Beautiful Gong Shim

Agustus 30, 2016 Tinggalkan komentar

Gong Shim  selalu menjadi yang terabaikan di keluarganya.   Ia selalu merasa dirinya tidak cantik dan juga tidak pintar. Ibunya mantan miss kecantikan. Meski bisa dibilang miskin, tapi ibunya memiliki gaya hidup ala orang kaya. Ayahnya yang berwajah tak tampan, selalu memuja dan menuruti keinginan ibunya. Sementara itu kakaknya Gong Shim, Gong Mi () tidak hanya menuruni wajah cantik ibunya tapi juga otak yang pintar dan karenanya paling disayang oleh kedua orang tuanya.  Karena stres, Gong Shim pun mengalami kerontokan rambut yang membuatnya botak. Untuk menyembunyikan kebotakan itu, ia selalu menggunakan wig yang membuat penampilannya semakin terlihat aneh.

gongshim14

Gong  Shim, the freak🙂

Ahn Dan-tae () sebenarnya adalah chaebol. Tapi ia diculik ketika masih sangat kecil dan kemudian dibesarkan oleh sebuah keluarga. Itu adalah kejadian traumatis sehingga ia melupakannya. Sekarang, ia adalah seorang pengacara untuk orangorang miskin. Ia mempunyai firma hukum kecil yang ia kelola bersama bibinya dan menjalani hidup sederhana. Ketika Gong Shim berniat menyewakan kamar yang selama ini ditinggalinya untuk biaya kursus Bahasa Italia, Dan-tae berniat menyewa. Mirip Gong Shim, Dan-tae juga memiliki sifat yang unik dan lucu. Segera saja, ia menyukai sifat Gong Shim dan seiring waktu sering menghabiskan waktu bersama dengan segala kepengertian mereka akan keunikan masing-masing.

gongshim6

Ahn Dan-tae, the same freak🙂

Jun-su () adalah anak orang kaya. Suatu hari, ketika sedang mabuk, ia dikeroyok preman. Dan-tae yang kebetulan menjadi sopir pengganti dan menolongnya. Persahabatan pun kemudian terjalin. Jun-su juga bertemu Gong Shim dan menyukai sifat Gong Shim yang lucu. Di sisi lain, Gong Mi yang bekerja di kantor keluarga Jun-su dan mengetahui bahwa Jun-su adalah anak orang kaya, karena sifatnya yang matre, diam-diam mulai mengincar Jun-su.


Saya penasaran sama drama ini karena banyaknya ulasan positif tentang drama ini, terutam akting dan chemistry yang bagus antara dua cast utamanya: dan Minah. Saya belum pernah lihat aktingnya Minah dan sejujurnya agak underestimate ketika tahu kalau dia adalah idol. Sementara , saya sudah lihat beberapa drama yang dibintanginya dan cukup menyukainya tapi sepertinya jarang dipercaya untuk memerankan lead character.  Dan saya pikir, saya setuju dengan komentar positif tentang keduanya. Minah bermain sangat bagus sebagai Gong Shim yang weird tapi lovable. Demikian juga sebagai Ahn Dan-tae yang jenaka. Di atas kertas, mungkin karakter dua orang ini terlihat tak jauh berbeda dengan karakter yang sudah pernah ada dalam drama Korea, tapi Minah dan membuat Gong Shim dan Ahn Dan-tae terasa baru dan fresh dan menurut saya menjadi kekuatan utama drama ini.

gongshim15

The freak couple

Dari segi cerita, nyaris tidak ada yang baru. Penuh drama yang agak sinetron. Para side characters juga tak terlalu menarik. Jun-su adalah tipikal 2nd man yang tanpa banyak alasan, akan segera menyukai si gadis utama. Gong Mi sebagai si antagonis juga agak terlalu sinetron dan rasanya agak terlalu jahat untuk seorang kakak kandung. Karakter-karakter lain juga tidak terlalu menarik. Beberapa menurut saya aktingnya cenderung kaku. Dan semua itu diperparah dengan script yang seolah ditulis malas-malasan. Plotnya terkesan tidak rapi. Beberapa aktor pendukung terlihat kaku berakting, beberapa bagian terasa kurang logis dan ‘bodoh’ plus jumlah episode yang menurut saya cukup panjang (20 episode) yang membuat cerita semakin terasa ‘bodoh’ dan bertele-tele.

gongshim12

Judulnya juga tidak terlalu pas karena pada akhirnya, cerita drama ini lebih pada kehidupan Ahn Dan-tae, bukan Gong Shim. Sangat disayangkan karena drama ini sebenarnya punya potensi menjadi drama yang lebih fresh dan menghibur. Alangkah lebih menarik misalnya, jika Gong Shim benar-benar menjadi partner Dan-tae dalam menyelidiki masalalunya. Meski begitu, tetap layak untuk ditonton kok. Terutama bagian Gong Shim-Ahn Dan-tae, the odd couple, yang selalu lucu dan romantis🙂

Cast:
– Ahn Dan-tae
Minah – Gong Shim

– Gong Mi
– Suk Joon-soo
Oh Hyun-Kyung – Joo Jae-boon (ibunya Gong Shim)
Woo Hyeon – Gong Hyuk (ayahnya Gong Shim)
Kyeon Mi-Ri – Yeom Tea-hee (ibunya Jun-su)
Kim Il-Woo – Suk Dae-hwang (ayahnya Jun-su)
Kim Byung-Ok – Yeom Dae-chul (pamannya Jun-su)
Jung Hye-Sun – Nam Soon-Chun
Bang Eun-Hee – Chun Ji-Yeon
Han Ga-Rim – Eun-Jin

Judul: Beautiful Gong Shim/ Minyeo Gongshimi (미녀 공심이)
Sutradara: Baek Soo-Chan
Penulis: Lee Hee-Myung
Tayang: SBS, 14 Mei – 17 Juli 2016
Episodes: 20
Negara/Bahasa: Korea Selatan, Korea

Twenty Again

Juli 30, 2016 Tinggalkan komentar

Ha No-ra () di masa mudanya adalah gadis yang ceria, pintar dan enerjik. Ia hanya tinggal dengan neneknya yang berjualan topokki. Cita-citanya menjadi penari, bersama sahabatnya, Ra Yoon-young dan Cha Hyun-suk. Namun impiannya terkubur ketika di usia 19 tahun, ia menikah karena hamil setelah menjalin hubungan sesaat dengan seorang mahasiswa tampan, Kim Woo-chul (). Ia kemudian ikut suaminya yang melannjutkan kuliah ke Jerman dan menjalani kehidupan sebagai seorang ibu dan istri, melupakan semua mimpinya.

Ha No-ra yang tak bahagia

Ha No-ra yang tak bahagia

Sekarang, 20 tahun berlalu sudah. Usianya sudah 38 tahun. Pernikahannya yang memang selama ini tidak bahagia, diambang kehancuran karena suaminya yang ternyata diam-diam memiliki perempuan lain, ngotot untuk menceraikannya. Ha No-ra menolak untuk diceraikan, lebih karena merasa takut dengan kehidupannya daripada karena masih mencintai suaminya. Demi untuk mengimbangi suaminya yang sekarang menjadi dosen dan selalu mengeluhkan bahwa dirinya tidak bisa diajak berkomunikasi, No-ra pun berniat untuk kuliah lagi. Masalahnya, anaknya, Kim Min-soo juga hendak masuk kuliah dan merasa malu jika No-ra masih kuliah. Tidak hanya itu, karena ternyata No-ra dan anaknya dterima di universitas yang sama. Dan di waktu bersamaan pula, suaminya pindah mengajar di universitas yang sama.

PDVD_011

Suami No-ra yang narsis dan egois

Suami No-ra yang narsis dan egois

Nora sudah hendak urung kuliah, ketika tiba-tiba mengalamai salah diagnosis dan divonis menderita kanker pankareas. Berpikir untuk melakukan hal-hal yang ingin dilakukan sebelum meninggal, ia pun akhirnya nekad kuliah.

Cha Hyun-suk, teman lama yang menyimpan dendam pada No-ra

Cha Hyun-suk, teman lama yang menyimpan dendam pada No-ra

Dan dimulailah hari-harinya sebagai mahasiswa, yang tentu saja tak mudah. Karena usianya tak muda lagi, ia keteteran mengikuti perkuliahan dan mendapat perlakuan diskriminatif dari teman-teman seangakatan yang masih muda-muda. Ia juga harus menyembunyikan diri dari anak dan suaminya.Tidak hanya itu, karena ada kebetuan lain yang membuat hari-harinya semakin sulit, Cha Hyun-suk () , teman SMA-nya yang menyimpan sakit hati kepadanya, ternyata menjadi salah satu dosennya.

Back to 20s

Back to 20s

Cha Hyun-suk, di masala adalah cowok yang kurang populer. No-ra yang kala itu adalah cewek populer, menawarkan persahabatan. Tidak hanya itu, karena Hyun-suk juga kemudian berhubungan baik dengan nenek No-ra. Bersama mereka sering menghabiskan waktu bersama dan diam-diam, Hyun-suk jatuh cinta pada No-ra. Sebelum Hyun-cuk sempat mengungkapkan perasaannya, diketahui kemudian No-ra menikah dan pergi ke Jerman bersama Kim Woo-chul. Hyun-suk semakin sakit hati ketika kemudian bahkan No-ra tak pernah mengunjungi neneknya hingga neneknya meninggal. Dan kenyataannya, hingga sekarang, Hyun-suk belum bisa move on dari Ha No-ra. Ketika perlahan mulai mengetahui keadaan No-ra yang sebenarnya, Hyun-suk pun berusaha membantu No-ra.

bahkan antagonisnya pun  cukup lovable

bahkan antagonisnya pun cukup lovable

Yah, dari judulnya sudah ketebak lah akan seperti apa jalan cerita drama ini. Yups, romance. Menjadi sedikit berbeda karena melibatkan kisah cinta antara orang-orang yang sudah cukup berumur yang seolah-olah kembali ke usia 20-an. Membaca sinopsisnya di awal, saya sempat agak underestimate. Tadinya saya mengira ini akan menjadi cerita romance antara orang dewasa yang bertingkah ala orang-orang belia. Dan saya agak risih membayangkannya. Tapi ternyata tidak kok. Cerita drama ini dikemas sedemikian rupa sehingga para karakternya tetap bertingkah ala orang dewasa, tapi tetap memiliki nuansa ceria dan enerjik ala kehidupan orang muda. Dan meski romance menjadi bagian penting, tapi cerita drama ini juga tidak akan melulu soal cinta, kok. Melainkan lebih pada bagaimana perjuangan seorang perempuan yang tak lagi muda, berusaha untuk menjalani kehidupannya dengan positif dan bahagia.

Kim Hee-chan yang main bagus sebagai Hyun-suk muda

Kim Hee-chan yang main bagus sebagai Hyun-suk muda

Lee Sang-yoon yang selalu lovable

Lee Sang-yoon yang selalu lovable

Semua konflik dibangun dengan latar cerita yang masuk akal. Bahkan tindakan ‘jahat’ suami Ha No-ra juga bisa dipahami. Karakter-karakternya unik, menarik dan realistis. Bahkan sosok antagonis pun tetap menarik karena digambarkan dengan sangat manusiawi. Hal ini tentu juga tak lepas dari akting para pemainnya yang patut diacungi jempol. bermain bagus sebagai si ibu muda yang naif dan polos, Ha No-ra. bermain bagus (dan seemed so good looking, he) sebagai si profesor pemarah dan kekanakan, Cha Hyun-suk. Satu hal yang saya suka dari karakter Cha Hyun-suk adalah karakternya yang tak berubah dari sejak remaja, meskipun dimainkan oleh aktor yang berbeda dan saya pikir, itu juga tak lepas dari bagusnya akting dari kedua aktor yang memerankan karakternya ini (saya baru ngeh kalau yang jadi Hyun-suk muda adalah aktor muda yang memang selalu main bagus meski hanya sebagai side characters). Para second leads juga bermain bagus. bermain bagus sebagai Kim Woo-chul yang narsis dan egois, dan Park Hyo-joo terasa pas sebagai Kim Yi-jin yang agak genit tapi sebenarnya baik dan kesepian.

twenty again

Hal lain yang juga saya suka dari drama ini (menurut saya kebanyakan drama-drama yang diputar di TvN), kehidupan yang menjadi latar cerita dibangun dengan sangat baik. Para side characters di luar tokoh utama tetap terasa penting dan menciptakan ‘dunia’ yang terasa natural dan hidup. Jika biasanya saya agak tak sabar mengikuti interaksi antara karakter utama dengan karakter pendukung, tidak dengan drama ini. Saya cukup menikmati adegan-adegan Ha No-ra bersama sahabatnya, bersama teman-teman kuliahnya, atau adegan Cha Hyun-suk bersama asistennya, dan bahkan adegan Kim Woo-chul bersama selingkuhannya terasa menarik untuk diikuti. Sedikit membosankan bagi saya justru bagian Kim Min-soo dan pacarnya Hye-mi dengan cerita cinta yang begitu standar. Saya merasa bagian ini hanya sebagai pelengkap untuk menarik penonton yang lebih muda saja. Tapi sama sekali tidak mengganggu cerita, kok.

MMedmc

Overall, drama ini terasa enjoyable untuk ditonton. Ringan tapi tetap berisi. Saya nggak tahu, tapi mungkin ini merupakan perpaduan yang solid antara script yang rapi, penyutradaraan yang baik dan jajaran casts yang juga bermain apik. Sedikit mengusik saya, adalah konflik di episode-episode terakhir yang terasa sedikit bertele-tele seolah dibuat hanya untuk memenuhi jumlah episode. Tapi bagi penggemar drama Korea, tentu sudah terbiasa dengan ‘lubang’ seperti ini, dan di drama ini sebenarnya tidak terlalu mengganggu keasyikan mengikuti ceritanya., kok.

Cast:
– Ha No-ra
– Cha Hyun-suk
– Kim Woo-chul
Kim Min-Jae – Kim Min-soo
Park Hyo-joo – Kim Yi-jin

Son Na-eun – Oh Hye-mi
Jung Soo-young – Ra Yoon-young
Choi Yoon-so – Shin Sang-ye
No Young-Hak – Na Soon-Nam
Jin Ki-Joo – Park Seung-Hyun
Kim Gang-Hyun – Seo Dong-Cheol
Ban Hyo-Jung – neneknya No-Ra
Ha Seung-Ri – Ha No-Ra (young)
– Cha Hyun-Suk (remaja)
Kang Tae-Oh – Kim Woo-Chul (remaja)
Im Ji-Hyun – Ra Yoon-Young (remaja)

Judul: Second Time Twenty Years Old/ Twenty Again/ Doobunzzae Seumoosal (두번째 스무살)
Sutradara: Kim Hyeong-Sik
Penulis: So Hyeon-Kyeong
Tayang: tvN, 28 Agustus – 17 Oktober 2015
Episode: 16
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Clover

Juli 26, 2016 Tinggalkan komentar

Saya Suzuki () adalah seorang pegawai di sebuah hotel. Ia pekerja keras, tapi cenderung ceroboh. Susumu Tsuge adalah atasannya. Cowok ambisius yang dingin dan galak. Saya selalu jadi bulan-bulanan Tsuge karena kecerobohannya. Hingga suatu hari, tiba-tiba Tsuge mengajak Saya pacaran.

clover3

Perlahan, Saya pun memahami latar belakang sifat Tsuge dan benar-benar mulai mencintainya. Tapi sifat dingin Tsuge membuat Saya seringkali merasa tak cukup. Dan di saat-saat seperti itu, muncul Hiroki, sosok dari masa kecil, cinta pertamanya.

clover5

Premis film ini sebenarnya sederhana saja: bagaimana dua orang dengan segala perbedaannya berusaha untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan cara memahami satu sama lain. Bukan hal yang baru dalam cerita film romance tentunya. Tapi tetap terasa menarik untuk diikuti. Komunikasi, mungkin itu hal yang penting dalam sebuah hubungan.

Clover1

bermain bagus sebagai si periang Saya Suzuki, sementara. Tadayoshi (saya baru lihat aktingnya pertamakali di sini) juga cukup baik sebagai Susumu Tsuge yang dingin dan kaku. Meski saya tak terlalu menyukai karakternya .

clover-poster

Note:
Berdasarkan cerita manga “Kuroba” oleh Toriko Chiya (dipublikasikan pertamakali pada tahun 1997 )

Cast:
– Saya Suzuki
Tadayoshi Okura – Susumu Tsuge
Kento Nagayama – Haruki Hino
Natsuna Watanabe – Shiori Tsutsui
Masahiko Nishimura – Kepala Bagian Matsushita

Judul: Clover/ Kuroba/ クローバー
Sutradara: Takeshi Furusawa
Penulis: Toriko Chiya (manga), Taeko Asano
Produser: Akiko Ikuno, Tamako Tsujimoto, Yoshiyuki Watanabe
Sinematografi: Mitsuru Komiyama
Rilis: 1 November 2014
Durasi: 120 menit
Negara/Bahasa: Jepang

Phantom Detective

Juli 25, 2016 Tinggalkan komentar

Ini adalah salah satu film yang saya tunggu-tunggu rilisnya. Ada dua hal yang menjanjikan dari film ini: ini adalah karya berikutnya dari sutradara yang pernah diganjar sebagai sutradara film terbaik, Jo Sung-hee, untuk filmnya yang ngehits banget: “” dan dipuja-puji karena gaya filmnya yang unik. Kedua, tentu saja adalah pemeran utamanya, , aktor muda yang ‘tidak pernah gagal’ memerankan karakter-karakter sulit dan juga sepertinya selalu selektif dalam memilih film-filmnya. Selain itu juga ada nama yang juga selalu berakting bagus dan yang meski aktingnya tidak selalu berhasil, tapi juga lumayan lah.
Phantom_Detective-poster
Tokoh utama film ini adalah seorang detektif jenius yang menderita amnesia, Hong Gil-dong. Bagi penggemar drama Korea, tentu tokoh Hong Gil-dong tidaklah asing karena pernah dibuat dramanya dengan judul yang sama (dibintangi sama dan ). Konon Hong Gil-dong ini memang semacam sosok legenda dalam cerita rakyat Korea. Dan konon, sosok Hong Gil-dong di film ini juga memang terinspirasi dari cerita rakyat itu.

pd

Lee Je-hoon sebagai si detektif Hong Gil-dong

Tapi berbeda dengan sosok Hong di cerita rakyat yang merupakan hero, sosok Hong Gil-dong () di sini bisa dibilang seorang antihero. Ia seorang detektif jenius yang bekerja di bawah organisasi detektif, Hwangbildang yang diketuai seorang perempuan cantik anak orang kaya, Hwang ().

pd0

Si mata satu Kim Byeok-do

Hong di sini bukanlah orang yang simpatik. Akibat trauma masalalu, ia mengalami amnesia. Kepribadiannya cenderung egois dan kejam. Ia tidak terbiasa memiliki hubungan sosial dengan orang lain.  Ketika perlahan ingatannya kembali, satu-satunya aadalah bahwa ibunya dibunuh dan meminta dirinya untuk membalaskan dendam pada seorang lelaki bermata satu, Kim Byeok-do ().

pd14

Kim Sung-kyun yang main bagus sebagai si jahat Kim Sung-il

Sayang, ketika ia hendak menemui Kim Byeok-do, sudah ada orang yang mendahuluinya. Sebuah kelompok misterius yang diketuait Kang Sung-il () yang jahat dan bengis. Kang ini punya niat jahat untuk menghancurkan desa Kim. Cerita menjadi semakin menarik karena Kim Sung-il ternyata tahu banyak tentang siapa sebenarnya Hong berikut masalalunya.
pd6

pd8
Tidak hanya itu, karena Hong kemudian justru bertemu dengan dua cucu Kim yang masih kecil-kecil, Mal-soon dan Dong-yi. Awalnya, Hong yang berhati dingin, hanya ingin memanfaatkan kedua bocah ini sebagai sandera. Tapi seiring waktu kebersamaan mereka,  Hong, yang selama ini selalu berpikir pragmatis, kemudian dihadapkan pada situasi yang melibatkan nuraninya karena ia mulai jatuh sayang pada anak-anak manis ini. Hong pun kemudian dilanda perasaan dilematis karena bagaimanapun, mereka berdua adalah cucu dari musuh bebuyutannya. Dan di sinilah kemudian salah satu moment terbaik film ini disajikan, interaksi Hong dan para bocah yang diselipi humor lucu dan mengharukan. Untuk hal ini, cast para bocah, terutama pemeran Mal-soon yang begitu ‘hidup’,  patut diacungi jempol. Dan saya pikir, juga tak lepas dari kemampuan akting yang mampu membangun chemistry dengan para bocah dengan begitu baik.

pd18

Love this team😀

Hmm, yah, saya memang terlalu berekpektasi pada film ini. Dan harus saya akui, setelah menontonnya, film ini tidak bisa dibilang sempurna. Ketegangan di bangun sejak awal terasa intens dan membuat penasaran, tapi entah bagaimana ke tengah, cerita menjadi agak melambat. Beberapa adegan suspense-nya menurut saya tidak dieksekusi dengan cukup memuaskan. Sinematografinya yang  bergaya noir bisa dibilang adalah sesuatu yang baru dalam perfilman Korea, tapi kok semakin ke sini saya merasa bahwa film ini menjadi agak terlalu kehollywood-hollywoodan.  Dan berhubung saya tidak terlalu bisa menikmati film action, saya juga tak bisa menikmati aksi bunuh-bunuhan di sini.

pd108
Tapi di atas itu semua, secara keseluruhan film ini tidak mengecewakan dan tetap recommended untuk ditonton. Ceritanya menarik, tidak melulu soal balas dendam dan dar-der-dor tapi juga tentang hubungan humanis antar karakternya (terutama Hong dan para bocah).  Dan bagi saya, selalu menarik melihat bagaimana si tokoh utama menjadi ‘a better person’ dalam sebuah cerita.  Film ini juga disajikan dengan begitu  manis lewat interaksi yang terlihat begitu natural antara Hong dengan bocah-bocah. Meskipun ceritanya intens, tapi selipan humornya terasa lucu dan orisinal.  Semua castnya bermain dengan baik. Selain dan dua aktor cilik Roh Jeong-eui (Dong-yi) dan Kim Ha-na (Mal-soon) juga ada yang bermain apik sebagai si antagonis,  Kim Sung-il. Sedikit disayangkan menurut saya adalah sosok yang sebenarnya punya cukup nama besar. Meski karakternya sebenarnya digambarkan cukup penting dalam cerita, tapi adegan yang melibatkannya di sini sangat sedikit dan sekilas-sekilas.
pd10
Selain itu, menonton film ini juga membuat saya berpikir kalau film ini mungkin akan dibuat sekuelnya karena beberapa bagian ceritanya menurut saya masih menggantung. Entah sih, karena sejauh ini saya belum mendengar berita tentang hal itu di internet. Dan meski saya tak terlalu suka ide film yang memiliki sekuel, saya pikir saya tak keberatan untuk menonton kalau film ini memang dibuat sekuelnya kelak. Dengan jajaran cast utama yang sama tentunya. Well, who knows? Hehe..

Cast:
– Hong Gil-dong
– Kang Sung-il
– Hwang
Roh Jeong-Eui – Dong-yi
Kim Ha-na – Mal-soon
– Kim Byeong-duk
Jung Sung-hwa – Pemilik Penginapan
– saudaranya pemilik penginapan

Yoo Seung-Mok – pemilik bengkel mobil
Hong Young-Geun – Kim Jin-Ho
Yoon Young-Kyun – Choi Tae-Jung
Lee Joon-Hyuk – pemilik agen real estate
Lee Min-Ji – Tracksuit Girl
– anggota Gwangeunhwe yang mengikuti Hong Gil-Dong (cameo)
Ko Woo-Rim – Hong Gil-Dong (kecil)

Judul: Phantom Detective / Detective Hong Gil-Dong: Disappeared / Tamjung Honggildong: Sarajin Maeul (탐정 홍길동: 사라진 마을)
Sutradara/Penulis: Jo Sung-Hee
Produser: Shin Chang-Hwan
Sinematografi: Byun Bong-Sun
Rilis: 4 Mei 2016
Durasi: 125 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Salute D’Amour

Juli 24, 2016 Tinggalkan komentar

Kim Sung-chil, seorang lelaki tua yang menderita dimentia. Ia melupakan istri, anak dan cucu-cucunya. Sehari-hari ia tampil sebagai lelaki tua pemarah yang hidup sendirian dan bekerja di sebuah swalayan di dekat rumahnya. Suatu hari, muncul perempuan tua pemilik toko bunga, Im Geum-nim yang kemudian membuatnya jatuh cinta. Di sisi lain, orang-orang di sekitarnya menuntutnya untuk memberikan tanda tangan agar ia mau menjual rumahnya agar dibangun rumah hunian bersama yang lebih bagus dan ia menolaknya. Ketika perempuan yang dicintainya tiba-tiba jatuh sakit, perlahan ingatan Sung-chil pun mulai muncul.
Salute_D'Amour-poster
Another movie yang mengetengahkan tentang dimentia. Agak berbeda dengan beberapa film sejenis, yang kebanyakan mengetengahkan sosok perempuan (, The Notebook, ), di sini si penderita adalah seorang lelaki.  Meski begitu tema besarnya hampir sama: tentang cinta sejati yang tak bisa lekang oleh ingatan.


Tapi entah kenapa, menonton film ini sedikit mengingatkan saya pada film karena penggunaan twist di penghujung film. Dan menurut saya jauh lebih rapi dalam mengetengahkan twistnya. Sementara film ini agak sedikit dipaksakan pengungakpannya di bagian menjelang akhir. Dan tambahan cerita rencana pembangunan perumahan meski di awal cukup menambah seru konflik, tapi pada akhirnya menurut saya konfliknya tidak terlalu relevan dengan cerita utama.
Salute_D'Amour-1
Meski begitu secara keseluruhan ini adalah film bergenre drama yang manis dengan karakter-karakter yang terasa realistis. Didukung pula oleh jajaran cast yang cukup solid, mulai dari aktor senior Park Geun-hyung dan Youn Yuh jung hingga aktor-aktor yang lebih muda seperti , . dan idol boy Chanyeol. Sedikit catatan untuk , menurut saya aktingnya paling lemah di sini dengan one face expression sebagai Min-jung yang terlihat selalu jutek. Tapi overall, film yang cukup layak untuk ditonton.

Cast:
Park Geun-Hyung – Sung-chil
Youn Yuh-Jung – Geum-nim
– Jang-soo
– Min-jung
– Miss Park

Mun Ka-Young – A-young
Chanyeol – Min-sung
Kim Ha-Yoo – Da-young
Baek Il-Seob – Sopir Bus
Kim Jung-Tae – Charles (pemilik laundry)
Choi Kyu-Hwan – Ho-Joon (eks suami Min-Jung)
Lee Un-Jung –  istri Jang-Soo
Ko Yun-Hoo – Sung-Chil (dewasa)
Jung Hae-In – Sung-Chil remaja)
Lee Moon-Jung – Geum-Nim (remaja)

Judul: Salute D’Amour / Jang-Soo Store /  Jangsoosanghwe (장수상회)
Sutradara:
Penulis: : Lee Sang-Hyun, Pang Eun-Jin,
Produser: Jeon Pil-Do, Lim Sang-Jin
Sinematografi: Lee Hyung-Duk
Rilis: 9 April 2015
Durasi: 112 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea/Korea Selatan

South Bound

Juli 24, 2016 Tinggalkan komentar

Choi Hae-kab () adalah seorang ‘kiri’. Ia selalu apatis terhadap segala sesuatu yang berbau pemerintah dan tak pernah takut untuk berbeda. Julukannya adalah Choi Guevara. Ia menikah dengan An Bong-hee yang selalu seideologi dengannya. Juga seorang bapak dari tiga orang anak: Choi Min-ju (), Choi Na-ra dan Choi Na-rae. Setelah rumahnya disita, ia dan keluarganya pindah ke kampung halamannya di sebuah pulau kecil, Deul, yang sedang dalam sengketa.

South_Bound_2

Choi si Pembangkang

Kim Ha-soo, adalah orang sekampung halamannya yang sudah sukses jadi anggota dewan. Dan khas orang sukses yang lupa daratan, ia menjadi politisi yang tamak. Ha-soo berniat hendak menjual pulau kepada investor. Orang-orang pulau disuruh pindah dan hanya beberapa yang tersisa. Tentu bukan Choi namanya kalau mau saja disuruh pindah. Dengan kenekadan dan kekeras-kepalaannya serta dukungan keluarga dan segelintir orang yang peduli, ia berusaha untuk menentang proyek Ha-soo dan menolak penggusuran. Menambah seru cerita adalah dengan adanya dua orang agen rahasia yang ditugaskan untuk mengawasi gerak-gerik Hae-kap karena ideologi kirinya.


Ambisius, bisa dibilang demikian karena film ini mengangkat isu berbau sosialisme dan aktivisme. Tapi tenang saja film ini dikemas dengan begitu cair dan dipenuhi unsur komedik yang membuatnya terasa ringan dan menghibur, tapi tetap mengharukan dan berisi dengan pesan moral yang jelas. Di samping itu, karakter-karakternya juga menyenangkan. Jika biasanya sosok martir digambarkan berjuang dalam kesendirian, tidak dengan sosok Choi yang selalu didukung penuh oleh keluarganya yang begitu pengertian dan lovable. Menyenangkan rasanya melihat istri Choi yang tak pernah mengeluh meski hidup kekurangan alih-alih selalu percaya pada Choi. Pun anak-anak Choi yang menikmati saja apapun keputusan ayahnya.

South_Bound_1

Love this family😀

Mungkin agak terkesan terlalu manis, tapi sebenarnya juga tidak karena sosok-sosok keluarga Choi cukup realistis. Tentu semua itu tak lepas dari akting para pemerannya. seperti biasa, bermain dengan apik sebagai si rebel Choi. Selain itu juga ada nama , Oh Yeon-su, dan juga aktor cilik Baek Seung-hwan (Choi Na-ra) dan Park Sa-rang (Choi Na-rae). Semuanya memerankan karakternya dengan pas. Worth to watch!
South_Bound_6
Note:
Merupakan remake dari film Jepang (tahun 2007) dengan judul yang sama.

Cast:
– Choi Hae-kab
Oh Yeon-Su – An Bong-hee
Baek Seung-Hwan – Choi Na-ra
Park Sa-Rang – Choi Na-rae
– Choi Min-joo

– Man-deok
Joo Jin-mo – Agen 1
Jung Moon-sung – Agen 2
– Guru Kim
Jeon Su-ji – Guru Oh
Lee Do-kyung – Kim Ha-soo
Song Sam-dong – Polisi Kwon
– Ra Mi-ran (cameo)
– anggota klub (cameo)

Judul: South Bound/ Namjjeukeuro Twieo (남쪽으로 튀어)
Sutradara: Yim Soonrye
Penulis: Hideo Okuda (novel), Lee Gye-Byeok, Na Hyeon, Choi Moon-Suk, Kim Yun-Seok
Produser: Kim Bo-Ram
Siinematografi: Jo Yong Gyu
Rilis: 7 Februari 2013
Durasi: 121 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

pics credit to asianwiki.com

The Himalayas

Juli 23, 2016 Tinggalkan komentar

Uhm Hong-kil  ()adalah seorang pendaki gunung terkenal dan digelari Uhm Daejang (semacam pemimpin pendakian?). Ia sudah berhasil mendaki banyak puncak gunung tertinggi di dunia.

hmly

Uhm Hong-kil yang sudah mendaki banyak gunung

Suatu hari, dalam sebuah pendakian dia berhasil menyelamatkan dua orang pendaki ‘bodoh’, Park Moo-taek () dan Park Jung-book (). Ketika hendak melakukan ekspedisi selanjutnya, dua orang ini kemudian berkeras untuk bergabung dalam tim yang dipimpin Hong-kil. Meski awalnya skeptis, tapi keamauan keras keduanya membuat Hong-kil akhirnya mengijinkan mereka ikut. Tidak hanya itu, karena Hong-kil dan Moo-taek kemudian menjadi sahabat akrab layaknya saudara.

hmly35

Persaudaraaan dengan Moo-taek

Seiring waktu,  kondisi kesehatan Hong-kil memburuk karena ia mengalami cedera kaki yang membuatnya tak boleh lagi mendaki. Pun rekan-rekan Hong-kil yang sudah mulai menua dan berhenti mendaki.Di sisi lain,  kemampuan Moo-taek semakin bagus dan ia pun menjadi Daejang.


Suatu hari, Moo-taek bersama Jung-bok dan timnya melakukan pendakian ke Everest. Di tengah pendakian, Moo-taek mengalami kecelakaan. Cuaca buruk membuat tim penyelamat tak berani naik. Jung-bok nekad menyusul Moo-taek. Keduanya kemudian meninggal.

Hong-kil yang merasa terpukul dengan kematian Moo-taek dan merasa berutang karena pernah berjanji untuk turun gunung bersama dengan selamat, mengabaikan kondisi kesehatannya, memutuskan untuk melakukan ekpedisi membawa mayat Moo-taek turun. Untunglah, ia didukung oleh teman-teman setimnya yang setia. Namun, tentu saja itu bukan ekspedisi yang mudah.

The_Himalayas4

Love the casts

Film tentang petualangan selalu menarik bagi saya. Apalagi film ini judulnya juga sangat jelas memberi gambaran latar cerita “Himalaya” didukung pula cast yang menjanjikan para aktor papan atas Korea: , Cho Seung-ha, , , , ... Jadilah saya penasaran sama film ini. Meski rasa peansaran saya agak surut karena setelah beberapa waktu, tak banyak ulasan tentang film ini di internet. Pun dalam beberapa ajang penghargaan film Korea, film ini juga jarang disebut-sebut (seingat saya satu-satunya nominasi adalah untuk kategori Best Supporting Actress di Baeksang Art Awards). Meskipun begitu, saya tetap memutuskan untuk menonton.
The_Himalayas3
Dan yah, setelah menontonnya,saya pikir saya paham kenapa film ini terasa kurang mendapat apresiasi. Pada bagian-bagian awal, cerita terasa cukup segar dan solid, tapi semakin ke belakang agak berlambat-lambat. Di sinopsis disebutkan bahwa inti film ini adalah tentang “pendaki Uhm Hong-kil yang berusaha membawa turun mayat sahabatnya, Park Moo-taek”. Tapi film sendiri mengambil rentang waktu yang cukup panjang mulai dari awal perkenalan Hong-kil dan Moo-taek. Mungkin maksud si penulis/sutradara adalah untuk memberi gambaran kedekatan hubungan Hong-kil dan Moo-taek, tapi menurut saya adegan ini bisa dibungkus dalam cerita flashback  dan  mungkin akan terasa lebih fokus kalau cerita dimulai dari ekspedisi Hong-kil untuk membawa turun mayat Moo-taek.
himalya-poster
Dan bagi saya, kengototan Hong-kil untuk membawa turun mayat Moo-taek agak  kurang mengharukan. Ia seperti ‘memaksa’ teman-temannya untuk ikut dalam ekspedisi berbahaya itu, meski digambarkan kalau teman-temannya kemudian ikut dengan sukarela. Hal lain yang agak mengganggu juga adalah rencana mencari dan membawa mayat Moo-taek. Kenapa hanya Moo-taek? Karena selain Moo-taek, juga ada mayat Jung-bok dan satu rekannya lagi. Dan meski Hong-kil menyebutkan keduanya belakangan tapi di awal rencana ekspedisi, keduanya seolah terlupakan dan tujuan utamanya hanyalah Moo-taek. Secara sekilas bisa dipahami karena kedekatan Hong-kil dengan Moo-taek tapi kalau dari segi kemanusiaan yang lebih luas kok rasanya kurang heroik.

Usai menonton film ini, saya juga bertanya-tanya: apa sebenarnya fokus utama dari film ini? Pesan moralnya juga tidak terlalu jelas. Alih-alih saya lebih merasa kalau film ini hanya sekedar tentang suka duka orang naik gunung. Saya tak keberatan dengan cerita secara umum, apalagi cerita film ini konon memang didasarkan pada kisah nyata. Tapi tanpa mengubah cerita, tentunya sang sutradara tentunya bisa membuat ‘penceritaan ulang’ dengan pemilihan fokus tertentu tentang apa yang sebenarnya ingin disampaikan (sebagai contoh, film  atau berhasil melakukan hal itu dengan baik).

The Himalayas

Salut untuk para aktor yang rela tampil ‘jelek’

Meski begitu, film ini sama sekali tidak buruk, kok. Latar dan adegan-adegan mendaki gunung yang penuh perjuangan terasa nyata. Para cast-nya bermain apik. Mereka menunjukkan chemistry sebagai teman satu tim yang kompak.  Para aktor ini juga rela tampil ‘jelek’ dengan wajah gosong dan melepuh terbakar matahari atau berlepotan salju. Tambahan untuk (dan juga dan ), adalah pelafalan aksen daerah yang terdengar  kocak😀. Dan meski ceritanya cukup menyedihkan, tapi film disajikan dengan cukup segar dan cair (terutama pada bagian-bagian awal).

Note:
Konon aktor dan yang awalnya ditawari peran utama dalam film ini tapi kemudian menolak karena jadwal syutingnya yang mundur.

Cast:
– Uhm Hong-kil
-Park Moo-taek
Cho Seong-Ha – Lee Dong-gyoo
– Park Jung-bok
– Jo Myung-ae
Kim Won-hae – Kim Moo-young
Lee Hae-young – Jang Chul-goo
Jeon Bae-su – Jeon Bae-su
– Choi Soo-young

Judul: The Himalayas/ Himalaya (히말라야)
Sutradara:
Penulis: Min Ji-Eun, Soo Oh, Lee Suk-Hoon, Yoon Je-Kyun, Park Soo-Jin, Kang Dae-Kyu
Produser: Yoon Je-Kyun
Sinematografi: Kim Tae-Sung, Hong Seung-Hyuk
Rilis: 16 Desember 2015
Durasi: 124 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
BaekSang Arts Awards  2016 :
– Best Supporting Actress ()

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya