Beranda > Film Barat > A Boy Called Dad

A Boy Called Dad

Robbie Nolan, 14 tahun. Sebagaimana kebanyakan anak lelaki yang menginjak masa remaja, ia merindukan figur seorang Ayah yang bisa membimbingnya menjadi ‘laki-laki.’ Tapi orangtuanya telah bercerai, dan yang lebih buruk dari itu, ia sendiri sudah menjadi seorang ayah. Dihadapkan pada situasi yang membingungkan, ia berusaha menghabiskan waktu bersama ayahnya, Joe. Tapi alih-alih menemukan apa yang dicarinya, ia mendapati ayahnya bukanlah sosok yang ideal.

a boy called dad1

Ia merasa marah. Ia tak tahan melihat pacar ibu anaknya, memperlakukan anaknya dengan kasar. Robbie menembak lelaki itu dan dalam keadaan panik, kemudian kabur bersama bayinya. Dengan pikiran polosnya, ia ingin menjadi ayah yang baik, ia tak ingin anaknya mengalami apa yang dialaminya. Tapi tentu saja, Robbie tak tahu apa-apa tentang bagaimana menjadi ayah.

a-boy-called-dad-

Ketika melihat judul dan posternya, saya pikir ini adalah sejenis film komedi. At least, film drama yang dibalut komedi lah. Seorang bocah yang jadi ayah? Pasti banyak hal-hal konyol yang akan dilakukannya. Ternyata saya salah. Ini film yang sangat realistis. Robbie menghadapi kenyataan dalam hidupnya bukan dengan kekonyolan seorang bocah 14 tahun, tapi dengan ‘kedewasaan’ yang mengharukan (dan bagi saya, terasa┬áberat :( ).

Cast:
Ian Hart, Joe (ayah Robbie)
Kyle Ward, Robbie

Sutradara: Brian Percival
Produser: Made Up North Productions
Penulis: Julie Rutterford
Sinematografi: David Katznelson
Rilis: UK, April 2010 (Edinburgh FF, Juni 2009)
Durasi : 80 menit

Awards:
- Trailblazer award (Kyle Ward) & Audience Favourite di Edinburgh Film Festival in 2009 .

- Screening di 4th International Rome Film Festival, CineMagic, Belfast, dan Salford Film Festival.

About these ads
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Life Back Then

Sometimes life just feels like movie..

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: