Arsip

Posts Tagged ‘Kang Min-hyuk’

The Heirs

Januari 22, 2014 Tinggalkan komentar

Akhirnya menyelesaikan “The Heirs.” Ulasan di internet yang cukup gencar dan umumnya bernada positif dan bahkan konon ratingnya no 1 di Korea sono,membuat saya penasaran dengan drama yang satu ini. Meski dari awal saya sudah was-was, jangan-jangan drama ini begitu populer lebih karena pemainnya, aktor-aktor muda yang sedang naik daun. Bisa dibilang The Heirs memang bertabur bintang, mulai dari , , , , , (drummer CN Blue), (girlband f(x)..Di sisi lain, membaca resensinya, saya juga agak underestimate: kayaknya cuma versi lain dari Meteor Garden/Boys Before Flowers ya? Hmm, tapi tetap saja saya pengin nonton,he :)

Cast cowoknya sangat menyegarkan mata:) Damn, they're soo good looking ^_^

Cast cowoknya sangat menyegarkan mata:) Damn, they’re soo good looking ^_^

Rumus dasar cerita drama ini sangat klise: seorang upik abu yang jatuh cinta pada pangeran tampan nan kaya raya. Si upik abu di sini dimainkan oleh Park Shin-hye sebagai Cha Eun-sang (). Eun-sang gadis miskin. Tinggal cuma sama ibunya () yang bisu dan kerja sebagai pembantu rumah tangga (tebak di keluarga siapa? yups, si pangeran tentu saja). Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Eun-sang juga harus pontang-panting kerja sampingan sebagai pengantar pizza dan waitress di kafe. Kakak satu-satunya, pergi ke Amerika dengan dalih mau kuliah tapi ternyata hanya melarikan diri dari kemiskinan di rumah.

Cha Eun-sang, si upik abu. Hmmm, cukup melelahkan melihat karakternya :(

Cha Eun-sang, si upik abu. Hmmm, cukup melelahkan melihat karakternya :(

Si Pangeran adalah Kim Tan (), seorang anak dari istri simpanan pengusaha kaya raya. Karena istri sah tak punya anak, Kim Tan diaku sebagai anak si istri sah demi menyembunyikan aib keluarga. Kim Won () adalah putra pertama dari istri pertama yang sudah meninggal dan khawatir jika Kim Tan akan merebut posisinya. Kim Tan pun ‘dibuang’ di Amerika.

Kim Tan, sang pangeran. Karakter yang membosankan :)

Kim Tan, sang pangeran. Karakter yang membosankan :)

Nah, di negeri yang seperti jadi kiblatnya Korea inilah si upik abu dan pangeran bertemu. Agak-agak berlebihan kedengarannya tapi sang penulis cerita punya jalan untuk membuatnya jadi logis (meski bagi saya tetap saja rasanya agak dipaksakan). Eun-sang nekad ingin mengunjungi kakaknya karena mengatakan akan menikah dengan seluruh uang tabungan ibunya. Sampai di Amrik, dia kecewa mendapati bahwa kakaknya bahkan hanya jadi pelayan restoran dan diporotin cowoknya. Kebetulan, Kim Tan adalah pelanggan restoran tempat kerja si kakak, dan melihat ketika Eun-sang datang dan kemudian bertengkar dengan kakaknya. Kasihan melihat Eun-sang yang tak punya tempat singgah, Kim Tan akhirnya menawarkan Eun-sang untuk tinggal di tempatnya. Rumah mewah nan sepi.

another flower boy Choi Jin-hyuk sbg Kim Won, :)

another flower boy Choi Jin-hyuk sbg Kim Won, :)

Kehadiran seseorang di rumahnya, membuat Kim Tan yang selalu kesepian merasa terhibur. Dan yah bisa ditebak lah kalau dia kemudian akan segera jatuh cinta sama Eun-sang. Padahal lagi, Kim Tan sudah ditunangkan dengan rekan bisnis keluarganya, Yoo Rachel (). Pernikahan yang sudah diatur demi memperkuat perusahaan.

Ada Kang Ha-neul juga lho :)

Ada Kang Ha-neul juga lho. Love him since “Monstar”  :)

Masalah menjadi makin pelik ketika Eun-sang kembali ke Korea. Karena uang ibunya ludes untuk ke Amrik, si ibu akhirnya tinggal di rumah majikannya dan Eun-sang pun ikut serta. Tak berapa lama, Kim Tan pulang ke rumah dan yah…begitulah. Latar belakang masing-masing terbongkar dan mereka sudah saling jatuh cinta. Sebuah hubungan yang menjadi semakin rumit tentu saja.

Kim Woo-bin, the bad boy...lumayan

Kim Woo-bin, the bad boy…lumayan

Dan semakin rumit ketika Eun-sang atas kebaikan si tuan rumah dipindahkan ke sekolah elit, Jeguk, tempat para anak-anak orang kaya bersekolah. Di sini akan muncul tokoh-tokoh “The Heirs”. Young-do (), yang orangtuanya sama berkuasanya dengan orangtua Kim Tan. Seorang bad boy yang dididik terlalu keras oleh ayahnya yang seperti ketua gangster. Di masa lalu, Young-do dan Kim Tan adalah sahabat, tapi sekarang menjadi musuh bebuyutan (menurut saya permusuhan Kim Tan-Young Do ini agak terlalu dipaksakan). Dan ketika tahu Kim Tan menyukai Eun-sang, Young-do pun terusik untuk mengganggu Eun-sang meski belakangan menjadi bumerang karena dia beneran jatuh cinta sama Eun-sang.

Kang Min-hyuk of CN Blue...menunjukkan kualitas akting yg sedikit berbeda :)

Kang Min-hyuk of CN Blue…menunjukkan kualitas akting yg sedikit berbeda :)

Chan-young () adalah anak sekretaris di perusahaan keluarga Kim Tan. Cowok terpintar di kelas dan pacaran dengan Lee Bo-na () , mantannya Kim Tan dulu. Chan Young adalah anak manis dan teman baik Eun-sang sejak mereka masih di sekolah dasar dulu.

Myung-soo () adalah teman Young-do maupun Kim-tan. Meski kedua temannya bermusuhan, tapi Myung-soo berada di tengah-tengah. Lalu ada Hyo-shin (), senior teman baik Kim Tan anak seorang jaksa yang dituntut orangtuanya untuk belajar keras agar bisa kuliah hukum seperti ayahnya. Padahal ia lebih berminat bikin film.

the heirs5

Masing-masing karakter punya cerita sendiri-sendiri yang cukup menarik dan menjadi semacam ‘selingan’ cerita utama sehingga tak terlalu membosankan. Tapi tentu saja, ekspos utama akan terpusat pada hubungan Kim Tan-Eun-sang. Garis besar ceritanya tak ada yang baru: hubungan yang akan ditolak banyak pihak karena perbedaan status. Dan sampai titik tertentu kadang bikin jengah. Well, ini kan cerita anak SMA, kenapa demikian berat? Apalagi karakter Eun-sang yang terlalu pesimis dengan dirinya sendiri. C’mon dia baru 18 tahun, masih panjang jalan terbentang. Di jaman semodern ini, semua orang apapun latar belakang keluarganya, punya kesempatan yang sama untuk jadi ‘seseorang’ bukan?

Tapi yah, mungkin saya harus melihatnya sebagai sekadar drama saja sih. Dan saya pikir, mengabaikan segala kekurangannya, drama ini cukup menghibur. Sebagai hiburan visual, cukup memuaskan mata dengan gambar yang enak dilihat (terutama para aktor mudannya, hehe). Dan yang terpenting, pada akhirnya semua orang bisa bahagia :)

Cast:
– KimTan
  – Cha Eun-sang
– Choi Young-do
- Yoon Chan-young
– Kim Won
– Lee Hyo-shin
- Lee Bo-na
– Rachel Yoo
– Jo Myung-soo
– Kang Ye-sol
Lim Ju-eun – Jeon Hyun-joo
Kim Sung-ryoung – Han Ki-ae (ibunya Tan)
– Ibunya Eunsang

Judul: The Heirs / The Inheritors/ Wangkwoneul Sseuryeoneunja, Keumugyeruel Kyeondyeora – Sangsokjadeul (왕관을 쓰려는자, 그무게를 견뎌라-상속자들)
Sutradara: Kang Shin-Hyo, Boo Sung-Chul
Penulis: Kim Eun-Sook
Tayang: SBS, 9 Oktober – 12 Desember 2013
Episode: 20
Negara/bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
SBS Drama Awards 2013:
- Best Actor (drama special) ( )
- Excellent Actress (drama special) ()
- Special Actress (drama special) (Kim Sung-Ryoung)
- Ten Star Award ( &  )
- Best Netizen Award ( )
- Best Dressed Award ( )
- Best Couple Award ( &  )
- New Star Award ( & )

Acoustic

November 2, 2011 Tinggalkan komentar

Film tentang musik, bagi saya selalu menarik untuk ditonton (meski saya nggak suka film musikal), dan itulah alasan saya pengin sekali nonton film ini. Dari judulnya saja sudah melibatkan istilah musik, saya pikir, wah…pasti musiknya keren nih. Mungkin semacam film tentang anak-anak band seperti ? Apalagi mengingat cast-cast-nya adalah anak-anak boy band sungguhan. Ada dari 2 AM,  ada dan Lee Jong-hyun dari CN Blue…

Well, tunggu dulu…benar ini memang film tentang musik, tapi ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Meski pemain-pemainnya adalah sosok-sosok populer (, ) dan dari band-band beraliran mainstream (2 AM, CN Blue), tapi bisa dibilang Acoustic adalah film indie dengan cerita yang nggak mainstream juga.

Se-kyung yang selalu melihat gambar brokoli

Se-kyung yang selalu melihat gambar brokoli

Acoustic sendiri dibagi jadi 3 potong cerita yang masing-masing cerita nggak saling berkaitan kecuali bahwa it’s all about music. Bagian pertama, ‘A Confession of Dangerous Broccoli’ mengisahkan seorang cewek bernama Se-kyung () yang penyakitan (dan hanya bisa makan mi instan), dan divonis umurnya nggak akan lama lagi. Dan sebelum kematian menjemputnya, ia ingin menulis lagu. Dia merasa terilhami seorang penulis lagu (saya kurang jelas namanya) yang menulis lagu 1 jam 12 menit sebelum dia meninggal.

PDVD_070

Se-kyung berpikir bahwa kematian semacam itu adalah kematian yang indah. Maka dengan bantuan sekelompok anak band, ia pun mulai mencurahkan hasrat bermusiknya. Menulis lagu tentang ‘brokoli’ yang absurd (lukisan yang tergantung di dinding rumah sakitnya adalah gambar brokoli).

Dua rocker gagal

Dua rocker gagal

Cerita kedua diberi judul ‘Bread Attack’ berkisah duo rocker kacau, si drummer Hae-won (() dan vokalis, Sang Won (), yang memutuskan untuk menjual gitar kesayangan karena nggak punya uang. Namun rencana jual gitar ini menjadi kacau karena Hae-won (Kang Min-Hyuk) yang agak bloon (peran Min-hyuk sebagai Hae-won di sini nggak jauh beda dengan perannya sebagai Joon-hee di  :( ) yang ditugaskan mengantarkan gitar, malah meninggalkan gitarnya entah dimana karena tergoda roti di tengah jalan.

PDVD_170

Kekacauan ini kemudian membawa mereka bertemu tukang roti yang ternyata di masalalu adalah penyanyi legendaris (dia mengaku temenan baik sama  penyanyi legendaris Korea :) )  dan hingga sekarang masih menyimpan passion bermusiknya.

Bagian ketiga berjudul ‘Unlock.’ Di sini kita diajak berkenalan dengan Jin-hee (), seorang cewek bertangan listrik yang selalu menyenandungkan sebuah lagu tentang kenangan masalalu yang dingatnya samar-samar. Kenangannya semakin terkuak ketika ia menjalin persahabatan dengan Ji-hoo (), seorang penjaga laboratorium.

Jin-hee yang selalu mendengar senandung masalalu

Jin-hee yang selalu mendengar senandung masalalu

Bagian ke-3 ini, awalnya membuat saya mengerutkan kening. Cerita apa sih ini? Kok ada tangan listrik segala? Kok latarnya suram sekali? Tapi semakin diikuti, saya semakin menemukan hal menarik dari film ini. Latar ceritanya adalah dunia masa depan. Tapi yang menarik adalah, alih-alih menggambarkan dunia masa depan sebagai dunia yang futuristik dengan teknologi serba canggih, dunia masa depan yang digambarkan di sini adalah dunia yang nampak usang dan poranda oleh perang (sekilas saya jadi ingat film Wall-E). Dan hal itu membuat saya berpikir, yah, bukan tak mungkin dunia masa depan adalah dunia semacam itu mengingat banyak manusia di atas bumi ini yang memang sudah gila untuk selalu membuat kekacauan. Sungguh dunia yang sangat menyedihkan! :(

Dunia masa depan adalah dunia yang poranda oleh perang. Miris :(

Dunia masa depan adalah dunia yang poranda oleh perang. Miris :(

Well, meski Acoustic nggak seperti yang saya bayangkan, saya cukup puas dengan cerita yang disuguhkan. Bukan sesuatu yang terasa ‘menyegarkan’ memang, tapi juga tidak membosankan. Dan untuk musiknya, memang juga tak luar biasa, tapi cukup enak didengar telinga.

Cast:
- Se-Kyung
– Ji-hoo
– Sang-Won
– Hae-Won
– Jin-Hee

Korean Title: Eokuseutik
Sutradara: You Sang-Hun
Rilis: Korea Selatan, 28 October 2010
Durasi: 90min.
Bahasa: Korea

Film Festival:
2010 (15th) Pusan International Film Festival – October 7-15 – Korean Cinema Today: Panorama *World Premiere

Heartstring

Oktober 12, 2011 2 komentar

Saya memutuskan untuk nonton Heartstring karena tertarik setelah baca sinopsisnya, yang terdengar sangat menjanjikan. Tentang seorang cewek yang berasal dari keluarga kolot dan belajar musik tradisional yang kemudian jatuh cinta sama cowok anak band. Ho…pasti seru, pikir saya. Dan yang jelas, saya yakin akan full musik. Karena melibatkan ‘musik tradisional’ pastilah akan lebih seru lagi. Saya termasuk peminat musik etnik. Mungkin akan makin seru karena akan terjadi fusi dengan musik modern…saya benar-benar antusias.

heartstring

Episode pertama.
Diperkenalkan tokoh-tokohnya. Lee Gyu-won () yang tinggal bersama kakeknya (nggak tahu kenapa drama Korea sering banget bikin tokoh yang cuma tinggal sama seorang kakek). Belakangan, diceritakan kalau Gyu-won sudah nggak punya Ibu dan ayahnya tinggal di luar negeri karena berselisih paham soal musik sama Sang Kakek. Sang Kakek adalah pemain musik tradisional tenar dan pikirannya agak kolot. Baginya, haram mencampurkan musik tradisional dan modern. Awal episode ini membuat saya semakin antusias: pasti nanti akan muncul konflik seru ni kalau cucunya akhirnya pacaran sama anak band, pikir saya.

heartstring4

Tokoh berikutnya adalah Lee Shin (). Seorang cowok yang nampak cool dan penyendiri. Lee Gyu-won dan Lee Shin beberapa kali papasan, tapi tak ada sesuatu yang terjadi. Mereka sama-sama orang asing. Hal yang membuat saya sedikit kecewa karena butuh waktu terlalu lama buat mereka saling ngeh.

Untunglah, rupanya kedua tokoh ini ternyata belajar di tempat yang sama. Sebuah sekolah musik. Di suatu pagi, Lee Gyu-won terlihat datang tergopoh-gopoh dengan menyandang alat musiknya (gayageum)  yang bahkan nyaris lebih besar dari tubuhnya. Lee Shin muncul dengan mengendarai sepeda. Masih belum ada tanda-tanda akan terjadi sesuatu di antara mereka.

heartstring9

Di kelas, Gyu-won diminta perform memainkan gayageum. Lagi-lagi saya menanti adegan ini dengan antusias: lihat deh bagaimana maininnya dan musik macam apa yang bakal diperdengarkan. Gyu-won maju ke depan dengan alat musiknya dan siap main. Lalu tiba-tiba adegan berpindah ke luar ruangan. Ada tiga cewek, teman Gyu-won yang tergabung di kelompok musik tradisional, Invicible Flowers, yang tengah ngerumpi. Dan ketika adegan balik lagi ke kelas, Gyu-won sudah undur diri diiringi tepuk tangan. Whatz?!  Kok kayak sinetron…saya mikir, it’s ok kalau Park Shin-ye yang jadi Gyu-won nggak bener-bener bisa main, tapi kan bisa disemacam lipsync-in. Mungkin Park Shin-ye cuma harus latihan pura-pura mainin alat musik itu dengan ekspresi meyakinkan. Tapi berhubung ini masih episode 1 saya mencoba untuk berharap ini bukan sinetron.

Saat Gyu-won main musik, salah satu mahasiswa di kelas malah pulas tidur. Yups, dialah Lee Shin. Maka ketika sang dosen iseng nanya pendapatnya soal musik yang dimainin Gyu-won, dia pun menjawab asal-asalan bahwa itu membuatnya mengantuk. Hal yang bikin Gyu-won geram. Yeah, it’s the first moment of them. Seperti banyak rumus drama romantis, tidak dimulai dengan kesan yang baik.

Another CN Blue's Kang Min-hyuk

Another CN Blue’s Kang Min-hyuk

Moment kedua Gyu-won dan Lee-Shin adalah ketika Gyu-won diajak ke kafe sama teman-temannya untuk nonton band yang jadi idola seantero kampus: The Stupid. Dan yah, the vocalist is Lee-Shin. Tapi moment kedua ini juga nggak terlalu berkesan karena Gyu-won mergokin Lee-hsin dengan sombongnya nolak cewek yang nembak dia dengan bilang kalau dia nggak suka cewek berwajah jelek (padahal cewek yang menembaknya cantik). Meski begitu, Gyu-won cukup terkesima ketika melihat aksi panggung Lee-shin yang terlihat keren (menurut saya sih nggak, Lee Shin, di antara anggota band yang lain malah terlihat banget lypsincnya. Yang keren justru, Joon-hee, yang jadi penabuh drum. Meski di luar musik sifat Joon-hee ini nggak banget :)).

Kesebelan-kesebalan Gyu-won masih akan terus bertambah karena kemudian Lee-shin nggak datang pas acara penggalangan dana yang diadain Jurusan Musik Tradisional untuk dosen mereka yang lagi sakit keras. Sebenarnya, Lee Shin punya alasan yang masuk akal karena dia harus ketemu ayahnya yang juga sedang sakit. Tapi karena nggak ada penjelasan, Gyu-won mengira kalau Lee-shin itu nggak datang karena terlalu sok-sokan saja. Dan hal yang membuat Gyu-won tambah sakit hati adalah karena kemudian usai pertunjukan, ternyata dosennya meninggal.

heartstring6

Lee-shin, meski nggak jelasin alasannya, karena merasa bersalah, berusaha minta maaf dan mengembalikan uang pertunjukan. Tapi Gyu-won yang lagi badmood enggan menerima permintaan maaf Lee-shin dan malah mengata-ngatainya (seandainya saya jadi Gyu-won, meski jengkel, tapi saya akan coba tanya alasannya deh kenapa Lee Shin nggak datang).  Berang, Lee-shin kemudian menantang Gyu-won untuk menunjukkan kalau ia memang hebat. Musik tradisional akan tanding sama musik band. Siapa yang mendapat apresiasi terbanyak, dialah yang menang. Dan bagi yang kalah, selama sebulan akan jadi budaknya yang menang. Ok, bagi saya nggak masalah dengan kompetisi ini. Tapi rasanya aneh melihat Gyu-won gontok-gontokan padahal dia baru dilanda sedih karena kepergian dosennya dan rasanya kematian sang dosen ini jadi nggak punya arti…(bad script? :( )

Tak penting saya ceritakan siapa yang menang dan kalah dalam kompetisi ini. Yang jelas, ajang itu adalah jalan cerita yang harus dilalui kedua tokoh utama untuk bisa dekat dan kenal lebih jauh satu sama lain. Bagaimana akhir cerita hubungan mereka, tentu sudah bisa ditebak.

Tentu, cerita tidak akan hanya berkutat di antar hubungan Lee-shin dan Gyun-won. Ingat, masih ada si kakek yang kolot. Dan apa lagi yang diharapkan dari sebuah drama cinta? Yups, orang ketiga, keempat, kelima…Untuk itu dimunculkan Kim Seok-hyeon (, sutradara drama yang baru pulang dari US untuk menyutradarai pertunjukan di Broadway. Sayangnya, dengan reputasi sebagus itu, dia cuma disuruh nyutradarain drama musikal peringatan 100 tahun sekolah (tapi nggak papa, karena ada penjelasan yang cukup masuk akal untuk itu). Harus bekerjasama dengan Seok-hyeon adalah Jong Yoon-soo (, mantan penari yang jadi dosen tari dan kareografer. Padahal, di masa lalu mereka punya hubungan yang nggak baik. Yoon-soo meninggalkan Seok-hyeon untuk mengejar impiannya jadi penari, namun akhirnya kandas karena cedera. Seok-yeon masih menyimpan dendam. Meski keduanya masih memendam cinta.

heartstrings_yonghwa_shinhye2

Lalu apa hubungan kedua orang ini dengan tokoh utama? Lee Shin ternyata naksir Yoon-soo! Dan Seok-yeon terkesan sejak pertamakali melihat penampilan Gyu-won yang jadi penyanyi pengganti di The Stupid waktu penggalangan dana.

Apakah kemudian akan menjadi cerita cinta segi banyak? Meski agak klise, cerita semacam itu, sejujurnya saya nggak terlalu keberatan asalkan konfliknya masuk akal. Tapi agaknya si penulis cerita nggak ingin mengulang cerita semacam itu. Hal yang membuat saya sedikit lega. Berarti konfliknya akan ada di tempat lain, nih. Mungkin lebih seru. Saya tak sabar menunggu, dari episode ke episode…konflik memang bermunculan tapi, maaf, kenapa terkesan jadi remeh temeh dan picisan? Cerita juga jadi nggak jelas mau fokus di mana.  Konflik justru akan muncul disebabkan oleh orang ke 9 atau ke 10, yang rasanya nggak masuk perhitungan dan jadinya nggak terlalu seru. Konflik generasi muda vs generasi tua, modern vs tradisional, …yang saya pikir akan menjadi inti cerita malah hanya disentuh sedikit saja.

Soal casting, memang cukup menyegarkan mata. Aktor aktris muda berwajah bak timun suri bermunculan. Di jajaran aktor agak senior, yang jadi Kim Seok Hyeon juga cukup fresh untuk dilihat. Sayangnya, chemistry yang terbangun terasa kurang. Oke, nice to see  sama (kayaknya untuk mengobati kecewa penonton atas hubungan mereka yang nggak nyampe di You’re Beautiful), tapi entah bagaimana saya merasa chemistry mereka lebih sebagai teman dan hubungan mereka terlalu flat pun kisah cinta Seok-hyeon dan Yoon-soo. Chemistry yang buruk terjalin antara tokoh lapis pertama (pasangan Lee Shin – Gwu won) tokoh lapis kedua, (pasangan Seok-hyeon dan Yoon-soo). Karena Lee Shin punya feeling sama Yoon-soo dan Seok-hyeon juga terlihat cukup sayang sama Gyun-won (awalnya saya sempat mikir dia bakal jadi the 2nd man), saya berharap hubungan yang lebih hangat dan akrab di antara mereka. Di awal, Lee-shin terlihat cukup dalam perasaannya sama Yoon-soo, tapi belakangan nggak tersisa lagi apapun dengan Yoon-soo. Oke, dia sudah melupakan Yoon-soo dan jatuh cinta sama Gyun-won, tapi at least, sebagai orang yang pernah menempati tempat yang spesial di hatinya, seharusnya dia masih menyisakan sesuatu untuk Yoon-soo.

heartstring3

Pun hubungan Seok-hyeon dan Gyun-won. Seok-hyeon merasa jatuh sayang sama Gyun-won, sebenarnya sudah cukup berhasil, bagaimana dia menunjukkan seolah seperti seorang abang sama adik (meski di mata saya, alasan Seok-hyon sayang sama Gyun-won masih terasa belum kuat). Tapi di sisi Gyun-won sendiri seolah nggak peduli dengan Seok-hyeon. Padahal setelah apa yang dilakukan Seok-hyeon, Gyu-won cukup punya alasan untuk menyayangi Seok-hyeon. Sebagai abang.

Saya juga agak kecewa karena saya pikir ini akan jadi drama yang lebih banyak mengulas soal musik, tapi ujung-ujungnya malah soal drama musikal. Dan yang membuat saya jengah, ada semacam obsesi untuk menunjukkan kemampuan menyanyi Park Shin-ye, padahal saya lebih senang kalau dia tetap lebih banyak diporsikan dengan musik tradisionalnya…

heartstring7

Musik? Meski tidak seperti yang saya harapkan, tapi saya cukup apresiatif lah. Saya berharap sih akan lebih banyak nuansa fusion-nya, akan lebih banyak eksplorasi soal musik tradional bla-bla…tapi ternyata tetap saja popnya yang lebih mendominasi.

Heartstrings2

 

Yaah, ketika akhirnya saya berhasil menyelesaikan episode terakhir saya hanya bisa menggumam “Fuuh…drama yang melelahkan!” But still few good things too: wajah-wajah segar para pemain, fashion, dan music…

Note:
Gayageum adalah alat musik petik tradisional Korea yang berupa kecapi dengan 12 senar. Gayageum telah mengalami banyak modifikasi sejak dahulu. Gayageum moderen adalah hasil modifikasi dari akhir zaman Dinasti Joseon di abad ke-19 dan seringkali dinamakan sanjo gayageum. Gayageum yang dimoderenkan mempunyai jumlah senar yang lebih banyak yakni 13, 17, 18, 21, 22, atau 25 buah senar yang terbuat dari nilon. Di Korea Utara gayageum bersenar 21 lebih banyak dimainkan. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Gayageum)

Gayageum

Gayageum

Cast:
, Lee Shin
, Lee Gyu Won
, Kim Seok Hyeon
, Jung Yoon Soo

Woo Ri, Han Hee Joo
, Yeo Joon Hee (drumer)
Lee Hyun Jin, Hyun Ki Young (lead actor)
Im Se Mi, Cha Bo Woon (teman Gyu-won)
Oh Won Bin, gitaris The Stupid
Song Se Hyun, basist The Stupid

Judul Lain: Neon Naege Banhaesseo/ You’ve Fallen for Me/ Festival
Episode: 15
Tayang: MBC, 2011-Jun-29 to 2011-Aug-18
Produser: Choi Hong Mi,  Lee Jin Suk, Kim Yang
Sutradara: 
Screenwriter: Lee Myung Sook

Note:

Waktu nonton drama ini saya terus berpikir: siapa sih sutradaranya? Sutradara barukah jadi filmnya terasa nggak fokus begini? Ternyata eh ternyata, , sang sutradara drama ini adalah sutradara yang cukup reputable menghasilkan drama-drama ngeh-its: Fullhouse, The World They Live in, In-soon so Pretty, Coffee Househooo…so,  how comes he direct such boring drama like this ? :(

Life Back Then

Sometimes life just feels like movie..

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.