cast:
– Ma Suk-do
– Jang Chen
Jo Jae-yun – Hwang
Choi Gwi-hwa – Jeon
Park Ji-hwan – Chang Yi-soo
Ha-joon – Kang Hong-suk
Hong Ki-joon – Park Byung-sik
Heo Dong-won – Oh Dong-gyoon
Jin Seon-kyu – Wei Sung-rak
Kim Sung-kyu – Yang-tae
Cho Jin-woong – cameo Kepala Polisi Regional

Judul: The Outlaws/ Criminal City/ Bum Jeodoshi
Sutradara: Kang Yoon-sung
Penulis: Kang Yoon-sung, Lee Seok-geun
Sinematografi: Joo Sung-rim
Rilis: 3 Oktober 2017
Durasi: 121 menit
Distributor: Megabox Plus M, Kiwi Media Grup
Negara/Bagasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Blue Dragon Awards 2017: Best Supporting Actor (Jin Seon-kyu)

Because This Is My First Life

Desember 10, 2017 2 komentar

Belakangan saya cenderung sangat pemilih dalam menonton drama Korea. Tapi berhubung drama bagus yang benar-benar menarik minat saya kadang keluarnya setahun sekali, untuk mengobati rindu saya menonton drama Korea, saya kadang coba-coba nonton salah satu drama yang sedang populer. Dan ketika membaca review yang bagus tentang drama ini, saya memutuskan menonton.

BIMFL12

Oh Ji-ho () adalah seorang perempuan berusia 30 tahun. Ia masih single dan tak punya pengalaman cinta sama sekali. Lebih buruknya, ia lulusan universitas terbaik tapi belum juga mendapatkan pekerjaan tetap sebagai penulis. Terakhir, ia malah harus kehilangan pekerjaannya karena konflik dengan atasannya. Dalam keadaan bokek, ia tak lagi bisa tinggal di apartemen yang dibelikan orang tuanya karena adik lelakinya mendadak harus menikah karena MBA. Ayahnya yang patriarkis sama sekali tak memahami kegalauannya.

BIMFL9

Dalam keadaan bingung mencari tempat tinggal, Ji-ho kemudian bertemu dengan Nam See-hee (), seorang lelaki super rasionalis yang ingin menyewakan kamar apartemennya demi menghemat pengeluaran. See-hee bekerja di sebuah perusahaan start up milik temannya, CEO Ma dan tak punya banyak penghasilan. Ia selalu mengkalkulasikan semuanya agar bisa hidup dengan layak dan tak suka terlibat hubungan yang emosional. Meski begitu, ia merasa cocok dengan Ji-ho yang bertindak sebagai penyewa yang baik.

BIMFL8

 

Masalah muncul ketika orang tua See-hee setengah memaksanya untuk segera menikah. Merasa jengah dan berpikir bahwa pernikahan bisa dilakukan hanya karena kebutuhan, ia pun melamar Ji-ho. Ji-ho yang juga berpikiran sama, juga menerima ajakan See-hee. Dan yah selanjutnya, bisa ditebaklah.

BIMFL3

 

Klise? Bisa dibilang begitu. Cerita tentang kawin kontrak rasanya memang familiar sekali dalam drama Korea. Mulai dari, ,… sebenarnya, saya sama sekali tak keberatan dengan cerita yang sama asal penyajian dan eksekusinya berbeda. Hal itu pula yang membuat saya tetap menonton drama ini. Di awal-awal, saya cukup menikmati drama ini. Meski ceritanya terasa standar, tapi penyajiannya terasa berbeda, lebih ‘smart’ dan realistis sehingga terasa relatable.

 

BIMFL6

Pemilihan dua pemain utamanya, dan awalnya, menurut saya juga terasa pas. Tapi sekitar pertengahan, entah kenapa saya mulai kehilangan antusiasme. Cerita menjadi terasa terlalu standar dan mudah ditebak. Saya juga mulai kehilangan antusiasme pada karakter tokoh utamanya. Sosok Ji-ho cukup realistis dan menarik di awal, tapi ternyata ke belakang, menjadi biasa-biasa saja. Masalah yang dihadapinya juga jadi tak terlalu ‘serius’ karena ia kemudian sibuk dengan kehidupan romance-nya. Sementara sosok See-hee yang awalnya cukup unik dan lucu, ke belakang justru terasa garing dan abnormal, sehingga menjadi membosankan. dan cukup lovable dan berakting bagus, tapi tidak cukup karimastisa sebagai pemeran utama. Dan saya pun kemudian berpikir kenapa ada aktor-aktor yang rasanya cukup ‘sempurna’ (fisik menarik, akting bagus) tapi sulit sukses jadi pemeran utama. Saya pikir, itulah yang dinamakan karisma. Sesuatu yang membuat si aktor/aktris terlihat ‘wow’ atau ‘menakjubkan’ di layar. Dan baik maupun , saya pikir kurang punya hal itu. Dan ‘lubang’ terbesar drama ini menurut saya pada bagian menjelang endingnya yang terasa agak ‘bodoh.’ Alasan kenapa Ji-ho tiba-tiba memutuskan pergi (sorry spoiler) rasanya sangat klise dan agak dipakasakan.

BIMFL1

Meski begitu, secara keseluruhan, drama ini tetap enak ditonton kok. Eksekusi ceritanya cukup memuasakan dan narasi off screen-nya juga bagus. Jajaran cast pendukung yang solid dengan cerita yang menarik pula. Persahabatan Ji-ho dengan Ho-rang dan Soo-ji () terasa sangat manis dan realistis.

Jika biasanya saya enggan mengikuti cerita para tokoh pendukung, tidak demikian dengan drama ini. Cerita hubungan teman-teman Ji-ho: Ho Rang & Won Seok (), Soo-ji & Ceo Ma sama menariknya dengan cerita utama (bahkan pada beberapa bagian menurut saya lebih menarik), dan akting para pemainnya juga bagus (tak heran jika aktris sekelas yang biasa jadi leading lady di film mau menerima peran pendukung di sini). Beberapa cast dan karakter pendukung seperti eksnya See-hee, Bo-mi atau Bok-nam, juga bermain bagus dan lovable.

BIMFL4
Bukan jenis drama yang membuat saya ingin menontonnya lebih dari sekali, tapi juga bukan drama yang buruk.

Note:

Drama ini konon memiliki  kemiripan dengan dorama Jepang berjudul “Nigeru haji” dan karena penulisnya tidak mencantumkan credit, sempat menimbulkan sedikit kontroversi. Saya belum nonton versi Jepangnya karenanya tak tahu sejauh mana kemiripannya.

Cast;
– Nam Se-hee
– Yoon Ji-ho

– Woo Soo-ji
Kim Ga-eun – Yang Ho-rang
Park Byung-eun – Ma Sang-goo
– Sim Won-seok
Yoon Bo-mi – Yoon Bo-mi
Kim Min-kyu – Yeon Bok-nam
Lee Chung-ah – Ko Jung-min
Moon Hee-kyung – ibunya Sehee
Kim Byung-ok -ayahnya Ji-ho
Kim Sung-young – ibunya Ji-ho
Noh Jung-hyun – adiknya Ji-ho
Jeon Hye-won – iparnya Ji-ho
Hwang Suk-jung – penulis Hwang

Judul: Because This Is My First Life/ This Life Is Our First/ Yibun Saengeun Cheoeumira
Sutradara: Park Joon-ha
Penulis: Yoon Nan-joong
Tayang: tvN, 9 Oktober – 28 November 2017
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

The Mayor

November 29, 2017 Tinggalkan komentar

Byun Joong-goo () adalah walikota Seoul yang sedang berkampanye untuk pemilihan berikutnya. Ia juga menggadang dirinya akan melangkah ke kursi presiden. Sebagai ketua tim kampanye, dipimpin oleh Sim Hyuk-soo () yang sudah senior di dunia periklanan. Dalam sebuah moment,debat Joong-goo bertemu Park Kyung (), gadis muda yang vokal yang bekerja di sebuah perusahaan periklanan. Byun pun mengajak Park bergabung dengan tim kampanyenya. Kyung yang penuh semangat dan menyukai tantangan menerima tawaran itu. Dan ia pun menjadi saksi bagaimana proses kampanye yang melibatkan bermacam pencitraaan yang kadang kotor dan melibatkan banyak intrik.

the mayor5

Di tengah kampanye, Byun terlibat dengan berbagai masalah yang kemungkinan akan mengganjal karir politiknya.

the mayor2

Entah karena filmnya yang memang kurang bagus atau saya yang memang tak terlalu suka film bertema politik, tapi saya kurang bisa menikmati film ini. Apalagi ketika di pertengahan muncul masalah baru yang menurut saya, seharusnya tak terlalu perlu. Tema politik perkampanyean saja menurut saya sudah cukup berat, eh ini ditambah peristiwa dramatis segala macam. Ujung-ujungnya, saya menyerah mengikuti film ini.

Meski begitu, film ini digarap dengan cukup bagus kok dengan gambar-gambarnya yang memberi nuansa ‘serius.’ Dari segi akting aktor senior bermain bagus seperti biasa. Demikian juga . juga cukup mampu mengimbangi akting para seniornya sebagai gadis muda yang enerjik dan ambisius. Cast tambahan, juga ada dan Ryu Hwa-young yang juga bermain dengan pas.Ya, hanya sayang saja, dengan jajaran aktor sesolid itu, tidak didukung cerita yang solid pula.

Cast:
– Byun Jong-goo
– Sim Hyuk-soo
– Park Kyung
– Jung Jae-yi
– Yang Jin-joo
– Im Min-sun
Lee Ki-hong – Steve
Kim Soo-ahn – Yoon-hak
– cameo
-cameo

Judul: The Mayor/ Special Citizen
Sutradara: Park In-je
Penulis: Park In-je, Park Shin-kyu
Produser: Jung Byung-ok, Park Shin-kyu
Sinematografi: Kim Tae-sung
Rilis: 26 April 2017
Durasi: 130 menit
Distributor: Showbox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Kategori:Uncategorized

Perfect Game

November 27, 2017 Tinggalkan komentar

Choi Dong-won () adalah pitcher andalan timnas baseball Korsel. Ia telah memetik banyak kemenangan dan meraih pernghargaan. Tapi seperti umumnya yang terjadi pada banyak atlet, seiring bertambahnya usia, karena didera berbagai cidera, prestasinya mulai menurun. Meski begitu, kecintaanya pada baseball tak pernah menurun. Baginya, baseball adalah segalanya. Ia bermain untuk timnya, Lotte.

perfect game-1

Di sisi lain, pemain baru muncul. Sun Dong-ryul. Awalnya, Dong-yeol adalah pengagum berat Dong-won. Tapi ketika ia sudah mengukir prestasinya sendiri, ia merasa terobsesi karena tak juga bisa meraih posisi besar seperti Dong-won. Di sisi lain, kemenangan-kemenangan Dong-yeol tak urung membuat Dong-won merasa bahwa Dong-yeol adalah rivalnya.

perfect game-10

Dan suasana makin panas karena media dan para pendukung seperti tak henti membakar isu persaingan di antara mereka. Ditambah lagi isu regionalitas karena keduanya berasal dari daerah yang memang punya sejarah chauvinisme: Busan dan Jeolla (ingat film Meet in the Laws).

Ketika mereka akhirnya dipertemukan di lapangan, tak urung rivalitas itu menjadi tak terbendung. Dan seperti umumnya pertandingan olahraga besar, rivalitas terjadi bukan hanya di dalam lapangan tapi juga di stadium oleh para supporter yang tak ayal sering berakhir ricuh.

Dan tak seperti film bertema olahraga pada umumnya,film ini ditutup bukan dengan kemenangan yang gempita oleh si tokoh utama, tapi justru oleh pecahnya rivalitas di antara keduanya.

perfect game-5

Yah, setelah sekian lama akhirnya saya berhasil menonton film ini, yang artinya, melengkapi ‘obsesi’ saya untuk menonton semua film-film Jo Seung-woo (sebenarnya saya belum nonton H sama Ahjimmong, tapi saya tak terlalu penasaran sama dua film itu). Sejak awal dirilis saya sudah mencari film ini kesana kemari tapi ternyata sulit sekali. Mulai dari warnet langganan yang biasanya selalu update film terbaru, hingga menelusuri hampir semua situs hasil pencarian google yang memuat keyword film ini. Hasilnya, nyaris nihil. Beberapa situs sudah menghapus link dunlutannya. Satu dua yang masih ada, sulit sekali didunlut.

perfect game-7

Rasanya tak perlu saya jelaskan kenapa film ini seolah menjadi film yang ‘wajib’ saya tonton. Yups, Jo Seung-woo tentu saja. Ketika ada orang yang tetap antusias menonton film atau drama jelek hanya demi melihat pemain favoritnya, saya kira saya memahaminya. Karena saya rasa, saya pun demikian. Saya bersedia nonton film atau drama apa saja yang dibintangi Jo Seung-woo! Meski sejauh ini drama atau filmnya sebenarnya tak ada yang bisa disebut benar-benar jelek. Tidak selalu berhasil memang, tapi tidak buruk kok. Apalagi, Jo memang dikenal sebagai aktor yang sangat selektif. Film atau drama yang dibintanginya memang tak selalu sukses, tapi kalau dari segi cerita hampir selalu dipastikan masuk kategori qualified.

perfect game-11

Termasuk film ini. Sejak masa penayangannya (tahun 2011), film ini memang tak banyak diapresiasi. Beberapa review yang saya baca menyebutkan kalau film ini jalan ceritanya membosankan. Mengingat jajaran aktor dan sutradaranya yang cukup qualified, saya juga sempat heran karena film ini seperti ‘terlupakan’ dan setahu saya tak masuk nominasi penghargaan apapun. Pun setelah menonton film ini sebenarnya saya masih agak heran juga. Memang plotnya agak membosankan karena sutradara sepertinya terlalu berlama-lama dengan adegan lempar melempar bola yang bagi orang yang tahu menahu baseball seperti saya, menjadi adegan yang tak menarik. Tapi kalau disebut ini adalah film yang buruk saya tak setuju.

perfect game-8

Mungkin saya agak subyektif, tapi menurut saya film ini digarap dengan bagus, kok. Pesan filmnya tersampaikan dengan baik. Dan karena ini didasarkan pada kisah nyata, wajar jika tak terlalu banyak adegan dramatis. Menurut saya ceritanya juga unik. Jika film tentang olahraga bisanya lebih berkisah pada bagaimana perjuangan tokoh utama dalam meraih kemenangannya, film ini justru memilih fase ketika bintang sudah mulai meredup dan bagaimana ia tetap setia bermain karena kecintaannya pada baseball. Munculnya sosok antihero menjelang akhir film juga cukup memberi keunikan cerita. Dari segi akting, semuanya bermain bagus. Agak sayang memang karena film lebih fokus pada isu rivalitas, kemudian tak banyak eksplorasi pada karakternya. Meski begitu, Jo dengan penampilannya cukup bisa membuat penonton memahami karakter seorang Choi Dong-won yang seolah mengabdikan seluruh hidupnya pada baseball. Di sisi lain, aktor Yang Dong-geun juga memerankan sosok Sun Dong-ryul dengan baik. Demikian juga dengan beberapa cast pendukung seperti dan Ma Dong-seok.

Catatan:
– Film ini memang didasarkan pada kisah nyata. Choi Dong-won meninggal pada tahun.. karena penyakit kanker kolon. Sementara Sun Dong-yeol masih hidup hingga sekarang.
– Dalam kehidupan nyata, dan Yang Dong-geun bersahabat akrab (keduanya sama-sama aktor musikal) dan konon lah yang merekomendasikan Yang untuk memerankan Sun Dong-ryul pada sang sutradara
dan sutradara film ini, Park Hee-kon, akan kembali berkolaborasi dalam film berjudul “Grave Site” yang rencananya akan rilis tahun 2018 (sepertinya Jo memang mennjalin hubungan baik dengan orang-orang yang pernah bekerja dengannya karena biasanya ia terlibat lebih dari satu proyek dengan mereka).
– Untuk perannya di film ini, konon Jo belajar dialek Jeolla pada aktor senior sekaligus teman baiknya, Kim Yun-seok yang memang berasal dari Jeolla.

Cast:
– Choi Dong-won
Yang Dong-geun – Sun Dong-ryul

Choi Jung-won – Kim Seo-hyun (reporter)
– Kim Young-chul
Ma Dong-seok – Park Man-soo
Choi Won-young – komentator
Oh Jung-se – komentator
Ji-ni – Minkyung

Judul: Perfect Game
Sutradara/Penulis: Park Hee-kon
Produser: Lee Bo-ra Kim Woo-sang
Sinematografi: Cho Sang-ho
Rilis: 21 Desember 2011
Durasi: 127 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
Jeonju International FF 2012: Outdoor Screening
Tokyo International FF 2012: Film Panorama of Asia Middle East *International Premiere

Kategori:Uncategorized

Our Love Story

November 21, 2017 Tinggalkan komentar

Yoon-Joo adalah mahasiswa seni yang tengah sibuk menyiapkan pameran untuk kelulusannya. Tak seperti kebanyakan mahasiswa seni yang umumnya nyentrik dan menyukai kebebasan, Yoon-joo adalah sosok gadis manis, bahkan cenderung kuper. Ia tak pernah terlihat pacaran.

videoplayback.mp4_000220227

videoplayback.mp4_000704578

Lalu suatu hari, ia bertemu seorang cewek berkarakter tough, Ji-soo dan merasa tertarik padanya. Gayung bersambut, Ji-soo ternyata juga punya perasaan yang sama. Mereka kemudian mulai menjalin hubungan. Tapi kebersamaan itu membuat Yoon-joo ketetaran dengan tugas-tugas seninya. Di sisi lain, Ji-soo yang merupakan anak tunggal dan hanya tinggal dengan ayahnya, diharapkan segera menikah dengan lelaki mapan.

videoplayback.mp4_003547219

Tema homoseksualitas bisa dibilang jarang sekali atau malah nyaris tak pernah diangkat dalam sinema Korea. Sepertinya, tema itu memang masih sangat tabu dan tidak populer bagi publik di sana. Dan film ini bisa dibilang mengetengahkan situasi itu yang lumayan terpotret dengan cukup baik. Didukung permainan bagus dari aktris utamanya, Lee Sang-hee (dia dapat award Best New Actress di Baeksang Art Awards 2017). Meski sayangnya hal itu tak didukung akting 2nd leadnya. Aktris yang memerankan Ji-soo yang menurut saya masih kaku. Selain itu hubungan Yoon-joo dan Ji-soo menurut saya lebih terasa sebagai sahabat daripada romance nya. Tapi lumayanlah. Apalagi nuansa indie-nya juga terasa sekali.

Cast:
Lee Sang-Hee – Yoon -joo
Ryu Sun-Young – Ji-soo

Judul: Our Love Story/ Yeonaedam
Sutradara/Penulis: Lee Hyun-Ju
RIlis: 17 November 2016
Durasi: 99 menit
Distributor: Indie Plug
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards
– Baeksang Art Awards 2017: Best New Actress (Lee Sang-Hee) –

Kategori:Uncategorized

Age of Youth 2

November 17, 2017 Tinggalkan komentar

Saya suka . Tapi ketika mendengar bahwa drama ini akan dibuat sekuelnya, saya tak terlalu antusias. Salah satu hal yang membuat saya gemar mengikuti drama-drama Korea adalah karena hampir tidak pernah ada sekuelnya. Satu musim langsung habis. Berbeda dengan drama-drama Barat yang episodenya sering ditambah-tambah begitu satu musim sukses dan ceritanya menjadi tak jelas juntrungannya. Meski begitu, saya tetap memutuskan untuk menonton. Apalagi, cerita sendiri memang bisa dibilang ‘terbuka’ dalam artian, konflik-konfliknya tidak bulat. Selain itu, para pemainnya juga sebagian besar tak berubah.

AOY2-2

AOY2-5

Seperti bagian pertamanya, drama ini tetap mengambil latar di kos-kosan cewek Belle Epoque. Diceritakan kalau Jin-myung () si seonbae baru pulang dari China. Ia sudah lulus kuliah dan juga sudah pacaran dengan Jae-wan (chef ganteng di season 1). Ia kemudian mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan agensi artis. Di sana, ia bertemu dengan Heimdal, seorang idol yang gagal tapi tak bisa menerima kegagalannya. Kengototan Heimdal, mengingatkan Jin-myung pada usaha keras yang pernah dilaluinya, dan karenanya, membuatnya bersimpati. Maka terjalinlah hubungan ala noona-dongsaeng di antara keduanya.

AOY2-15

AOY2-4

Song Ji-won ()sudah menjadi mahasiswa akhir dan luntang-lantung tanpa tujuan hidup yang jelas. Ia masih dengan karakter uniknya yang ‘tak tahu malu’, hiperbolis dan suka berbohong. Beberapa hal kemudian membuatnya teringat pada masalalunya tentang teman masa kecilnya bernama Hyo-jin. Dengan dibantu ttm-nya, Seung-min, ia berusaha menggali rahasia masalalunya yang ternyata cukup mengejutkan. Cerita kemudian akan diwarnai hubungan platonis yang manis antara dirinya dan Seung-min () yang diam-diam mulai menyukai Ji-won. Di sisi lain, Ji-won yang terlalu tidak peka, membuat hubungan mereka menarik.

AOY2-23

AOY2-6

Jung Ye-eun ( ) harus kembali kuliah setelah masa penyembuhan traumanya dengan sang mantan pacar yang psiko. Ia belum sepenuhnya sembuh dan masih merasa takut menghadapi dunia ‘nyata.’ Ketika ia sudah mulai punya keberanian, tiba-tiba muncul teror demi teror. Di sisi lain, ia berkenalan dengan cowok culun korban bully, Kwon Ho-chang. Perasaan sama-sama pernah mendapat perlakuan kekerasan, membaut mereka nyaman satu sama lain.

AOY2-9

Si polos Yoon Eun-jae ( digantikan aktris sudah putus dengan seonbaenya tapi belum bisa move on. Eun-jae yang baru pertamakalai mengenal cinta dan patah hati, dibuat kelabakan. Ia berusaha keras untuk menarik perhatian si Sunbae berharap si Sunbae mau kembali kepadanya. Untuk itu, ia nekad melakukan hal-hal berani dan cenderung memalukan, keluar dari karakternya yang pemalu.

AOY2-28

Kang Yi-na () diceritakan pindah kerja ke kota lain. Meski begitu, karakternya masih memiliki keterikatan dengan Belle Epoque. Ia hanya sesekali mengunjungi Belle Epoque dan karenaya, tak ada eksplorasi cerita untuknya.

AOY2--3

Sebagai gantinya, muncul sosok baru, Jo Eun, cewek tomboy bertubuh bongsor yang datang ke Belle Epoqoe karena menemukan ssebuah surat kaleng berisi caci maki yang ditujukan pada penghuni kosan. Eun, meski secara penampilan sangat tomboy dan di permukaan terlihat dingin, tapi sebenarnya berkarakter lembut dan kekanakan. Ia merasa terluka karena ayahnya menikah lagi dan ibunya tak bahagia. Ia juga merasa tak nyaman dengan pertemannnya yang terlalu lengket dengan Ye-ji, yang sering membaut orang salah mengira dirinya lesbi. Pertemuannya dengan penghuni Belle Epoque membuatnya lebih ceria dan terbuka. Apalagi, ia kemudian mulai jatuh cinta pada Jang-hoon (), keponakanpemilik kosan yang hangat dan bertubuh pendek (saya suka melihat perbedaan tinggi badan ini menjadi olok-olok di antara mereka 🙂 ).

AOY2-17

AOY2-24

Jujur sih, di antara dua season ini, saya tetap lebih suka yang pertama. Meski tetap berusaha untuk tak terlalu terkesan menambah-nambah cerita, tapi tetap saja saya merasa bahwa sebenarnya bagian pertama saja sudah cukup danmenurut saya lebih baik kalau karakter-karakternya dibiarkan berkembang di belakang layar. Ada beberapa hal yang kurang sreg bagi saya.

AOY2-30

Pertama, cerita Jin-myung. Menurut salah satu tema kuat AoY adalah kehidupan mahasiswa ngekos. Dan cerita Jin-myung yang sudah kerja mapan, rasanya terlalu ‘serius’ dan ‘tua.’ Memang, kemudian cerita ini tertolong oleh munculnya Heimdal, tapi tetap saja, saya merasa ada gap cerita Jin-myung dengan penghuni kosan yang lain. Kedua, digantinya pemeran Yoon Eun-jae dari aktris oleh . Sebenarnya, saya cukup suka dengan Dia aktris muda yang kemampuan aktingnya cukup bagus. Hanya saja, ia sama sekali tak mirip baik dari segi wajah maupun gaya aktingnya.

AOY2-22

AOY2-18

Karenanya, menjadi cukup sulit bagi saya melihat Eun-jae di season 2 adalah Eun-jae yang sama di season 1. Selain itu, karakter Eun-jae di sini juga rasanya agak terlalu ‘bodoh’ dan agak annoying. Ketiga, cerita Song Ji-won yang rasanya terlalu ‘berat’ jika dibandingkan dengan permasalahan teman-temannya yang lain di Belle Epoque. Dan saya juga kurang suka karena kemudian tokoh utama drama ini seolah adalah Song Ji-won. Saya lebih suka kalau semua karakter mendapat eksplorasi dan peran yang sejajar. Keempat, ketiadaan Kang Yi-na. Sebenarnya sih tak terlalu mempengaruhi cerita. Hanya saja, kemunculannya yang hanya sesekali cukup memberi ‘nyawa’, yang menurut saya, tak lepas dari akting bagus pemainnya, . Agak sayang juga sih, karena konon tidak mainnya Hwa-young di sini karena dia terlibat skandal di kehidupan nyatanya.

AOY2-8

 

 

Tapi, meski begitu, ada juga kok hal-hal yang menurut saya menarik dari drama ini. Munculnya karakter baru Jo Eun cukup memberi warna dengan karakternya yang lucu. Belakangan, saya justru paling suka dengan cerita Jo Eun ini, yang dimainkan dengan sangat bagus oleh aktris pendatang baru, Choi A-ra (ini pertamakali saya lihat akting dia). Selain itu, karakter Jung Ye-eun juga cukup solid. Entah karakternya yang sudah berkembang atau akting yang juga lebih baik, menurut saya karakter Ye-eun menjadi salah satu karakter terbaik di season ini. Menambah seru , tentu munculnya sosok-sosok baru seperti Seo Jang-hoon yang dibawakan dengan pas oleh , Kwon Ho-chang dan Heimdal.
Yeah, overall tetap enak dinikmati kok.

Note:
Saya baca di internet, isunya drama ini kemungkinan akan dibuat sekuel ketiganya. Hmm, well, meski saya sebenarnya merasa sudah cukup di sini saja, tapi saya pikir, saya akan tetap menontonnya kalau memang sungguhan dibuat. Hehe. Saya harap sih ceritanya tak melantur kemana-mana. Dan mungkin akan lebih fresh kalau muncul karakter-karakter baru, menggantikan karakter yang sudah ‘tua’ seperti cerita Jin-myung yang rasanya tak nyambung lagi bahkan mungkin juga Ji-won karena diceritakan di sini memang sudah mau lulus. Bukan apa-apa, tapi kan temanya memang ‘youth’ jadi seharusnya ya memang cerita dunia anak muda, to?

Cast:
– Yoon Jin-myung
– Jung Ye-eun
– Song Ji-won
– Yoo Eun-jae
Choi A-ra – Jo Eun

– Seo Jang-hoon
Lee You Jin – Kwon Ho-chang
An Woo-yeon – Heimdal
– Im Seung-min
Shin Hyun-soo – Yoon Jong-yeol

Shin Se-hwi – An Ye-ji
Ha Eun-sul – HAn Yoo-kyung
Choi Bae-young – Song Kyung-a
– Kang Yi-na
Yoon Park – Park Jae-wan
Choi Yu-hwa – Moon Hyo-jin

Judul: Age of Youth 2/ Chungchoonshidae 2
Sutradara:
Penulis:
Tayang: JTBC, 25 Agustus – 7 Oktober 2017
Episode: 14 episode
Negara/bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Kategori:Uncategorized
the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar