Arsip

Posts Tagged ‘Kim Su-ro’

I am The King

Februari 11, 2013 Tinggalkan komentar

Tak ada referensi apa-apa ketika lihat film ini. Judulnya nggak familiar. Tapi begitu melihat nama pemainnya, langsung penasaran: , si Pangeran Shin. Meski saya bukan penggemar Princess Hour, tapi saya cukup menyukai akting Ji-hoon di beberapa filmnya: Antique Bakery dan Naked Kitchen. Aktingnya cukup bagus di sana, karenanya saya pikir ini juga film yang cukup berkualitas karena memasang aktor berkualitas.

Pangeran Chungnyeong yang gk mau ambil pusing dg kerajaan

Pangeran Chungnyeong yang gk mau ambil pusing dg kerajaan

Film ini mengambil setting Korea jaman dinasti Joseon. Sang Raja sedang mempersiapkan calon penerus tahtanya, untunglah dia punya tiga putra. Tapi putra pertama yang digadang jadi putra mahkota, hobinya mabuk-mabukan dan main perempuan. Raja pun mendiskualifikasinya. Putra kedua tak bisa diharap karena sudah memutuskan jadi biksu. Harapan tinggal pada putra ketiga: si bungsu, Pangeran Chungnyeong (), yang manjanya minta ampun. Di atas semua itu, si putra bungsu ini sama sekali tak ingin menjadi raja. Ia lebih memilih kehidupannya yang tanpa beban dan berkutat dengan buku-buku. Karenanya, ketika ia diminta jadi putra mahkota, ia pun mencari cara untuk melarikan diri.

Di luar istana, ada seorang budak bernama Deok-chil () yang wajahnya sama persis dengan sang putra bungsu. Meskipun berangasan, tapi ia punya cinta yang tulus pada seorang putri bangsawan yang juga mencintainya. Karena keluarganya dianggap pengkhianat, sang putri kemudian dibawa ke istana untuk di penjara. Deok-chil ingin masuk ke istana demi menyelamatakan sang putri.

Deok-chil, si budak pecicilan

Deok-chil, si budak pecicilan

Kebetulan pun terjadi di suatu malam. Setelah berhasil membuat mabuk dua pengawal setianya, si putra bungsu memutuskan untuk melarikan diri. Ketika ia melompati tembok, di luar tembok ia bertemu budak yang mabuk. Demi memperudah pelariannya, sang pangeran menukar bajunya dengan si budak. Maka ketika sang pengawal menemukan si budak mabuk, meski kemudian tahu bahwa itu bukan sang pangeran, mereka memutuskan untuk menjadikan si budak memalsukan diri sebagai sang pangeran sementara pengawal yang satunya mencari sang panegran sungguhan.

Sang pangeran yang diduga budak pun diperlakuakn seperti budak di luar, semenatar si budak menikmati kemewahan istana. Kejadian yang akan mengajarkan keduanya sebuah pengalaman hidup yang tak terlupakan.

Kocak :D

Kocak :D

Cerita tentang tukar peran bukanlah cerita yang baru, tentu saja. Tapi jika diramu dengan baik tetap akan menjadi cerita yang menarik. Demikian halnya dengan I am the King. Latar Korea jaman dulu menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun bernuansa politik, tapi film ini jauh dari membosankan karena dipadu dengan komedi yang lucu dan menyegarkan, scene-scene dan dialognya nggak klise.  tentu juga menjadi nilai tersendiri. Dia menunjukkan kualitas akting yang bagus seperti biasa, nggak cuma sosok Pangeran cool tapi juga pangeran culun atau budak berangasan. Love him more, hehe. Recommended!

Cast:
 – Deok-chil (budak)/ Pangeran Chungnyeong
Lim Won-Hee – Hae-koo
 – Hwang Goo
Lee Ha-nui – Soo-yeon
Baek Yun-shik – Hwang-hee
Park Yeong-gyu – Raja Taejong
Byun Hee-bong – Shin Ik-yeok

Judul Lain: Naneun Wangyirosoyida (나는 왕이로소이다)
Sutradara: Jang Gyu-Sung
Penulis: Hwang Sung-Goo
Produser: Kim Won-Guk, Kang Young-Mo, Lee Sung-Jin
Sinematografi: Kim Dong-Cheon
Rilis: August 9, 2012
Durasi: 120 min.
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

S Diary

Oktober 18, 2012 Tinggalkan komentar

Setelah pertengkaran dengan pacarnya, Lim-chan ( ), yang mengatakan kalau caranya mencintai menyesakkan, Ji-ni  () mencoba berefleksi dengan membuka diary lamanya dengan cowok-cowok yang bernah singgah di hatinya.

s diary4

Di usia yang masih sangat muda, ia jatuh cinta dengan Jeong-seok (), pelatih koor di gereja yang kemudian meninggalkannya demi menjadi pastor. Kedua, Gu-hyeon, cowok sanguin yang kelihatan sangat mencintainya.Tapi itu pun tak berlangsung lama, karena tahu-tahu ketika sudah berhasil jadi polisi, Gu-hyeon memutuskan menikah dengan orang lain.

s diary

Dalam keadaan patah hati, Jini bertemu Yu-in (), pelukis jalanan kekanakan yang umurnya lebih muda darinya. Dan ini pun tak berlangsung lama. Karena Yu-in tanpa segan bermain dengan perempuan lain di depan matanya.

s diary3

Apa sebenarnya yang menyebabkan kisah cintanya tak berlangsung lama dan ia selalu jadi yang ditinggalkan? Love is not only about sex, mungkin itu yang ingin disampaikan sutradara melalui film ini. Film yang cukup menghibur, meski menurut saya nggak terlalu greget :)

Cast:

- Jini
– Jeong-seok
 – Gu-hyeon
 – Yu-in
 – Lim Chan
 – Ibunya Jini

Hangul: 에스 다이어리
Sutradara: Kwon Jong-kwan
Penulis: Kwon Jong-kwan, Park Seong-Hun
Produser: Hun-tak Jeong
Sinematografi: Chan Lim, Hun-kwang Kim
Rilis: October 22, 2004
Bahasa: Korea
Negara: Korea Selatan

Mr. Idol

September 2, 2012 Tinggalkan komentar

Awalnya, saya sempat agak underestimate: akh, paling ini film cuma menampilkan cowok-cowok bertampang imut ala boyband. Bayangan saya, mirip-mirip Dating on Earth, misalnya. Ceritanya paling juga klise, soal boyband-boyband-an. Tapi…

Ternyata Mr. Idol mengisahkan perjuangan perempuan berwajah jutek, Ms. Oh Goo-joo yang menangani sebuah boyband besar, Mr Children. Ketika salah satu anggotanya, sang vokalis meninggal setelah dilarang pacaran, grup pun berantakan. Ms. Oh memutuskan pergi ke luar negri untuk mengasingkan diri.

Si Jutek Ms Oh

Si Jutek Ms Oh

Beberapa waktu kemudian, ia pulang dan bertekad mengembalikan kejayaan Mr Children. Bersama rekan kerjanya yang setia, Park Sang-sik dan dengan modal seadanya, ia mulai mengumpulkan anggota Mr. Children yang tercerai-berai dan meng-casting anggota baru untuk posisi lead vokal.

Secara tak sengaja, ia bertemu Yoo-jin, yang seperti biasa, sejak kesan pertama kurang impresif, seorang cowok miskin yang sehari-hari kerja serabutan ini itu. Di atas semua itu, Yoo-jin menyukai musik dan bermimpi untuk menjadi penyanyi. Di sela-sela waktu, ia bersama teman-temannya punya band underground yang nggak laku.

Yoo-jin yang keren

Yoo-jin yang keren

Setelah melihat penampilan Yoo-jin, Ms. Oh menawarinya untuk casting. Awalnya, Yoo-jin menolak mentah-mentah karena idealismenya sebagai anak band, bukan boyband. Namun karena desakan keuangan (selalu begitu :( ) dan Ms Oh yang terus mengejarnya, ia akhirnya memutuskan untuk gabung dengan Mr Children.

 

Karena sudah terpuruk, Mr Children harus membangun karir dari awal. Manggungnya juga sembarangan, di rumah sakit, di taman kota, acara sekolah…pokoknya Mr Children itu boyband yang merakyat banget deh, hihi. Hingga akhirnya mereka mencapai popularitasnya. Tapi tentu saja, berbagai persoalan mulai muncul dan siap meretakkan Mr Children.

mr idol

Setelah menonton film ini, saya harus meralat ke-underestimate-tan saya di awal. Film ini digarap dengan bagus. Kesan sinematisnya cukup kental. Meski secara garis besar cerita, mungkin nggak baru karena banyak film punya cerita serupa: jatuh bangunnya sebuah grup musik membangun karir. Tapi mungkin yang membuatnya agak berbeda adalah karena ini menceritakan tentang boyband, bukan band.

mr idol4

Film ini juga agaknya dimaksudkan untuk menanggapi kritik ketika banyak orang meremehkan boyband. Seperti yang dikatakan melalui tokoh Yoo-jin yang awalnya ogah jadi anak boyband: any music is great. if i can enjoy singing it and also make you happy. Yah, musik, selama itu membuat orang senang mendengarnya, nggak buruk. Apapun itu bentuknya (walaupun saya tetap underestimate sama beberapa boyband yang cuma ngandalin tampang doang : ) )

Note:

Untuk casting film ini sendiri cukup menjanjikan.  (yang jadi Yoo-jin) memang bisa bermusik sungguhan. Dia mengawali kariernya sebagai musisi dan sampai sekarang masih jadi gitaris di band-nya, The Nuts.

Yang kedua, adalah  (Park Jae-beom), eks. leadernya boyband 2PM dan sekarang sudah bersolo karier. Meski aktingnya di film ini dia biasa aja, tapi yah tentu saja sangat meyakinkan sebagai anak boyband :)

Jay Park yang memang penyanyi betulan

Jay Park yang memang penyanyi betulan

Lalu juga ada Kim Randy dari hiphpo grup Electro Boyz.

 

Cast:
- Oh Goo-joo
– Lee Yoo-jin
- Sa Hee-moon
Lim Won-hie – Park Sang-sik
Park Jae-beom () – Jio
Jang Seo-won – Hyun-yi
U-Kiss – Wonder Boys (cameo, band saingannya Mr Children)
Lee Hyeon-jin – Kim Ji-hoon (eks vokalis Mr Children)

Judul Lain: Mr Ahidol (Mr. 아이돌)
Sutradara: Ra Hee-Chan
Penulis: Lee Kyu-Bok, Ra Hee-Chan
Produser: Kim Sung-Chul
Sinematografi: Park Yong-Soo
Rilis: November 3, 2011
Durasi: 114 min.
Bahasa: Korea
Negara: Korea Selatan

Madeleine

Agustus 1, 2011 Tinggalkan komentar

Film romantis Korea adalah film yang mudah ditebak sekaligus susah ditebak. Mudah ditebak karena si A setelah melewati berbagai hal akan jatuh cinta setengah mati sama si B. Demikian juga yang terjadi pada Hie-jin dan Ji-suk. Mereka adalah teman waktu di sekolah menengah yang kemudian dipertemukan secara kebetulan, setelah beberapa waktu. Suatu hari Ji-suk ( ) yang gondrong ingin memotong rambutnya di salon yang ternyata milik Hie-jin ( ).

Madeleine

Hie-jin yang agresif dan baru putus dari pacarnya segera menargetkan Ji-suk untuk jadi pacar berikutnya. Maka ia pun melakukan berbagai upaya untuk mendekati Ji-suk yang tenang dan pendiam. Kesannya, Hie-jin ini agak annoying lah. Dia bahkan ngajak Ji-suk kencan selama sebulan dan kalau ternyata mereka nggak cocok, Hie-jin sepakat untuk pisah. Ji-suk setuju (yah, orang Hie-jin juga nggak ngasih kesempatan Ji-suk buat membuat keputusan kok :P). Dan yah, bisa ditebak kan kalau pada akhirnya Ji-suk pasti bakal jatuh cinta beneran sama Hie-jin.

madeleine 04

Tapi sampai pada titik ini, kemudian alur mulai berbelok menjadi tak terduga. Hie-jin diketahui hamil hasil hubungan dengan pacar lamanya. Kemudian muncul juga Sung-hae, teman sekelas juga waktu di sekolah menengah. Sung-hae ini dulu anak culun di kelas, tapi sekarang sudah jadi cewek keren vokalis band rock (saya suka karakter Sung-hae di sini). Sung-hae ini cinta pertamanya Ji-suk dan Sung-hae juga sebenarnya naksir Ji-suk waktu itu tapi sama-sama tak terucapkan. Jadi ketika ketemu lagi, mereka nampak masih memendam rasa.

madeleine 02

Yah, begitulah. Ceritanya sih nggak terlalu istimewa. Juga mengenai ending, untuk film romantis, bisa diduga lah. Tapi saya pikir, film-film romantis Korea selalu bermain-main dengan plot yang khusus dan karakter-karakter yang unik sehingga tidak jatuh pada klise. Nggak kayak film-film romantis lokal yang sudah alurnya klise, lemah pula pengkarakteran tokohnya :(.

Satu hal lagi dari film ini yang membuat saya cukup berkesan adalah lagu-lagunya, terutama yang dibawain oleh band-nya Sung-hae (Park Jung-Ah feat. Sugar Donut, band indie Korea),asli keren (sayang nggak banyak info soal band ini). Agak beda dengan lagu-lagu di film korea yang biasanya mellow habis, nuansa rocknya terasa powerful dan segar di sini.

madeleine5

NB: Mengenai judulnya sendiri, Madeleine, saya pikir itu adalah tokoh di film ini atau setidaknya menggambarkan tokoh di film ini (apalagi Ji-suk punya impian jadi penulis). Ternyata: madeleine adalah nama makanan. semacam roti atau apa gitu yang konon ketika memakannya akan membuatnya terkenang sesuatu. Korea memang suka aneh-aneh bikin judul film :).

  – Ji-Suk
- Hie-Jin
– Sung-Hae
– Man-Ho (si pembuat kue)
Kang Rae-Yeon, Yoo-Jun (teman sekosan Hie-jin)
, Joon-Ho

Sutradara: Park Kwang-Chun
Penulis: Kim Eun-Jeong, Park Kwang-Chun
Produser: Seo Woo-Sik, Choi Yoon
Sinematografi: Kim Young-Chul
Rilis: January 1, 2003
Durasi: 118 min

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.